CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
BAB 78


__ADS_3

Dirga kini berada di dalam mobil nya, para pria itu memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing setelah waktu yang menunjukkan tengah malam, Dirga masih menyetir dengan pikiran yang entah kemana.


Sepanjang perjalanan ia selalu memikirkan respon nya pada Daniel kala pria itu meminta nya untuk memulangkan Kayla ke tempat asal nya, dan entah mengapa ia merasa tak rela jika hal itu terjadi.


Ada rasa berat untuk berpisah dari gadis kecil itu setelah sebulan ia satu atap dengan gadis itu, perasaan apa Dirga pun tidak tahu namun yang jelas ia ingin tetap bersama gadis itu untuk saat ini, ia masih ingin melindungi gadis itu dari bahaya.


Hingga akhir nya mobil yang Dirga kendarai kini memasuki gedung di aman apartment nya berada, pria itu segera melangkah kan kaki menuju apartemen nya, Hari sudah sangat larut dan Kayla sendirian saat ini, hal itu yang membuat nya bergegas untuk sampai di apartemen milik nya.


Dirga masuk ke dalam apartemen nya yang sangat sunyi itu seperti nya gadis itu sudah tidur lantaran memang waktu yang menunjukkan sudah tengah malam, namun Dirga masih tidak akan tenang jika ia belum melihat Kayla.


Ia membuka pintu kamar Kayla menatap gadis itu yang tengah tertidur pulas di ranjang yang tidak terlalu besar itu, tanpa ia sadari terbit sebuah senyuman tipis di bibir nya kala menatap gadis itu.


“Dia cantik meskipun sedang tidur.” gumam nya tanpa sadar lalu mengerutkan kening nya kala menyadari hal yang ia katakan, beruntung saja gadis itu belum terbangun hingga ia tidak perlu merasa malu.


Dirga segera keluar dari kamar Kayla lalu masuk ke dalam kamar nya, jujur ia juga tak mengerti kenapa ia menatap gadis itu lebih dari 5 detik? Lantaran hal itu biasa nya ia lakukan pada Veronika saja mengingat Veronika adalah wanita yang ia cintai.


“Ada apa dengan ku?” gumam Dirga seraya duduk di tepi ranjang milik nya, ia kemudian merebahkan diri nya, hari ini cukup melelahkan setelah ia harus bekerja, ia juga langsung berkumpul dengan teman teman nya hingga tak memiliki waktu bersama Kayla hari ini.


.


.


.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain kini Kenzo berada di dalam kamar luas milik nya, pertegas milik nya dan bukan milik nya bersama Jasmine lagi lantaran ia sudah mengosongkan kamar milik nya dan Jasmine sebelum nya.


Ya, ia memilih untuk pindah di kamar lain yang juga sama luas nya, ia tak ingin mengingat Jasmine lantaran hal itu akan membuat nya kesal, ia bahkan membakar semua kenangan nya bersama Jasmine apapun bentuk nya.


Kenzo menatap ponsel nya, waktu sudah menunjukkan pukul 2 malam namun mata nya masih enggan untuk beristirahat, pikiran nya tertuju pada Veronika, entah apa yang sedang wanita itu lakukan saat ini.


Seminggu tidak berkomunikasi dengan Veronika dan tidak menatap wajah nya rasa nya sangat hampa, ya memang penyesalan selalu datang di akhir dan juga sudah tidak berguna.


Setiap hari selama seminggu ini Kenzo selalu mengirim kan buket bunga untuk Veronika dan selalu bertuliskan permohonan maaf nya untuk wanita itu lantaran jika ia kesana mungkin ia akan di usir oleh orang tua Veronika.


Jika di kumpulkan mungkin buket bunga itu sudah memenuhi kamar Veronika lantaran buket bunga yang ia kirim bukan sembarangan, ia mengirim buket yang berukuran sangat besar lantaran merasa kesalahan nya sangat besar.


“Tidak mungkin juga dia menyimpan semua bunga yang ku kirim, tidak ada arti bagi nya.” gumam Kenzo seraya menatap langit langit di kamar nya, ia tak tahu saja jika bunga bunga yang ia kirimkan pada Veronika di simpan dengan baik oleh wanita itu.


Belum lagi Veronika yang akan terbang ke Inggris seminggu lagi bersama Gavin, Ya ia memilih untuk kembali ke Inggris seperti janji nya pada sang papa, dan bertepatan dengan itu ia akan mengirimkan surat perpisahan untuk Kenzo.


Meskipun berat namun itulah rintangan yang harus mereka hadapi di dalam kisah percintaan mereka, entah siapa yang akan menang, mungkin kah rasa cinta Kenzo yang akan membawa Veronika kembali pada nya atau mungkin janji Veronika pada orang orang di sekitar nya.


Lagi pula Veronika bersama Gavin, dan akan sangat berat bagi Kenzo untuk menerima kehadiran bayi itu di hidup nya setelah ia mengetahui kebenaran status bayi itu, jika kedua orang tua bayi itu tidak ada sangkut pautnya dengan Kenzo, mungkin Kenzo masih bisa menerima namun nyata nya kedua nya mengkhianati Kenzo dengan sangat dalam.


Hingga akhir nya Kenzo pun tertidur setelah cukup lama merenung hingga sinar mentari pagi menyingsing menembus gorden,menyilaukan mata Kenzo, pria itu terbangun namun bukan karena sinar matahari melainkan karena ketukan pintu kamar nya yang di ketuk dari luar.


Dengan sepenuh tenaga pria itu berusaha untuk bangun, akibat minum minum kemarin malam dan kurang nya tidur membuat kepala pria itu menjadi sakit namun tidur nya terganggu lantaran suara Ratmi yang memanggil nya.

__ADS_1


“Tuan Kenzo, nyonya Vero datang.”


Seketika mata Kenzo terbuka lebar mendengar nama Vero di sebut, nyawa yang masih belum terkumpul kini mendadak kembali pada nya seakan akan tertarik oleh magnet.


Secepat itu Kenzo berlari menuju pintu kamar nya, tanpa bertanya pada Ratmi, pria itu kemudian berjalan menuju kamar Veronika, entah mengapa ia yakin jika wanita itu berada di sana melihat pintu kamar nya yang terbuka.


“Vero.” ucap Kenzo setelah ia masuk ke dalam kamar Vero, senyum mengembang pria itu mendadak memudar kala melihat Veronika memasukkan beberapa pakaian nya di dalam tas yang cukup besar.


Bukan ini yang ia harapkan dari kedatangan Veronika, Kenzo segera menghampiri wanita itu lalu mengeluarkan semua pakaian yang sudah Veronika susun dengan rapi di dalam tas itu.


“Kak, apa yang kau lakukan?” tanya Veronika dengan raut wajah kesal lantaran Kenzo yang sesuka hati nya mengeluarkan pakaian itu.


Kenzo tak menghiraukan ucapan Veronika, ia masih mengeluarkan pakaian itu dari tas meskipun tangan nya sempat di halangi oleh Veronika namun tetap pria itu tidak peduli.


“Stop kak! jangan keterlaluan!” sentak Veronika yang mulai kehabisan kesabaran menghadapi Kenzo, seminggu lama nya tak mendapat teguran dari Veronika, pria itu seperti nya semakin menjadi jadi saat ini.


Kenzo kini menatap Veronika setelah ia selesai mengeluarkan semua barang Veronika, wajah kesal wanita itu tak mempengaruhi Kenzo sedikit pun, kembali Veronika memungut semua pakaian nya yang berceceran di lantai.


Melihat itu Kenzo menarik tangan Veronika dan menahan tubuh Veronika di dinding, kedua tangan wanita itu juga ia kunci hingga membuat Veronika tidak bisa berbuat apapun.


“Lepaskan aku kak! Aku harus segera pergi!” ucap Veronika pada Kenzo.


Tanpa kata, Kenzo membungkam bibir Veronika dengan bibir nya dengan paksa, meskipun awal nya memberontak namun Veronika akhir nya terbawa arus permainan bibir Kenzo.

__ADS_1


“Aku mencintai mu.”


__ADS_2