
Dirga kemudian menceritakan apa yang Sagara katakan pada nya saat ia menemui Sagara di apartemen nya, sejak saat itu Dirga pun memberitahu Veronika tentang Kenzo dan Dirga juga akan membantu Veronika untuk mengobati Kenzo hingga mereka bisa memiliki anak, beruntung Dirga memiliki teman dokter spesialis hingga ia bisa menemukan obat untuk Kenzo berupa kapsul bubuk yang harus Kenzo makan setiap hari.
Semenjak terbongkar nya pengkhianatan Jasmine Veronika selalu memastikan Kenzo memakan makanan yang sudah di campur dengan bubuk kapsul itu meskipun ia sempat tidak serumah dengan Kenzo namun ia meminta Ratmi untuk memberikan obat itu pada makanan Kenzo hingga saat ini.
Dan kebetulan obat yang selalu Kenzo konsumsi habis dan Veronika pun meminta Dirga untuk mengambil obat itu dengan teman dokter nya, namun mereka justru di pergoki oleh Kenzo dan mengira jika mereka berdua memiliki hubungan rahasia dan berakhir di rumah sakit seperti saat ini.
Kenzo mendengar semua cerita Dirga dengan seksama, ada perasaan sedih, bersalah dan rasa terharu yang ia rasakan pada Dirga, rasa sedih karena ternyata alasan Jasmine berkhianat karena ada yang salah pada diri nya, rasa bersalah lantaran menuduh Dirga yang padahal ingin membantu kehidupan nya, dan rasa terharu karena Dirga benar benar tulus menolong nya.
“Terima kasih Dir, dan maaf karena selalu menuduh mu yang tidak tidak.” ucap Kenzo seraya memeluk Dirga, Dirga pun membalas pelukan Kenzo ia mengerti jika Kenzo hanya cemburu karena Veornika dan Dirga memiliki hubungan spesial sebelum nya jadi wajar saja jika pria itu posesif pada Veronika.
Sedangkan kan Veronika kini menatap bahagia akhir nya usaha nya dan Dirga membuahkan hasil, sekarang ia tak perlu khawatir karena menyembunyikan hal ini dari Kenzo karena akhir nya Kenzo mengetahui ini setelah Veronika benar benar di nyatakan hamil sesuai dengan rencana nya dengan Dirga yang memang tidak ingin memberitahu Kenzo terlebih dahulu.
“Mulai sekarang berhenti lah mencurigai kami.” ucap Dirga pada Kenzo membuat pria itu sedikit malu, ia hanya mengangguk dan menggaruk kepala nya yang tak gatal itu, namun jika di pikir pikir siapa yang tidak curiga melihat istri nya menemui mantan kekasih nya secara diam diam?
Suami mana pun tentu saja merasa curiga jika sudah berada di posisi Kenzo, namun ia bersyukur karena akhir nya semua pertanyaan nya terjawab dan kini mereka juga mendapat kabar bahagia yang akan mereka umumkan pada keluarga mereka nanti.
“Aku pulang dulu, sudah waktu nya Kayla pulang sekolah.” ucap Dirga menatap jam yang melingkar di pergelangan tangan nya, tidak terasa sudah sore dan Kayla pasti sudah menunggu nya di sekolah lantaran Dirga melarang nya untuk pulang dengan siapapun kecuali diri nya.
Setelah kepergian Dirga kini tinggal lah kedua pasangan suami istri itu, Kenzo menghampiri Veronika seraya mengusap perut Veronika yang masih datar itu, rasa nya ia sudah tidak sabar melihat perut istri nya yang akan membuncit nanti pasti akan sangat lucu.
“Kenapa? Kau tidak suka dengan kehadiran nya?” tanya Veronika mendadak ketus, tiba tiba saja ia teringat jika Kenzo pernah mengatakan ingin menunda memiliki anak terlebih dahulu lantaran takut cinta Veronika terbagi, ia tak tahu saja jika suami nya itu benar benar merasa bahagia dengan kehamilan nya.
__ADS_1
Kenzo menggelengkan kepala, tidak mungkin ia tidak menyukai keberadaan bayi di dalam perut Veronika terlebih setelah mendengar cerita Dirga tentang apa yang Sagara katakan pada nya, ia benar benar merasa bersyukur karen Veronika bisa hamil hingga ia tak perlu merasa tidak sempurna sebagai seorang suami.
“Mana mungkin sayang, aku bahkan sangat bahagia dan tidak sabar untuk melihat perut mu membuncit nanti, pasti kau terlihat sangat...” ucapan Kenzo terhenti kala melihat tatapan tajam dari Veronika, ia lupa jika wanita itu benar benar sensitif jika mendengar bentuk tubuh nya.
“Ka-kau ingin makan a-apa sayang?” tanya Kenzo mengalihkan topik pembicaraan, sadar jika diri nya sudah salah bicara hingga menyebabkan Veronika menjadi menyeramkan saat ini, salah nya memang yang selalu membahas bentuk tubuh wanita itu padahal sekarang ia sudah tau jika istri nya itu sedang mengandung dan mood nya selalu saja berubah.
“Tidak ada, aku hanya ingin pulang karena aku merindukan Gavin.” ucap Veronika mengingat bayi nya yang ada di rumah, ia ingin segera memberitahukan pada Gavin jika ia akan memiliki seorang adik, walaupun bayi itu mungkin tidak akan mengerti dengan apa yang Veronika katakan.
Kenzo mengangguk lalu segera mengurus semua nya agar mereka bisa segera pulang dan memberitahu kabar bahagia ini pada keluarga mereka, tentu mereka akan sangat bahagia jika tahu mereka akan memiliki satu orang cucu lagi.
Tak butuh waktu lama mereka pun di perbolehkan pulang, dan kini kedua pasangan suami istri itu berada di dalam mobil yang di kendarai oleh sopir pribadi mereka, tak lupa Kenzo memberitahu sang sopir agar mengendara dengan pelan lantaran tak ingin jika terjadi sesuatu pada istri dan calon bayi mereka.
“Rujak? Kau tidak ingin rujak? Biasa nya ibu ibu hamil ngidam rujak.” ucap Kenzo namun lagi lagi Veronika menggeleng, bukan karena tidak ingin tapi entah mengapa ia mendadak teringat pada Jasmine, melihat sikap Kenzo yang selalu menanyai nya tentang makanan mendadak ia merasa cemburu, apa mungkin dulu dia juga bersikap seperti ini pada Jasmine?
Kenzo benar benar bingung karena Veronika mendadak mogok berbicara meskipun tidak marah marah tapi Veronika terlihat sedang memikirkan sesuatu membuat Kenzo berusaha mengingat mungkin saja ia berbicara sesuatu yang membuat wanita itu merasa sedih atau kesal pada nya.
“Kenapa? Apa aku melakukan kesalahan?” tanya Kenzo akhir nya kala sudah menyerah melihat sikap Veronika yang benar benar tidak bisa ia mengerti padahal niat nya baik hanya ingin menanyakan keinginan nya saja.
Veronika menatap Kenzo tak lama air mata nya menetes membuat Kenzo semakin bingung, kali ini apa lagi yang menyebabkan istri nya menangis setelah diam selama dalam perjalanan?
“Apa kau juga begini pada Jasmine?” ucap Veronika di sela tangis nya membuat Kenzo mematung tak menyangka jika Veronika akan berbicara seperti itu dan menanyakan tentang Jasmine.
__ADS_1
“Kenapa menanyakan hal itu?” ucap Kenzo menarik Veronika dalam pelukan nya seraya mengusap puncak kepala istri nya itu yang masih saja menangis di dalam pelukan nya.
Veronika menggelengkan kepala ia juga tak tahu kenapa bisa memikirkan hal itu lantaran memang tiba tiba saja ia teringat pada kehidupan rumah tangga Kenzo dengan Jasmine sebelum nya.
“Sudah lah jangan memikirkan hal yang membuat mu sakit, itu hanya masa lalu ku dan kau masa depan ku, aku hanya mencintai mu sekarang, besok dan nanti, tak ada wanita lain yang ada di hatiku selain diri mu.” jelas Kenzo.
Veronika mengangguk berusaha untuk melupakan pikiran buruk nya, ya bagaimana pun itu hanya masa lalu Kenzo dan Jasmine juga sudah tidak ada lagi di dunia ini lalu kenapa ia harus cemburu pada masa lalu Kenzo?
“Maafkan aku juga yang mungkin membuat mu mengingat hal itu.” ucap Kenzo mengecup puncak kepala Veronika.
.
.
.
Yeyyy Alhamdulillah udah nyampe 100 bab🎉 gak nyangka banget Novel yang padahal hasil gabut author justru jadi Novel yang paling banyak mendapat Vote, Hadiah dan komentar dari Novel author sebelum nya.
Terima kasih pembaca setia author, terima kasih sudah memberikan semangat pada author, semoga author bisa membuat novel novel terbaik supaya bisa menghibur kalian semua🥰
love you guys, jangan lupa dukungan nya buat Author ya hehe😍🤣
__ADS_1