CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
BAB 83


__ADS_3

Kini di ruangan yang membuat hati semua orang merasa gelisah itu para dokter tengah menangani keadaan Kenzo, sudah hampir satu jam mereka berada di dalam ruangan itu namun belum ada tanda tanda akan selesai nya operasi Kenzo.


Sedang kan di luar ruangan kini Veronika beserta keluarga nya dan keluarga Kenzo tengah menunggu dengan sangat gelisah, terutama Veronika, wanita itu tak henti henti nya menangis seraya berdoa pada Tuhan yang maha kuasa untuk kesembuhan Kenzo.


Ia bahkan menyalahkan diri nya sendiri untuk kejadian yang menimpa Kenzo, dan yang lebih menyakitkan lagi dalang di balik kecelakaan ini adalah Rose dan Rosalina.


Ya kedua wanita itu tak terima jika harus di usir dari kediaman nya oleh Justin, mereka pun menyusun rencana untuk melenyapkan Veronika, Veronika yang jarang keluar rumah pun membuat mereka harus menunggu waktu yang tepat untuk mencelakai nya.


Hingga akhir nya mereka mendapatkan waktu yang tepat kala mendapat informasi jika Veronika keluar dari kediaman nya bersama kedua orang tua nya, Mereka pun berniat untuk menabrak Veronika kala melihat wanita itu keluar dari mobil.


Namun yang tertabrak bukan Veronika melainkan Kenzo, beruntung saja teman teman Kenzo dengan cepat menangkap kedua wanita itu hingga segera di serahkan ke pihak berwajib dan akan mendapatkan hukuman yang setimpal atas apa yang mereka lakukan.


Tak lama kemudian Baskara menghampiri Veronika jujur saja ia ikut merasa bersalah dengan hal ini, ia benar benar tak menyangka jika Kenzo akan rela mengorbankan nyawa nya demi Veronika tanpa keraguan sedikitpun.


“Maaf kan papa nak, papa egois.” ucap Baskara menunduk di hadapan Veronika, Veronika pun menggelengkan kepala seraya menggenggam kedua tangan sang papa, ia tak menyalahkan papa nya sedikit pun karena sejak awal yang menjadi target Rose dan Rosalina adalah diri nya.


“Tidak pa, papa tidak bersalah, papa hanya ingin yang terbaik untuk Vero.”


Baskara menggelengkan kepala, kali ini ia tidak akan menghalangi Veronika dan Kenzo untuk bersama kembali, melihat pengorbanan Kenzo saja membuat nya sangat percaya jika Kenzo memang benar benar mencintai Putri nya.


“Setelah Kenzo sembuh, papa tidak akan menghalangi hubungan kalian lagi.” ucap Baskara, Veronika pun mengangguk seraya tersenyum, ia juga akan memberi kesempatan pada Kenzo.


bila perlu ia yang akan mengemis dan mengejar cinta Kenzo jika pria itu tak lagi menginginkan nya, apapun keadaan nya nanti ia akan tetap mencintai pria itu meskipun Kenzo tak mencintai nya.


“Tanpa papa izinkan pun Vero akak tetap mencintai kak Kenzo dan kembali bersama nya.” ucap Veronika membatin.

__ADS_1


Tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan operasi membuat semua orang segera menghampiri dokter pria yang sudah berumur itu.


“Bagaimana keadaan anak saya dok?” tanya Elena pada sang dokter dengan raut cemas, jelas saja lantaran menurut informasi keadaan Kenzo saat di bawa ke rumah sakit sangat memprihatinkan, bahkan banyak yang mengira jika Kenzo mungkin tidak akan selamat.


Dokter itu menatap Veronika yang berlumuran darah, ia kemudian beralih menatap kedua orang tua Kenzo. “Operasi berjalan dengan lancar, beruntung stock darah di rumah sakit ini masih ada, tapi...”


Semua orang kini semakin tegang kala sang dokter menggantung ucapan nya seraya menunduk, entah mengapa perasaan Elena tidak enak akan hal itu.


“Apa dok?” tanya Veronika penasaran.


“Pasien mengalami koma akibat benturan yang sangat keras di kepala nya, perbanyak lah berdo'a agar pasien cepat sadar dari koma nya.”


Deg!


“Tidak!!” pekik Elena tak terima mendengar penuturan sang dokter, ia bahkan menarik kerah jas yang dokter itu kenakan lantaran merasa tak percaya.


Sedangkan Veronika kini mematung, tubuh nya terasa lemas tak berdaya, ia bahkan hampir saja terjatuh jika saja Baskara tidak menangkap tubuh nya dengan cepat.


“Ya Tuhan kenapa jadi begini.” gumam Veronika, air mata nya kembali luruh meskipun tak banyak lagi yang tersisa akibat banyak yang sudah ia keluarkan.


Tempat itu di penuhi dengan tangisan Veronika dan Elena, kedua wanita itu saling berpelukan seraya menguatkan diri mereka masing masing, tak ada yang menyalahkan satu sama lain lantaran ini bukan kesalahan mereka.


“Maafkan Vero ma.” ucap Veronika pada Elena, Elena menggelengkan kepala seraya mengusap lembut kepala Veronika, sama sekali ia tak menyalahkan menantu nya itu karena memang bukan kesalahan Veronika.


“Tidak sayang, ini bukan kesalahan mu tapi memang sudah garis takdir Kenzo untuk mengalami hal ini, mungkin ini lah yang harus ia hadapi untuk mendapatkan cinta mu kembali.” ucap Elena.

__ADS_1


selembut itu ia berbicara pada Veronika, padahal jika ibu lain yang berada di posisi nya mungkin sudah menyalahkan Veronika mungkin juga akan meminta pertanggungjawaban pada Veronika.


Veronika jelas saja merasa beruntung memiliki mertua yang sangat di idamkan oleh semua wanita, sedikit pun Elena tidak pernah menyalahkan nya dan selalu membela diri nya dari Kenzo.


Hingga akhir nya Kenzo di pindahkan ke ruangan rawat VIP di rumah sakit itu, semua orang kini tengah berada di ruangan Kenzo, tak ada yang berniat untuk pulang barangkali membersihkan diri yang terlihat lusuh.


Tak lama kemudian Daniel dan Genta datang setelah menyelesaikan masalah yang Rosalina dan Rose perbuat, kedua pria itu langsung menuju ke rumah sakit kala mengetahui keadaan Kenzo.


“Kenzo kenapa kau mendadak lemah seperti ini?” ucap Daniel ketika berada di hadapan Kenzo yang tengah berbaring di brankar, benar benar terlihat raut kesedihan di wajah kedua pria itu kala melihat keadaan teman nya.


Semua orang hanya bisa diam seraya meneteskan air mata kala melihat Daniel yang memarahi Kenzo yang mungkin tidak bisa mendengar ucapan nya.


Keadaan semakin runyam kala Genta yang menangis keras padahal sebelumnya pria itu hanya menitikkan sedikit air mata, Daniel yang kesal kemudian menegur Genta yang menurutnya sangat mengganggu ketenangan di sana.


“Kau tidak bisa memelankan suara mu? Aku tau kau bersedih atas keadaan Kenzo, aku juga begitu tapi setidak nya jangan seperti anak kecil!” ucap Daniel pada Genta tertahan, jika saja tidak ada keluarga Kenzo dan Veronika, mungkin Genta sudah mendapatkan sebuah kepalan tangan Daniel saat ini.


“Aku tidak menangis keras karena itu tapi kau menginjak kaki ku sialan!” ucap Genta menunjuk pada kaki nya membuat Daniel segera menyingkirkan kaki nya dari kaki Genta.


Jujur ini keadaan yang sangat berat bagi semua orang, di saat keadaan Kenzo yang memprihatinkan yang membuat mereka bersedih, kedua manusia prik itu justru berulah hingga ingin membuat mereka semua mengeluarkan tawa, namun tak ada yang berani bersuara, mereka hanya mampu menahan tawa saat ini.


.


.


.

__ADS_1


Halo Everyone 👋 Author back nih jangan lupa dukungan nya buat Author ya supaya Author semangat up 💪


__ADS_2