
Amarah Rosa semakin jadi, ada niat terselubung di senyumnya itu...
Diambilnya ponsel, dan dia membuka aplikasi chat dan memilih salah satu nomor.
"Riyan, bisakah kita nanti sore bertemu" Rosa mengirim pesan itu
Ting...
"Akan aku usahakan" balasan dari Riyan..
"Belum ada 2 menit dia sudah membalas nya" senyum smirk Rosa..
Sedangkan sang mama mengejar kepergian Arga...
"Arga!!! Arga!!! Tunggu nak" panggil sang mama.
"Ada apa lagi ma, mama sudah dengarkan semuanya!!!" jawab Arga.
"Lalu kamu mau kemana??" tanya mamanya.
"Aku mau pergi ke Rayyan, membebaskan dari manusia b**at itu!!!" emosi Arga..
"Ada apa ini" suara berat kakek yang di ikuti dengan papa Bram.
"Lihat! Dia akan pergi menyusul Rayyan di rumah Miran di kediaman keluarga Alan. Rayyan di sembunyikan di sana!! Mama mohon Arga, jangan kesana itu sangat berbahaya Arga" kata mama Sinta..
"Ma... Rayyan di sana bersama suami orang, sudah aku pastikan dia akan tersiksa di sana!! dan dia sudah dipermalukan dengan membuang dia selayaknya sampah di tengah tengah masyarakat di pusat perbelanjaan sana yang bahkan Rayyan masih menggunakan gaun pemgantinya!!! aku tidak rela ma, aku tidak tega dengan nasib Rayyan... aku harus menolongnya sekarang!!" ucap Arga..
"Apa!!! Miran sudah beristri!!!" kakek memegang dadanya..
"Tanyakan saja pada Rosa, dia yang mengatakan semuanya dan aku mendengarnya sendiri tadi saat aku sedang berjalan" jawab Arga..
"Mama mohon nak, jangan pergi mama tidak mau kamu dalam bahaya nak... Cari cara lain, tapi jangan kamu yang kesana nak hiksss mama mohon" mama Sinta terus memohon ke Arga...
Mama Anna yang tanpa sengaja mendengar pun kaget tanpa basa basi mama Anna pergi keluar..
Didepan pintu, mama Anna bertemu dengan Rudi..
"Rudi!hiksss" tangis mama Anna.
"Ada apa nyonya" tanya Rudi yang terlihat khawatir..
"Di mana kediaman keluarga Alan hiksss" tanya mama Anna yang masih berlinangan air mata.
Rudi ragu akan mengatakan semuanya..
"Rudi, aku mohon ini demi Rayyan... Rayyan di kurung di sana... Aku mohon Rudi, di mana rumah itu" mama Anna memohon..
Rudi akhirnya menunjukan di mana rumah Miran dengan terpaksa...
Mama Anna langsung melangkahkan kaki menuju kesana.
Sedangkan di dalam, mama Sinta terus memohon ke Arga untuk tidak pergi dan papa Bram membawa masuk kakek untuk beristirahat karena jantungnya kambuh.o
Sehingga tidak ada yang menyadari kepergian mama Anna..
"Rayyan, tunggu mama nak...hiksss... Tunggu mama sayang, mama akan menjemputmu nak... Bahkan dengan nyawa mama sekalipun hiksss" mama Anna terus meracau dalam tangis sungguh pilu seorang ibu yang mendengar anak gadisnya begitu menderita... Mendapat cobaan yang begitu bertubi tubi...
☘☘☘☘☘
Miran baru saja tiba di rumahnya, tanpa basa basi Miran menuju ke kamar di mana Rayyan berada..
Tok..tok..tok..
"Rayyan, ini saya Miran.. Bolehkah saya masuk" penggil Miran dan mencoba membuka pintu yang ternyata tidak terkunci..
__ADS_1
Rayyan hanya menatap sinis Miran saat dia masuk..
"Rayyan, apa yang dikatakan nenek ku jangan kau hiraukan" kata Miran mendekati Rayyan..
"Tapi memang itu kenyataannya Miran, aku hanya tahananmu di sini.." jawab sinis Rayyan.
"Rayyan, aku mohon jangan seperti itu" jawab Miran.
"Lalu apa??? Memang benarkan?? Jika aku bukan tahanan mu, kamu tidak akan terus membiarkan aku di sini!!" jawab Rayyan lagi"
"Rayyan..." ucapan Miran terpotong..
"Rayaaannn!!! Ini mama nak!! Rayaaannnnn" panggil mama Anna pilu.
"Mama.." Rayyan terkejut..
"Tetap di sini" jawab Miran.
"Tidak, aku mau bertemu mama ku" kata Rayyan akan melangkah keluar kamar..
Miran menahan Rayyan lalu pergi meninggalkan Rayyan dengan mengunci pintu dari luar..
"Miraannnn, keluarkan aku!!! Miraannnn!!! Aku ingin bertemu mama ku... Mama aku di sini ma!! Hikssss, lepaskan aku ma!!!" Rayyan langsung membuka jendel dan berteriak.
Mendengar keributan di luar semua keluar dan berkumpul..
Sedangkan mama Anna mencoba masuk namun di halangi oleh penjaga di depan pintu utama..
"Minggir!!! Saya ingin menjemput anak saya hiksss... Minggir!!!" mama Anna terus mencoba menerobos..
"Rayyan, mama di sini nak!!! Mama akan menjemputmu nak!!! Dorrrr...dor....dor... Miraaannnn!!! Bukan kan pintu ini!!! Biarkan saya menjemput anak saya!!! Miraaannnn keluar kamu!!!" mama Anna terus berteriak dengan air mata yang terus berlinangan..
Hatinya sakit mendengar teriakan sang putri di dalam, sungguh menyakitkan separuh nyawanya berada di dalam sana..
"Mama.... Rayyan di sini ma... Tolong Rayyan ma..." Rayyan pun terus menangis, hatinya pun ikut sakit mendengar teriakan sang mama yang begitu memilukan di luar sana..
Miran melangkah keluar di temani dengn riyan..
Setelah membuka pintu dan menghadapi mama Anna dann..
Plakkkk....
Mama Anna menampar Miran sekencang mungkin, namun Miran terdiam..
"Kamu datang kepada kami dan memohon kepada kami untuk meminang putri kami... Kami sudah dengan terbuka menerima mu.. Bahkan kami sudah menganggap mu putra kami dan menyayangimu selayaknya oramg tua terhadap putranya hiksss.... beginikah yang kamu berikan kepada kami... Mencabik cabik hati kami hiksss manusia macam apa kamu Miran hiksss... Pulangkan Rayyan jika kamu hanya ingin menyakitinya... Kembalikan kepada kami hiksss" marah sakit itu yang mama Anna rasakan hari ini..
"Maaf nyonya, saya tidak bisa mengembalikan Rayyan" jawab singkat Miran..
"Kenapa! Belum puas kamu!" tanya mama Anna emosi.
"Tuan Hazar sendiri yang menitipkannya kepada saya karena justru keluarga anda ingin melenyapkannya" jawab Miran..
Mama Anna lemas seketika, hatinya sangat sakit mengingat nasib anaknya..
"Nyonya Aisah, aku tau kau di dalam!!! Dengarkan teriakan seorang ibu ini!!! Kedatanganmu membawa mendung hitam berkumpul di atas kepalamu... Dengarkan aku, aku bersumpah!!! Tidak akan pernah kau menemukan kedamaianmu bahkan dalam kematianmu!!!hiksss tidak akan ada kebahagiaan yang menghampiri di setiap keturunanmu hiksssss... Rayyan!!! Baik baiklah nak di sini hiksss.... Mama akan datang menjemputmu kembali" pilu sungguh pilu suara teriakan mama Anna, dia tidak sanggup meninggalkan belahan hatinya di sana..
Namun bagaimana lagi ini satu satu caranya agar putrinya tetap hidup..
Berat langkahnya meninggalkan sang putri, masih terdengar teriakan Rayyan di dalam memanggilnya..
Tangisnya seperti hujan saat ini yang turun begitu lebatnya, hatinya benar benar hancur tak berbentuk lagi, sesak rasanya di dada sulit untuk bernafas...
Mama Anna terus berjalan dengan air mata yang terus berlinangan..
Sedangkan Miran, kembali memasuki kamar Rayyan..
__ADS_1
Sedangkan Mia yang mendengar itu semua ikut merasakan apa yang di rasakan kedua perempuan itu..
"Dengar nenek teriakan seorang ibu itu, betapa pilunya dia.. Nenek juga seorang perempuan bahkan seorang ibu... Tidak kah sedikit saja ada rasa kemanusiaan!!! Dia tidak bersalah nek!! Tak pantas dia mendapatkan ini!!! Tunggu waktunya rumah ini menerima karma itu" ucap Mia emosi dan berlalu pergi begitu saja..
Begitupun yang lain memilih masuk ke dalan kamar masing masing..
Ceklek...ceklek...
Miran membuka pintu dan masuk kedalam kamar..
Rayyan menatap Miran dengan wajah sengitnya..
Dia begitu muak dengan semua ini, bagaimana dia mendengar teriakan sang mama yang ingin bertemu dengan nya..
"Di mana mama ku??? Kenapa tidak kamu ijinkan masuk!" emosi Rayyan.
"Aku tidak mau mengambil resiko Rayyan, dan mama mu mau mengerti itu" ucap Miran...
"Lebih baik kamu keluar, saya tidak ingin melihat mu" ucap Rayyan pelan.
Miran pun keluar, dia mengunci kembali kamarnya dan Rayyan tidak peduli...
Dia kembali ke kamarnya untuk mengistirahatkan diri yang begitu penat dia rasakan..
☘☘☘☘☘
Mama Anna terus menangis, tak sanggup dia meninggalkannya di sana..
Dan saat itu papa Hazar melihat sang istri yang sangat menyedihkan..
"Mama ada apa?" tanya papa Hazar.
"Hikssss akuu meninggalkan separuh nyawaku di sana hikssss" mama Anna terus menangis..
"Maksud mama?" papa Hazar belum mengerti arah pembicaraan istrinya.
"Rayyan hiksss... Rayyan berada di sana bersama Miran hiksss, di kediaman keluarga Alan hikssss... Dia di kurung di sana hikssss... Rayyan" tangis mama Anna semakin menjadi.
"Rayyan??? Ma... Papa akan menjemputnya" papa Hazar akan melangkah pergi..
"Jangan pa... Mama tidak mau keluarga mu melenyapkannya jika Rayyan kembali di sini, biarkan Rayyan di sana sementara.. Mama mohon pa hiksss... Bawa pergi kami dari sini... Hiksss.. Jemput Rayyan, kita cari kehidupan kita sendiri hiksss" mama Anna memohon..
Papa Hazar terdiam sesaat...
"Baiklah ma, papa akan segera mengurusnya dan akan secepat mungkin menjemput Rayyan" kata papa Hazar yang langsung memeluk istrinya..
Papa Hazar membawa masuk mama Anna yang mulai kedinginan...
Melihat keadaan sang istri yang sangat menyedihkan membuatnya semakin sangat bersalah larena tidak bisa melindungi keluarga kecilnya itu..
Setiap masalah silih berganti tiada henti..
Selalu ada tangis dam semakin memudarnya ketenangan yang dulu di rasakan di rumah itu..
Kini dia hanya bisa mengusahakan apa yang istrinya minta, berusaha mewujudkan keinginannya untuk mencari ketenangan dan kebahagiaan..
**semoga masih suka...
jika ada yang masih kurang atau apa pun itu boleh lahh komen komen 😉😉😉
untuk author belajar lagi...
terimakasih ya yang sudah tinggalkan jejaknya..
ingat tetap kasih like dan komentnya untuk support author...
__ADS_1
terimakasih kawan kawan 🙏😊😊😊**