Cinta Dalam Dendam Dan Benci

Cinta Dalam Dendam Dan Benci
kepergian Rayyan lagi


__ADS_3

Riyan berada di dapur bersama sang ibu.


"Bu... Bikinin Riyan kopi ya.." kata Riyan.


"Tunggu sebentar ya..." jawab Ria.


Drrrttt...drrrttt


"Bentar bu jangan langsung di buat alu dapat telepon siapa tau penting ya.." kata Riyan lalu mengangkat panggilan itu..


"Halooo..." jawab Riyan.


"........."


"Baik... Segera kirim lokasinya.. Akunsegera kesana." jawab Riyan.


"Ada apa nak?" tanya Ria penasaran dengan perubahan raut wajah Riyan.


"Miran ditemukan bu.. Aku harus melapos ke nenek Aisah" kata Riyan buru buru meninggalkan dapur.


Riyan mencari nenek, dan ternyata nenek sedang duduk di halaman rumah.


"Nek.. Salah satu anak buahku telah menemukan Miran.." Riyan memberikan Informasinya yang dia dapatkan itu.


"Baik.. Segera kita jemput Miran" kata nenek tersenyum..


Mama Eni mendengar itu pun sedikit senang mendengar Miran terlah di temukan artinya, putrinyabakan segera kembali..


☘☘☘☘☘


Papa Hazar terus saja mondar mandir di halaman rumahnya, dia bingung harus berbuat apa.


Drrrttt...ddrrtttt..


Ponsel papa Hazar bergetar, tanda ada panggilan masuk.


"Hallo..." jawab papa Hazar.

__ADS_1


"Aku sudah menemukan keberadaan mereka.. Aku akan segera mengirimkan lokasinya" suara nenek terdengar dari seberang telepon.


Papa Hazar langsung menuju ke mobil untuk menyusul.


Nenek dan papa Hazar sama sama sedang dalam perjalanan untuk menjemput Miran dan Rayyan.


☘☘☘☘☘


Miran dan Rayyan terus berjalan jalan ke beberapa tempat di sana.. Mereka menikmati kebersamaan mereka berdua. Mereka terus berbincang. Terkadang saling bercanda menggoda satu sama lain. Setelah merasa lelah mereka kembali kehotel dengan saling bergandengan tangan.


"Miran!!!!.." panggil nenek.


Miran terkejut melihat sang nenek berada di sana.


"Nenek..." panggil Miran lirih setelah berada di dekat neneknya.


"Kamu cepat kembalikan Rayyan... Apa kamu tidak tau Arga menculik Mei, jika kamu tidak segera mengembalikan Rayyan dia akan menyakiti Mei." jelas neneknya.


Tiba tiba, papa Hazar datang dan menghampiri mereka. Papa Hazar langsung menarik Rayyan begitu saja.


"Lepaskan putri saya.. Sudah saya katakan berulang kali.. Jangan lagi mengganggu dia!!!" kata papa Hazar emosi.


"Rayyan tidak akan kemana mana.. Dia akan tetap bersamaku.. Dia miliku.." jawab Miran tak kalah emosi.


"Cukuupp!! Hentikan!!" teriak Rayyan.


Melihat mereka pada akhirnya diam, Rayyan kembali berbicara.


"Aku akan pulang bersama papa.. Ini sudah keputusanku" jawab Rayyan berbalik badan akan menuju ke mobil.


"Tidak.. Aku mohon Rayyan jangan... Tetaplah bersamaku.. Aku mohon" kata Miran menutupi pintu mobil.


"Maaf Miran... Ini sudah keputusanku.. Kamu sudah berjanji" Rayyan mulai menangis.


"Rayyan aku mohon.." kata Miran lirih..


Terlihat air mata Miran turun ke pipinya. Perlahan dia bergeser memberi jalan Rayyan untuk masuk ke dalam mobil. Begitu Rayyan menangis saat akan memasuki mobil.. Hatinya sakit, dia merasa tidak sanggup meninggalkan Miran.

__ADS_1


Dalam perjalanan, Rayyan terus terdiam dia melamun.. Tatapannya kosong.


"Rayyan, kamu pergi atas kemauanmu sendiri atau Miran yang menculikmu??" tanya papa Hazar.


"Aku yakin kamu tidak akan pergi bersama Miran meski kamu sangat mencintainya" kata papa Hazar lagi yang merasa tidak ada jawaban dari Rayyan.


☘☘☘☘☘


Miran sangat sedih melihat kepergian Rayyan. Dia terus meneteskan air matanya.. Dadanya begitu sesak.


"Ini pasti ulah nenek iya kan!!! Nenek pasti yang menyuruh papa Hazar untuk menjemput Rayyan kan!!" kata Miran emosi.


"Miran, nenek terpaksa melakukan itu.. Nyawa Mei dalam bahaya jika Rayyan tidak segera kembali.. Nenek tidak mau kehilangan kalian berdua.. Ayo Miran kita segera pulang.. Ikut nenek" nenek terus berusaha memberi pengertian ke Miran.


Akhirnya Miran ikut pulang bersama dengan neneknya meski dia dengan mobil berpisah.. Miran terpaksa karena percumah saja berada di sana tanpa Rayyan.


Selama perjalanan Miran terus saja memikirkan Rayyan.. Hatinya kembali merasa kosong setelah kepergian Rayyan.


"Aku yakin kamu mencintaiku Rayyan... Kamu terpaksa ikut papamu hanya untuk menyelamatkan semuanya.." kata Miran lirih.


Miran terus menangis, dia merasa dadanya begitu sesak.. Dia tidak sanggup mengahadapi ini semua...


Miran menepikan mobilnya.. Lalu keluar dari mobilnya.


"Huhhh... Huuuuhhhhh... Aaaarrrggggggg!!!!" Miran berteriak sejadi jadinya untuk melepaskan sesak di dadanya.


Nenek yang melihat itu ikut berhenti dan turun untuk menghampiri Miran. Nenek langsung memeluk Miran dari belakang.. Mencoba menenangkan Miran dengan pelukannya. Begitulah yang dia lakukan dari dulu saat Miran masih kecil.. Jika sedang menangis dia hanya membutuhkan pelukannya untuk menenangkan Miran.


"Dulu nenek pernah mengatakan kepadamu jangan gunakan hatimu.. Jadi lihatlah.. Kamu sekarang mencintainya bahkan kamu sampai tergila gila dengannya. Ingat Mirna dia putri musuhmu.." kata nenek mencoba mengingatkan Miran.


"Nenek... Hazar memang musuhku.. Tapi Rayyan bukan musuhku!!! Aku akan tetap balas dendam, tapi hanya kepada Hazar.. Aku mencintai Rayyan.." jawab Miran bersikukuh mempertahankan hatinya.


"MIRAN!!! Cukup!! Kamu harus melupakannya... Fokus dengan balas dendammu" jawab nenek.


"Tidak!! Aku tidak bisa! Sampai kapanpun aku akan mengejar Rayyan sampai kapan pun!!" jawab Miran dengan wajah memerah karena menahan segala emosinya..


Mendengar ucapan Miran, nenek langsung memiliki rencana baru untuk balas dendamnya.. Lalu nenek mengajak Moran untuk kembali pulang. Dan Miran mengikuti permintaan neneknya itu.

__ADS_1


__ADS_2