
Saat keluarga Sadli menuju ke rumah perternakan mereka, Arga memisahkan dirinya dengan Ihsan. Arga menuju ke salah satu hotel yang di kelola oleh keluarga Miran.
Di hotel tersebut, Arga terus berteriak mencari Miran. Arga tidak mampu lagi mengontrol emosinya yang sudah meledak ledak karena penyitaan tempat tinggalnya.
"Untuk apa anda mencari pak Miran? Padahal baru kemarin anda berusaha menodai nona Mei. Anda benar benar pria tidak tau malu." kata salah satu penjaga hotel tersebut.
Mendengar ucapan penjaga tersebut, Arga terkejut.
"Apa yang kamu katakan hahh??? Saya tidak pernah sedikitpun mencoba menodai Mei. Kamu jangan memfitnah saya!!!" kata Arga sambil mencengkeram kerah baju penjaga tersebut.
Arga pergi meninggalkan tempat itu dengan emosi semakin tinggi setelah mendengar fitnah tentang dirinya. Arga segera menunu ke rumah keluarga Aslan untuk mencari Mei dan mempertanyakan soal fitnah tersebut.
☘☘☘☘☘
Rombongan keluarga Sadli kini tiba di rumah perternakan mereka.
Mama Sinta menyadari mobil Arga tidak ikut dalam rombongan. Setelah semua turun, mama Sinta menanyakan hal itu ke suaminya.
"Kemana Arga pa?? Kenapa mobilnya tidak terlihat?" tanya mama Sinta.
"Sebentar coba papa hubungi dulu" kata papa Bram yang langsung mengambil ponselnya.
Ponsel Arga sulit sekali dihubungi. Hal itu membuat mama Sinta panik.
Gendis sangat menyukai suasana rumah tersebut karena halaman rumah yang sangat luas. Membuat dia cukup leluasa untuk bermain main.
"Kakak... Ayo bermain dengan ku. Lihatlah halamannya sangat luas" ajak Gendis yang tampak antusias.
"Sebentar ya sayang.. Kakak mau beresin barang barang. Kamu bermainlah dulu" jawab Rayyan yang senang mlihat sang adik menyukai rumah itu.
Drrrtttt.. Ddrrrtttt
Ponsel Rayyan mendapat panggilan dari Ihsan.
"Hallo kak" jawab Rayyan.
"Rayyan, saat ini aku sedang bersana Arga. Dia sedang mengamuk karena dirinya difitnah telah menodai Mei dan dia akan minta pertanggung jawaban Mei soal ini. Rayyan tolong kamu segera kemari" kata Ihsan.
"Ba..baik kak.. Tunggu aku.. Awasi kak Arga.. Aku segera ke sana" jawab Rayyan sedikit panik.
__ADS_1
"Pak... Bisa antar saya ke kota" tanya Rayyan ke Rudi.
"Ohh baik.. Bisa.. Mari.." jawab Rudi.
Rayyan pun menyusul Arga ke kota takut terjadi sesuatu kepada Arga.
☘☘☘☘☘
Hari ini Mei, Mia dan mama Eni sedang berbelanja di pusat perbelanjaan. Mereka tengah memborong beberapa keperluan pribadi mereka.
Kebetulan, saat mereka sedang berjalan melewati alun alun Arga melewati tempat itu dan menepikan mobilnya langsung keluar begitu saja.
"Mei... Berhenti!! Apa yang kamu katakan kepada semua orang haaahh!!!" teriak Arga yang semakin jadi saat melihat Mei.
Melihat kedatangan Arga, mama Eni panik dan mencoba melindungi Mei takut Arga berbuat sesuatu.
"Mengapa kamu memfitnah ku!! Padahal sedikitpun aku tidak pernah menyentuhmu bahkan tidak pernah terpikirkan sedikitpun untuk menodaimu! Jawab Mei!! Katakan aku tidak pernah melakukan itu!!! Katakan yang sesungguhnya Mei!! Cepat katakan!! Bersihkan namaku dari fitnahmu itu" teriak Arga.
☘☘☘☘☘
Di kantor, Miran menerima kabar dari anak buahnya bahwa Mei dan Arga bertengkar di alun alun.
☘☘☘☘☘
Sementara itu di alun alun sudah semakin ramai. Arga terus berteriak meminta pertanggung jawaban Mei.
"Lepaskan anakku!! Jangan sentuh dia..." teriak mama Eni saat Arga mencoba menarik Mei.
Arga mendorong mama Eni dan menarik Mei, Arga meraih pistolnya dan memberikan kepada Mei.
"Tembak aku jika memang aku telah menodaimu" kata Arga sambil memaksa Mei memegang pistol itu.
Mei diam saja, dia terlihat ketakutan dengan apa yang dilakukan Arga.
Tidak lama kemudian Miran datang. Namun sayangnya Miran yang memiliki tempramen tinggi yang sulit dia kendalikan, Miran langsung saja menghajar Arga.
Miran langsung saja meninju wajah Arga lalu menendangnya hingga Arga terpental. Kondisi di alun alun semakin panas.
"Kenapa kamu malah menghajarku haahh!! Seharusnya kamu tanyakan dulu masalahnya kepada istrimu itu yang telah memfitnahku telah menodai dia!! Aku hanya minta pertanggung jawabannya saja. Jika memang aku telah menodai dia, aku siap ditembak olehnya!!" kata Arga di depan Miran.
__ADS_1
☘☘☘☘☘
Saat nenek sedang duduk di rooftop, tiba tiba ponselnya berdering. Nenek mendapatkan kabar bahwa Miran tengah berkelahi dengan Arga di alun alun. Nenek terkejut mendengar kabar tersebut.
☘☘☘☘☘
Arga dan Miran kini saling menyerang, mereka saling bertukar pukulan dan tendangan. Tidak ada satu orang pun yang berani melerai mereka.
Wajah mereka penuh dengan lebam, kini posisi Miran berada di bawah kendali Arga. Arga mencoba memerikan pukulan kepada Miran, namun Miran dapat membalikkan posisinya yang kini berada dia atas Arga dan memberikan beberapa pukulan ke Arga.
Tidak lama kemudian Rayyan tiba, melihat Arga dan Miran saling pukul. Rayyan langsung berlari mendekati mereka dan melerainya.
"Cukup!! Cukup!! Apa yang kamu lakukan haaahhh!!! Seharusnya yang kamu marahi itu istrimu, dia yang memfitnah Arga akan menodainya.. Aku sangat mengenal kak Arga, dia tidak akan mungkin melecehkan wanita. Aku tau dia tidak bersalah dan aku akan membela dia" kata Rayyan menatap tajam Miran.
Setelah itu Arga menarik Rayyan untuk segera pergi meninggalkan tempat itu. Rayyan mengecek setiap luka yang di dapat Arga.
"Kamu tidak apa apa kak??" tanya Rayyan melihat wajah Arga yang penuh dengan luka lebam.
Melihat itu, Miran marah dia merasa tidak suka melihat kedekatan Rayyan dengan Arga.
☘☘☘☘☘
Setelah Miran dan yang lainnya tiba di rumah mereka. Nenek menanyakan apa yang terjadi.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Arga menyerang Mei?" tanya neneknyang sudah menunggu kedatangan mereka.
"Arga mendengar kebohongan Mei, dan dia meminta pengakuan Mei dihadapan semua orang dan menghapus fitnah itu." kata Miran.
Tidak lama kemudian, nenek kembali mendapat telepon dari tuan Hasmet salah satu sesepuh di sana untuk segera menemuinya dan nenek pun menyanggupinya.
☘☘☘☘☘
Arga dan Rayyan tiba di rumah pertenakan. Kedatangan mereka sudah ditunggu oleh semua orang di sana. Melihat keadaan Arga saat turun dari mobil. Mama Sinta langsung berlari mendekati Arga.
"Apa yang terjadi nak?, kenapa kamu seperti ini?" tanya mama Sinta khawatir.
"Apa yang kamu lakukan haah?? Saat ini kita sedang dalam situasi yang tidak tenang.. Kenapa kamu malah berkelahi haaah!!" teriak kakek.
"Aku hanya mencoba membersihkan nama baikku dari fitnah yang mereka buat. Aku tidak bisa hanya diam, aku tidka terima Mei memfitnahku!!" Arga menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Tidak lama kemudian ponsel kakek berdering. Kakek mendapat telepon dari tuan Hasmet salah satu sesepuh di tempat mereka tinggal di kota. Tuan Hasmet meminta kakek untuk segera menemuinya. Dan kakek pun langsung pergi tanpa memperdulikan yang lainnya.