
"Untung dia sudah pulang." Ucap Tomioka Shoto yang merasa lega.
Tomioka Shoto pun lanjut memperbaiki alatnya hingga malam hari.
"Bip bip"
Tomioka Shoto pun melihat hpnya.
"Oh ibu." Ucap Tomioka Shoto yang langsung mengangkat teleponnya.
"Halo, ada apa ibu?" Tanya Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap ibunya.
"Shoto, yang kamu bicarakan tadi beneran dari polisi kah? Soalnya ibu tidak melihat berita itu di akun berita manapun." Ucap Ibu Shoto yang agak khawatir sambil menatap Tomioka Shoto.
"Tentu saja benar, aku disuruh ke Kantor Polisi Tokyo Wangan. Kalau bohong, dia tidak mungkin menyuruhku ke sana." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap ibunya.
"Benar, syukurlah." Ucap Ibu Shoto yang merasa lega sambil menatap Tomioka Shoto.
"Oh iya, kamu sedang apa? Sudah makan?" Tanya Ibu Shoto yang penasaran sambil menatap Tomioka Shoto.
"Aku sedang memperbaiki alat dan aku sudah makan." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum bahagia sambil menatap ibunya.
"Baguslah." Ucap Ibu Shoto sambil tersenyum lega.
"Ibu dan yang lainnya sudah makan?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran sambil menatap ibunya.
"Sudah dong." Jawab Ibu Shoto sambil tersenyum dan melihat ke arah suaminya dan ibunya.
Ibu dan suaminya yang paham pun berjalan ke sana.
"Hai, kabar sehat?" Tanya Ayah Shoto sambil menatap Tomioka Shoto.
"Sehat. Bagaimana dengan ayah, ibu, dan nenek? Apakah sehat?" Tanya Tomioka Shoto sambil menatap keluarganya satu-satu.
"Kami sehat semua." Jawab keluarga Tomioka sambil tersenyum bahagia dan menatap Tomioka Shoto.
"Baguslah." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum bahagia dan menatap ibunya.
"Shoto sehat?" Tanya Ibu Shoto sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.
"Sehat." Jawa. Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap ibunya.
"Kalau begitu, kamu tidur sekarang ya! Nanti kamu tidak bisa konsen." Perintah Ibu Shoto sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.
"Baik." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum.
"Bye." Ucap Ayah, Ibu, dan Nenek Shoto sambil melambaikan tangan.
"Bye." Ucap Tomioka Shoto yang langsung melambaikan tangannya dan mematikan telepon.
Tomioka Shoto pun menelepon Jesselyn.
__ADS_1
"Halo ayang." Sapa Jesselyn sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.
"Halo juga ayang." Sapa balik Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.
"Kenapa ayang telepon malem malem gini?" Tanya Jesselyn yang penasaran sambil menatap Tomioka Shoto.
"Aku besok bakal sibuk banget, jadi aku telepon ayang dulu. Supaya ayang gak kangen banget. Hahaha." Ucap Tomioka Shoto yang langsung tertawa dan menatap Jesselyn.
"Hahahaha, ok." Ucap Jesselyn yang ikut tertawa.
"Ayang gak mau tidur kah? Di sini aja udah jam 8 loh. Besok ayang bakal sibuk." Tanya Jesselyn sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.
"Ya, mungkin ada baiknya aku tidur sekarang." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.
"Bye." Ucap Jesselyn sambil tersenyum dan melambaikan tangan.
"Bye." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.
"I love you." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.
Tomioka Shoto pun langsung membatu.
"Matilah aku, kenapa aku sangat lancang??" Tanya Tomioka Shoto dalam hati karena merasa sangat gugup.
"I love you too." Ucap Jesselyn sambil tersenyum bahagia dan menatap Tomioka Shoto.
Jesselyn juga memberikan kiss fly kepada Tomioka Shoto.
"Semangat ya!" Perintah Jesselyn sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.
"Tentu saja." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum bahagia dan menatap Jesselyn.
"Papay." Ucap Jesselyn dengan suara imut sambil menatap Tomioka Shoto.
"Papay juga." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum bahagia dan menatap Jesselyn.
Tomioka Shoto pun langsung menutup sambungan telepon.
"Jantungku tenanglah." Ucap Tomioka Shoto sambil memegang dada kirinya karena jantungnya berdetak dengan sangat cepat.
"Kenapa aku tidak membalas kiss fly dari Jesselyn?" Tanya Tomioka Shoto kepada dirinya sendiri karena merasa sangat menyesal.
"Sepertinya dia sekarang merasa sangat malu." Ucap Tomioka Shoto sambil membayangkan wajah Jesselyn yang malu.
Di sisi Jesselyn.
"Malu banget loh, aku. Kok aku tiba-tiba jadi lancang? Kok aku tetiba kasih kiss fly sih?" Tanya Jesselyn kepada dirinya sendiri karena merasa sangat malu.
Di sisi Tomioka Shoto.
"Lucu tapi sangat kasian." Ucap Tomioka Shoto sambil membayangkan wajah Jesselyn yang sedang malu.
__ADS_1
Tomioka Shoto pun mulai menutup matanya. Beberapa menit kemudian, Tomioka Shoto pun tertidur.
"Biip biip"
"Maaf ya aku udah lancang kasih kamu kiss fly." Pesan Jesselyn yang merasa sangat malu dan bersalah.
Tomioka Shoto pun terbangun keesokan harinya. Dia pun segera bersiap-siap. Setelah bersiap-siap, dia pun melihat hpnya.
"Tuh kan, imut banget sih." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum melihat tingkah Jesselyn yang menggemaskan.
"Gapapa kok, aku juga tidak keberatan. Tidak bermaksud untuk mesum." Balas Tomioka Shoto yang takut jika Jesselyn salah paham.
Tomioka Shoto pun langsung memberikan gagak makan. Dia juga membuat makanan untuk dirinya sendiri. Mereka pun selesai makan, Tomioka Shoto pun membawa hp dan Gagak ke dalam mobil. Saat di perjalanan menuju kantor polisi.
"Gagak, kamu pas di kantor polisi jangan berisik ya!" Perintah Tomioka Shoto yang menyetir sambil melihat Gagak sekilas.
"Ok." Jawab Gagak sambil melihat sekeliling mobil.
Tomioka Shoto pun tersenyum dan fokus menyetir. Beberapa menit kemudian, dia pun sampai ke Kantor Polisi Tokyo Wangan. Dia pun memarkirkan mobilnya dan turun bersama Gagak. Polisi yang melihatnya pun tercengang.
"Ini pertama kalinya aku melihat ada orang yang berani membawa Gagak ke kantor polisi ini." Ucap salah satu polisi yang kaget.
"Pemandangan langka." Ucap polisi lainnya yang kaget.
"Kamu kenapa bawa burung gagak?" Tanya Kepala polisi di kantor tersebut yang baru keluar sambil melihat Gagak yang berada di bahu Tomioka Shoto.
"Aku kasian dia di rumah sendiri." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap polisi di depannya.
"Baiklah, silahkan masuk!" Perintah polisi tersebut sambil berbalik badan dan masuk ke dalam kantor polisi.
Tomioka Shoto pun ikut masuk ke dalam kantor polisi.
"Silahkan duduk untuk menanti sidang di pengadilan!" Perintah polisi sambil menunjuk kursi kosong.
"Baik, terima kasih." Jawab Tomioka Shoto yang langsung duduk.
"Hai." Sapa Gagak sambil melihat ke arah polisi.
"Hello." Sapa balik polisi sambil tersenyum dan duduk di depan Tomioka Shoto.
"Anu, aku boleh ke kamar mandi gak?" Tanya Tomioka Shoto gugup sambil menatap polisi di depannya dengan penuh harapan.
"Boleh, silahkan ikuti saya!" Perintah polisi tersebut sambil berdiri dan berjalan ke kamar mandi.
Tomioka Shoto dan Gagak pun mengikuti polisi tadi. Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di kamar mandi.
"Sabar ya!" Perintah polisi yang melihat kamar mandinya sedang dipakai orang lain.
Bersambung..
Update setiap hari, pukul 20.00 WIB
__ADS_1