
"Dasar tidak tau malu!!! Berani beraninya kamu mau membeli putriku!!. Sudah aku katakan jangan pernah mencoba mendekatinya lagi!" kata papa Hazar langsung emosi. Mama Anna dan papa Bram mencoba menenangkan papa Hazar.
"Apa yang kamu katakan hah!!! Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Rayyan lagi!" kata Arga emosi.
"Saya tidak bermaksud membeli Rayyan," jawab Miran.
"Siapanpun yang berada di sini, anggota keluarga Sadli tidak akan aku jual!!! Meski kamu lebih kaya dari kami, aku tidak akan menukarnya dengan apa pun!! Aku tidak akan menjual Rayyan untuk membayar hutang ini, aku yang akan membayarnya karena Rayyan akan menikah dengan Arga! Rayyan akan tetap bersama kami..! Sekarang kamu pergi dari sini jangan lagi kamu mengganggu Rayyan lagi!" ucap kakek.
Mendengar ucapan kakek, Arga tersenyum lega bagai mendapatkan angin segar. Miran marah, dan medekap Rayyan.
"Rayyan katakan pada ku, kamu menginginkan aku.. Kamu akan menerima ku.. Ayo Rayyan katakan pada ku!" kata Miran mengguncang guncangkan tubuh Rayyan.
"Pergi dari hadapan ku Miran!, jangan ganggu aku lagi!! Aku akan tetap menikah dengan Arga" kata Rayyan setelah melihat Mei berdiri di depan pintu utama.
Miran kecewa, perlahan dia melepaskan pundak Rayyan dan berjalan mundur. Hatinya kacau, hancur, kecewa. Miran membalikkan badannya dan terkejut ada Mei di sana.
"Ngapain kamu ke sini hah!!!" kata Miran menyeret Mei kasar.
Miran membawa Mei masuk ke dalam mobilnya. Miran hanya diam membisu dengan wajah merah padam menahan amarahnya. Begitu juga Mei yang merasakan cemburu melihat Miran mati matian mengejar Rayyan.
"Nenek!!!" teriak Miran setelah sampai di rumahnya.
Nenek yang sedang bersantai terkejut mendengar teriakan Miran.
"Apa yang nenek lakukan hah!!! Kenapa nenek menyita aset keluarga Sadli tanpa mengkonfirmasikan lebih dahulu kepada ku atau Riyan" kata Miran di hadapan neneknya.
Plak....
Nenek menampar keras Miran.
"Kamu menjatuhkan nama baik keluarga ini di hadapan mereka. Pikiranmu sudah tidak berjalan, kamu hanya mengikuti hatimu saja!" ucap nenek dingin.
"Nenek harus menghentikan penyitaan ini!! Ini sudah sangat keterlaluan!" ucap Miran.
"Aku tidak akan menghentikan penyitaan itu, ini sudah menjadi keputusan ku.. Bertahun tahun Miran nenek sudah merencanakan ini.. Lepaskan Rayyan dan lupakan dia. Kamu tidak boleh mencintai dia!" nenek memperingatkan Miran.
__ADS_1
"Dengar nenek, sampai kapanpun aku akan mengejar Rayyan" kata Miran dingin sebelum meninggalkan rumahnya dengan segala emosi yang sudah sesak di dadanya.
Setelah kepergian Miran, Mei menghampiri neneknya dengan wajah yang sumringah.
"Aku senang dengan keputusan kakek Rayyan yang akan menikahkannya denga Arga. Miran tidak akan lagi bisa mengejar Rayyan" kata Mei dengan wajah penuh kebahagiaan lalu pergi meninggalkan nenek dan mamanya.
"Semua rencana anda sudah runtuh. Apalagi Miran sekarang berani melawan mu" kata mama Eni
"Aku sudah memikirkan matang matang rencanaku Eni. Aku tidak sepertimu yang tidak pernah berfikir panjang. Dan kamu tidak akan kuat untuk memimpin perusahaan Aslan." kata nenek sinis.
☘☘☘☘☘
Sore harinya, Arga tengah mondar mandir di ruang keluarga. Dia terus tersenyum mendengar ucapan Rayyan dihadapan Miran.
"Arga, Rayyan tidak pernah menginginkanmu.. Dia tidak pernah mencintaimu Arga. Dia mau menikah dengan mu karena saat ini Rayyan sedang marah dengan Miran. Sebagai ibu, mama tidak rela kamu hanya menjadi pelariannya Arga" kata mama Sinta mencoba mengingatkan Arga.
"Ma... Kakek susah merestui pernikahan ini. Sudahlah, tidak ada yang perlu di perdebatkan lagi" kata Arga yang bosan dengan mama nya yang terus berusaha menghalanginya.
"Pa... Aku dan Bram tisak pernah menyetujui rencana pernikahan ini begitu pula dengan kak Hazar dan Anna. Papa telah mengambil keputusan sendiri tanpa membicarakannya kepada kami, sehingga kami mau tidak mau mengikutinya" kata mama Sinta lalu pergi meninggalkan Arga dan kakek.
"Kek, bisakah kita berbicara?" kata Arga.
"Kemarin kakek sangat ingin membunuh Rayyan, sekarang kakek memberiku restu untuk menikahinya. Apa kakek sedang merencanakan sesuatu di balik ini semua kek?" kata Arga curiga.
"Kek, jika memang ada rencana dibalik semua ini aku tidak akan tinggal diam. Aku akan melindungi Rayyan" kata Arga lagi melanjutkan kata katanya.
"Keadaan yang membuat ku merestui kalian!, lebih baik kamu diam! Jangan banyak bertanya. Kamu hanya tinggal menjalankan pernikahan ini!" jawab kakek dingin.
Arga memilih pergi meninggalkan kakek, malas rasanya terus terusan berdebat.
☘☘☘☘☘
Di dalam kamar, papa Hazar dan mama Anna tampak sangat terpukul dengan keputusan kakek.
Papa Hazar takut Rayyan tidak akan bahagia hidup bersama orang yang tidal dia cintai.
__ADS_1
"Ma... Rayyan sangat mencintai kita. Rayyan menerima pernikahan ini karena hanya ingin terus bersama kita. Papa merasa sangat bersalah terhadap dia ma.. Sudah lama papa ingin sekali mengatakan yang sejujurnya, papa ingin mengakuinya bahwa papa bukan papa kandungnya. Tapi papa tidak sampai hati menyakitinya ma. Melihat cintanya kepada kita" kata papa Hazar memeluk istrinya.
"Pa.. Papa adalah sosok ayah bagi Rayyan. Papa tidak pernah membedakan Gendis denga Rayyan. Papa sangat mencintai mereka berdua tanpa melihat apa pun. Kasih sayang pala kepada Rayyan sangat tulus. Mama mohon pa, jangan katakan ini sekarang, mama ga mau Rayyan semakin hancur" ucap mama Anna di sela sela tangisnya.
Tanpa sengaja Arga mendengar obrolan mama Anna dan Papa Hazar. Hatinya seperti di iris pisau. Dia kembali mengingat bahwa Rayyan bukan putri kandung papa Hazar. Arga berjalan keluar rumah dengan pikiran yang kacau. Dia tidak mau Rayyan mengetahui siapa Rayyan. Dia bingung harus berbuat apa. Yang membuat sesak, ayah kandung Rayyan dengan teganya meninggalkan mama Anna dalan kondisi tengah mengandunga Rayyan saat itu.
☘☘☘☘☘
Miran merenung di dalam kantornya di dalam kegelapan malam. Miran merenung, terus memikirkan pernikahan Rayyan dengan Arga. Miran terus menatapi foto pernikahannya dengan Rayyan. Miran beralih ke perhiasan yang dulu dia berikan ke Rayyan.
"Aku tidak sanggup kamu bersama pria lain Rayyan.. Aku tidak bisa bernafas, dadaku sesak" kata Miran menangis sambil memegangi dadanya yang terasa nyeri.
☘☘☘☘☘
Pagi harinya, Rayyan diam diam berjalan keluar kerumah disaat semua orang belum terbangun dalam tidurnya.. Dia menuju ke kandang kudanya yang sudah sangat lama tidak dia kunjungi. Dia memilih berkuda untuk melepas segala tekanan yang dia rasakan. Begitu juga dengan Miran memilih berkuda, menghabiskan tenaganya.
Saat kembali kerumah, tanpa sengaja Rayyan bertemu dengan Miran tidak jauh dari rumahnya.
"Kenapa kamu bisa di sini dan tau aku ada di sini" tanya Rayyan terkejut melihat Miran memotong jalannya.
"Aku bisa menemukannya dengan ini" kata Miran menunjuk ke arah dadanya.
"Kamu adalah manusia yang tidak punya hati Miran. Kamu menyita aset milik keluarga ku dan sekarang kamu akan membeliku" kata Rayyan menunjuk dada Miran mengikuti yang dilakukan Miran.
"Itu buka ke inginanku Rayyan, nenek yang melakukannya tanpa sepengetahuanku. Aku tidak berniat membelimu, aku hanya berusaha menyelamatkanmu" Miran mencoba menjelaskan.
"Aku sudah tidak peduli" jawab Rayyan lalu berbalik namun dibtahan oleh Miran.
"Rayyan aku mohon jangan menatapku seperti ini. Ini sangat menyakitiku" kata Miran dengan wajah sendunya.
"Aku bukan obat bagimu Miran. Pergilah dariku!" kata Rayyan mendorong Miran.
**semoga masih suka ya...
dan terimakasih sudah memberikan komentar..
__ADS_1
jangan lupa like dan komen ya..
terimakasih 🙏🙏☺☺☺**