Cinta Dalam Dendam Dan Benci

Cinta Dalam Dendam Dan Benci
rencana yang gagal


__ADS_3

Di luar kediaman Sadli, Miran sudah menunggu dengan Riyan di dalam mobilnya..


Flashback on...


Miran mendatangi sebuah rumah bersama Riyan..


"Nyonya, saya harap anda bisa membantu saya.." kata Miran kepada perempuan paruh baya di depannya..


"Maksud tuan?" tanya perempuan itu.


"Anda berpura pura lah menjadi keluarga Bakri yang akan meminang salah satu putri keluarga Sadli yang bernama Rayyan untuk suami anda" Miran mencoba menjelaskan..


"Tapi tuan..." perempuan itu ragu..


"Semua sudah kami urus dan sudah siap, anda hanya datang ke rumah keluarga Sadli dan meminang gadis itu hanya untuk membawa dia keluar dari rumah itu, setelah itu serahkan kepada kami" Riyan membantu menjelaskan..


Perempuan itu terdiam, dia masih ragu terus berfikir karena ini menyangkut suaminya yang akan meminang perempuan lain...


"Ingat, keluarga anda masih memiliki beberapa hutang dengan perusahaan kami... Jika anda bersedia akan kami anggap lunas semua hutang keluarga anda" Miran sedikit mengancam...


"Ba...baiklah tuan, a...akan kami bantu" perempuan itu akhirnya bersedia..


"Ini untuk awalnya, jika berhasil akan kami beri dua kali lipatnya" Miran menyerahkan sebuah amplop coklat.


Perempuan itu menerima dan memeriksa dalamnya, seketika dia tercekat melihat isinya..


"Ba..baiklah tuan, akan kami lakukan" kata perempuan itu..


Flashback off.


Miran terus menunggu dengan gelisah..


"Riyan, coba kamu kirim pesan ke pembantunya untuk kesini" Suruh Miran.


Riyan pun mengirim pesan ke Ike, dan tidak lama kemudian Ike datang dengan mengendap endap..


"Ada apa lagi anda mencari saya? Belum puas anda membuang Rayyan dan membuat Rayyan dalam masalah besar,.. Dan karena ulah mu Rayyan hampir mati!!!" ketus Ike..


"Berikan ini ke Rayyan, ini akan membantu dia" jawab Miran memberikan secarik kertas tanpa menatap Ike.


"Dasar!!!" Ike menerima dengan kasar lalu pergi meninggalkan Miran..


Setelah menerima surat itu, Ike langsung ke kamar Rayyan untuk memberikan surat itu.. Namun sayang Rayyan sudah tidak ada, Ike akhirnya membuka surat itu dan membaca isi surat itu... Dan ternyata isi surat itu untuk menyuruh Rayyan berpura pura mau menerima pinangan dari keluarga Bakri yang ternyata kiriman dari Miran.. Ike terkejut karena dia berfikir sudah terlambat memberikan surat tersebut..


Lama Miran menunggu di dalam mobil, dia tidak sabar terus menunggu..


Miran pun ingin membuka pintu mobil..


"Apa yang kamu lakukan Miran?" cegah Riyan..


"Kenapa begitu lama, aku sudah tidak sabar.." jawab Miran.


"Miran, bersabar lah... Atau kamu akan menggagalkan semuanya" Riyan coba memperingatkan..


Miran pun terdiam...


Tiba tiba, Riyan melihat sosok Rayyan yang keluar dari pintu keluarga Sadli..


"Miran..." Riyan menyenggol Miran dengan sikunya.


"Lihat, apakah itu Rayyan?" Riyan menunjuk seorang gadis yang sedang berjalan sambil clingak clinguk..


"Apa perlu aku kesana" tanya Riyan..


"Tunggu dulu jangan, tunggu dia sampai disini jangan menimbulkan kecurigaan.. " jawab Miran.


Saat Rayyan sudah berada di persimpangan jalan, dari kejauhan mama Anna melihat keberadaan Rayyan.


"Rayyan...!!!" mama Anna memanggil Rayyan sambil menangis dan berlari..


Rayyan menoleh ke sumber suara, begitu juga Miran dan Riyan di dalam mobil menyaksikan kejadian pilu itu..


"Mama...hiksss" Rayyan langsung menangis dan menyambut mamanya dengan pelukan..


Saat mereka sedang berpelukan, ternyata kepergian Rayyan telah disadari oleh sang kakek dan mengirim anak buahnya mencari Rayyan..


Anak buah Kakek Sadli mencengkeram Rayyan dan memisahkan Rayyan dari sang mama..


Mereka menyeret Rayyan, dan membawanya ke dalam rumah untuk menemui keluarga Bakri..

__ADS_1


Sedangkan sang mama Di bawa ke gudang agar tidak mencegah rencana itu..


Melihat itu Miran sedikit emosi, namun dia tahan karena dia yakin rencananya akan berhasil..


"Aku yakin Rayyan akan membaca surat itu" batin Miran...


☘☘☘☘☘


Kedatangan Rayyan bersama kakek sangat mengejutkan papa Hazar...


Dia berfikir Rayyan sudah berhasil kabur, namun ternyata malah tertangkap oleh kakek.


Kakek memaksa Rayyan untuk duduk di samping seorang pria paruh baya yang akan menjadi suaminya..


Di ruang keluarga semua sudah berkumpul dan seorang tokoh agama memberi pertanyaan ke Rayyan.


"Bagaimana saudari Rayyan, apakah anda mau menerima tuan Bakri sebagai suami anda?" tanya orang itu.


Ike yang melihat itu bingung bagaimana cara menyampaikan isi surat dari Miran..


Rayyan diam membuat orang yang di sana menunggu jawaban...


Lama Rayyan terdiam..


"Rayyan!!!" bentak kakek..


"Saya tidak bersedia..." jawab Rayyan sambil menatap kakek dan jawabannya mengagetkan seluruh orang yang berada di ruangan tersebut..


"Maaf tuan Sadli, nona Rayyan menolaknya jadi saya tidak bisa melanjutkannya lagi" kata orang itu..


"Tidak bisa, anda harus tetap melanjutkannya atau akan saya...." kata kakek emosi..


"Maaf tuan, saya tidak takut dengan ancaman anda yang saya takut hanya kepada Tuhan karena ini tidak bisa buat main main" kata orang tersebut memotong ucapan kakek lalu pergi begitu saja.


"Ini semua gara gara kamu Rayyan, terus saja mempermalukan saya, sekarang kamu pilih mati atau menerima pinangan ini!!!!" emosi kakek menodongkan pistol ke kepala Rayyan.


"Lebih baik saya mati dari pada terus tersiksa hidup dengan orang yang tidak saya kenal apa lagi tidak saya suka" jawab Rayyan tanpa ragu dan tanpa takut..


Kakek Sadli terduduk tercengang mendengar kata kata Rayyan..


Dan keluarga Bakri pun berpamitan pergi meninggalkan ruangan tersebut...


Papa Hazar pun terkejut dengan ucapan Rayyan, dan dia bingung harus melakukan apa... Namun diam diam papa Hazar melirik Arga yang berada di sana dan memiliki sebuah rencana...


"Baiklah Rayyan jika ini memang mau kamu" emosi kakek dan kembali menodongkan pistolnya..


"Tunggu pah" papa Hazar berdiri di depan Rayyan..


"Minggir kamu Hazar, dia sudah mengambil keputusan" kata kakek.


"Tidakk..!!!bukan papa yang melakukannya" kata papa Hazar menatap kakek Sadli, pandangn papa Hazar tertuju kepada Arga..


"Tapi Arga yang akan melakukan ini" sambung papa Hazar..


Bagai disambar petir untuk mama Sinta dan Rosa mendengar kata kata papa Hazar.


"Apa maksud kamu Hazar" kakek bingung dengan ucapan papa Hazar


"Arga, mama mohon jangan... Mama tidak mau kamu di penjara nak" mama Sinta menggelengkan kepala menangis dan mencegah Arga sebelum Arga menjawab...


Arga tau maksud dari pamannya mengatakn itu..


"Tidak ma, paman sudah menyerahkannya kepada Arga. Maka Arga akan melakukannya. Tapi dengan syarat..." kata Arga..


"Apa??" nada dingin kakek...


"Aku tidak mau melakukan itu di sini, aku akan membawa Rayyan pergi dari sini" syarat Arga..


"Baiklah" jawab kakek mensetujui..


Akhirnya Arga membawa Rayyan pergi meninggalkan rumah..


Rayyan tidak memberontak sama sekali, yang dia pikir memang hari inilah hari terakhir bagi dia...


Mama Anna terus berteriak memanggil nama putrinya, mendengar keributan diluar mama Anna yakin bahwa mereka akan membawa pergi Rayyan..


"Saya mohon lepaskan Rayyan, jangan bawa dia pergi... Rayyan!!!! Jangan pergi Nak!!! Buka kan pintunya!!!" mama Sinta terus memohon sambil menangis dan menggedor gedor pintu..


Arga tidak peduli dengan suara gedoran pintu mama Anna, dia terus menyeret Rayyan untuk segera keluar dari rumah ini.

__ADS_1


Mama Sinta pun terus mengikuti langkah Arga dan terus memohon agar Arga tidak melakukannya.


Ike yang merasa kasihan akhirnya membuka pintunya, mama Anna langsung berlari keluar namun terlambat Rayyan susah di bawa pergi Arga..


"Ini semua gara gara anakmu!!!! Anakku jadi ikut dalam masalah ini" mama Sinta memegang tangan mama Anna dengan kasar..


Wajah sembab mama Anna menatap mama Sinta dengan sinis... Lalu pergi mencari keberadaan sang suami..


☘☘☘☘☘


Setelah tuan Bakri keluar dari rumah keluarga Sadli langsung menuju ke mobil Miran yang sudah menunggu..


"Mana Rayyan?? Kenapa anda datang sendirian??" tanya Miran bingung..


"Nona Rayyan menolaknya" jawab singkat tuan Bakri..


"Arghhhh sial, dia pasti tidak membaca surat itu" marah Miran sambil menggebrak dashbor mobil...


"Baiklah tuan, trimakasih atas kerja samannya.. Keluarlah dengan hati hati jangan menimbulkan kecurigaan" kata Riyan sambil memberi sebuah amplop kepada tuan Bakri...


"Bagaimana ini Miran" tanya Riyan..


"Tunggu dulu, dan lihatlah" pandangan Miran tertuju kedepan..


Sontak Riyan pun mengikuti arah pandangan Miran...


Terlihat Arga membawa Rayyan dan masuk kedalam mobil..


"Akan membawa kemana dia" ucap Riyan..


"Ayoo Riyan kita ikuti dia." kata Miran..


Riyan pun bersiap siap mengikuti mobil Arga...


Mobil Miran terus mengikuti mobil Arga yang entah akan membawa Rayyan kemana, mereka menuju ke tepi kota dan terus melakukan mobilnya dengan kencang..


Arga yang tengah di ikuti tidak menyadarinya, dia hanya fokus ke depan..


Yang dia pikir agar keluar dari kota ini dan tidak bisa di temukan oleh keluarganya lagi karena tak ada sedikitpun niatan Arga untuk membunuh Rayyan..


Karena ini lah kesempatan yang diberikan oleh papa Hazar untuk membawa Rayyan pergi untuk menyelamatkannya...


Kak, mau dibawa kemana aku?" tanya Rayyan..


"Yang pasti jauh dari kota itu" jawab Arga..


"Kenapa tidak kau tembak saja aku di sini, aku rasa sudah cukup jauh" kata Rayyan tanpa ekspresi..


"Tidak Rayyan aku tidak ada niatan untuk membunuhmu" jawab Arga.


Rayyan sontak menoleh..


"Cukup, berhenti di sini kak" perintah Rayyan..


Tepat di atas jembatan, Arga menepikan mobilnya..


Rayyan keluar dari mobil..


"Jika kakak tidak bisa melakukannya... Maka aku akan melakukannya sendiri, aku tidak mau membawamu kedalam masalah." kata Rayyan sambil terus berjalan menuju ketepi jembatan.


"Rayyan, apa yang akan kamu lakukan" Arga mencoba menghentikan Rayyan.


"Jangan mendekat kak" ancam Rayyan dan menaiki pinggiran jembatan tersebut..


"Rayyan, aku mohon jangan lakukan ini, aku bisa membawa mu kemana pun demi papa mu Rayyan, dia sudah mempercayakan ku untukmu Rayyan.." Arga mencoba terus merayu dan mencegah Rayyan untuk nekat..


"Tidak kak, aku sudah membawa masalah dan aku tidak mau membawamu juga kedalam masalahku" Rayyan langsung loncat dari jembatan yang tingginya 20 meter dari permukaan sungai dan aliran sungai yang cukup deras..


"Rayyaaaannnn....!!!!" teriak Arga mencoba menggapai Rayyan namun terlambat..


Miran yang melihat itu tanpa menunggu langsung ikut terjun ke dalam sungai.


Riyan yang melihat itu langsung panik dan memegang kepalanya..


"Bagaimana ini... Arghhh Miran, bagaimana kau akan selamat.. Argghhh" gerutu Riyan.


Arga terus menangis dan terduduk di tepi tembok jembatan itu, dia menyesal kenapa tidak bisa menggapai Rayyan...


semoga suka...

__ADS_1


jangan lupa Like dan krisannya y..


trimakasihh ☺☺🙏🙏🙏


__ADS_2