
"Foto yuk!" Ajak Tomioka Shoto sambil berdiri.
"Ok." Jawab Jesselyn yang ikut berdiri.
Tomioka Shoto dan Jesselyn pun keluar dan berfoto-foto untuk dijadikan kenangan.
"Aduh, gak ada signal banget sih. Gak bisa nyari filter deh." Keluh Jesselyn yang merasa sangat kesal.
"Kamu kalau gak pakai filter tetap cantik kok." Ucap Tomioka Shoto yang berusaha membujuk.
"Dan yang paling sedih, gak bisa nonton anime dan oppa-oppa Korea yang ganteng dan kesayangan aku." Keluh Jesselyn yang merasa sangat sedih.
"Aku?" Tanya Tomioka Shoto sambil tersenyum paksa.
"Kau kan bukan oppa Korea." Jawab Jesselyn dengan nada yang lemas.
"Tapi, sama-sama ganteng sih." Ucap Jesselyn sambil tersenyum lebar.
Tomioka Shoto pun tersenyum paksa mendengar jawaban Jesselyn.
"Sakit tapi tidak berdarah." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum paksa.
"Hihihi." Tawa Jesselyn yang langsung memegang tangan Tomioka Shoto.
"Maaf deh udah bikin kamu cemburu." Ucap Jesselyn dengan nada sedih.
Tomioka Shoto pun berakting menangis.
"Cup cup cup." Ucap Jesselyn yang berusaha menghibur.
Tomioka Shoto pun mengakhiri akting menangis ya dan mereka pun mulai berfoto-foto hingga terdengar suara.
"Jes, pulang yuk!" Ajak ibunya Jesselyn sambil memegang barang-barang yang dibawa.
"Ok mi." Jawab Jesselyn sambil tersenyum dan menatap ibunya.
"Yuk pulang!" Ajak Jesselyn sambil menarik tangan Tomioka Shoto ke pondok.
Tomioka Shoto pun membantu mengangkat barang-barang ke mobil. Setelah memastikan tidak ada barang yang tertinggal, mereka pun pergi ke tempat wisata lain. Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di tujuan. Mereka segera membeli tiket dan masuk. Mereka pun mulai berpencar.
"Tomioka, kamu berani gak naik wahana yang tinggi dan berputar?" Tanya ibu ya Jesselyn sambil tersenyum dan berjalan.
"Berani dong tante." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan berjalan.
"Cocok lah kalian berdua. Jesselyn juga berani naik, cuman mau ada kawan aja." Ucap ibunya Jesselyn sambil tersenyum dan berjalan.
"Hahaha." Tawa Tomioka Shoto sambil berjalan.
"Main lah sana!" Perintah ibunya Jesselyn sambil menunjuk ke dalam wahana.
Jesselyn pun menarik tangan Tomioka Shoto ke wahana yang paling ekstrim. Tomioka Shoto pun tercengang.
"Kamu berani naik ini?" Tanya Tomioka Shoto yang ragu.
__ADS_1
"Kalau ada kawan, aku berani." Jawab Jesselyn sambil tersenyum malu.
"Yuk!" Ajak Jesselyn sambil menarik tangan Tomioka Shoto untuk antri.
Tomioka Shoto pun melihat bahwa wahana itu berputar 360°.
"Mengerikan sekali." Ucap Tomioka Shoto yang merasa agak takut.
"Kamu jangan takut, kan ada aku." Ucap Jesselyn yang berusaha menghibur.
Tomioka Shoto pun keringat dingin.
"Udah tiba giliran kita." Ucap Jesselyn yang menarik tangan Tomioka Shoto untuk duduk di bangku wahana.
Tomioka Shoto pun duduk di samping Jesselyn. Ibu Shoto pun berinisiatif untuk merekam mereka saat bermain. Pelaksana wahana pun mengecek pengaman, memberikan peringatan dan tips untuk para pemain. Permainan pun dimulai
"Akhhhh!!!!" Teriak Tomioka Shoto yang kaget.
"Akkhhhh!!!" Teriak Jesselyn yang ikut kaget.
Mereka pun terus berteriak sampai permainan selesai. Pelaksana wahana pun membuka pengaman. Tomioka Shoto pun terlihat lemas dan nafas terengah-engah.
"Shoto, jangan pingsan atau muntah." Ucap Jesselyn yang khawatir sambil memegang wajah Tomioka Shoto.
Tomioka Shoto hanya diam seperti orang yang akan segera muntah. Tomioka Shoto pun akhirnya berdiri yang diikuti oleh Jesselyn.
"Aku pikir aku trauma." Ucap Tomioka Shoto sambil berjalan menuruni tangga.
"Jangan trauma, kita baru naik ini loh. Belum yang lain." Ucap Jesselyn sambil tersenyum dan menuruni tangga.
"Shoto, seru gak?" Tanya ibunya Shoto sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.
Tomioka Shoto hanya menatap ibunya dengan tatapan orang yang akan muntah.
"Eh? Padahal Shoto pas kecil sangat berani naik wahana seperti ini." Ucap ibunya Shoto yang merasa kaget.
Tomioka Shoto pun menatap ibunya.
"Yah, kamu gak bisa main lagi deh sama aku." Ucap Jesselyn yang menyayangkannya.
Tomioka Shoto pun tersenyum licik.
"Mana mungkin aku takut main wahana gini." Ucap Tomioka Shoto yang langsung berdiri dengan semangat yang sangat membara-bara.
"Kamu bikin aku kaget aja." Ucap ibunya Shoto yang merasa kaget.
"Hahahah." Tawa Tomioka Shoto yang merasa lucu.
"Yang bener? Jangan paksain diri deh!" Tanya Jesselyn yang tidak yakin dengan ucapan Tomioka Shoto.
"Bener dong." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum.
"Main wahana lain yuk!" Ajak Tomioka Shoto sambil tersenyum.
__ADS_1
"Yuk!" Jawab Jesselyn sambil tersenyum.
"Main di sana yuk!" Ajak Jesselyn sambil menunjuk ke sebuah wahana.
"Ok." Ucap Tomioka Shoto yang langsung berlari ke arah wahana tersebut diikuti Jesselyn.
Ibunya Shoto pun berjalan-jalan bersama ibunya Jesselyn. Tomioka Shoto dan Jesselyn pun terus bermain bersama hingga tak sadar jika ada yang merekam mereka secara diam-diam.
"Jadi ini perusak hubungan antara Tomioka Shoto dan Suzuki Shinobu?" Tanya seorang perempuan kepada dirinya sendiri sambil merekam.
Setelah puas merekam dia pun pergi ke tempat lain untuk bermain.
"Main ini yuk!" Ajak Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menunjuk rumah hantu.
"Takut." Jawab Jesselyn yang merasa takut.
"Kamu jangan takut, kan ada aku." Ucap Tomioka Shoto yang berusaha menghibur.
"Ya udah." Ucap Jesselyn sambil tersenyum paksa.
Jesselyn dan Tomioka Shoto pun berjalan masuk dan duduk di sebuah kereta.
"Mengerikan." Ucap Jesselyn yang merasa takut.
"Jangan takut, ini hanya permainan." Ucap Tomioka Shoto yang berusaha menghibur.
Kereta tersebut pun mulai dijalankan. Kereta tersebut memiliki rel yang berkelok-kelok untuk mendekatkan pemain dengan hantunya.
"Akhh!!!" Teriak Jesselyn karena dia didekatkan dengan patung hantu.
Saat kereta tersebut akan mendekatkan Tomioka Shoto ke patung hantu. Jesselyn pun menahan tubuh Tomioka Shoto agar tubuhnya dekat dengan patung hantu.
"Kamu salah telah menahan tubuhku, gak ada patung hantunya kok." Ucap Tomioka Shoto yang langsung membuat Jesselyn terdiam seribu kata.
Saat Jesselyn didekatkan dengan patung hantu, dia tidak lagi berteriak.
"Kamu kenapa?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung sambil menatap Jesselyn.
Jesselyn hanya terdiam hingga permainan selesai. Jesselyn pun langsung buru-buru keluar dari wahana tersebut.
"Kamu kenapa?" Tanya Tomioka Shoto yang sangat bingung dan penasaran.
"Aku lihat hantu." Jawab Jesselyn yang merasa merinding.
Tomioka Shoto pun ikut merinding.
"Mana mungkin siang gini ada hantu, haha." Ucap Tomioka Shoto yang langsung tertawa.
"Tadi aku tahan badanmu, aku nampak. Aku pikir itu patung hantu. Tapi, mungkin aku salah lihat." Ucap Jesselyn yang sedang menahan tangis.
"Main wahana lain yuk!" Ajak Tomioka Shoto yang ingin mengalihkan topik.
Jesselyn pun mengikuti Tomioka Shoto berjalan ke wahana lain.
__ADS_1
Bersambung...
Update setiap hari, pukul 20.00