
Miran melangkah dengan santai ke mobil,..
"Pak aku mohon tolong jalankan mobilnya, jangan pedulikan dia ayooo" kata Rayyan tanpa memperhatikan si pengemudi..
"Anda??? Heiii keluarkan saya cepat keluarkan saya, buka kunci otomatisnya" teriak Rayyan saat menyadari bahwa Riyan yang berada jadi sopirnya bertepatan dengan Miran sudah berada di sampingnya..
"Hufhhhh, untung kamu selamat Miran.. Kalian berdua sedang jadi bahan pencarian... Bagaimana jika yang menemukan kalian bukan aku" ucap Riyan..
"Riyan, bawa kami jauh dari sini di mana tempat mereka tidak bisa menemukan kami" perintah Miran..
"Heiii lepaskan saya, saya tidak mau ikut kamu Miran" Rayyan masih berusaha membuka pintu mobilnya..
"Jika kamu tidak ikut aku, akan pergi kemana kamu?? Saudaramu itu?? Dia saja tidak bisa melindungimu" ucap Miran.
"Terserah saya mau kemana yang terpenting tidak bersamamu!!!" Rayyan mulai emosi..
"Heiii keluargamu saja tidak menginginkan kamu, apa kamu tidak dengar perkataan Riyan tadi kita terutama kamu sedang dalam pencarian" Miran mulai terpancing emosi..
"Lalu, apa untungnya kamu menolongku??? Bukannya waktu itu kamu sudah membuangku? Kenapa malah sekarang menolongku, biarkan saja saya mati" kata Rayyan yang terus menatap keluar jendela..
Miran pun terdiam, dia juga tidak tau kenapa dia begitu repotnya menolong Rayyan..
Sedangkan Riyan hanya menyaksikan perdebatan kedua orang itu melalui kaca sepion..
Riyan membawa mereka berdua kesebuah tempat dimana jauh dari kota, sebuah rumah kecil yang lama tidak dihuni namun masih layak ditinggali...
Mereka bertiga masuk kedalam rumah dengan Rayyan terus memasang wajah cemberut nya..
"Riyan, kenapa tidak ada listrik???" kata Miran sambil memencet mencet saklar..
"Ahhh jangan jangan ada kerusakan.. Besok aku akan panggilkan yang bisa memperbaikinya, bersabar lah... Sementara gunakan lilin dulu" kata Riyan sembari mengambilkan beberapa lilin yang besar...
"Dan Miran, gunakan handphone perusahaan ini jika sewaktu waktu ada keperluan. Aku harus segera kembali jika aku terlalu lama pergi takut menimbulkan kecurigaan mereka." kata Riyan sembari memberikan sebuah handfone dan berpamitan.
"Baiklah Riyan terimakasih" ucap Miran..
"Ohh ya besok akan aku kirim beberapa bahan makanan kesini" kata Riyan sebelum meninggalkan rumah tersebut.
Miran hanya mengangguk. Setelah kepergian Riyan, Miran masuk kedalam sebuah kamar dan mengganti bajunya yang basah..
Dia mencoba membuka buka sebuah lemari untuk mencari pakaian untuk Rayyan..
Setelah dia menemukan baju yang pas untuk Rayyan, Miran kembali menghampiri Rayyan..
"Gantilah bajumu dengan ini" Miran menaruh baju itu di meja..
Rayyan tidak.menggubris sama sekali, dia hanya melirik Miran..
"Baju mu basah, nanti kamu sakit" kata Miran lagi..
"Jangan memperdulikan aku, urusi saja urusanmu" ketus Rayyan..
Miran pun hanya mengangkat kedua tangannya, setelah dia mengunci pintu rumah dan mengantonginya Miran kembali masuk ke dalam kamar dan rebahan di tempat tidur..
Sedangkan Rayyan hanya melirik Miran setelah Miran hilang dari pandangannya dia sedikit lega...
Rayyan langsung membuka jendela berniat untuk kabur, namun sayang saat dia melihat ke luar terlalu tinggi untuk dia lompati dan akhirnya dia mengurungkan niatnya dan kembali duduk di sofa..
Lama Rayyan terdiam dan matanya pun mulai dilanda ngantuk, perlahan Rayyan tertidur dan lelap..
Berbeda dengan Miran yang sedari tadi tidak bisa memejamkan matanya, padahal hari sudah sangat larut malam..
Dia sedang memikirkan apa yang sedang dia lakukan, kenapa dia malah mencoba untuk menolong gadis itu padahal tujuan awalnya untuk membalas dendam kematian kedua orangtuanya..
Miran bangun dari tidurnya dan mengecek Rayyan yang tengah tertidur lelap. Miran pun mengambil sebuah selimut dilemari dan menyelimuti Rayyan..
Ditatapnya Rayyan, dia merasa hatinya bergetar dan merasa nyeri mengingat apa yang dialami oleh Rayyan..
Ingin rasanya mengecup bibir manis Rayyan, namun dia tidak berani dan Miran memilih kembali ke dalam kamar...
☘☘☘☘☘
Drtttt drrtttt drrtttttt
Handphone Riyan berdering saat dia sedang menyetir..
__ADS_1
"Hallo ma..." jawab Rayyan setelah tau siapa yang menelfon dia..
"Riyan bagaimana keadaan Miran nak" tanya Ria khawatir..
"Ma.. Miran tidak apa apa, dia sekarang di tempat yang aman bersama Rayyan.. Riyan mohon jangan beritahu siapa pun ma termasuk kepada nenek.." Riyan memperingati..
"Iya iya nak, kamu sekarang sedang berada di mana??" Ria merasa lega..
"Riyan sedang ikut dalam pencarian Miran ma" jelas Riyan..
Namun tidak di sengaja mama Eni mendengarkan percakapan Ria dengan putranya..
"Eghmm... Sedang berbicara dengan siapa kamu Ria" tanya mama Eni.
"Ahhh nyonya, tidak ada nya..." kaget Ria.
"Jangan berbohong!!! Saya sudah tau semuanya.. Cepat katakan di mana Miran sekarang!" bentak mama Eni.
"Ee...eee..Riyan tidak menyebutkan di mana Miran Nya...dia hanya bilang kalau Miran selamat..ha..hanya itu" Ria ketakutan..
"Awas saja kalau kamu berbohong, akan saya adukan kamu ke nyonya besar jika kamu menutupi nutupi dan putramu yang mendapatkan akibatnya" ancam mama Eni..
Mama Eni meninggalkan dapur, dan Ria sedikit lega namun bingung apa yang harus dia lakukan..
Ria pun membuatkan teh hangat untuk nenek, dan segera menuju ke ruang keluarga..
"Ibu... Ini teh hangatnya" Ria menaruh teh hangat itu di atas meja..
"Terimakasih Ria" senyum nenek.
"Bu, saya ingin menyampaikan informasi" bisik Ria.
Nenek hanya menoleh menatap Ria..
"Miran selamat dan sedang bersama dengan gadis itu, Riyan sendiri yang mengatakannya namun tidak memberitahu di mana mereka sekarang. Tapi bu..." kata Ria..
"Tapi apa?" nenek menatap kembali Ria.
"Nyinya Eni sedang mencari tahu keberadaan Miran tadi sempat mengancam saya" adu Ria..
"Bu... Bagaimana ini, saya tidak tau keberadaan mereka sekarang?" Ria bingung..
"Ira.. Masih ingatkan kamu rumah yang aku berikan ke padamu dulu yang jauh dari kota" nenek mengingatkan Ira..
"Iya bu saya ingat" kata Ira mulai ingat.
"Saya yakinz Riyan akan membawa Miran kesana karena di sana satu satunya tempat yang dia anggap aman" kata nenek..
"Dan beritahukan saja ini kepada Eni jika dia menanyakan lagi, saya ingin lihat apa yang akan dia lakukan" senyum sinis nenek..
"Baik bu" Ira meninggalkan nenek di ruang keluarga...
Sedangkan di kamar Mei, Mei terus menangis memikirkan nasib Miran yang belum ada kabarnya...
Mama Eni pun masuk kedalam kamar Mei..
"Mei... Mama dapat info" kata mama Eni semangat...
"Ada apa ma" jawab Mei lemas..
"Miran selamat Mei... Tapi..."kata mama Eni menggantung..
"Apa Miran selamat??? sekarang dia di mana ma??ayo kita susul... Aku ingin lihat keadaannya ma" Mei merasa senang Miran selamat..
"Mei, mama belum tau dimana Miran dan Miran sedang bersama gadis itu.." mama Eni menjelaskan..
"A P A!!!! Miran dengan perempuan s**lan itu???arghhh" Mei kembali emosi..
"Tenang Mei, nanti akan mama cari tau di mana keberadaan Miran dan mama Pastikan dia akan kembali ke pelukanmu" mama Eni berjanji.
"Mei tidak akan merasa tenang jika Miran terus bersama perempuan itu ma" tangia Mei..
Mama Eni memeluk Mei agar dia tenang...
☘☘☘☘☘
__ADS_1
Sedangkan keluarga Sadli, terutama papa Hazar sedang mencari Rayyan dengan menyisiri pinggiran sungai..
"Kaakkk, cepat kesini kak" teriak papa Bram.
"Ada apa Bram" papa Hazar berlari mendekati papa Bram.
"Lihat, bukankah ini sepatu Rayyan" papa Bram menyerahkan sepatu yang hanya sebelah...
"Benar ini milik Rayyan, berarti berarti dia masih hidup... Ya Tuhaann engkau menyelamatkan putriku" papa Hazar memeluk sepatu Rayyan..
"Kak, sekarang hujan mulai lebat... Lebih baik kita beristirahat dahulu.. Semalaman kita sudah mencari Rayyan..." kata papa Bram..
"Tidak, kita harus tetap mencari Rayyan mungkin Rayyan belum jauh dari sini" ucap papa Hazar..
"Kak, lihatlah yang lain sudah mulai kelelahan, lihat kondisi mu juga kita semua menginginkan Rayyan kembali.. Tapi kita juga harus menjaga diri kita kak.. Yang terpenting untuk sekarang Rayyan sudah selamat dan hany kita yang mengetahui jangan sampai keluarga Alan juga mengetahui ini" bujuk papa Bram..
Papa Hazar akhirnya mengangguk menyetujuinya..
Akhirnya mereka kembali ke kediaman keluarga Sadli, namun tidak dengan papa Hazar memilih kembali ke rumah sakit..
Setelah tiba di rumah sakit, papa Hazar langsung menuju ke kamar Gendis..
Melihat sang suami membuka pintu, dan memastikan putrinya masih tertidur mama Anna mendorong sang suami untuk keluar dari kamar.
"Pa... Bagaimana ke adaan Rayyan???" tanya mama Anna khawatir.
"Rayyan selamat ma" kata papa Hazar..
Mama Anna menutupi mulutnya yang menganga karena kaget dan langsung menangis..
"Sekarang bagaimana keadaannya pa" mama Anna susah tidak sabar lagi..
"Papa belum menukan dia, papa hanya menemukan sepatu Rayyan hanya sebelahnya dan ada jejak kaki di sana. Itu memungkinkan Rayyan sudah pergi meninggalkan area itu" papa Hazar menjelaskan.
Mama Anna hanya menangis dan memeluk papa Hazar..
"Ma... Ayo cepat masuk, jangan sampai Gendis mencari kita" papa Hazar mengingatkan..
Mama Anna mengelap air matanya dan seolah olah tidak terjadi apa apa dan untungnya Gendia masih tertidur..
"Ma... Papa pulang dulu ya sebentar untuk berganti pakaian" pamit papa Hazar..
"Iya pa... " mama Anna mengangguk..
☘☘☘☘☘
Di kediaman keluarga Sadli, papa Bram baru memasuki pintu utama..
"Bagaiman Bram..." tanya kakek mengejutkan papa Bram..
"Rayyan selamat pa, tapi kami belum tau pasti di mana dia... Dan sepertinya Rayyan bersama Miran karena saya menemukan jas milik Miran" papa Bram menjelaskan..
"Apakah keluarga Alan juga mencari mereka" tanya kakek lagi...
"Ya pa, mereka sedang mencari Miran... Dan sepertinya mereka belum tau bahwa Miran dan Rayyan sudah selamat" kata papa Bram...
"Jangan sampai mereka tau Bram" kakek memperingatkan.
"Tenang pa, barang bukti sudah aku singkirkan.." jawab papa Bram..
Akhirnya papa Bram dan kakek meninggalkan tempat itu dan menuju ke kamar masing masing.
Dan saat itu juga, Rosa sudah mendengarkan kabar itu..
Rosa semakin meradang mendengar kabar Rayyan bersama Miran, dendamnya semakin menjadi terhadap Rayyan..
Dia mengepalkan tangannya hingga memerah..
"Tunggu saja Rayyan, kamu akan aku bunuh dengan tangan ku sendiri" senyum sinis Rosa..
semoga masih suka ya... 😊😊😊
****masih banyak perbaikan, mohon krisannya ya kawan kawan..
jangan lupa like..
__ADS_1
trimakasihh 😊😊🙏🙏****