Cinta Dalam Dendam Dan Benci

Cinta Dalam Dendam Dan Benci
penjelasan Miran


__ADS_3

Di gudang, Arga baru saja datang dengan membawa beberapa makanan untuk sarapan mereka berdua. Bukannya sarapan, mereka justru malah bertengkar.


"Aku merasa kasihan terhadap mu, kamu begitu sangat mencintai Rayyan. Tapi lihat, tidak sedikitpun Rayyan melihatmu. Bahkan kamu telah banyak berkorban untuk dia" senyum sinis Mei.


"Hehhh apa kabarnya dengan mu hahh?? Apakah kamu juga lebih mengenaskan dari pada aku.. Kamu bahkan sudah menikah dengan Miran, tapi suami malah mengejar gadis lain" balas Arga tak kalah dengan ejekan Mei.


"Usahamu bahkan akan sia sia menculikku.. Dia tidak akan begitu saja menyerahkan Rayyan hanya untuk menyelamatkan aku.. Aku tidak ada artinya untuk Miran" jawab Mei bersedih.


Arga terdiam, dia mengakui apa yang dikatakan Mei ada benarnya juga.


"Aku pinjam ponselmu.." kata Mei tiba tiba.


"Untuk apa??" tanya Arga curiga.


"Kamu mau ga Rayyan kembali kepadamu.. Aku ada ide" jawab Mei dengan wajah seriusnya.


Dengan ragu Arga memberikan ponselnya ke Mei yang sebelumnya melepaskan ikatannya.


Mei mengetikkan sebuah nomor ponsel mamanya.


☘☘☘☘☘


Drrrtttt.... Ddrrrttt


Ponsel mama Eni bergetar. Nomor tidak dikenal muncul di layar ponselnya.


"Haloo.." mama Eni menerima panggilan tersebut.


"Mama... Tolong Mei ma.." suara Mei diseberang sana.


"Mei... Kamu di mana nak?? Kamu menggunakan ponsel siapa?" tanya mama Eni seketika panik.


"Mama cepat tolong Mei ma... Arga akan menyakitu ku jika Rayyan tidak segera kembali kepada Arga.. Aku menggunakan ponsel Arga sekarang Arga sedang pergi dan melupakan ponselnya. Mei tidak tau ini di mana... Tolong Mei ma.. Arga... Arga... Jangaannn.. Tuuutttt tuuuutttt" suara panggilan terputus secara sepihak.


"Mei... Halooo Mei.." mama Eni semakin panik..


Nenek mendengar percakapan mama Eni dengan Mei.. Sepontan nenek pun ikut panik,..


Mama Ebi langsung bersujud di hadapan nenek agar segera mencari keberadaan Miran. Dan nenek berjanji akan segera mendapatkan Rayyan dan mengembalikannya kepada Arga.


☘☘☘☘☘


"Waooooo... Pandai sekali kamu berakting.. Sungguh sangat meyakinkan.." kata Arga dan langsung menyimpulkan semua keluarga Aslan pandai berbohong...


Mei hanya tersenyum dengan pujian Arga.

__ADS_1


☘☘☘☘☘


Hari semakin siang, Miran mulai terbangun dari tidurnya.. Miran terkejut melihat Rayyan tidak berada di sampingnya.


Miran langsung bangun dan keluar dari kamarnya mencari cari Rayyan do sekitar hotel.. Dan sempat menanyakannya kesetiap petugas hotel yang berpapasan dengannya.


Sedangkan Rayyan sudag berada di luar, dengan sebelumnya dia mengganti bajunya terlebih dahulu. Rayyan bingung akan kemana, Rayyan berlari tanpa arah.


Di luar hotel, Miran mencari Rayyan.. Dia yakin, Rayyan belum terlalu jauh dari sana. Miran mencoba menanyakan keberadaan Rayyan kebeberapa pedagang kaki lima di sana. Dan salah satunya ada yang melihat Rayyan. Setelah mengetahui arah pergi Rayyan Miran langsung berlari ke arah yang ditunjuk pedagang tersebut.


Rayyan berjalan menyisiri gang gang yang tidak jauh dari hotel.. Wajahnya tampak sedih setiap mengingat setiap kenangannya bersama Miran.


Miran terus berlari mencari cari Rayyan, dari kejauhan Miran melihat sosok Rayyan sedang berjalan gontai.


"Rayyan!!!" panggil Miran.


Rayyan terkejut mendengar suara Miran, lalu dia menoleh dan benar saja ada Miran tengah berlari mendekatinya. Rayyanpun langsung berlari.


Rayyan terus berlari menyisiri gang demi gang. Miran terus mengejarnya di belakangnya. Rayyan mulai panik karena tidak juga menemukan jalan keluar dari gang tersebut.


Saat melihat jalan keluar, Rayyan langsung menambah kecepatan larinya. Namun sayang, Rayyan tidak terlalu memperhatikan langkahnya hingga tersandung dengan batu paving yang mencuat hingga terjatuh. Miran yang berada di belakangnya langsung menolong Rayyan.


"Jangan sentuh aku!!! Kembalilah kepada istrimu." kata Rayyan marah.


"Pernikahanku dengan Mei hanya di atas kertas... Aku akan menjelaskannya kepadamu, agar kamu tidak salah paham.." Miran berusaha menjelaskannya.


"Aku mohon Rayyan, beri aku kesempatan satu hari saja untuk menjelaskan semuanya. Setelah itu aku serahkan semuanya kepadamu. Jika nanti keputusanmu meninggalkan aku setelah mendengarkan penjelasanku, aku tidak akan lagi mengejarmu." kata Miran.


Rayyan berjalan meninggalkan Miran, dia tidak memperdulikan Miran.


"Aku mohon Rayyan, beri aku kesempatan.. Dengarkanlah penjelasanku" kata Miran terus memohon.


Melihat kesungguhan Miran, akhirnya Rayyan duduk di bawah pohon yang cukup rindang. Dan di sana Miran menceritakan semua kisah hidupnya tanpa ada yang di tutup tutupi.


Miran bercerita bahwa sejak dari kecil dia hidup sebagai yatim piatu di besarkan oleh neneknya Aisah. Dan neneknya selalu mengatakan bahwa orang tuanya meninggalkan karena terbunuh oleh papa Hazar. Dan karena itulah dia membenci papa Hazar dan neneknya memintanya balas dendam untuk kematian orang tuanya. Dan neneknyalah segelanya bagi dia. Suatu hari, neneknya memintanya untuk menikahi Mei. Miran tidak bisa menolaknya meski dia tidak mencintai Mei. Selama pernikahannya, Miran tidak sedikitpun menyentuh Mei, di tidak bisa menganggap Mei sebagai istrinya. Miran menganggap Mei hanya saudara sepupunya. Dan dia menculik Rayyan karena dia benar benar mencitai Rayyan. Rayyan hanya terdiam mendengarkan semua cerita Miran.


☘☘☘☘☘


Situasi di rumah keluarga Sadli cukup tegang.. Papa Bram sangat menghawatirkan keadaan putranya.. Dia takut nenek Aisah akan melakukan sesuatu untuk menolong Mei.


Saat papa Bram ingin pergi dengan emosi. Tiba tiba ponsel papa Hazar bergetar.


"Arga menelpon" kata papa Hazar.


Mama Sinta langsung merebut ponsel papa Hazar.

__ADS_1


"Hallo Arga... Mama mohon Arga kembalilah pulang.. Lepaskan Mei.. Karena akan sia sia kamu menculiknya.. Neneknya akan melakukan sesuatu untukencarinya." bujuk mama Sinta.


"Sampai kapanpun aku tidak akan mengembalikan Mei sebelum Rayyan kembali kepadaku.. Aku harus menikah dengan Rayyan" bentak Arga.


"Bagaimana jika Rayyan lah yang memang ingin pergi meninggalkanmu dan memilih bersama Miran. Sama seperti waktu itu yang meninggalkan surat untuk memilih pergi." kata mama Sinta mencoba menyadarkan putranya.


"Aku tidak peduli" bentak Arga lagi lalu memutuskan panggilannya.


Arga sangat yakin bahwa Rayyan tidak akan begitu saja meninggalkannya.


☘☘☘☘☘


Miran mengajak Rayyan berjalan jalan ke suatu tempat.


"Aku dulu pernah kesini sewaktu akau masih kecil.. Saat itu aku bersama ibuku.. Aku sangat bahagia waktu itu.. Tapi setelah ibuku pergi, seluruh hidupku berubah.. Aku merasa hidupku sangat tidak berarti hanya ada sakit hati yang aku rasakan. Dan semua itu berubah saat aku bertemu dengan mu. Aku kembali menemukan arti hidupku, hidupku menjadi lebih baik, kembali berwarna." kata Miran sambil menggenggam tangan Rayyan.


"Kau tau Rayyan, saat bersamamu aku sangat bahagia... Dan tatapanmu sangat mirip dengan ibuku.. Tapi aku tidak tau harus bagaiman.. Aku sangat sulit untuk memilih.. Satu sisi aku harus melakukan balas dendamku, satu sisi aku sangat mencintaimu" kata Miran sambil menangis.


Rayyan mengusap air mata Miran yang mengalir ke pipi Miran. Rayyan terharu dengan penjelasan Miran..


Miran dan Rayyan melanjutkan perjalanannya kebeberapa tempat. Miran menarik Rayyan, mereka saling berhadap hadapan. Perlahan tangan Miran memegang rambut Rayyan. Mereka sangat dekat hanya beberapa centi jarak mereka.


"Kamu sangat cantik jika rambutmu dibiarkan tergerai seperti ini" kata Miran tersenyum dengan tangan yang menarik ikatan rambut Rayyan.


Rayyan tersenyum dengan mata terus menatap Miran. Lalu pandangannya teralihkan oleh layang layang yang terbang di atas sana.


Melihat Rayyan tersenyum dengan menatap ke arah atas, Miran mengikuti arah pandangan Rayyan. Dan dia tau apa yang harus dia lakukan.


Miran ingin membahagiakan Rayyan, tanpa Rayyan sadari. Miran pergi meninggalkannya dna kembali dengan membawa sebuah layang layang.


"Kamu ingin menerbangkannya?" kata Miran tiba tiba dengan sebuah layangan di tangannya.


Rayyan tersenyum melihat Miran membawakannya layangan.


"Aku tidak bisa" jawab Rayyan sambil memegang layangannya.


"Kamu tetal berdiri di sini dan nanti dengarkan aba abaku." perintah Miran.


Miran pun mulai menerbangkan layangannya, Rayyan sangat senang melihat layangan itu terbang naik ke atas.


"Peganglah.." kata Miran memberikan tali layangan itu.


"Tapi..." kata Rayyan ragu.


"Gapapa.. Cobalah" kata Miran memberikan tali tersebut.

__ADS_1


Rayyan menerimanya lalu menatap ke arah layang layang. Miran terus menatap kebahagiaan Rayyan tanpa berkedip sedikitpun.


__ADS_2