Cinta Dalam Dendam Dan Benci

Cinta Dalam Dendam Dan Benci
pernikahan Miran dan Rayyan


__ADS_3

Ike datang menghampiri mama Anna untuk minta tolong memeriksa kue yang sebelumnya mama Anna buat. Lalu mama Anna beranjak dari sana.


Mama Anna memeriksa kue yang tadi sempat dia buat.


"Waahh masih kurang matang Ke.. Coba panggang lagi 5 menit aja" kata mama Anna.


"Ma..." panggil Rayyan.


"Sayang..." jawab mama Anna.


Rayyan lalu memeluk mamanya.


"Terimakasih ya ma.." kata Rayyan dalam pelukan mamanya.


"Heiii kamu kenapa nak?? Kenapa berterimakasih ke mama.. Seperti mau pergi aja" senyum mama Anna aneh melihat sikap Rayyan yang berbeda hari ini.


"Mama sudah menjadi mama yang terbaik buat Rayyan.. Rayyan sangat menyayangi mama.. Rayyan bangga memiliki mama" kata Rayyan mencoba menahan air matanya.


Mama Anna hanya tersenyum dan memegang kedua pipi anaknya. Sebenarnya mama Anna merasa ada ke anehan dalam diri Rayyan hari ini. Tidak seperti biasanya.


"Ma... Rayyan jalan jalan sebentar ya.." pamit Rayyan.


"Jangan lama lama ya" jawab mama Anna.


Lalu Rayyan pergi meninggalkan dapur diikuti Ike. Sebelumnya Rayyan sudah meminta Ike untuk menemaninya agar orang orang tidak mencurigainya.


Saat di pertengahan jalan, Rayyan meminta Ike untuk kembali.


"Kembali lah Ke.. Terimakasih sudah menjadi teman terbaikku" peluk Rayyan menangis.


"Rayyan, aku mengambil beberapa foto untuk mu. Jika kamu merindukan mereka, kamu dapat melihat foto itu" jawab Ike menyerahkan beberapa fotonyang dibungkus dengan sapu tangan.


Rayyan menerima foto foto itu dan melihatnya. Rayyan menangis, dia tidak kuasa menahan kesedihannya lagi.


"Rayyan, kamu pasti bisa melalui ini semua. Kamu harus kuat.." kata Ike menyemangati Rayyan karena dia yakin Rayyan akan bahagia bersama Miran.


"Terimakasih ke.. Katakan kepada orang tuaku, jika mereka bersedih katakan bahwa aku sangat mencintai mereka semua." jawab Rayyan.


Ike hanya mengangguk, Ike pun tidak bisa menahan lagi air matanya. Dia tidak tega melihat Rayyan yang harus mengorbankan dirinya untuk keluarganya. Rayyan melakukan itu untuk mereka, karena Rayyan selalu teringat dengan kata kata tuan Hasmet. Jika Rayyan tidak mau menikah dengan Miran, maka Miran dan Arga akan menjadi korbannya mereka akan meninggal dalam permusuhan ini. Maka dari itu, Rayyan memilih menikah dengan Miran agar tidak ada korban.


Rayyan berjalan semakin menjauh Ike. Ike masih setia berdiri menatap kepergian Rayyan.


Beberapa waktu kemuadian, keluarga Sadli sudah berkumpul. Mereka memilih menikmati sarapan mereka di gazebo.


"Ike, tolong panggil Rayyan ya.." pinta mama Anna.

__ADS_1


☘☘☘☘☘


Miran mulai khawatir Rayyan tidak kunjung datang juga. Miran tidak sabar dan ingin pergi.


"Miran.. Tunggu..." panggil Riyan ingin mencegah.


Saat Miran membuka pintu, berbarengan dengan Rayyan yang akan menekan tombol bel. Melihat kedatangan Rayyan, Miran langsung memeluk Rayyan begitu saja.


Dari lantai atas nenek melihat itu. Lalu mengambil ponselnya dan menghubungi kakek Sadli.


☘☘☘☘☘


Ponsel kakek berdering ada panggilan masuk.


"Untuk apa lagi kamu menghubungi ku!!!" kata kakek menerima panggilan itu.


"Sebentar lagi kita akan menjadi keluarga.. Kenapa kamu tidak datang ke pernikahan cucumu. Apa kesehatanmu sedang tidak baik??" kata nenek di seberang telephon.


"Apa maksud mu Aisah!!" kakek bingung.


"Apa kamu tidak tau, Rayyan telah menemui tuan Hasmet dan sekarang Rayyan akan mengikuti perkataan tuan Hasmet. Sebentar lagi dia akan menanda tangani surat nikahnya. Rayyan akan menjadi bagian keluarga ini sebentar lagi. Hahahahaha" suara tawa nenek.


Kakek langsung menutup panggilan tersebut dan marah marah.


"Rayyan!!!... Rayyan!!!" teriak kakek penuh emosi.


"Putrimu!! Dia rela meninggalkan keluarganya demi untuk cintanya kepada anak musuh. Dia kabur dari rumah dan akan menikah dengan Miran." teriak kakek dengan wajah memerah karena amarahnya.


Semua tampak terkejut, tapi tidak dengan mama Sinta yang merasa senang mendengar Rayyan memilih menikahi Miran.


Papa Hazar langsung berlari menuju ke mobilnya dan segera menuju ke kediaman keluarga Aslan di mana Rayyan akan melangsungkan pernikahan mereka. Papa Hazar mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi agar tidak terlambat samapai di sana.


☘☘☘☘☘


Acara pernikahan akan segera dimulai. Miran meminta Rayyan untuk menggangti bajunya dengan gaun pengantin yang telah dia siapkan. Namun Rayyan menolaknya karena ini bukan hari bahagia bagi dia dan keluarganya. Nenek Aisah memegang sebuah kotak lalu meminta Riyan untuk memeganginya.


"Rayyan sebentar" kata nenek.


Nenek membuka kotak tersebut, di dalam kotak tersebut terdapat sebuah kalung yang berlambangkan identitas keluarga itu.. Kalung turun temurun untuk menantu dalam keluarha tersebut.


"Kalung ini sebagai tanda bahwa kamu telah menjadi bagian keluarga ini, dan ingat Rayyan setelah kamu menjadian bagian keluarga ini kamu akan selalu menderita sampai kami mati" bisik nenek setelah memasangkan kalung tersebut.


Rayyan tetap pada pendiriannya. Dia tidak goyah dengan ancaman nenek. Tepatnya kuat dan dia yakin bisa membuktikan jika papa Hazar tidak bersalah.


Acara pernikahan pun di mulai, kini saatnya mereka berdua menandatangani buku nikah mereka.

__ADS_1


Miran terlihat bahagian kini telah resmi menjadi suami Rayyan. Dengan wajah yang dipenuhi senyuman, Miran menandatangani buku nikahnya lalu bergantian dengan Rayyan.


Saat Rayyan akan menandatanganinya, tiba tiba pintu utama di buka paksa dan munculah papa Hazar.


Dengan tangan memegang pistol di tangannya, papa Hazar terkejut melihat pernikahan itu.


"Rayyan.. Papa mohon jangan lakukan iyu nak.." kata papa Hazar dengan wajah yang memohon.


Namun Rayyan tidak mendengarkan perkataan papanya. Dia tetap menandatangani buka nikah itu.


Kini Rayyan dan Miran benar benar sah menjadi suami istri. Melihat hal itu papa Hazar langsung menodongkan pistolnya ke arah Miran.


Riyan dan yang lain sigap melindungi Miran.


"Kami pasti memaksanya untuk mau menikah dengan mu.. Karena aku yakin, putriku tidak akan mungkin dengan suka reka menikah dengan mu." kata papa Hazar penuh dengan emosi.


"Ayo nak, kita pulang.. Tidak usah takut" papa Hazar mengulurkan tangannya dengan tangan satunya masih menodongkan pistolnya ke arah Miran.


"Papa.. Tidak ada seorang pun yang memaksaku.. Aku mencintainya pa." jawab Rayyan.


Mendengar jawaban Rayyan, papa Hazar merasa kecewa.. Dia merasa Rayyan telah menginjak injak harga diri keluarganya. Dan papa Hazar kaget melihat Rayyan telah mengenakan kalung lambang keluarga tersebut.


"Apa kamu lupa, mereka telah melemparmu dengan gaun pengantinmu. Mereka juga mengusir kami dari rumah. Hingga air ata ibumu sampai tumpah. Tapi kenapa kamu melakukan ini?" papa Hazar mencoba menyadarkan Rayyan.


"Rasa cintaku mengalahkan penderitaanku pa. Sekarang rumah ku berada di sini.. Aku ingin hidup bersama Miran." jawab Rayyan.


Papa Hazar lalu meninggalkan Rayyan dengan perasaan yang hancur. Melihat kepergian papanya, hati Rayyan semakin remuk. Air matanya tidak mampu lagi di bendung.


"Papa.. Maafkan aku" lirih Rayyan dengan berlinangan air mata.


Sesungguhnya Rayyan tidak sanggup melukai hati papanya. Tapi dia terpaksa melakukan itu hanya untuk keselamatan orang orang yang dia sayangi.


"Kemarin kamu sudah sepakat dengan aturanku setelah menjadi bagian keluarga Aslan kamu tidak boleh bertemu dengan mereka." kata nenek.


"Sekarang aku sudah menjadi bagian dari keluarga ini.. Apa kamu masih akan menyakitiku lagi??" jawab Rayyan menahan emosinya.


Rayyan langsung meninggalkan tempat itu dna di susul oleh Miran.


Di dalam kamar, Rayyan masih teringat dengan ucapan papa Hazar. Hatinya sangat merasa bersalah. Di depan kaca, Rayyan melihat kalung itu lalu menarik paksa dan membuangnya.


Tepat saat jatuhnya kalung itu, Miran masuk ke dalam kamarnya. Miran memungut kembali kalung itu dan meletakkannya di atas meja.


"Rayyan bersabarlah.. Kita masih butuh waktu agar papamu bisa menerima pernikahan ini." kata Miran mencoba menenangkan.


"Aku khawatir, papa tidak bisa memaafkanku. Pernikahan ini sangat menyakitinya. Aku takut kehilangan hati orang tua ku.

__ADS_1


"Rayyan, aku berjanji kepadamu akan mengobati rasa sakitmu.. Aku akan membahagiakanmu." kata Miran yang merasa pengorbanan Rayyan begitu besar untuk dirinya.


__ADS_2