CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Sebelum dimulainya sidang


__ADS_3

"Baik." Jawab Tomioka Shoto sambil berdiri.


Polisi itu terlihat sedang menatap tajam ke suatu arah. Tomioka Shoto yang penasaran pun ikut melihat ke arah tersebut dengan hati-hati.


"Shoto-kun!!" Teriak Suzuki Shinobu yang merasa senang karena melihat kedatangan Tomioka Shoto sambil tersenyum.


"Kau datang ke sini untuk melihat keadaanku?!" Tanya Suzuki Shinobu sambil berteriak dan tersenyum bahagia.


"Aku akan segera mati!" Pikir Tomioka Shoto yang langsung memalingkan wajahnya.


"Jangan berteriak!" Perintah polisi penjaga pintu sambil menatap tajam Suzuki Shinobu.


Polisi yang berada di samping pintu langsung mengetuk pintu toilet.


"Tok tok tok"


"Cepatlah!" Perintah polisi di samping Tomioka Shoto yang khawatir.


"Tidak bisa, aku mengalami gangguan pencernaan!" Teriak seseorang yang berada di dalam toilet.


"Kau mau menunggu di tempat duduk saja?" Tanya polisi yang mencoba mencari solusi terbaik.


"Baik." Jawab Tomioka Shoto yang pasrah sambil berjalan ke arah tadi.


"Tidak sesak kan?" Tanya polisi yang mencoba memastikan sambil menatap Tomioka Shoto.


Tomioka Shoto pun berhenti dan membalikkan badannya.


"Tidak, aku masih bisa menahannya." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap polisi tersebut dan kembali


berjalan.


"Shoto-kun!!!" Teriak Suzuki Shinobu yang tidak melihat Tomioka Shoto lagi.


Tomioka Shoto pun duduk di ruang tunggu.


"Tolong maafkan kelalaian ku!" Perintah polisi yang merasa bersalah sambil menatap Tomioka Shoto.


"Tidak apa-apa." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap polisi itu.


Polisi itu pun berjalan ke tempat duduknya.


"Hampir saja aku mati." Ucap Tomioka Shoto sambil mengelus dadanya karena jantungnya berdebar dengan cepat.


"Jadi teringat masa kelam dulu." Ucap Tomioka Shoto yang merasa sedih sambil melihat ke arah lantai.


"Aku tidak boleh menunduk ke orang yang tidak aku akui, aku hanya boleh menunduk ke orang yang aku akui!" Perintah Tomioka Shoto kepada dirinya sendiri dalam hati sambil mengepalkan tangannya.


"Hai, lagi apa?" Tanya Gagak yang penasaran sambil menatap Tomioka Shoto.


"Enggak lagi apa-apa." Jawab Tomioka Shoto sambil melihat ke arah Gagak.

__ADS_1


"Yang bener?" Tanya Gagak sambil memiringkan kepalanya dan melihat ke arah Tomioka Shoto.


"Bener dong." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan melihat ke arah Gagak.


Terlihat seorang polisi yang baru keluar dari arah kamar mandi. Polisi itu pun menunduk karena merasa bersalah. Tomioka Shoto juga membalas dan ikut menunduk sebentar.


"Tuan Tomioka, anda sudah bisa ke kamar mandi!" Perintah polisi yang sedang duduk sambil tersenyum dan melihat ke arah Tomioka Shoto.


"Baik." Jawab Tomioka Shoto yang langsung berdiri dan pergi ke kamar mandi.


Gagak pun terbang ke bahu Tomioka Shoto yang sedang berjalan. Di belakang, polisi pun mengikuti Tomioka Shoto.


"Aku seperti tahanan." Ucap Tomioka Shoto dalam hati karena merasa kurang nyaman.


Tomioka Shoto pun membalikkan badannya.


"Maaf, tapi saya rasa anda tidak mengikuti saya ke kamar mandi lagi!" Perintah Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap polisi di belakangnya.


"Aku baru teringat ada keperluan di sana." Jawab polisi tersebut sambil menunjuk arah yang dimaksud dan tersenyum.


"Oh, maaf." Ucap Tomioka Shoto yang merasa malu sambil melihat ke arah yang ditunjuk.


"Tidak apa-apa." Ucap polisi tersebut yang langsung pergi ke tempat yang dituju.


Tomioka Shoto pun kembali berjalan.


"Malu banget." Ucap Tomioka Shoto dalam hati sambil berjalan.


"Jangan masuk! Di sana ada banyak orang jahat!" Perintah Tomioka Shoto sebelum masuk ke kamar mandi.


"Baik." Jawab Gagak sambil melihat sekeliling.


Tomioka Shoto pun masuk ke dalam kamar mandi.


"Halo, kamu peliharaan Tomioka Shoto ya?" Tanya Suzuki Shinobu yang melihat ke arah Gagak.


Gagak tidak merespon dan hanya melihat sekeliling.


"Aku akan memanggang mu!" Teriak Suzuki Shinobu sambil menatap Gagak dengan tatapan tajam.


"Orang jahat!!!" Teriak Gagak yang langsung terbang menjauhi tempat tersebut.


"Ada apa dnegan burung itu?" Tanya polisi penjaga pintu yang heran dan bingung sambil melihat ke arah Gagak.


Tomioka Shoto yang mendengar teriakan itu langsung keluar dengan tergesa-gesa. Gagak pun mendarat di bahu Tomioka Shoto.


"Kamu dijahatin siapa?" Tanya Tomioka Shoto sambil menatap Gagak dengan serius.


"Tu!" Jawab Gagak sambil mengintip ke arah lapangan.


Suzuki Shinobu terlihat menatap Gagak dengan tatapan tajam. Tomioka Shoto yang penasaran pun ikut mengintip. Terlihat Suzuki Shinobu yang terlihat sedang tersenyum seperti orang yang hatinya sedang berbunga-bunga.

__ADS_1


"Pembully itu." Ucap Tomioka Shoto dengan suara kecil yang langsung merasakan jantungnya berdebar dengan cepat karena sangking dendamnya.


"Dia hampir saja merusak masa depanku." Ucap Tomioka Shoto sambil memegang dadanya karena jantungnya masih berdebar dengan cepat.


"Jangan pernah dekat dengannya!" Perintah Tomioka Shoto sambil menatap Gagak yang berada di bahunya.


Gagak pun kembali terbang ke gagang pintu pembatas lapangan dan kantor polisi.


"Pembully! Kau adalah pembully!" Teriak Gagak sambil melihat ke arah Suzuki Shinobu.


"Apakah dia mengatakan bahwa Suzuki Shinobu adalah pembully?" Tanya polisi penjaga pintu yang bingung dan mencoba menerka.


Suzuki Shinobu yang mendengar itu langsung memukul tembok untuk menakuti Gagak. Tapi, Gagak tetap berada di sana.


"Pembully, pembully!!" Teriak Gagak yang tidak takut sambil melihat ke arah Suzuki Shinobu.


"Bagaimana aku mengambil Gagak?" Tanya Tomioka Shoto yang gemetaran dan berusaha berpikir.


Polisi tadi yang baru selesai mengambil barang pun kembali.


"Hahaha, burung yang sangat iseng." Ucap Polisi yang langsung berjalan ke arah Gagak yang masih berteriak.


Polisi tersebut pun langsung memegang Gagak dan berjalan menghampiri Tomioka Shoto untuk memberikan Gagak.


"Terima kasih." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap polisi tersebut.


"Sama-sama." Ucap polisi tersebut yang langsung pergi sambil membawa barang-barangnya.


"Jangan nakal lagi ya!" Perintah Tomioka Shoto sambil menatap Gagak yang sedang berada di gengamannya.


Gagak pun tidak merespon ucapan Tomioka Shoto. Tomioka Shoto pun berjalan ke ruang tunggu dan duduk di sana selama beberapa menit.


"Tuan Tomioka, tolong ikuti saya!" Perintah Kepala polisi di sana sambil menatap Tomioka Shoto.


"Baik." Jawab Tomioka Shoto yang langsung berdiri.


Kepala Polisi di sana pun mulai berjalan diikuti Tomioka Shoto.


"Oh iya, aku lupa menelepon pengacara." Ucap Tomioka Shoto dalam hati yang langsung berhenti berjalan.


Kepala Polisi yang menyadari pun ikut berhenti dan berbalik untuk menghadap Tomioka Shoto.


"Ada apa tuan?" Tanya polisi tersebut yang bingung sambil menatap Tomioka Shoto.


"Aku lupa menelepon pengacara." Jawab Tomioka Shoto yang bingung dan panik sambil melihat ke arah polisi di depannya.


Polisi yang berada di depannya pun tersenyum sambil menatap Tomioka Shoto.


Bersambung...


Update setiap hari, pukul 20.00 WIB

__ADS_1


__ADS_2