CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
BAB 104


__ADS_3

Kenzo hanya bisa diam menahan rasa cemburu nya, ingin marah tapi sadar jika Veronika kini tengah mengandung benih nya, ya tuhan besar sekali ujian Kenzo selama kehamilan Veronika entah sampai kapan ia akan bisa menahan nya.


Kenzo pun memberi isyarat pada Dirga agar membiarkan Veronika duduk di samping nya, Dirga tidak masalah sebenarnya tapi Kayla? Gadis itu sudah berubah menjadi pendiam sejak Veronika duduk di samping Dirga terlihat sekali jika Kayla tidak senang dengan sikap Veronika.


“Kak, parfum apa yang kau pakai? Kenapa bau nya sangat enak?” tanya Veronika pada Dirga yang tak ada habis nya membahas parfum yang Dirga pakai, Dirga hanya tersenyum seraya menjawab pertanyaan Veronika, sesekali ia melirik Kayla yang sejak tadi sudah memalingkan wajah dari nya.


Melihat keadaan sudah tidak terkendali Kenzo kemudian dengan berat hati harus meminta Dirga dan Kayla untuk pulang, bukan hanya karena merasa cemburu tapi juga Kenzo merasa jika Kayla benar benar tidak nyaman saat ini, jelas saja Kenzo merasa tidak enak pada Kayla.


“Dir seperti nya Kayla terlihat kurang sehat, apa tidak sebaiknya kau bawa dia pulang?” ucap Kenzo pada Dirga, Dirga yang mengerti maksud Kenzo pun segera mengangguk dan pamit pada Veronika, terlihat sekali jika Veronika tidak rela dengan kepergian Kenzo namun ia juga tidak bisa memaksa.


Dirga dan Kayla akhir nya bisa terbebas dari Veronika namun Kayla masih saja memalingkan wajah dan menolak untuk berbicara pada Dirga membuat Dirga merasa kesal lantaran gadis itu hanya diam saja selama di perjalanan padahal Driga sudah menjelaskan jika mungkin Veronika bersikap seperti itu karena pengaruh kehamilan nya.


“Oh ayolah Kayla, kenapa jadi marah kepadaku?” ucap Dirga kini benar benar sudah tidak tahu harus berbuat apa agar Kayla mau memaafkan nya padahal ia tidak bersalah sama sekali tapi gadis itu justru sangat marah pada nya.


“Halah! Om juga suka kan di deketin sama wanita yang pernah mengisi hati om!” ketus Kayla membuat Dirga hanya bisa menggelengkan kepala seraya memijat pangkal hidung nya, begini lah sikap Kayla jika sudah berhubungan dengan masa lalu Dirga.


Akhir nya Dirga memilih diam saja dan melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, hanya itu cara agar Kayla kembali berbicara pada nya dan memohon pada nya lantaran takut jika nyawa nya akan melayang akibat laju nya kendaraan yang Dirga bawa.


“Om kalau mau mati jangan ajak Kayla!”


Benar saja Kayla saat ini terlihat panik bahkan ia meremas lengan Dirga dengan sangat erat, mendengar itu bukan nya mengurangi kecepatan mobil Dirga justru menambah kecepatan laju kendaraan nya membuat Kayla akhirnya menyerah.


“Baik lah Kayla tidak akan marah marah lagi tapi jangan begini, Kayla takut om.” ucap Kayla kini mulai menangis, entah mengapa ketakutan terbesar nya adalah ketika berada di dalam mobil dengan kecepatan tinggi, entah mengapa ia merasa ada trauma yang pernah ia alami di masa lalu tentang mobil.

__ADS_1


Mendengar Kayla yang menangis membuat Dirga menghentikan mobil nya di tempat yang sunyi, ia memang sering melakukan hal itu ketika Kayla marah pada nya namun tak pernah membuat gadis itu sampai menangis.


“Kayla maaf, jangan menangis.” ucap Dirga kini mencoba untuk menenangkan Kayla namun gadis itu tak kunjung menghentikan tangis nya, tubuh nya masih gemetar mengingat tinggi nya kecepatan mobil yang Dirga bawa.


Dirga pun menarik Kayla ke dalam pelukan nya seraya mengusap punggung gadis it dengan lembut, ia tak menyangka akan membuat Kayla merasa sangat ketakutan seperti ini, Dirga mengecup puncak kepala Kayla membuat gadis itu membeku, untuk kesekian kali nya Dirga memperlakukan nya seperti seorang kekasih dan hal itu membuat nya berdebar kencang.


“Om, boleh Kayla tanya sesuatu?” ucap Kayla tiba tiba membuat Dirga bingung, lalu kemudian mengangguk, seperti nya gadis itu sudah mulai tenang sekarang.


“Sebenar nya om menganggap Kayla itu apa?”


Deg!


Dirga hanya bisa mematung, jujur saja ia juga tidak mengerti dengan diri nya dan perasaannya pada Kayla, ia tidak mengakui diri nya memiliki perasaan pada Kayla namun ia tidak membiarkan gadis itu salah paham pada diri nya terlebih menyangkut soal perempuan.


“Sudah lah jangan memikirkan tentang itu, fokus pada sekolah mu saja.” ucap Dirga mengalihkan pertanyaan Kayla dan kembali melajukan kendaraannya membuat Kayla kini semakin yakin jika Dirga hanya ingin mempermainkan perasaan nya saja.


Ia semakin yakin jika Dirga masih memiliki perasaan pada Veronika dan pada diri nya? Diri nya hanya dia jadikan pelampiasan dan pelarian karena Veronika kini sudah menikah dengan pria lain dan bahkan kini sedang mengandung.


“Kenapa aku? Kenapa tidak wanita lain saja yang om jadikan pelampiasan?” ucap Kayla yang hanya mampu ia ucapkan di dalam hati nya saja, rasa nya ingin sekali ia meneriaki Dirga dan mengeluarkan semua rasa kesal dan sakit nya pada pria itu.


.


.

__ADS_1


.


Sedangkan di kediaman Kenzo, Veronika kini kembali muram setelah kepulangan Dirga dan Kayla pasal nya tak ada lagi aroma parfum yang bisa ia cium lantaran semua aroma parfum benar benar tidak enak di indera penciuman nya bahkan Kenzo sekalipun.


“Sayang kenapa kau...”


“Sana jangan dekat dekat, kamu bau kak.” timpal Veronika kala Kenzo yang ingin duduk di samping nyaa, pria itu kembali menjauh ketika Veronika meminta nya untuk menjauh dari nya, jelas ada rasa iri pada Dirga yang justru bisa duduk di dekat Veronika sedangkan diri nya tidak.


“Apa aku harus membeli parfum yang sama seperti Dirga supaya bisa berada di dekat mu?” ucap Kenzo kini sedikit meninggi, pasal nya stok kesabaran nya kini sudah menipis melihat tingkah Veronika semakin tidak terkendali.


Namun bukan nya takut Veronika kini menatap Kenzo dengan tajam, berani sekali pria itu meninggi kan suara pada nya padahal ia sudah mengatakan sejak awal jika tidak suka dengan aroma parfum nya.


“Iya, sana beli parfum yang sama dengan kak Dirga!” jawab Veronika tak kala ketus membuat nyali Kenzo menciut, seberani apapun Kenzo sebelum nya akhir nya kembali menciut ketika mendengar suara ketus Veronika.


Tak ingin di usir oleh Veronika, Kenzo kemudian memilih untuk membeli parfum yang sama dengan Dirga secara khusus, tak masalah jika harus sama dengan Dirga dan tidak cocok di hidung nya yang penting ia masih bisa berada di dekat istri nya itu.


Sore pun tiba Kenzo yang baru saja selesai mandi kini segera menggunakan parfum yang baru saja ia beli, berharap jika kali ini Veronika tidak akan menghalanginya untuk mendekat karena ia kini memakai parfum yang sama dengan Dirga.


“Sayang.” ucap Kenzo pada Veronika yang tenga duduk di sofa seraya membaca majalah, Veronika menoleh menatap suami nya itu, namun tak lama kening nya berkerut kala mencium aroma yang tidak asing dari suami nya.


“Parfum apa yang kakak pakai?” tanya Veronika membuat Kenzo tersenyum, seperti nya Veronika akan meminta nya untuk terus berada di dekat nya karena parfum yang ia pakai.


”Seperti yang Dirga pakai, kenapa? Kau suka kan? Sekarang aku boleh mendekati mu kan?” ucap Kenzo kini menghampiri sang istri namun langkah nya terhenti kala Veronika mengangkat tangan nya di hadapan nya.

__ADS_1


“Parfum nya tidak cocok dengan kakak, ganti.”


__ADS_2