Cinta Dalam Dendam Dan Benci

Cinta Dalam Dendam Dan Benci
penyitaan


__ADS_3

Drrrtttt....ddrrrttttt


Ponsel Miran bergetar, dia mendapatkan panggilan dari salah satu anak buahnya. Setelah mendapatkan informasi, Miran pergi meninggalkan Nei.


"Kamu beristirahatlah,.." kata Miran melangkah pergi meninggalkan Mei.


"Kamu mau kemana Miran.. Kamu baru saja pulang" jawab Mei.


"Aku ada urusan Mei, kamu beristirahatlah" Miran menutup pintu kamar Mei.


Miran pergi meninggalkan rumah untuk menemui anak buahnya bersana Riyan.


☘☘☘☘☘


Kini kakek Sadli sedang menemui orang suruhannya.


Plakkk...plakk...


"Bo**h... Aku membayarmu bukan untuk sebuah kegagalan!!!" teriak kakek.


Plakk...plakkk..


Kakek terus menampar pria itu karena semua rencananya gagal total.


Kieeeetttt ceklek...ceklek...


Suara pintu terbuka.. Munculah dengan membawa beberapa anak buahnya. Kakek terkejut melihat kedatangan Miran, dan reflek menodongkan pistol ke arah Miran. Namun Miran hanya santai saja.


"Aku tau semua rencanamu yang akan membunuh Rayyan setelah acara lamaran malam itu.. Tapi aku berhasil menggagalkannya. Dengarkan, jika anda masih berusaha untuk membunuhnya maka aku tidak akan segan segan membocorkannya kepada Putra anda Hazar. Jika dia tahu anda pasti bisa membayangkan, apa yang akan dia lakukan" ancam Miran lalu pergi meninggalkan kakek.


Kakek terdiam mendengar ancaman Miran. Dia takut Miran akan benar benar membocorkan semuanya. Kakek bingung harus berbuat apa lagi.


☘☘☘☘☘


Tengah malam hari nenek Aisah mendatangi rumah masa kecilnya yang kini kosong, bahkan beberapa bagian sudah tampak rusak. Di sana terpampang sebuah figura foto. Nenek Aisah mengambilnya dan menatap foto tersebut. Itulah kenangan terakhir keluarganya, ayah, ibu beserta adiknya meninggal pada saat terjadi kebakaran.


Tidak lama kemudian, datanglah seseorang masuk kedalam rumah tersebut.


"Kakak..." panggil orang itu.


"Tutik..." balas nenek Aisah.


Mereka berdua saling berpelukan dan melepas rindu. Tutik adalah adik kandung nenek Aisah, dia ditugaskan nenek untuk menyamar menjadi ART di keluarga Sadli sebagai mata matanya.

__ADS_1


"Kak.. Sudahi balas dendam kakak.. Karena keluarga mereka kini sudah benar benar hancur. Mereka kini saling menyalahkan.. Saling menyerang satu sama lain" kata Tutik.


"Tidak, aku tidak akan berhenti sekarang hingga Sadli benar benar hancur. Apalagi setelah Arga akan menodai Mei, aku tidak akan tinggal diam" kata nenek yang semakin dalam rasa dendamnya kepada keluarga itu.


"Kak, janganlah langsung percaya begitu saja.. Tidak mungkin Arga melakukan itu. Dia adalah pemuda yang memiliki sopan santun. Aku sangat mengenalnya, aku sangat tau karakter Arga seperti apa. Kakak tau sendiri aku sudah sejak lama ikut dengan mereka. Dan kakak berhati hatilah kepada Marni, dia adalah mata mata keluarga Sadli yang dikirim oleh Sinta untuk mematai matai kalian." kata Tutik memberikan informasi.


"Kak.. Aku tidak bisa lama lama... Aku harus segera kembali.. Dan kumohon pikirkan apa yang aku katakan kak.." pesan Tutik kepada nenek.


☘☘☘☘☘


Papa Bram dan mama Sinta sedang berbincang. Papa Bram ingin megatakan sesuatu kepada mama Sinta..


"Ma... Papa ingin membicarakan sesuatu" kata papa Bram mendudukkan istrinya.


"Ada apa pa?" tanya mana Sinta penasaran.


"Papa punya rencana, papa ingin menghancurkan keluarga Aslan secara halus" kata papa Bram dengan wajah yang serius.


"Bagaimana?" tanya mama Sinta.


"Dengan menjodohkan Arga dengan Mia, dengan cara itu. Aisah akan merasa sakit hati cucunya menjadi menantu keluarga ini" jelas papa Bram..


Mama Sinta tampak berfikir, dia sebenarnya merasa kurang setuju dengan rencana suaminya ini.


Dipagi hari, Ike mengendap endap masuk ke dalam kamar Rayyan yang tengah tertidur.


"Emmmm ada apa?" tanya Rayyan dengan suara seraknya.


"Miran menunggumu di depan.." bisik Ike.


"Apa?? Darimana kamu tau?" kata Rayyan terkejut.


"Dia mengirim pesan melalui ponsel ku, cepatlah temui dia" bisik Ike lagi.


"Tapi bagaiman caranya?" tanya Rayyan.


"Aku akan menggantikanmu tidur di sini. Tapi cepatlah, jangan terlalu lama.. Atau nanti akan ketahuan" ide Ike..


Rayyan pun menuruti Ike, lalu berganti pakaiannya.. Rayyanpun mengendap endap pergi keluar rumah. Di luar tampak Miran yang sedang menunggunya. Miran merasa senang bisa kembali melihat Rayyan dan Rayyan masih berkenan menemuinya.


"Rayyan, sampai kapan pun aku akan mengejarmu, meski kamu berusaha menjauhiku maka aku akan selalu datang" kata Miran menatap Rayyan lekat.


Lalu Miran menggandeng Rayyan menuju ke mobilnya. Miran akan membawanya ke suatu tempat.

__ADS_1


"Sebentar" kata Miran mengeluarkan sebuah kain..


"Untuk apa ini Miran?" tanya Rayyan merasa was was..


"Ini kejutan Rayyan.. Pelan pelan" kata Miran menutup mata Rayyan lalu menunggunya masuk ke dalam mobil.


☘☘☘☘☘


Di kediaman Aslan, Mei dan mamanya sedang duduk di halaman rumah. Tiba tiba pengacar keluarga datang.


"Selamat pagi nyonya nona" sapa pengacara itu.


"Ada apa pak?" tanya mama Eni.


"Saya mendapat tugas untuk mengirim surat pembatalan nikah atau surat cerai dari pak Miran." kata pengacara itu.


Mama Eni langsung menerima surat itu dan membacanya. Miran benar benar melakukanny, dia akan benar benar menceraikan putrinya.


"Apa apaan ini!!! Miran benar benar melakuakn ini semua hanya untuk prempuan itu!! " kata mama Eni.


"Saya membutuhkan tanda tangan dari nona Mei" kata pengacara itu..


"Berikan kembali surat itu ma. Aku tidak akan menandatanginya." kata Mei sok kuat.


☘☘☘☘☘


Sedangkan nenek saat ini sedang berada di rumah keluarga Sadli.


"Untuk apa kamu ke sini hah!!" tanya kakek.


"Aku datang ke sini untuk menyita rumah ini. Dan aku akan memberikan kalian satu minggu untuk segera mengosongkan rumah ini" kata nenek lalu pergi meninggalkan rumah itu.


Salah satu anak buah nenek, menyerahkan surat penyitaan itu. Semua anggota keluarga Sadli terdiam mendengar kabar penyitaan itu. Dan nenek Aisah merasa sangat puas dapat mengusir keluarga Sadli dari rumahnya sendiri.


☘☘☘☘☘


Miran dan Rayyan masih dalam perjalanan menuju ketempat tujuan Miran.


"Miran... Aku akan di bawa kemana?" tanya Rayyan yang penasaran dan hendak membuka penutup matanya.


"Eittssss jangan dibuka, tenang Rayyan, sebentar lagi akan segera sampai." kata Miran yang terlihat sangat antusias..


Tidak berapa lama kemudian mereka sampai di tempat tujuan. Miran menuntun Rayyan untuk keluar dari mobil.

__ADS_1


"Kamu siap Rayyan??" kata Miran membuat Rayyan gugup.


Rayyan hanya menganggukkan kepalanya. Dan saat penutup mata Rayyan dibuka. Rayyan terkejut dengan pemandangan di depannya.


__ADS_2