
Arga membawa Mei ke sebuah gudang yang tanpa seorang pun mengetahuinya.. Bahkan Ihsan yang terus mengikutinya kehilangan jejak Arga.
"Aku mau pulang.. Lepaskan aku" kata Mei dengan mata yang berlinang air mata.
"Diam lah, aku sedang tidak ingin berdebat" jawab Arga.
"Lepaskan aku, aku tidak bersalah kenapa kamu membawa ku.. Aku mau pulang" kata Mei mulai mencoba keluar dari gudang itu.
"Diam!!!" bentak Arga.
"Tidak.. Aku tidak mau diam.. Jika perlu aku akan berteriak" kata Mei dengan nada yang tinggi.
"Silahkan saja.. Aku ingin tau apakah ada orang yang akan datang menolongmu" jawab Arga santai.
"Tolooong... Toloonggg.."Mei terus berteriak sambil berusaha keluar dari gudang.
"Diam!!!" kata Arga mencegah Mei keluar.
Arga mendorong paksa Mei yang terus meronta untuk kabur.. Arga mengikat Mei di sebuah bangku karena Mei tidak mau diam..
"Lepaskan aku... Lepaskan!!" kata Mei sambil terus menangis..
"Aku akan melepaskanmu jika Rayyan sudah bersama ku.. Akan aku lihat seberapa pentingnya kamu untuk Miran" kata Arga di depan muka Mei.
Mei hanya diam, dia benar benar takut menjadi tawanan Arga.. Arga duduk tepat di depan Mei dan terus menatapnya. Mereka berdua hanya saling diam.. Hanya terdengar suara sesenggukan Mei yang sedari tadi terus menangis.
☘☘☘☘☘
Kini posisi Rayyan dan Miran susah berada di luar kota.. Miran benar benar membawa Rayyan jauh dari keluarganya,.
Karena merasa lelah, Miran menghentikan mobilnya.
"Kita turun dulu.. Di sini tampak segar.. Ayo.." kata Miran turun dari mobil..
Rayyan pun mengikuti Miran keluar dari mobil dan berjalan ke depan mobil.
"Minumlah" tawar Miran memberikan sebotol air mineral.
"Kamu akan membawa ku kemana?" tanya Rayyan.
"Kamu akan tau nanti di mana kita" jawab Miran sambil menenggak air mineralnya.
Flasback on
Bugh.. Bugh...
Miran memukuli seseorang yang menurut dia sangat mencurigakan.
"Kenapa kamu terus mengikuti Rayyan hahh?" kata Miran emosi saat melihat gerak gerik orang tersebut.
"Bukan urusanmu!!" jawab orang itu.
Bugh...
"Jawab!! Atau kepalamu akan berlubang!!" bentak Miran lagi.
"Sa..saya di suruh tuan Sadli untuk menculik nona Rayyan lalu membuangnya dari atas tebing agar orang orang mengira dia bunuh diri" jawab orang itu ketakutan saat Miran menarik pelatuk pistolnya.
"La..lalu.. Tuan Sadli kembali menyuruhku untuk menculik nona Rayyan nanti saat acara lamaran" kata orang itu membuka semua apa yang diperintahkan untuk dirinya.
Akhirnya, Miran berinisiatif menculik Rayyan lebih awal.
Flashback off.
__ADS_1
Miran tidak mengatakan hal yang telah dia ketahui, karena dia tidak mau Rayyan terlalu banyak pikiran.
"Ayo kita jalan lagi" kata Miran dan Rayyan pun menurutinya.
Mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka berdua. Selama perjalanan mereka hanya saling diam, bahkan hingga langit mulai kembali gelap.
Tidak lama kemudian, Miran ada tempat pengisian bahan bakar. Dan Miran membelokkan mobilnya untuk menambah bahan bakarnya.
"Rayyan, gantilah bajumu.. Aku sudah membawakan mu baju." kata Miran.
"Tidak.. Aku tidak mau.." jawab Rayyan.
Miran turun dari mobilnya dan berputar membuka bagasi mobilnya mengambil sebuah tas. Setelah itu Miran membukakan pintu Rayyan.
"Ayo, cepatlah.." Miran sedikit memaksa.
Miran membawa Rayyan ke toilet umum. Di depan toilet wanita, Miran memberikan tas yang berisi pakaian untuk Rayyan. Dan Miran memilih menunggui Rayyan di depan pintu keluar toilet wanita karena takut dia akan kabur.
"Aku tidak suka kamu mengenakan baju dari orang lain.. Cepat gantilah agar aku bisa membuang gaun itu" kata Miran sebelum Rayyan masuk ke dalam toilet.
Saat sedang menunggu Rayyan, salah satu pegawai pengisian bahan bakar mendatangi Miran untuk memberikan tagihannya.
Miran menerima tagihan itu, lalu merogoh kantongnya. Saat melihat isi dompetnya ternyata dia lupa tidak membawa uang cash.
"Disini apakah bisa menggunakan kartu kredit?" tanya Miran.
"Bisa tuan, tapi anda harus ke kasir mari ikut saya." kata pegawai tersebut sopan.
"Baik, nanti saya akan ke sana.." jawab Mirab ramah.
Tidak lama kemudian, Rayyan keluar dari toilet umum. Miran terpesona melihat kecantikan Rayyan saat menggunakan baju pilihannya.
Miran menggandeng Rayyan dan kembali membawanya ke dalam mobil.
Melihat Miran lama berada di dalam, Rayyan mengambil kesempatan itu. Rayyan dengan sembarangan memencet mencet seluruh tombol yang berada di mobil.
"Mobil canggih jaman sekarang sangat membingungkan.. Bagaimana ini.. Menyebalkan sama seperti orangnya" gumam Rayyan sambil terus mencoba seluruh tombol tombol di mobil itu.
Setelah timbul suara kluk, Rayyan mencoba membuka pintunya. Dan benar saja, pintu dapat terbuka. Rayyan langsung saja berlari keluar.
Di depannya ada sebuah pick up pengangkut sayuran yang baru saja selesai mengisi bahan bakar, Rayyan diam diam masuk ke dalam pick up tersebut dan tidak ada yang mengetahuinya.
Saat Miran setelah selesai menyelesaikan transaksi pembayarannya, Miran segera keluar dari sana. Dan Miran langsung berlari terkejut melihat pintu mobilnya terbuka dan Rayyan tidak ada lagi.
Miran panik, dan mencoba bertanya kepada beberapa orang di sana.
"Maaf, apa anda melihat gadis memakai dresa berwarna merah motif bunga bunga yang bersama saya tadi?" tanya Miran kepada salah satu pegawai di sana.
"Maaf tuan, saya tidak melihatnya" jawab pegawai tersebut.
"Arghhh Rayyan kemana kamu" Miran kelimpungan.
"Tuan.. Apakah anda mencari seorang gadia??" kata salah satu orang yang berada di sana.
"Ya.. Apa anda melihatnya??" tanya Miran berharap ada titik terangnya.
"Saya tadi melihatnya, gadia itu menaiki pick up berwarna merah yang berjalan ke arah barat. Baru saja" kata orang tersebut.
"Terimakasih informasinya" kata Miran dan bergegas mengejar pick up tersebut.
☘☘☘☘☘
Rayyan bersembunyi di antara beberapa kotak yang berisikan sayuran dan ada juga yang sudah kosong. Karena mengantuk, Rayyan tidak sengaja menyenggol kotak yang kosong dan membuat kotak tersebut terjatuh.
__ADS_1
Pria tersebut mendengar benda yang jatuh di belakangnya, dia melihat ke arah sepion tengahnya.
"Suara apa itu?? Atau ada orang di belakang?" katanya berbicara sendirian.
Pria tersebut lalu menepikan kendaraannya, dan mencoba mengecek kebelakang. Dan dia sangat terkejut melihat ada seorang gadia berada di sana.
Ternyata orang itu bukanlah orang yang baik, Pria botak itu mendekati Rayyan sambil melihat sekelilingnya yang sangat sepi..
"Siapa kamu?? Kenapa kamu naik tanpa seijinku hah??" katanya kasar memegang pundak Rayyan.
"Ma.. Maag tuan, saya terpaksa bantu aku keluar dari tempat ini aku mohon.. Saya duduk di sini pun tidak apa apa tuan" jawab Rayyan ketakutan melihat pria di depannya ini terus menatapnya seolah olah menelan***cinta.
"Semua ini tidak gratis nona" kata pria itu tersenyum mesum.
"Ma..maaf tuan, saya tidak membawa uang.. Karena saya habis kabur dari suami saya" jawab Rayyan.
"Kalau begitu dengan tubuhmu ini hahahaha" kata Pria itu terbahak bahak.
Rayyan sangat ketakutan, dia berusaha berlari. Rayyan langsung loncat keluar dari mobil itu dan berlari kemanapun. Namun pria itu mengejar Rayyan, dan tidak lama Rayyan berhasil tertangkap.
Pria itu berusaha menodai Rayyan, dia terus mencoba membuka paksa baju Rayyan.. Rayyan sekuat tenaga memberontak dan meminta tolong.
"Diam kamu... Jangan buang buang tenagamu untuk berteriak karena tidak ada satu orang pun di sini.. Diaamm!! "Pria itu berusaha memaksa Rayyan.
Di lain tempat, Miran berusaha mengejar pick up tersebut. Miran merasa khawatir dengan ke adaan Rayyan saat ini.
Tidak terlalu jauh, Miran melihat pick up yang terparkir di pinggir jalan. Miran segera menghentikan mobilnya lalu turun. Namun saat Miran mengecek pick up tersebut kosong, namun kuncinya masih ada di sana.
Samar samar Miran mendengar suara Rayyan minta tolong.
"Rayyan!! Rayyan!!" panggil Miran.
"Miran... Tolongg!!! Tolong Miran!!" Rayyan membalas teriakan Miran.
Miran bergegas menyusul Rayyan saat melihat Rayyan di paksa oleh seseorang.
Bugh...bugh...
"Sialan kamu!!! Bang***.. Berani beraninya kamu melecehkan istriku.. Rasakan ini!!" Miran mengajar habis habisan pria itu.
Melihat pria itu pingsan, Miran langsung mengalihkan pandangannya ke Rayyan.
"Miran hiksss...hiksss..." Rayyan langsung memeluk Miran.
"Kamu tidak apa apa??" tanya Miran khawatir.
"Aku takut hiksss hiksss.." Rayyan terus memangis di pelukan Miran.
"Ayo kita ke mobil" Miran membaea Rayyan kembali ke dalam mobilnya.
"Bagaimana jika aku terlambat menemukanmu lagi Rayyan?? Aku bisa gila melihatmu di lecehkan pria itum kenapa kamu malah memilih kabur haah?? Memilih perlindungan dari orang lain yang bahkan belum mengenalmu.. Tidal sebegitu percayanya kamu padaku hah??? Aku benar benar gila Rayyan!!" kata Miran saat sampai di dekat mobilnya.
"Hikss... Maafkan aku Miran.. Maafkan aku" kata Rayyan yang hanya bisa menangis karena masih ketakutan.
Melihat kondisi Rayyan, Miran tidak tega lalu kembali memeluknya.
"Berjanjilah padaku.. Jangan lagi kabur dari ku.. Tetaplah terus berama ku.." kata Miran sambil memegangi wajah Rayyan.
Rayyan hanya mengangguk. Miran membukakan pintu untuk Rayyan, dan Rayyan masuk kedalam mobil.. Merka berdua pun melanjutkan perjalanan mereka.
**jangan lupa like dan komentnya ya..
semoga tetep masih suka.
__ADS_1
terimakasih 😘😘🙏🙏🙏☺☺☺**