Cinta Dalam Dendam Dan Benci

Cinta Dalam Dendam Dan Benci
Informasi untuk Rosa


__ADS_3

Rayyan keluar dari kamarnya dia mengambil nampan yang berisi sisa makanannya..


Dia berajalan, ini pertama kalinya dia berjalan bebas berkeliaran di rumah ini.


Rayyan menuju ke arah dapur, dan sesampainya di sana Rayyan di sambit oleh Ira dan Nani..


"Heii nona muda, mari sini biar saya yang membersihkannya.. Silahkan duduk" sapa Neni dan menyiapkan bangku untuk duduk.


"Mau sarapan nak Rayyan?" tanya Ira.


"Nen, tolong siapkan buat nak Rayyan ya, biarkan dia sarapan.." kata Ira lagi.


"Ahhh baik" jawab Neni..


Rayyan hanya tersenyum, saat dia duduk datang Mei.


"Bu Ira tolong siapkan sarapan, sudah hampir jam sarapan" kata ketus Mei sambil melirik Rayyan..


Rayyan pun hanya menatap Mei sesaat dan dia ambil posisi duduk di kursi yang sudah disiapkan...


Mei pun pergi meninggalkan dapur.


Neni pun memberikan beberapa menu untuk Rayyan dan Rayyan ragu untuk memulai makan.


"Ayoo nak silahkan di nikmati sarapannya, tidak usah sungkan" senyum manis Ira..


"Aku menunggu bu Ira saja, kita makan bersama sama.." jawab Rayyan..


"Baiklah, tunggu sebentar ya.. Saya menyiapkan untuk nyonya besar dan yang lain.." jawab Ira.


Tidak lama berselang, nenek Aisah masuk ke dalam dapur dan melihat ada Rayyan di sana.


"Ahhh ada tahanan di sini rupanya... Ira, kenapa kau tidak menyuruh dia untuk makan... Beberapa hari di kurung tentu membuatnya lapar.. Biar lah sesekali dia menikmati makanan di rumah ini sediakan yang paling enak untuk nona ini" kata nenek melirik Rayyan dengan senyum sinisnya..


Ira dan Neni hanya saling menatap, sedangkan Rayyan langsung bangkit dari duduknya.


"Maaf, saya di sini juga sudah dapat ijin oleh Miran. Dan saya bisa sampai di rumah ini juga berkat Miran. Dan maaf sekali lagi saya bukan mengemis dan bahkan mau bertahan di sini..!!! Bu Ira saya sudah kenyang" jawab sinis Rayyan berlalu pergi dari dapur.


Rayyan berjalan kembali ke kamar Miran dan menutup pintunya..


Dia berkaca melihat dirinya, kenapa begitu banyak yang membencinya..


Perlahan pandangannya beralih ke sebuah figura photo di atas meja..


Saat melihat foto itu hati Rayyan menjadi jengkel dan langsung menjatuhkan figura itu dan dia duduk di kursi.


☘☘☘☘☘


Arga tengah berjalan menyusuri deretan pertokoan dan warung makan..


Entah apa yang dia cari...


Dia hanya ingin membuang waktu yang terasa kosong setelah kepergian Rayyan..


Saat dia melintasi sebuah warung makan, dia mendengar beberapa orang yang berbisik bisik.


"Kalian tahu, beberapa hari lalu.. Salah satu putri dari keluarga Sadli di buang di tengah tengah pusat perbelanjaan sana oleh nyonya Aisah dan yang sangat memilukan lagi gadis itu masih menggunakan baju pengantinnya.. Yang saya heran kemana suaminya??? Kenapa dia tidak datang untuk menolong.." kata dari salah satu pengunjung di sana..


Arga yang mendengar itu seketika murka, dan dia langsung pulang untuk menemui Rosa karena dia yakin Rosa mengetahui hal ini...


Namun sayang ketika Arga tiba di rumahnya, Rosa sedang keluar...

__ADS_1


☘☘☘☘☘


Rosa sedang menemui Riyan berada di cafe...


Semalam Riyan mengabari Rosa bahwa dia bisa bertemu dengan Rosa sebelum jam kantor, dan itu kesempatan untuk Rosa.


"Haiii Riyan, sudah lama menunggu??" sapa Rosa menghampiri Riyan..


"Ehhhh i..iya.. Mau pesan kopi" Riyan tergagap ketika melihat Rosa yang sangat cantik hari ini..


"Pelayan, tolong kopi satu lagi" teriak Riyan.


"Trima kasih Riyan" senyum Rosa.


"Ada keperluan apa kamu menemui ku???" tanya Riyan.


"Aku menghawatirkan Rayyan" Rosa memasang wajah memelas..


"Bukankah kamu dulu juga menginginkan Miran??" Riyan menatap curiga..


"Aku memang menginginkan Miran, tapi Rayyan masih saudara ku.. Bagaimanapun kami tumbuh besar bersama.." jawab Rosa penuh drama.


"Lalu tujuan kamu mengatakan itu?" tanya Riyan penuh selidik...


"Aku butuh bantuan mu Riyan, cari tau keberadaan Rayyan aku yakin dia bersama Miran dan tidak mungkin kamu tidak tau kan???" kata Rosa..


"Apa untungnya kamu cari tau keberadaan mereka???" Riyan belum sepenuhnya percaya..


"Ini demi paman dan tante orang tua Rayyan, semenjak kejadian tertembaknya Gendis dan nasib Rayyan seperti itu.. Mereka tampak sering murung hiksss.. Aku tidak tega melihat mereka seperti ini" Rosa mengeluarkan jurus menangisnya menampilkan kesedihan yang mendalam..


Riyan mulai yakin dengan akting Rosa yang begitu sempurna...


"Mereka berada di sana?? hufhhh sukurlahh" Rosa berpura pura lega.


"Tapi ku mohon jangan mengatakan ini ke siapa pun..." bisik Riyan..


"Kamu bisa percaya pada ku Riyan, semua aman bersama ku" kata Rosa meyakinkan..


"Waktu sudah siang Rosa, aku harus segera kembali" pamit Riyan..


"Ok, aku juga harus kembali" jawab Rosa.


Mereka pun meninggalkan kafe itu, Rosa kembali ke rumahnya dan Riyan kembali ke kantor...


Sesampainya di kantor Riyan sudah di tunggu oleh Miran..


"Dari mana saja kau Riyan, ini waktunya kerja malah keluyuran ga jelas" tanya Miran.


"Aku keluar sebentar Miran, baru juga telat 10 menit" Riyan membela diri..


"Ya..ya...ya, bagaimana dengan perkembangan perkebunan anggur di wilayah C Riyan?" tanya Miran yang masih sibuk mengecek dokumen dokumen di atas mejanya...


"Ada sebagian yang hampir gagal panen Miran karena kekurangan tenaga di sana, jadi cukup keteteran" Riyan menjelaskan..


"Kenapa bisa kekurangan tenaga?" tanya Riyan heran..


"Ada beberapa informan yang mengatakan bahwa gaji mereka kurang sesuai, jadi banyak SDM yang kurang tertarik untuk ikut bergabung" jelas Riyan lagi.


"Hmmmm, sepertinya kita harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.. Riyan coba lah kirim orang kepercayaan kita untuk menyelidikinya" perintah Miran..


"Baik" jawab Riyan..

__ADS_1


Drtttt...drrrttt..ddrrtttt.


Panggilan telfon di ponsel Riyan.


"Hallo bu" jawab Riyan..


"Nak, kamu sedang bersama Miran" tanya Ira dari seberang telefon..


"Iya dia ada di sini, ada apa bu?" tanya Riyan.


"Pagi ini bu Aisah mengatakan sesuatu yang mungkin menyinggung Rayyan, kini Rayyan mengurungkan dirinya di kamar" laporan dari Ira.


Riyan menatap Miran, Miran yang di tatap Riyan pun merasa ada sesuatu..


Setelah mematikan panggilan ponselnya, Riyan sedikit ragu mengatakannya..


"Ada apa Riyan, ada sesuatu kah???" tanya Miran.


Riyan pun menceritakan apa yang ibunya sampaikan kepada dia..


Mendengar itu Miran langsung bergegas pergi meninggalkan Riyan..


"Kamu benar benar mencintainya Miran, hanya saja kamu masih belum bisa menyadarinya" kata Riyan lirih..


☘☘☘☘☘


Sesampainya di rumah, Rosa langsung masuk kedalam rumah dan menuju kekamarnya..


Belum sempat dia menutup pintunya Arga langsung masuk dan menampar Rosa...


Plakkk..


"Kenapa kamu tidak menceritakan kalau Rayyan di buang di tempat umum haaahh!! aku yakin kamu mengetahuinya..." Arga benar benar mengeluarkan amarahnya.


"Mak...maksud kakak apa?" Rosa pura pura tidak tau sambil megang pipinya yang terasa perih...


"Kamu jangan menutupinya lagi Rosa!!! Pantas saja waktu Rayyan tiba di depan pintu kamu langsung berteriak, ternyata kamu sudah mengetahuinya iya kan!! Ini yang kamu inginkan iya?!!" bentak Arga lagi.


"Iya memang ini yang aku inginkan, asal kakak tau.. Miran sudah beristri, dan Miran mengurung Rayyan di rumahnya... Dan ini yang aku mau, Rayyan di permalukan di seluruh kota hahahahaha dan satu lagi kak, aku mendengar mereka sengaja melakukan ini hanya untuk balas dendam hahahahaha" Rosa tertawa penuh kemenangan..


"Apa?? Balas dendam?? Balas dendam apa maksud kamu Rosa!!!" tanya Arga.


"Entahlah, emang apa peduliku" acuh Rosa..


Arga keluar dari kamar Rosa, dan bertepan dengan mama Sinya yang terdiam mematung di depan pintu Rosa..


Sekonyong konyong mama Sinta menampar Rosa begitu keras..


"Dasar anak tidak tau diri!!! Gara gara ulah kamu nama keluarga kita tercemar, jangan harap kamu keluar dari kamar ini" mama Sinta keluar dengan membanting pintu dan menguncinya lalu mengejar Arga..


Rosa hanya menangis, pipinya begitu perih di tampar oleh mamanya namun tidak seperih hantinya yang tidak mendapat dukungan dari sang mama..


**maaf ya jika kurang greget, author lagi kurang enak bodi nih...


dan trima kasih sekali lagi yang sudah berkenan meninggalkan jejaknya...


semoga masih tetap suka ya...


jangan lupa tetap like dan komen ya..


terimakasih 🙏🙏🙏😊😊😊**

__ADS_1


__ADS_2