Cinta Dalam Dendam Dan Benci

Cinta Dalam Dendam Dan Benci
kekacauan


__ADS_3

Sehari sebelum hari pernikahan, Miran mengirim baju pengantin yang dia pesan sendiri ke Rayyan..


Tok..tok..tok..


"Saya mengantar kiriman dari tuan Miran untuk nona Rayyan.." kata orang tersebut kepada Ike yang membuka pintunya.


"Ahhh, baiklah nanti akan saya antar ke Rayyan terimakasih" jawab Ike dengan tersenyum.


Pria itu hanya menganggukan kepalanya..


Ike segera mengantar paket tersebut ke kamar Rayyan..


Rosa pun melihat itu dan terus mengamati dan dia memiliki rencana dengan senyum liciknya..


Rayyan menerima paket tersebut dan membukanya, dia terpesona dengan gaun yang dipilih Miran..


Rayyan menggantung gaun tersebut, lalu meninggalkannya dia keluar kamar untuk memgambil sesuatu..


Saat Rayyan keluar, Rosa masuk dan mengamati gaun tersebut..


"Jadi ini gaun mu, tidak akan lama kebahagianmu Rayyan" kata Rosa dengan memegang sebuah gunting dan tersenyum licik..


Rosa menggunting gaun pengantin Rayyan, setelah puas merusak gaun itu dia langsung pergi meninggalkan kamar Rayyan.


"Tidak...tidak..tidak..!!!.mama...mama!!" teriak Rayyan menangis memegangi gaunnya..


Semua yang mendengar teriakan Rayyan berlari ke sumber suara. Semua terkejut melihat kondisi gaun tersebut.


"Apa yang terjadi ini Rayyan, kenapa gaunmu seperti ini?" tanya mama Anna mengamati gaun tersebut..


"Rayyan tidak tau ma, saat aku kembali ke kamar gaun itu sudah seperti ini.. Padahal waktu aku menggantungnya masih bagus ma... Bagaimana ini sudah tidak ada waktu lagi untuk memperbaikinya ma" tangis Rayyan.


mama Sinta yang melihat itu langsung melirik anaknya yang terlihat tersenyum melihat kejadian tersebut..


"Sini kamu.." mama Sinta menarik tangan Rosa.


"Ini pasti ulah kamu kan?" kata mama Sinta menatap Rosa curiga.


Rosa hanya tersenyum lalu meninggalkan mamanya.


Dengan terpaksa mama Sinta kembali ke kamarnya dan mengambil sebuah gaun pernikahannya dulu yang dia pakai lalu dia kembali menuju ke kamar Rayyan.


"Rayyan, ini milik tante pakailah walaupun tidak sebagus milikmu. Dan tante minta maaf atas perbuatan Rosa, ini sebagai gantinya.. Pakailah" kata mama Sinta sambil menyerahkan gaun tersebut ke Rayyan.


Mama Anna yang mendengar penjelasan itu langsung menatap sengit ke mama Sinta..


"Ohhh jadi ini perbuatan anak kamu? Tidak puas puasnya ya anak kamu membuat masalah" mama Anna geram.


"Maafkan Rosa, Anna.. Dia hanya cemburu. Maafkanlah dia" kata mama Sinta.


"Ma, sudahlah.. Sudah terjadi dan tante trimakasih gaunnya" kata Rayyan murung...


☘☘☘☘☘


Malam pengantin tiba, kediaman keluarga Sadli sudah di hias dengan sedemikian rupa, alunan musik pun terdengar..


Semua kerabat sudah berdatangan untuk mengikuti perayaan seserahan malam ini..


Rayyan di kamar sedang mempersiapkan dirinya dengan ditemani sang mama yang akan membantu mendandaninya.


"Ma..., beberapa hari ini aku tidak melihat kak Arga.. Kemana ya dia?" tanya Rayyan menatap mamanya dari pantulan cermin..

__ADS_1


"Arga sedang sibuk dengan pekerjaannya sayang, nanti dia juga akan datang.." Mama Anna sambil tersenyum..


Kini Rayyan sudah siap dengan menggunakan gaun merah dengan make up yang natural dan sebuah mahkota merah menghiasi kepalanya, sungguh membuat penampilannya sangat memepesona...


Mama Anna memeluk Rayyan dari belakang.




"Sungguh kamu cantik sayang" kata Mama Anna.


"Terimakasih ma" Rayyan tersenyum..


Waktupun tiba, acara pun dimulai dengan beberapa prosesi dilalui.


Semua tampak gembira, kecuali Mei, Rosa dan Arga.


Selama prosesi tersebut Arga hanya mengurung dirinya di kamar, diam melamun tanpa disadari air matanya mengalir dengan sendirinya.


"Rayyan, aku tidak rela kamu bersamanya.. Kenapa kamu memilih pria itu ketimbang aku yang selama ini bersama mu.. Aku lebih mengenalmu, aku lebih menyayangimu" batin Arga.


Rosa terus menatap Rayyan dengan sengitnya, tampak jelas wajah tak sukanya dia merasa iri dengan Miran lebih memilih Rayyan ketimbang dia.


Rosa berbalik menuju kamarnya dan menutup pintunya rapat rapat.


"Argghh sial sial, kenapa jadi seperti ini.. Kenapa Miran lebih memilih Rayyan arghhhh" geram Rosa sambil melempar lemperkan mengacak ngacak tempat tidurnya.


Dilain tempat Mei yang mengikuti prosesi acara tersebut sangat muak dengan Rayyan, dia maju ingin menemui Rayyan namun dicegah oleh mamanya.


Mama Eni menggeret Mei ketempat yang sepi untuk berbicara dengan dia.


"Mei, apa yang akan kamu lakukan..? Ingat Mei hanya tinggal malam besok semua berakhir, Miran akan menjadi milikmu lagi" bisik mama Eni sedikit geram dengan perbuatan anaknya.


"Ingat Mei, Rayyan akan ditinggalkan oleh Miran pada malam pertama mereka ingat itu, semua ini hanya sandiwara dan ingat pernikahan inipun sandiwara.. Bersabarlah hanya sampai malam besok" mama Eni terus mencoba menenangkan.


"Aku mau pulang, aku sudah tidak kuat" Mei langsung pergi meninggalkan mama Eni..


Dan tanpa sepengetahuan mereka berdua Rosa mendengarkan dengan jelas pembicaraan mereka berdua. Karena mereka ternyata berdiri dekat dengan jendela kamar Rosa..


"Jadi...jadi... Semua ini hanya bohongan??? Dannn Miran sudah menikah??" Rosa terkejut sambil menutup mulutnya, namun tiba tiba dia tersenyum sinis..


"Itu tidak masalah jika ini bohongan ataupun Miran sudah beristri.. Yang penting sebentar lagi aku akan melihat penderitaan Rayyan, dia akan dipermalukan hahahahaha" Rosa merasa senang mengetahui apa yang akan terjadi..


☘☘☘☘☘


Hari pernikahan pun tiba, Rayyan sudah siap dengan menggunakan gaun putihnya..



Dia berjalan dengan diiringi sang adik dan mamanya menunggu kedatangan pengantin prianya.


Rosa melihat itu sangat geram kenapa hari ini begitu cepat bagi dia.. Demikian dengan Arga dan Mei mereka murung melihat orang yang mereka sayangi bersanding dengan orang lain, meskipun Mei sudah tau apa tujuannya namun dia tidak bisa menutupi perasaanya.



Rayyan sudah berdiri di depan pintu utama menunggu Miran datang.


Tidak lama kemudian Miran datang, Miran begitu terpesona melihat wanita di depannya itu..


__ADS_1


Miran berjalan perlahan menatap gadis di depannya. Rayyan hanya tersenyum tersipu malu..


Miran mengulurkan tangannya dan Rayyan menerima uluran tangan dari Miran..


Mereka berjalan keluar menuju mobil yang disiapkan untuk menuju ke gedung yang sudah disiapkan untuk acara resepsinya.


"Rosa, kamu tidak ikut ke acara resepsi?" tanya mama Sinta.


"tentu ikut dong ma," jawab Rosa dengan tersenyum..


"Bukankah kamu tidak senang mereka menikah" mama Rosa merasa curiga dengan sikap Rosa yang berubah..


"Rosa sudah merelakannya ma" senyu Rosa.


Mama Sinta terus mengamati anak gadisnya ini, dia sungguh sangat curiga dia berfikir pasti akan terjadi sesuatu.


Sesampainya di gedung pernikahan, Miran dan Rayyan berjalan memasuki gedung layaknya raja dan ratu..


Semua prosesi berjalan dengan lancar.


Hingga waktunya untuk berfoto dan menikmati semua sajian yang sudah tersedia..


Gendis melihat ada tukang balon di luar, dia berjalan mendekati tukang balon tersebut. Rosa yang melihat itu mendekati Gendis..


"Kamu mau Gendis?" tanya Rosa.


"mau kak" jawab Gendis semangat..


"ayo aku belikan mumpung kaka sedang bahagia hari ini, mau warna apa?" tanya Rosa.


Saat Gendis sedang melihat lihat balon tersebut, Rosa dipanggil sang mama.


"Gendis, kakak dipanggil kamu pilih sebentar ya susah kakak bayar. Kamu jangan kemana mana" Pesan Rosa..


Gendis pun sudah memilih balonnya dan memainkannya dengan senang.


Di lain tempat, Arga dengan kondisi mabuk tiba tiba datang untuk mengagalkan pernikahan Miran dan Rayyan..


Saat itu Riyan mmelihatnya dan mencoba mencegah.


"Arga, apa yang akan kamu lakukan" tanya Riyan menghalangi didepan pintu masuk.


"Minggir kamu, aku mau menjemput Rayyan.. Rayyan tak pantas untuk laki laki itu" Kata Arga mabuk dan menodongkan pistol ke arah Riyan..


"Kamu jangan macam macam Arga, jangan menimbulakan masalah" Riyan memperingati dengan siap siap mengambil pistolnya.


Dor.....


Sebuah balon merah melayang terbang bebas..


Mendengar letusan pistol dari luar gedung semua berlari keluar melihat apa yang terjadi..


Saat semua berada di luar, mereka terkejut melihat apa yang terjadi di depan mata mereka.


"Gendiiisssss......" teriak mama Anna langsung berlari ke arah Gendis yang tergeletak bersimba darah dari kepalanya.


Arga yang melihat itu seketika mematung menjatuhkan pistolnya tidak percaya apa yang dia lakukan. Arga terjatuh berlutut menjambak rambutnya frustasi..


Papa Hazar yang melihat itu langsung berlari dan mengangkat tubuh Gendis untuk segera membawanya kerumah sakit. Dia melirik Arga dengan tatapan marahnya tidak percaya dengan apa yang dia lakukan.


Melihat itu Riyan menghampiri Miran dan memberi kode.

__ADS_1


Melihat kode dari Riyan, Miran paham langsung menyeret Rayyan meninggalkan lokasi..


__ADS_2