Cinta Dalam Dendam Dan Benci

Cinta Dalam Dendam Dan Benci
menyusup


__ADS_3

Setelah mengunci pintu kamarnya, Rosa mengambil ponselnya.. Sebelum dia menelpon Riyan, Rosa melatih aktingnya berpura pura menangis agar terdengar yakin.


Setelah dirasa cukup, Rosa menekan nomor Riyan dan menelponnya.


☘☘☘☘☘


Drrrtttt...dddrrrttt...ddrrrt


Riyan tengah menikmati sarapannya di dapur. Melihat ponselnya bergetar, dia pun.mengangkat ponselnya. Tertera di sana nama Rosa.


"Riyan, kakaku baru saja tau kalau Miran Rayyan telah menikah.. Sekarang kakakku sedang menuju ke rumah keluarga Aslan. Dia akan merebut Rayyan. Aku mohon cegah kakakku, aku tidak mau terjadi sesuatu padanya" kata Rosa.


Riyan hanya diam, tanpa mengucap sepatah katapun Riyan langsung menutup teleponnya.


Rudi, anak buah kakek menemui kakek saat sedang menikmati sarapan bersama mereka.


"Maaf tuan. Saya mendapat kabar bahwa semalam rumah Miran dan Rayyan telah di serang." kata Rudi.


Mama Anna yang mendengar kabar itu pun langsung jatuh pinsan. Begitupun papa Hazar yang hanya langsung terdiam telihat sangat syok...


"Hazar... Hazar..." panggil kakek dengan menepuk nepuk pipi papa Hazar.


Papa Bram mencoba menahan tubuh papa Hazar yang mulai lemas.


"Hazar.. Sadar nak.. Sadar.." kata kakek yang berusaha menyadarkan papa Hazar.


"Pak Hazar, Rayyan dan Miran selamat dalam insiden tersebut" kata Rudi lagi.


Mendengar kata selamat perlahan papa Hazar mulai tersadar, ada sedikit kelegaan di dalam hatinya.


Lalu papa Hazar mencoba bangun dan ingin menjemput Rayyan.


"Hazar.. Mau kemana kamu Hazar" kata kakek yang masih memegangi papa Hazar.


"Rayyan.. Aku ingin menjemputnya.. Aku tidak mau dia dalam bahaya.. Tunggu papa nak" kata papa Hazar berusaha pergi.


"Tunggu nak, jangan kesana" cegah kakek.


"Lepasin aku pa.. Aku tidak mau Rayyan dalam bahaya.. Lepasin aku!!!" berontak papa Hazar.


Papa Bram membantu menahan papa Hazar. Papa Hazar pun tersungkur dalam pelukan kakek.


"Jangan nak.. Jika kamu kesana, mereka akan membunuhmu.. Sebaiknya kita cari tau siapa dalangnya. Mereka pasti akan menuduh kita lagi" kata kakek mencoba menyadarkan papa Hazar.


Papa Hazar hanya terdiam memikirkan kata kata kakek.


☘☘☘☘☘


Arga pun tiba di depan rumah Miran. Arga menyusun rencana untuk masuk ke dalam rumah itudan akan membawa pergi Rayyan. Dia akan masuk melalui lantai atas. Diam diam Arga berhasil memasuki rumah itu.


Namun Mia menyadari kedatangan Arga. Mia mencegah Arga, lalu membawanya ke suatu ruangan.

__ADS_1


"Kamu lebih baik pergi dari sini sebelum mereka menyadari kedatanganmu" bisik Mia.


"Aku akan pergi jika bersama Rayyan "kata Arga.


Ihsan pun menyusuk Arga, namun sayang kedatangannya audah ditunggu oleh Rian.


"Di mana Arga" kata Riyan sambil menodongkan pistolnya.


"Aku tidak tau" kata Ihsan.


"Penjaga!! Bawa dia!" teriak Rian.


Ihsan pun di bawa ke halaman rumah dan dipukuli di sana agar mengaku.


Mendengar ada keributan, Rayyan keluar dan melihat Ihsan sedang dipukuli. Lalu dia berlari turun berusaha menghentikan anak buah Rian untuk memukuli Ihsan.


"Stop!!! Stop!!! Hentikan!!!" Rayyan menerobos dan menyingkirkan orang orang yang sedang memukuli Ihsan.


Arga melihat iti dan memilih keluar dari persembunyiannya.


"Lepaskan dia!!!" teriak Arga.


Seketika semua menoleh ke arah Arga. Dan nenek yang berada di sana terkejut melihat Mia bersama Arga.


"Mia...!!" teriak nenek.


Riyan dan anak buahnya seketika menodongkan pistol ke arah Arga.. Begitu juga Arga menodongkan pistol ke arah mereka.


"Aku ke sini untuk membawa pergi Rayyan." ucap Arga.


"Berani beraninya kamu!!" ucap Riyan.


"Kak Arga, Riyan.. Aku mohon turunkan senjata kalian" kata Rayyan berdiri di antara Riyan dan Arga.


Saat bersamaan Miran tiba dan terkejut melihat ada Arga di sana. Emosi Miran meluap dan langsung mengelurkan pistolnya.


"Untuk apa kamu kemasi hahh!!!" kata Miran menodong Arga.


"Mirna... Miran.. Jangan.." cegah Rayyan.


"Aku akan menjemput Rayyan" ucap Arga.


"Miran... Miran aku mohon jangan" Rayyan masih mencoba mencegah.


"Kak.. Aku sendiri yang datang kemari tanpa adanya paksaan. Aku sudah menikah dan sekarang aku istri Miran. Kadi di sinilah rumahku" kata Rayyan menggandeng lengan Miran.


"Kamu berbohong Rayyan... Kamu berbohong" jawab Arga yang tampak kecewa.


"Sekarang kamu pergi dari sini dan jangan ganggu Rayyan lagi" kata Miran mengusir Arga.


Arga melempar pistolnya.

__ADS_1


"Aku akan pergi, tapi ingat aku tidak akan tinggal diam" kata Arga lalu pergi bersama Ihsan.


Setelah kepergian Arga, kondisi keluarga itupun berangsur tenang. Rayyan kembaki ke kamarnya dan di susul oleh Miran.


"Rayyan, aku peringatkan kamu untuk tidak lagi bertemu dengan keluarga Sadli. Mereka tidak akan pernah berhenti menyerang keluarga Aslan. Kakek Sadli adalah kakek yang jahat, karena dia pernah akan membunuhmu pada saat malam lamaranmu bersama Arga. Itulah sebabnya aku menculikmu untuk menyelamatkanmu" bentak Miran.


"Keluargaku tidak akan seperti yang kamu pikirkan!!! Hentikan permusuhan ini Miran." kata Rayyan.


Miran hanya diam tidak menjawab perkataan Rayyan, larena di hatinya masih ada dendam yang membara kepada papa Hazar.


"Aku tidak akan tinggal diam, apa lagi ini menyangkut orang tuaku" kata Miran.


Miran pun keluar kamar dan menuju ke kamar neneknya.


"Datangi mereka dan bawa anak buahmu dengan senjata mangkat Miran!!" kata nenek saat melihat Miran memasuki kamarnya.


"Tidak nenek, aku akan tetap balas dendam kepada Hazar. Tapi nanti. Saat ini aku tidak akan menyerang mereka. Demi menjaga perasaan Rayyan" jawab Miran.


"Mau sampai kapan hahh!!! Kamu audah di kuasai oleh perempuan itu Miran!!" nenek merasa kesal melihat sikap Miran yang berubah.


Diam diam Rayyan menguping pembicaraan Miran dan neneknya.


☘☘☘☘☘


Sedangakn di kediaman Sadli keadaan masih tegang. Mama Anna terus menangisi akan nasib Rayyan.


Tiba tiba mama Anna berlari ke arah kakek, dengan sigap papa Hazar menahan mama Anna.


"Ini semua gara gara anda pak Masih.. Selama ini anda selalu menyakiti Rayyan. Bahkan anda tidak pernah bersikap adil kepada Rayyan" teriak mama Anna.


"Dan kamu Bram juag putrimu. Kalian selalu menyakitinya.. Tidak habis habisnya kalian selalu membuat masalah untuk dia hingga pada akhirnya dia yang disalahkan." mama Anna masih meluapkan emosinya.


"Di sinilah sumber penderitaan Rayyan hingga dia memilih membahaykan hiduonya dari pada di sini.." ucap mama Ann menangis.


Papa Hazar langsung memeluk istrinya yang tampak tertekan. Dan papa Hazar berbisik berjanji akan menyelamatkan Rayyan.


Tidak lama kemudian Arga dan Ihsan tiba. Mereka tampak terkejut melihat Ihsan yang babak belur.


"Kami menyusup ke dalam rumah keluarha Aslan untuk menjemput Rayyan" kata Arga.


Semua yang mendengar itu terdiam seketika.


"Kenapa kalian merahasiakan ini kepada ku!!! Bahkan membiarkan Rayyan pergi dari rumah ini!!!" teriak Arga emosi merasa kecewa terhadap keluarganya.


"Kenapa kamu kesana hahh!!! Apa kamu ingin mencari mati!! Suasana masih sangat mencekam. Semalam rumah Rayyan dan Miran telah di serang oleh orang. Dan mereka menuduh kita pelakunya!!" bentak kakek.


"Papa!!!" kata Arga menatap papa Bram.


"Ada apa...?? Kenapa kamu menatap papa seperti itu??" tanya papa Bram bingung.


"Apa ini perbuatan papa hahh!!" tuduh Arga.

__ADS_1


"kalian sungguh keterlaluan!!!" kata Arga lagi yang benar benar kecewa.


Arga pun memilih pergi dari sana. Mama Sinta mencoba mengejar namun terlambat Arga sudah tancap gas pergi dari sana.


__ADS_2