CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
BAB 94


__ADS_3

Kini Veronika sudah mempersiapkan makan siang yang akan ia bawakan untuk Kenzo, dan sekarang tinggal menunggu Gavin saja yang sampai sekarang belum juga di bawa turun oleh Seila, padahal Veronika sudah mengingatkan Seila 30 menit yang lalu namun sampai sekarang Seila juga tak membawa Gavin ke hadapan Veronika.


“Dia kemana? Kenapa lama sekali?” gumam Veronika menatap jam yang melingkar di pergelangan tangan nya, ini sudah hampir jam 12 dan bisa bisa Kenzo sudah makan duluan di kantor.


Mau tak mau Veronika akhir nya menyusul ke kamar Gavin, entah butuh waktu berapa lama lagi Seila selesai menyiapkan Gavin, yang jelas Veronika saat ini sudah benar benar kehabisan stock sabar, Veronika segera membuka pintu kamar Gavin begitu sampai di sana tanpa mengetuk terlebih dahulu.


Mata wanita itu seketika membulat kala melihat bukan nya menyiapkan Gavin, Seila justru ikut tertidur bersama Gavin, jelas saja hal itu membuat Veronika kesal, namun ingin membangunkan Seila bisa saja Gavin juga ikut terbangun dari tidurnya.


“Ck, kenapa tidak bilang saja kalau Gavin tidur.” ucap Veronika membatin lalu menutup pintu kamar Gavin seraya keluar dari kamar bayi nya itu, sedangkan Seila yang justru terbangun setelah Veronika keluar dari kamar itu.


Gadis itu tersenyum sinis lantaran merasa berhasil mengurungkan waktu Veronika untuk pergi ke kantor, ia menatap jam di pergelangan tangan ny, sudah jam 12 siang dah sudah dapat di pastikan Kenzo sudah makan siang di kantor nya.


“Ck, kasian sekali majikan ku, gagal memberi kejutan pada suami nya.” gumam Seila seraya tersenyum tipis, sudah dapat di pastikan jika Veronika akan membatalkan rencana nya untuk pergi ke kantor Kenzo lantaran sudah waktu nya makan siang.


Sedangkan di lantai bawah Veronika saat ini menghubungi nomor ponsel Kenzo berharap suami nya itu belum makan siang di kantor nya agar ia bisa membawa makanan yang sudah ia siapkan dengan penuh cinta untuk suami nya.


“Halo kak, kau sudah makan siang?” tanya Veronika to the point setelah Kenzo mengangkat telepon nya lantaran tak ingin jika nanti akan mengulur waktu.


“Belum sayang, baru selesai rapat.” ucap Kenzo membuat Veronika menghela nafas lega, beruntung suami nya belum makan siang jadi ia bisa membawakan bekal untuk nya.


“Aku sudah menyiapkan makan siang untuk mu, kau mau?” tanya Veronika.


Mendengar itu Kenzo jelas saja tersenyum lebar, mana mungkin ia menyia-nyiakan masakan yang sudah di siapkan istri nya itu, Kenzo pun setuju dan memilih untuk membatalkan pesanan makanan, jujur ia sudah memesan makanan namun karena Veronika sudah menyiapkan makanan untuk nya jelas saja ia lebih memilih makanan dari istri nya.


“Aku tunggu sayang.” ucap Kenzo sebelum akhir nya memutuskan panggilan nya, pria itu pun segera membersihkan ruangan nya yang sedikit berantakan lantaran pekerjaan nya yang menumpuk lantaran terlalu lama cuti dari kantor.


Sedang kan Veronika kini kembali ke kamar Gavin untuk berpamitan pada Seila dan meminta gadis itu untuk menjaga Gavin nanti lantaran ia akan pergi sendiri tanpa membawa Gavin seperti rencana awal nya, Veronika segera membangun kan Seila yang terlihat terlelap di samping Gavin.


”Seila, saya titip Gavin karena saya harus ke kantor suami saya.” ucap Veronika pada Seila, gadis itu hanya mengangguk patuh pada Veronika lalu menatap punggung Veronika yang menghilang di balik pintu.


Raut wajah Seila mendadak berubah setelah kepergian Veronika, ia benar benar kesal lantaran Veronika justru masih kekeh ingin mendatangi kantor Kenzo padahal Seila sudah bersusah payah menidurkan Gavin agar mengulur waktu Veronika hingga Veronika akan membatalkan untuk pergi ke kantor Kenzo.

__ADS_1


“Ah sial! Rencana ku gagal dan justru mereka akan semakin dekat jika hanya berdua!”


Seila kemudian menatap Gavin yang tengah terlelap, ia yang mengira jika Gavin adalah anak kandung Kenzo dan Veronika jelas saja menaruh rasa benci pada bayi yang tidak bersalah itu, Seila kemudian kembali mencubit tangan Gavin lantaran merasa kesal karena rencana yang ia susun gagal total.


“Ibu mu memang sangat menyebalkan!” bentak Seila seraya mencubit tangan Gavin dan membuat bayi itu menjerit kesakitan, bak seorang psycopath Seila tak henti nya mencubit Gavin padahal bayi itu sudah menangis dengan sangat keras.


Sedangkan di dalam mobil nya Veronika mendadak merasakan tidak enak saat memikirkan Gavin, entah mengapa jantung nya berdegup lebih kencang dari biasa nya, namun ia segera menghilangkan pikiran buruk nya, mungkin karena biasa nya ia membawa Gavin kemana pun dan hari ini ia meninggalkan bayi nya itu hingga ia terus saja memikirkan bayi mungil itu.


Tak lama kemudian mobil yang Veronika tumpangi kini memasuki gedung kantor suami nya, mendadak Veronika teringat saat terakhir kali ia datang ke kantor Kenzo dan di kerjai oleh karyawan wanita di sana.


“Bagaimana jika aku bertemu mereka lagi?” ucap Veronika membatin, ia masih belum memiliki niat untuk keluar dari mobil lantaran merasa masih trauma kala mengingat ruangan gelap dan pengap itu.


Hingga tak lama terdengar deringan dari ponsel nya membuat Veronika segera mengangkat nya kala melihat nama Kenzo yang tertera di layar ponsel nya.


“Sudah sampai?” tanya Kenzo kala Veronika mengangkat telepon nya.


“Sudah, aku di depan kantor mu.”


Mendengar itu Kenzo pun segera keluar dari ruangan nya dan melarang Veronika untuk keluar dari mobil terlebih dahulu lantaran ia yang akan menjemput istri nya dan membawa ke ruangan nya.


Beberapa menit ia menunggu akhir nya Kenzo pun terlihat keluar dari kantor nya, suami nya itu benar benar tampan meskipun tidak serapi saat ia berangkat tadi pagi.


Kenzo pun membuka pintu mobil untuk Veronika di hadapan semua orang dan jelas semua orang terkejut melihat atasan mereka yang mendadak seperti seorang sopir pribadi.


“Pak Kenzo membuka pintu mobil untuk siapa?” bisik bisik para karyawan di sana hingga mereka melihat sosok wanita yang tak asing di penglihatan mereka.


Wanita yang keluar dari mobil adalah wanita yang sama yang pernah Kenzo bawa ke kantor bersama bayi nya yang mereka kira adalah pengasuh putra atasan mereka, namun tampilan Veronika sedikit berbeda, jika dulu Veronika hanya mengenakan jeans dan blazer maka hari ini wanits itu mengenakan dress ternama.


“Kenapa harus di jemput?” bisik Veronika.


“Karena aku tidak ingin kejadian terakhir kali kembali terjadi.” ucap Kenzo menatap Veronika, lalu mengecup kening Veronika dengan cukup lama, ia benar benar tak ingin jika para karyawan nya bersikap semena mena pada istri tercinta nya ini.

__ADS_1


Mereka kemudian masuk ke dalam kantor dan tentu tatapan semua orang kini tertuju pada Veronika, mendadak mereka merasa takut lantaran sempat bersikap tidak sopan dengan wanita itu dulu.


Sepanjang perjalanan menuju ruangan nya, Kenzo tak melepaskan genggaman tangan Veronika sedetik pun ia bahkan tak sungkan mengecup tangan istri nya di hadapan semua orang, agar semua karyawan nya tahu jika wanita yang berada di samping nya adalah orang yang penting di hidup nya.


Hingga akhir nya mereka sampai di ruangan Kenzo, Veronika segera meletakkan makanan yang ia bawa dan segera menghidangkan nya pada Kenzo, mengingat waktu makan siang sudah hampir habis, pasti suami nya sangat kelaparan saat ini.


“Kenapa tidak membawa Gavin?” tanya Kenzo saat Veronika sedang menyuapi nya makan.


“Dia tertidur dan aku tidak mungkin membangunkan nya.” ucap Veronika mendadak murung mengingat Gavin.


Kenzo yang melihat perubahan raut wajah istri nya jelas saja bertanya pada Veronika apa ayang terjadi hingga istri nya itu mendadak murung.


“Kenapa sayang? Apa semua baik baik saja?”


“Entah lah perasaan ku mendadak tidak enak mengingat Gavin.”


Veronika menunduk tanpa di sadari air mata nya kini menetes tanpa ia duga, entah mengapa perasaan nya semakin tidak enak kala mendengar nama Gavin.


Kenzo segera menarik Veronika ke dalam pelukan nya, lalu mengeluarkan ponsel dari saku nya, ponsel khusus yang ia gunakan untuk melihat CCTV di mansion.


“Ayo kita lihat apa yang sedang Gavin lakukan saat ini.” ucap Kenzo membuat Veronika mengangkat wajah nya menatap ponsel yang berada di tangan Kenzo.


“Dari CCTV?” tanya Veronika bingung karena jujur ia tak tahu jika ada CCTV di mansion baru mereka, Kenzo pun mengangguk lalu segera memutar CCTV di kamar Gavin di ponsel nya dan memperlihatkan nya pada Veronika.


Awal nya mereka tersenyum kala melihat Gavin yang ternyata sudah terbangun hingga kemudian mereka terkejut kala melihat Seila yang memukul Gavin lantaran bayi itu yang terlihat menangis.


“Apa yang dia lakukan?!!!”


.


.

__ADS_1


.


Dukungan nya jangan lupaa guyss, author ingetin tiap hari lohhh🥺🥺 hari ini Author up 4 lohh guyss masa gak kasihan sama jari author😭🤣


__ADS_2