
Kakek kini beradadi kafe di mana Arga dan Rayyan bertemu saat siang tadi. Kakek datang di temani Yusuf sahabatnya..
Ketika sampai di sana, kakek di sambut oleh beberapa orang yang mengenalinya di sana. Kakek sangat di segani oleh orang orang di sana.
Lalu datang salah satu kenalan kakek dan mengajak ngobrol bersama.
"Halloo Sadli... Bagaimana kabarnya.. Sudah lama tidak kelihatan.. Haii Yusuff" sapa Akbar..
"Ya..ya.. Saya baik baik saja.. Bagaimana kabarmu Akbar" tanya kakek sambil menjabat tangan Akbar.
"Ya begini lah.." jawab Akbar membalas jabat tangan kakek dan bergantian dengan Yusuf.
"Mau pesan kopi??" tawar Akbar.
"Hahaha boleh boleh.." kata kakek senang.
"Ok seperti biasa ya.. Saya yang traktir.." kata Akbar.
"Wahhhhh boleh juga.." jawab Yusuf.
Akbar pun memanggil salah satu pelayan di kafe tersebut dan memesan 3 gelas kopi.
"Sadli... Tadi siang aku melihat kedua cucumu Rayyan dan Arga juga berada di sini.. Mereka terlibat pertengkaran, bahkan semua orang di sini dapat mendengar pertengkaran mereka. Karena Arga sempat berteriak dan memaksa Rayyan untuk ikut bersama nya.." kata Akbar.
Mendengar itu kakek hanya terdiam.. Dia sangat marah dan juga malu. Kakek terus memcoba menahan amarahnya di depan orang orang di sana.. Hingga pesanan mereka datang, dan kakek mencoba melupakan kabar tersebut sesaat.
☘☘☘☘☘
Kediaman Aslan sedang menikmati makan malam mereka. Miran dan Rayyan akan bergabung untuk makan bersama.
Saat Rayyan sudah duduk, tiba tiba mama Eni membuka suara.
"Bu, lihatlah menantu baru kita ini. Tadi siang aku melihat dia diam diam bertemu dengan laki laki lain di belakang suaminya Arga.. Ini sangat memalukan bagi seorang permpuan yang sudah memiliki statis bersuami.." kata mama Eni kompor.
__ADS_1
Nenek yang mendengar itupun langsung marah.
"Untuk apa lagi kamu menemuinya haaahh!! Sudah aku katakan padamu jangan bertemu dengan keluargamu lagi apa lagi Arga mantan tunanganmu!!!" bentak nenek.
Brakkkk...
Miran menggebrak meja, dan semua orang di sana terkejut.
"Rayyan sudah minta ijin kepadaku.. Dan aku sudah mengetahui perihal pertemuan itu!!! Dan aku yang memberikan ijin Rayyan untuk menemuinya.. Karena memang ada hal penting yang harus mereka bicarakan. Jadi kalian jangan menilai Rayyan dengan buruk lagi!!" kata Miran emosi.
"Rayyan, ayo kita makan diluar.." ajak Miran dan menggandeng tangan Rayyan.
Setelah acara makan malam selesai, nenek langsung kembali ke dalam kamarnya. Mei pun menyusul nenek masuk ke dalam kamarnya.
"Nenek... Mana janjimu nek.. Aku sudha menuruti semua keinginan nenek... Mau sampai kapan nenek akan menyembunyikan saudara kandungku nek?? Jika nenek tidak segera menemukan kami berdua.. Aku akan melakukan hal diluar dugaan nenek" ancam Mei.
"Mei... Ini belum saatnya Mei.. Lihat situasi sekarang.. Nenek tidak berani memberitahukannya keberadaannya kepadamu. Nenek takut dia dalam bahaya jika nenek mengatakannya sekarang" kata nenek berkelit.
Mei kecewa dan marah.. Akhirnya dia memilih keluar dari kamar neneknya dan membanting pintu ketika menutupnya.
Tiba tiba dada nenek merasa sangat sesak. Nenek mencoba berjalan ke balkon untuk menghirup udara. Dari bawah mama Ira melihat itu dan langsung berlari menyusul mendekati nenek.
Mengetahui sang nenek menuju ke balkon, diam diam Mei masuk ke dalam kamar neneknya dan mulai mencari sebuah dokumen yang dapat memberi petunjuk kebaradaan saudara kandungnya dan siapa dia..
Meu terus membuka setiap lemari, setiap celah hingga di bawah tumpukan baju. Hampir seluruh ruangan dia geledah, hingga bingakai foto tak luput dia periksa.
Mei hampir putus asa, lalu dia melihat sebuah meja yang nenek tutupi dengan taplak meja hingga seolah olah itu meja. Pelan pelan Mei memindahkan beberapa foto dan vas bunga. Sangat pelan Mei membuka kotak itu, dan Mei mulai membuka buka isi kotak tersebut.
Setelah membolak balikkan beberapa dokumen, Mei menemukan salah satu dokumen. Di mana isi dokumen itu adalah surat adopsi Riyan. Dan dalam surat tersebut tertulis Ira telah mengadopsi Riyan.
Membaca surat itu, mei berfikir bahawa Riyan lah saudara kandungnya selama ini, yang sengaja nenek sembunyikan setatusnya.
☘☘☘☘☘
__ADS_1
Di kediaman Sadli, kakek pulang dalam ke adaan marah marah.
Kakek berteriak memanggil Arga.
"Arga!!! Arga!!!" teriak kakek.
"Pa.. Papa.. Ada apa ini pa??" tanya papa.
Semua orang yang berada di rumah itu berlarian mendekati kakek saat mendengar teriakan kakek.
"Tadi siang Arga diam diam menemui Rayyan dan mereka bertengkar di sana. Bahkan Arga memaksa Rayyan untuk ikut di sana. Kalian tau semua orang yang ada di sana melihat mereka dan menjadikan mereka bahan pembicaraan. Ini sangat memalukan!!!" teriak kakek.
"Pa.. Arga tidak akan mungkin memaksa istri orang untuk ikut dengannya. Ini pasti Rayyan yang menggoda Arga" mama Sinta membela Arga.
"Jaga ucapan mu Sinta!!! Rayyan perempuan baik baik.. Dia tidak akan mungkin melakukan itu!!! Bukankah Bram yang baru menegur Arga agar tidak mengejar Rayyan lagi!!!" teriak papa Hazar.
"Rayyanlah yang bersalah!! Kenapa mau dia bertemu dengan Arga!! Sudah tau dia berstatus istri orang kenapa malah dia mau bertemu dengan Arga!!!" bentak paap Bram tidak terima.
Saat keadan semakin memanas, Arga datang. Kondisi Arga sangat kacau, dia mabuk.
"Semua sidah berakhir.. Dan hidupku sudah berakhir. Aku sudah tidak mungkin mendapatkan Rayyan lagi.. Dia mencintai Miran. Aku tak sanggup menghadapi takdir ini" kata Arga.
Seketika semua orang di sana terdia., dan merasa kasihan melihat kondisi Arga.
Rosa yang berada di kamarnya menangis setelah mendengar kata kata Arga.
"Jika aku tidak bisa mendapatkan Miran.. Maka Rayyan juga tidak akan bisa memilikinya." kata Rosa dalam tangisnya.
Selama ini Rosa sangat mendukung kakaknya bisa bersama Rayyan agar dirinya bisa mendapatkan Miran. Bahkan hingga saat ini ambisinya untuk mendapatkan Miran masih ada tidak ada yang tau akan hal itu. Rosa lalu menyusun rencana baru untuk memisahkan Rayyan dengan Miran dengan memanfaatkan Riyan.
Rosa mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Riyan.
Sedangakn di luar, Arga di seret oleh papa Bram.
__ADS_1
"Kamu benar benar sangat memalukan Arga mengejar seorang perempuan yang sudah menjadi istri orang lain.. Memangnya tidak ada perempuan lain di dunia ini haaahh selain Rayyan!!!! Dia sudah sering menolakmu, lupakan dia!! Kamu harus segera menikah agar tidak menjadi gelandangan.. Aku akan mencarikan wanita untukmu" bentak papa Bram.
Arga hanya terdiam mendengar ucapan sang papa karena kondisinya memang setengah sadar.