
Riyan berada di rumah sakit untuk memastikan bahwa Mei sudah diijinkan untuk pulang.
Namun, saat melihat Miran tidak berada di sana Riyan timbul perasaan cemas.
"Hallo.. Miran, kamu berada di mana?" tanya Riyan setelah panggilan telephone nya diterima Miran.
"Aku sedang menuju ke kediaman keluarga Sadli untuk mencari Rayyan" jawab Miran. Dan langsung mematikan sambungan teleponnya.
Riyan tanpa menunggu lama langsung mencoba menyusul Miran takut terjadi apa apa kepada Miran.
☘☘☘☘☘
Arga dan Rayyan baru saja tiba di kediaman keluarga Sadli. Mereka masuk kedalam rumah bersama sama.
Kakek yang sedang menikmati kopi di hall bersama papa Bram dan papa Hazar terkejut melihat kedatangan Arga dan Rayyan bersama sama.
"Kakek... Aku akan menikahi Rayyan dan satu hal lagi setelah ini jangan ada lagi yang mencoba coba untuk mengganggunya!! karena dia akan tetap di sini bersama ku" kata Arga yakin.
"Arga!!! Apa yang kamu lakukan hah!! Jangan kamu menambah masalah dalam keluarga kita!!" bentak kakek.
"Kakek, dengan pernikahan ini, aku akan memperbaiki nama keluarga ini dan mengurangi masalah di keluarga ini. Dan kami sudah setuju akan menikah secepatnya!" Arga menoleh dan menggandeng tangan Rayyan dan Rayyan membalasnya.
Miran yang bersembunyi di balik pintu mendengar apa yang Arga katakan, di saat itu juga matanya berkaca kaca apa lagi dia melihat Arga menggandeng tangan Rayyan membuat Miran marah emosi.. Untung diwaktu yang tepat Riyan datang mencegah Miran yang akan masuk ke dalam rumah.
"Miran... Miran.. Tunggu" kata Riyan sambil mencekal Miran.
"Apa yang akan kamu lakukan hah!! Jika kamu masuk ke dalam sekarang kamu akan menambah masalah dan mereka akan mudah menangkapmu apalagi kamu sedang emosi seperti ini." Riyan mencoba mengingatkan Miran.
Miran terus menangis antara menahan rasa sakit dan emosi yang menjadi satu.
Miran berjalan pergi meninggalakan tempat itu.
Sedangkan di dalam rumah, suasana masih penuh perdebatan.
"Aku tidak akan pernah merestui kalian!!" bentak kakek.
"Saya juga tidak akan setuju dengan rencana pernikahan ini" kata papa Hazar dan menarik Rayyan meninggalkan tempat itu.
"Arga, ikut papa" panggil papa Bram.
☘☘☘☘☘
Di kediaman keluarga Alan, nenek menjenguk Mei yang baru saja pulang dari rumah sakit.
"Aku tau, bahwa bukan Rayyan yang menusukmu. Kamu sama saja seperti mama mu penuh dengan permainan. Tapi permainanmu itu tidak berlaku untuk ku. Dan aku ingatkan Mei, jika Miran mengetahuinya kamu pasti tau apa yang akan terjadi" kata nenek lirih namun menohok hingga membuat Mei pucat pasi.
Setelah nenek meninggalkan kamar Mei, mama Eni langsung mendekati Mei dan duduk di pinggir tempat tidur.
__ADS_1
"Mei... Apa benar yang dikatakan nenek?" tanya mama Eni.
"Uhukk..uhukk.. Mama tidak percaya sama anak mama sendiri? Mana mungkin aku melakukan itu ma?" Mei tetap mencoba mengelaknya meski raut wajahnya menggambarkan kekhawatiran mengingat ucapan nenek Aisah.
☘☘☘☘☘
Di kamar Rayyan, papa Hazar dan mama Anna memastikan kembali tentang rencana perkataan Arga.
"Apa yang membuatmu menerima pernikahan ini Rayyan" papa Hazar mengintrogasi Rayyan.
Rayyan terdiam, ada rasa takut yang tiba tiba menyelimuti hatinya.
"Ayo nak, katakanlah apa yang membuat kamu menerima Arga. Sedangkan kami sangat tau kamu tidak mencintainya" kata mama Anna lembut namun wajahnya menyiratkan kebingungan.
"Emmmm....sebenarnya aku dan Arga memiliki perjanjian pah. Aku mau menerimanya dengan syarat aku masih tetap berada di sini agar tidak dipisahkan dengan mama, papa dan Gendis." jawab Rayyan.
"Ya.. Allah Rayyan" mama Anna menangis dan memeluk Rayyan.
Papa Hazar hanya terdiam, dia bingung dengan situasi ini.
Di ruangan lain, Arga bersama kedua orang tuanya dan Rosa juga membahas rencana pernikahan itu.
"Arga, papa merestui pernikahan kalian nak" kata papa Bram yang membuat terkejut mama Sinta.
"Papa serius?" kata Arga senang.
"Iya papa serius, papa yakin kamu sudah bisa mengambil keputusan sendiri Arga papa hanya bisa memberikan restumu" kata papa Bram lagi yang mencoba memeluk Arga.
Mama Sinta sedari tadi hanya diam bingung dan menahan emosinya atas apa keputusan papa Bram buat.
"Kenapa papa malah memberikan restu dengan pernikahan konyol ini pa???" akhirnya mama Sinta membuka suara setelah Rosa dan Arga keluar dari ruangan itu.
"Ma... Emanh mama pikir papa begitu saja merestui mereka?? "Jawab papa Bram.
"Lalu tadi apa?!!" mama Sinta masih emosi.
"Papa hanya ingin menjadi orang tua yang baik di depan Arga dengan berpura pura mendukungnya, sebenarnya papa juga sudah merencanakan sesuatu" papa Bram menjelaskan.
"Rencana?? Rencana apa?" mama Sinta penasaran.
"Nanti akan pala ceritakan, tapi tidak sekarang" jelas papa Bram sambil berjalan keluar dari ruangan itu.
☘☘☘☘☘
Rayyan duduk termenung di balkon. Melihat sang putri duduk melamun, papa Hazar mendekati Rayyan.
"Nak.." panggil lembut papa Hazar.
__ADS_1
"Papa.." Rayyan menoleh ke arah sang papa.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya papa Hazar.
"Aku sedang mengkhawatirkan papa" jawab Rayyan.
"Apa yang kamu khawatirkan nak?" tanya papa Hazar menatap lekat sang putri.
"Pa... Miran sangat membencimu karena dia berfikir papa membunuh kedua orang tuanya. Dia akan membalas dendam kepada papa" kata Rayyan.
"Papa tidak membunuh orangtua Miran. Dan papa tidal tau siapa yang membunuhnya" papa Hazar menjelaskan.
"Pa.. Aku percaya kepada papa. Papa orang jujur tidak pernah berbohong. Aku sangat percaya kepada papa. Nenek Miran lah yang membuat Miran seperti ini, nenek Miran membesarkan Miran dengan penuh kebohongan hingga Miran seperti ini" kata Rayyan yang mengingat sikap nenek Aisah.
☘☘☘☘☘
Di lain tempat, Riyan mengajak kembali Rosa untuk bertemu.
Tidak lama Rosa datang dan langsung duduk di depan Riyan.
"Rosa, apakah kamu yang memberitahukan Mei dan Arga bahwa Moran bersama Rayyan pergi ke rumah kebun anggur??. Karena setahu saya ketika Miran mengirim pesan waktu itu saya sedang bersama kamu. Apa kamu membacanya?" Riyan langsung menanyakan hal itu karena dia merasa curiga dengan Rosa.
"Kamu menuduh ku??? Atas dasar apa kamu menuduhku??? Bahkan aku sangat terkejut kemarin kakakku pulang bersama Rayyan dan berencana akan menikahinya.. Dan..dan kamu menuduh ku?? Hikssss aku tidak terima dengan tuduhan ini" Rosa berpura pura menangis padahal memang itu rencana dia, Rosa meninggalakan Riyan dengan berpura pura marah.
Riyan hanya menatap kepergian Rosa, dia masih curiga dengan Rosa. Riyan yakin Rosa hanya berpura pura dan berbohong dengan apa yang di katakan Rosa tadi.
☘☘☘☘☘
Di kamar Mei, Mia menjenguk kondisi Mei yamg sedang berbaring di tempat tidurnya.
"Kak Mei, waktu itu aku melihatmu bersama dua orang prempuan dan laki laki di salah satu kafe. Tapi aku todak mengenalinya" kata Mia yang penasaran dengan pertemuan Mei waktu itu.
"Uhukk..uhukkk..uhhukk.. Gheemm... Itu teman ku dari kota Z, mereka kebetulan sedang berada di kota ini dan ingin bertemu dengan ku" jawab Mei yang mencoba menutupi ke gugulannya karena kaget mendengar Mia melihat pertemuannya dengan Rosa dan Arga.
"Mia, bisakah kamu keluar dulu sebentar?, aku ingin berbicara dengan Mei" kata Miran yang tiba tiba masuk ke dalam kamar Mei.
"Hemmm baiklah kak... Cepat sembuh ya kak Mei" pamit Mia yang mendapat anggukan dari Mei.
"Mei, jujurlah.. Kenapa kamu bisa datang secara bersamaan dengan Arga?!" tanya Miran menahan emosinya.
"Su..sudah aku katakan kepada mu Miran.. Itu hanya kebetulan saja... Aku datang kesana karena aku cemburu dan ingin memastikan ke sana. Saat aku tiba aku hanya melihat Rayyan dan mencoba berbicara dengan Rayyan. Saat aku ingin berbicara kepada Rayyan tiba tiba Arga datang dan Rayyan langsung memeluk Arga dengan erat dan berkata bahwa dia bersukur bisa bertemu dengan Arga lagi. Dan saat aku ingin berkata untuk jaga sikapnya dia malah marah kepadaku dan menusukku dengan pisau lalu...." kata Mei menjelaskan dengan penuh kebohongan.
"Jangan berbohong Mei!!! Ingat, jika aku tahu kamu berbohong.. Aku tidak segan segan menceraikanmu!!!" kata Miran memotong kata kata Mei dengan penuh penekanan lalu pergi keluar.
Saat membuka pintu, mama Eni berada di balik pintu itu dan mendengar semua. Miran hanya melengos pergi meninggalkan kamar Mei.
**mudah mudahan masih suka ya..
__ADS_1
jangan lupa like dan komentnya ya biar author tambah semangat..
terimakasihhh 🙏🙏🙏😊😊😊😊**