
"Taraa, aku mau makan pizza mini bareng ayang." Ucap Jesselyn sambil tersenyum bahagia dan menunjukkan plastik berisi roti berbentuk pizza.
"Sejak kapan orang jual pizza sekecil itu, yang?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung sambil melihat roti pizza yang dipegang Jesselyn secara sekilas.
"Kalau bukan orang yang jual, aku dapat dari mana pizza ini, yang?" Tanya Jesselyn yang kesal sambil duduk dan langsung membuka plastik makanan tersebut.
"Mungkin orang yang kasih kamu, yang." Ucap Tomioka Shoto sambil menahan tawa dan meminum air.
"Hahahaha, enggak lah, ayang gimana sih? Kan aku bilang ada orang yang jual." Ucap Jesselyn yang kesal dan langsung memakan roti pizza.
"Ayang mau gak?" Tanya Jesselyn sambil menyodorkan roti pizza ke kamera.
"Mau dong." Ucap Tomioka Shoto sambil menganggukkan kepalanya.
"Buka mulut!" Perintah Jesselyn sambil menyodorkan roti pizza agar lebih dekat ke kamera.
"Aaaaaa." Ucap Tomioka Shoto sambil membuka mulutnya dan berakting memakan roti tersebut.
"Enak banget, yang." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum dan mengunyah.
"Ya iyalah, namanya pizza, udah pasti enak." Ucap Jesselyn sambil tersenyum dan memakan roti.
Tomioka Shoto dan Jesselyn pun lanjut makan hingga makanan mereka habis.
"Oh iya, ayang udah telponan sama keluarga ayang belum?" Tanya Jesselyn sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.
"Udah dong ayang." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.
"Ayang gak mau telponan lagi?" Tanya Jesselyn sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.
"Bentar lagi, soalnya tadi aku udah telponan trus disuruh udahan sama ayah aku, yang." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.
"Oh gitu ya." Ucap Jesselyn sambil menganggukkan kepalanya.
"Oh iya, gagak aku dimana, yang?" Tanya Jesselyn sambil tersenyum.
Tomioka Shoto pun berjalan dan mengeluarkan Gagak dari kandangnya.
"Gagak udah makan, yang?" Tanya Jesselyn sambil menatap gagak.
"Udah dong." Jawab Tomioka Shoto yang sedang duduk.
"Ini Abu, ayang gak kangen sama Abu?" Tanya Jesselyn sambil menggendong Abu yang agak memberontak.
"Pasti kangen dong sama kucing kesayangan ayang." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan memegang gagak
"Eh, si gagak jangan lupa ayang bebasin di rumah! Nanti aku takutnya gagak gak bisa terbang lagi, yang." Perintah Jesselyn sambil menatap Gagak.
"Ok, yang." Jawab Tomioka Shoto yang langsung melepas Gagak.
__ADS_1
Gagak pun terbang ke sekitar kamar.
"Miaww." Ucap Abu yang sudah tenang lalu menangis.
"Kami kenapa nangis Abu? Kangen sama ayang aku?" Tanya Jesselyn yang heran sambil menatap Abu.
"Miaww." Jawab Abu sambil memegang layar hp Jesselyn dan menangis.
"Kasian banget kucing kesayangan aku." Ucap Jesselyn yang langsung mencium kepala Abu.
"Aku juga pengen dicium di kepala." Ucap Tomioka Shoto dalam hati sambil melamun.
"Jangan mikir kek gitu! Nanti Jesselyn bisa ilfil!" Tegas Tomioka Shoto yang tersadar dari lamunannya.
Tomioka Shoto pun langsung menepuk kepalanya.
"Aiyo, kenapa, yang?" Tanya Jesselyn yang kaget dan bingung sambil menatap Tomioka Shoto.
"Gapapa, yang." Jawab Tomioka Shoto sambil menggelengkan kepalanya.
"Ayang, tanggung jawab dong, si Abu belum berhenti nangisnya." Ucap Jesselyn sambil memperlihatkan Abu yang sedang menangis.
"Jangan nangis lagi ya Abu. Nanti pas aku balik, aku bawa kamu jalan-jalan." Ucap Tomioka Shoto yang berusaha membujuk.
Abu pun mulai berhenti menangis.
"Wih, ampuh, yang. Haha" Ucap Jesselyn sambil tertawa dan menatap Abu.
"Biip biip"
"Ok dulu untuk hari ini ya, yang. Keluarga aku nelpon." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.
"Ok, yang." Ucap Jesselyn sambil tersenyum dan yang langsung mematikan sambungan.
"Loh, kok gak ada kiss fly atau I love you nya?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung sambil melihat pesan yang diberikan Jesselyn.
"Belum nikah, gak boleh cium-cium, gak boleh mesum." Jawab Tomioka Shoto dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.
Tomioka Shoto pun segera mengangkat panggilan video.
"Halo." Sapa Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap layar hpnya.
"Halo juga." Sapa Keluarga Tomioka sambil tersenyum secara bersamaan.
"Ibu, ayah, nenek sehat?" Tanya Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap keluarganya.
"Tentu saja kita sehat semua." Jawab Ibu Shoto sambil tersenyum bahagia dan menatap Tomioka Shoto.
"Shoto dan gagak sehat?" Tanya Ibu Shoto sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.
__ADS_1
"Sehat dong, udah pasti itu." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan melihat ke arah Gagak yang akan mendarat.
Gagak pun mendarat di samping Tomioka Shoto.
"Hai." Sapa Ibu Shoto sambil tersenyum dan melihat ke arah Gagak.
"Hello." Sapa Gagak sambil menatap layar hp Tomioka Shoto.
"Omong-omong, bagaimana dengan proyek kota yang ada di Indonesia?" Tanya Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap ibunya.
"Untungnya semua berjalan lancar sesuai rencana kita." Jawab Ibu Shoto sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.
"Baguslah." Ucap Tomioka Shoto yang lega sambil tersenyum bahagia dan menatap keluarga.
Tomioka Shoto pun melihat ayah dan neneknya yang terlihat ingin berbicara.
"Ibu, sepertinya ayah dan nenek ingin berbicara." Ucap Tomioka Shoto sambil menatap ibunya.
"Ibu dan suamiku, tunggu sebentar." Ucap Ibu Shoto sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.
Nenek dan Ayah Shoto pun menganggukkan kepalanya secara bersamaan.
"Shoto, ada kabar yang sangat penting dan membahagiakan untukmu." Ucap Ibu Shoto sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.
"Kabar baik apa bu?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran sambil tersenyum bahagia.
"Ibu sudah mengirimkan uang untuk mengoperasi punggungmu." Ucap Ibu Shoto sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.
"Ha?" Tanya Tomioka Shoto yang kaget karena tak percaya dengan yang dia dengar.
"Shoto tidak senang?" Tanya Ibu Shoto yang bingung melihat ekspresi Tomioka Shoto.
"Aku pikir, aku tidak usah operasi." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap ibunya.
"Loh, kenapa?" Tanya Ibu Shoto yang bingung sambil menatap Tomioka Shoto.
"Punggungku kan tidak terlalu terlihat. Jadi, aku pikir tidak perlu dioperasi." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap ibunya.
"Tapi Jesselyn akan melihat punggungmu secara langsung setelah menikah denganmu loh." Ucap Ibu Shoto yang berusaha membujuk sambil menatap Tomioka Shoto.
"Dia biasa aja, malah sekarang aku merasa kita menjadi lebih romantis dari dulu." Ucap Tomioka Shoto sambil menatap ibunya.
"Jangan memaksa Shoto." Ucap Ayah Shoto sambil tersenyum dan menatap istrinya.
"Tapi ada benarnya juga. Bagaimana kalau Jesselyn meninggalkanku karena punggungku ini? Tanya Tomioka Shoto dalam hati yang ikut bingung.
"Pokoknya terserah Shoto mau operasi atau tidak." Ucap Ibu Shoto sambil tersenyum dan langsung mematikan sambungan telepon.
"Sepertinya aku akan operasi." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap layar hpnya.
__ADS_1
Bersambung...
Update setiap hari, pukul 20.00 WIB