Cinta Dalam Dendam Dan Benci

Cinta Dalam Dendam Dan Benci
sebuah kejutan.


__ADS_3

Setelah mengobrol dengan Arga, papa Bram menemui kakek untuk meminta ijin menikahkan Arga.


"Pa.. Aku minta ijin untuk menikahkan Arga segera" kata papa Bram.


"Siapa calon mantu yang akan kamu jodohkan dengan Arga??" tanya kakek.


"Aku ingin menikahkan Arga dengan cucu kesayangan Aisah Mia. Ini adalah momen untuk kita membalas dendam ke Aisah. Aisah akan hancur melihat cucunya menjadi mantu di keluarga ini" kata papa Bram.


"Akan papa pikirkan.." jawab kakek.


Kakek belum bisa menyetujui rencana papa Bram. Kakek akan mempertimbangkannya terlebih dahulu agar tidak salah mengambil keputusan lagi.


Papa Hazar sedang mengendarai mobilnya, papa Hazar sempat mengirim pesan ke Ira karena ingin bertemu dengannya. Papa Hazar sesungguhnya sudah mengenal Ira sejak lama, tapi karena nenek Aisah papa mereka menjaga jarak.


Papa Hazar tiba terlebih dahulu ke sebuah rumah kosong di mana dahulu tempat itulah saksi biksu pertemuannya dengan Darnia. Di salah satu tembok rumah tersebut masih ada sebuah ukiran berinisian DH yang berarti nama mereka berdua.


Tidak lama kemudian datang Ira dengan berpakaian rapat karena dia tidak ingin ketahuan oleh siapapun saat menemui papa Hazar.


"Sudah lama Hazar kita tidak bertemu, bahkan hampir 30 tahun. Untuk apa kamu ingin menemuiku??" tanya Ira.


"Ira.. Kamu sudah lama mengenalku. Kamu sudah tau bagaimana aku. Kamu juga tau aku tidak membunuh Darnia, kamu tau kebenaran itu. Mengapa kamu hanya diam dna mengapa kamu membiarkan Miran hidup dalam kebohongan dan kebencian ini. Seharusnya kamu bisa menghentikan balas dendam ini dan putriku tidak menjadi korban" kata papa Hazar.


"Aku pernah menegur Aisah untuk tidak melibatkan Rayyan. Namun dia juga mengancamku akan membingkar rahasiaku. Aku juga harus melindungi putraku. Kamu tenanglah, meskipun Miran membencimu tapi dia sangat mencintai Rayyan dan dia memperlakukan Rayyan dengan sangat baik. Dia sangat melindunginya, aku juga akan menjaga Rayyan sebaik mungkin. Aku harus segera kembali Hazar. Permisi" kata Ira yang merasa tidak tenang.


Ira langsung meninggalkan papa Hazar dengan terburu buru. Sedangkan papa Hazar masih terdiam di rumah tersebut.


Tidak lama kemudian, Ira tiba di rumah keluarga Aslan. Ira menuju ke dapur dan segera mengganti bajunya dengan piayama. Setelah berganti pakaian, Ira mengambil setelah air putih dan meminumnya. Ira terlihat gemetar saat memegang gelas tersebut. Ira benar benar tidak tenang saat nekat menemui papa Hazar. Dan tiba tiba lampu dapur menyala.


Pyaaarr..

__ADS_1


Ira terkejut dan gelas yang Ira pegang terjatuh dan pecah berantakan.


"I... Ibu.. Ternyata anda.." kata Ira gemetar.


"Ada apa Ira, kenapa kamu terkejut melihat kedatanganku. Dan kenapa lampu dapur dibiarkan mati padahal ada kamu di sini" tanya nenek.


"Ma.. Maaf bu.. Sa.saya mengalami mimpi buruk, dan kebetulan saya lupa untuk membawa air minum ke kamar. Jadi saya hanya lari begitu saja ke dapur tanpa sempat menyalakan lampu hanya mengambil air minum." jawab Ira yang terlihat takut.


Ternyata neneklah yang berada di sana. Ira langsung setengah berjongkok untuk memunguti pecahan tersebut. Saat nenek mengikuti arah Iran memunguti pecahan gelas itu, nenek merasa aneh dengan Ira yang malam malam masih mengenakan sepatu padahal dia sudah tidur pengakunnya..


Nenek hanya melihat gerak gerik Ira hingga Ira keluar dari dapur.


"Dari mana kamu Ira malam malam begini. Dan apa yang sedang kamu sembunyikan dari ku.. Aku juga harus menyelidikimu" batin nenek.


☘☘☘☘☘


Malam pun berganti pagi. Keluarga Aslan kembali berkumpul untuk menikmati sarapan mereka.


"Pertemuan Rayyan dengan Arga kemarin kini tengah menjadi bahan perbincangan di seluruh kota. Bahkan ada beberapa orang yang sampai menelfonku untuk menanyakan kenapa menantu keluarga Aslan bertemu dengan pria lain." kata nenek.


Brak....


Lagi lagi Miran menggebrak mejanya hingga mereja yang di sana terkejut.


"Cukup!!! Jangan bahas ini lagi. Rayyan sudah ijin kepadaku dan aku sudah mengijinkannya. Dan Arga masih saudara Rayyan" bentak Miran membel!a Rayyan.


Rayyan menangis dan memilih kembali ke kamar karena merasa tersinggung dengan perkataan nenek.. Miran menjadi merasa tidak enak terhadap Rayyan, dan dia mencoba untuk menyusulnya.


"Bagaiman kamu akan membersihkan nama baik Istrimu itu. Rayyan susah dinalai buruk oleh masyarakat. Nama baik keluarga kita juga ikut tercoreng." kata nenek saat Miran akan melewatinya.

__ADS_1


Miran hanya diam dan langsung meninggalkan neneknya tanpa menjawab satu patah katapun.


Miran masuk ke dalam kamar dan terlihat Rayyan sedang menangis berdiri di dekat tempat tidur.


"Rayyan jangan menangis lagi ya.. Aku janji akan menegur siapapun yang melukai hatimu. Kamu baik baik di rumah ya.. Biar nanti bu Ira yang mengantarkan mu sarapan. Aku harus kekantor." pamit Miran.


Rayyan hanya mengangguk untuk menjawab perkataan Miran. Miran oun meninggalkan Rayyan dan menuju ke kantornya.


Setibanya di kantor, Riyan langsung mengajak berbicara Miran.


"Miran.. Pertemuan Rayyan dan Arga kemaren sudah menjadi pembicaraan orang di seluruh kota ini. Mereka menganggap ini tidak pantas karena statis Rayyan adalah istrimu." kata Riyan.


"Riyan. Aku minta tolong, siapkan sebuah pesta di tengah pusat kota. Aku ingin semua masyarakat kota datang. Siapkan untuk makan siang nanti."kata Miran.


☘☘☘☘☘


Haripun menjelang siang, Miran kembali kerumah dan menemui sang nenek.


Tok..tok..tokk..


"Masuk.." jawab nenek.


"Nek, bersiap siap lah sekarang. Aku ingin mengajak nenek kesuatu tempat. Cepatlah.. Aku tunggu di bawah." ajak Miran.


"Mau kemana Miran, ada apa?" tanya nenek.


"Nenek ikut saja, aky tunggu cepat." kata Miran yang langsung meninggalkan nenek.


Tidak lupa Miran juga mengajak Rayya dan menyuruhnya untuk bersiap siap.

__ADS_1


Setelah mereka bertiga sudah siap. Miran oun mengajamereja berdua menuju ketempat yang sudah Miran siapkan.


__ADS_2