CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Berhubungan jarak jauh


__ADS_3

"Bagaimana kau bisa mempercayai Shoto untuk saat ini? Shoto sudah menyimpan berbagai rahasia yang telah membuatnya menderita selama ini!!!" Tanya Ibu Shoto sambil menangis histeris, berteriak, dan menatap Ayah Shoto.


Ayah Shoto pun hanya bisa diam dan menundukkan kepalanya.


"Lebih baik kita menelepon Shoto sekarang." Ucap Nenek Shoto yang berusaha mencairkan suasana sambil menatap kedua anaknya.


"Sebentar." Ucap Ibu Shoto yang masih mengisi data bank anaknya.


Nenek Shoto pun tak bisa berkata apa-apa. Ibu Shoto pun berhasil mengirimkan uang untuk operasi anaknya. Ibu Shoto pun melakukan panggilan video. Beberapa menit kemudian, Tomioka Shoto yang baru sadar pun menolaknya.


"Loh, kenapa? Apakah dia sedang menelepon Jesselyn?" Tanya Ibu Shoto yang bingung sambil melihat layar hpnya.


Tomioka Shoto menghubungi kembali menggunakan telepon biasa.


"Halo, ada apa ibu?" Tanya Tomioka Shoto sambil memperbaiki alat.


"Mengapa dia sekarang tidak memanggilku mama lagi?" Tanya Ibu Shoto dalam hati karena merasa sangat aneh.


Nenek dan Ayah Shoto pun mendekatkan telinganya untuk menguping.


"Kamu sedang apa?" Tanya Ibu Shoto sambil tersenyum.


"Memperbaiki alat." Jawab Tomioka Shoto yang masih memperbaiki alat.


"Mengapa kau tidak mau melakukan panggilan video?" Tanya Ibu Shoto sambil menatap layar hpnya.


"Karena aku sedang sibuk." Jawab Tomioka Shoto yang masih memperbaiki alat.


"Oh, sudah makan?" Tanya Ibu Shoto yang khawatir.


"Belum, bentar lagi." Jawab Tomioka Shoto yang masih memperbaiki alat.


"Kau mau makan jam berapa? Di sana pasti sudah malam." Tanya Ibu Shoto dengan nada khawatir.


"Sebentar lagi aku makan." Jawab Tomioka Shoto yang masih memperbaiki alat.


Ibu Shoto pun menghela nafas dengan kasar.


"Apa perlu aku menyuruh Jesselyn untuk menyuruhmu makan?" Tanya Ibu Shoto sambil tersenyum licik.


"Dia sudah menyuruhku makan." Jawab Tomioka Shoto sambil memperbaiki alat.


Ibu Shoto pun menghela nafas dengan kasar dan berpura-pura pingsan karena sangking lelahnya.


"Ya sudah, nanti makan yang banyak ya!" Perintah Ayah Shoto sambil menatap Ibu Shoto yang masih berpura-pura pingsan.


"Ya, terima kasih atas perhatiannya." Ucap Tomioka Shoto yang langsung mematikan telepon.


"Hei! Kenapa kau bilang ya sudah!?!!" Tanya Ibu Shoto yang emosi sambil menatap Ayah Shoto dengan emosi.


"Aku pikir kau tidak mau berbicara dengan Shoto lagi." Jawab Ayah Shoto yang takut sambil menatap istrinya.

__ADS_1


"Tolong jangan bertengkar!" Perintah Nenek Shoto yang mencoba mengakhiri pertengkaran sambil melihat ke arah mereka berdua.


Ibu Shoto pun pergi ke kamar sambil membawa hpnya.


"Maafkan aku." Ucap Ayah Shoto sambil melihat punggung istrinya yang semakin menjauh.


Ibu Shoto pun melangkah seperti orang yang sedang tidak senang. Ibu Shoto pun sampai di kamar dan segera duduk di atas ranjang.


"Shoto, aku ada mengirimkan uang untukmu. Pakai itu untuk operasi punggungmu ya!" Perintah Ibu melalui pesan.


"Semoga dia mau." Ucap Ibu Shoto dengan penuh harapan sambil melihat pesan-pesan yang diberikan tadi dan sebelumnya.


Beberapa menit telah berlalu, Ibu Shoto pun kembali mengecek balasan pesan terbaru dari Tomioka Shoto.


"Dia belum membalasnya, dia sangat sibuk ya." Ucap Ibu Shoto yang sedih dan khawatir sambil menatap layar hpnya.


Ibu Shoto pun mematikan hpnya dan berbaring. Beberapa menit kemudian, Tomioka Shoto yang sudah merasa lapar pun pergi ke dapur untuk memasak.


"Makanan hari ini adalah nugget goreng dan nasi putih." Ucap Tomioka Shoto sambil mengambil nugget frozen dari kulkasnya.


"Oh iya, rice cooker ku belum dimatikan dari siang." Ucap Tomioka Shoto yang langsung mencabut colokan rice cooker.


Tomioka Shoto pun membuka tutup rice cooker nya dan melihat nasinya.


"Untung belum gosong." Ucap Tomioka Shoto yang merasa bersyukur sambil melihat nasi.


Tomioka Shoto pun memanaskan minyak.


Tomioka Shoto pun berlari ke kamar untuk mengambil hpnya. Di tengah perjalanan ke dapur, dia melakukan panggilan video dengan Jesselyn dan ibunya.


"Halo." Sapa Jesselyn sambil tersenyum dan berbaring.


"Halo juga." Sapa balik Tomioka Shoto sambil tersenyum dan berlari.


"Udah makan?" Tanya Jesselyn sambil melihat Tomioka Shoto.


"Ini mau masak." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan berjalan.


Tomioka Shoto pun menyenderkan hpnya ke rak piring.


"Mama mu gak angkat telepon." Ucap Jesselyn sambil melihat Tomioka Shoto yang sedang bersiap-siap untuk menggoreng nugget.


Tomioka Shoto pun memasukkan nugget nya ke dalam minyak panas dan berjalan mendekati hpnya. Dia pun melakukan panggilan video kepada seluruh kontak keluarganya. Namun tetap tidak ada yang mengangkat teleponnya.


"Mungkin mereka lagi sibuk." Ucap Jesselyn sambil mengetik.


"Mungkin." Ucap Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Jangan lupa nugget mu." Ucap Jesselyn yang sadar bahwa Tomioka Shoto menatapnya.


"Oh iya." Ucap Tomioka Shoto yang langsung meletakkan hpnya dan membalikkan nugget nya.

__ADS_1


Tomioka Shoto pun meniriskan nugget nya dan mengambil nasi.


"Kamu sudah makan?" Tanya Tomioka Shoto sambil mengambil nasi.


"Sudah." Jawab Jesselyn sambil tersenyum malu lalu tertawa.


"Kenapa?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran.


Tomioka Shoto pun menuangkan nugget ke atas nasinya dan berjalan ke kamarnya sambil membawa hp. Tomioka Shoto pun sampai dikamar.


"Buka pesan!" Perintah Jesselyn sambil tersenyum malu.


Tomioka Shoto pun membuka pesan dan melihat tangkapan layar yang diberikan Jesselyn. Tomioka Shoto pun melihat isi pesan dirinya dan Jesselyn. Tomioka Shoto pun melihat ke atas. Tomioka Shoto pun tersenyum malu.


"Nama kontak ku jadi ayang." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum malu.


"Kamu tau artinya gak?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto dan tersenyum malu.


"Tau." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum malu.


"Kamu paham gak?" Tanya Jesselyn sambil tersenyum malu.


"Paham ayang." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum malu.


Jesselyn pun salting dan berpura-pura pingsan.


"Kenapa kau Jes?" Tanya Ibu Jesselyn yang bingung.


"Gapapa mi." Jawab Jesselyn sambil tersenyum malu.


Tomioka Shoto pun mengubah nama kontak Jesselyn dengan nama "Ayang". Tomioka Shoto mengirimkan tangkapan layar mengenai itu.


"Ih, ayang bisa aja bikin aku baper." Ucap Jesselyn sambil tersenyum malu.


Tomioka Shoto pun ikut tersenyum malu.


"Ayang udah makan?" Tanya Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn dan tersenyum malu.


"Udah dong ayang." Jawab Jesselyn sambil tersenyum.


Tomioka Shoto pun menganggukkan kepalanya dan berdoa.


"Selamat makan ayang." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum dan mulai makan.


Jesselyn pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"Aku jadi pengen makan lagi gara-gara lihat ayang makan." Ucap Jesselyn sambil berjalan dan mengambil makanan yang dibungkus plastik.


Bersambung...


Update setiap hari, pukul 20.00 WIB.

__ADS_1


__ADS_2