
"Abu, kita mulai berenang ya." Ucap Jesselyn sambil memasukkan Abu ke dalam air secara perlahan.
"Miaw." Ucap Abu yang kakinya sudah basah dengan air.
Jesselyn pun mulai mengajari Abu berenang. Tiba-tiba,
"Boommm! Splash!"
Vero yang sudah memakai baju untuk berenang dari rumah langsung melompat ke dalam air.
"Vero! Jangan sering lompat-lompat, nanti bajuku basah!" Teriak Jesselyn yang bajunya terkena percikan air.
"Hehe, sorry-sorry." Ucap Vero sambil tersenyum dan langsung berenang.
Tomioka Shoto yang baru kembali setelah mengganti bajunya pun langsung duduk di samping Jesselyn.
"Kamu serius gak berenang?" Tanya Tomioka Shoto yang kaget.
"Ya iyalah." Jawab Jesselyn sambil memperhatikan Abu yang sedang berenang.
"Gak mau berenang bareng?" Tanya Tomioka Shoto yang berusaha membujuk.
"Enggak." Jawab Jesselyn sambil memperhatikan Abu yang sedang berenang.
"Lu berenang bareng loh sama Vero." Ucap Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.
"Adikmu? Kakakmu?" Tanya Tomioka, Shoto yang penasaran.
"Mereka cuman foto-foto." Jawab Jesselyn sambil memegang Abu.
"Jason?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran.
"Tidur." Jawab Jesselyn sambil memperhatikan Abu.
"Oh, ya udah." Ucap Tomioka Shoto yang langsung berenang bersama Vero.
Vero yang melihat Tomioka Shoto mulai berenang pun langsung melempar air pantai ke wajah Tomioka Shoto. Tomioka Shoto pun tak terima pun langsung membalasnya hingga.
"Woi! Kalau main tuh pelan-pelan!" Teriak Jesselyn yang bajunya sudah setengah basah.
"Miaw." Kesal Abu yang hidungnya hampir kemasukan air.
"Ups.. Sorry." Ucap Tomioka Shoto yang merasa bersalah.
"Ya lah, pelan-pelan." Ucap Jesselyn sambil memegang Abu.
Jesselyn memindahkan Abu ke tempat yang lebih dalam. Setelah itupun Jesselyn kembali ke tepi.
"Ayo ke sini Abu!" Ajak Jesselyn sambil tersenyum.
Abu pun berenang ke arah Jesselyn.
"Uhhh.. Pinternya kucingku." Ucap Jesselyn yang merasa sangat senang.
"Miaw." Ucap Abu yang merasa haus.
"Kucingku haus ya? Bentar ya!" Perintah Jesselyn sambil membawa Abu ke pondok.
Jesselyn pun menuang air ke gelas kosong bersih. Abu pun minum dengan sangat cepat.
"Pelan-pelan minumnya." Ucap Jesselyn sambil mengelus kepala Abu.
Abu pun selesai minum.
"Miaw." Ucap Abu yang ingin berenang lagi.
"Mau berenang lagi ya?" Tanya Jesselyn sambil tersenyum.
"Miaw." Jawab Abu yang sudah tidak sabar.
__ADS_1
Jesselyn pun segera menggendong Abu ke tepi pantai untuk berenang lagi. Jesselyn kembali ke tempat yang agak dalam bagi kucing dan melepas Abu untuk segera berenang ke arahnya.
"Ihh.. Pinternya kucingku." Ucap Jesselyn yang merasa bangga.
"Kamu mau yang lebih dalam lagi gak?" Tanya Jesselyn yang merasa penasaran.
"Miaw." Jawab Abu yang merasa sangat tertantang.
"Shoto! Sini!" Perintah Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.
"Kenapa?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran.
"Shoto, coba kamu pegang Abu ke tempat kamu berada sekarang!" Perintah Jesselyn sambil tersenyum.
"Ok." Jawab Tomioka Shoto yang langsung berenang ke arah Jesselyn.
Tomioka Shoto pun mengambil Abu dan segera berenang kembali serta melepaskannya sesuai arahan Jesselyn. Tomioka Shoto pun terus mengawasi Abu agar tidak tenggelam. Abu pun berhasil berenang ke arah Jesselyn.
"Wah, kucingmu pintar sekali." Ucap Tomioka Shoto yang kagum melihat Abu sangat hebat saat berenang.
"Sampe majikannya kalah. Hahaha" Ucap Vero sambil tertawa.
"Heh! Aku cuman males berenang ya!" Tegas Jesselyn yang merasa diremehkan.
"Yang bener?" Tanya Vero yang tidak yakin.
"Ya iyalah!" Teriak Jesselyn yang merasa diremehkan.
"Hahahah." Tawa Tomioka Shoto melihat Vero dan Jesselyn yang sedang adu mulut.
"Udah lah, males aku berdebat sama kamu!" Bentak Jesselyn yang merasa capek.
"Ya udah." Ucap Vero yang langsung memalingkan mukanya dan kembali berenang.
Ibunya Jesselyn pun datang karena mendengar keributan.
"Kenapa?" Tanya Ibunya Jesselyn yang merasa penasaran.
"Oh." Ucap Ibunya Jesselyn sambil kembali ke pondok.
"Ih, gitu doang?" Tanya Jesselyn yang merasa kesal dalam hati.
Semua orang tua dan Jason tidur di pondok.
"Ini mereka mau pergi berlibur atau mau tidur bareng?" Tanya Jesselyn yang merasa aneh dalam hati.
"Eh, itu nenekmu pakai baju renang tapi kok gak ikut renang?" Tanya Jesselyn yang merasa penasaran.
"Nenekku mau tidur dulu katanya." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.
"Oh." Ucap Jesselyn yang langsung memperhatikan Abu lagi.
"Kak, bajumu kok basah kali?" Tanya Manda sambil memegang hpnya.
"Itu cowok-cowok mainnya kasar kali sampe kena bajuku." Jawab Jesselyn sambil melihat ke arah Manda.
"Foto yuk kak!." Ajak Manda sambil tersenyum.
"Enggak." Jawab Jesselyn sambil menggelengkan kepalanya.
"Kenapa?" Tanya Manda yang penasaran.
"Kucingku gak ada yang jaga." Jawab Jesselyn sambil melihat Abu.
"Titip pacarmu loh." Saran Devi sambil menunjuk Tomioka Shoto.
"Shoto! Bantu ajarin kucingku berenang ya!" Perintah Jesselyn sambil melihat Tomioka Shoto.
"Ok." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.
__ADS_1
"Berenang lah ke Shoto!" Perintah Jesselyn sambil melepaskan kucingnya.
Abu oun berenang ke arah Tomioka Shoto.
"Wih, nurut kali kucingmu." Ucap Devi yang merasa kagum.
"Iya." Ucap Jesselyn yang berjalan ke arah Manda.
Mereka pun foto bareng hingga waktunya pulang.
"Jes! Waktunya pulang!" Teriak ibunya Jesselyn sambil melihat ke arah Jesselyn.
Jesselyn pun berlari ke arah pantai untuk mencari kucingnya. Melihat Jesselyn yang berjalan ke arahnya Tomioka Shoto pun membawa Abu ke tepi.
"Udah waktunya pulang." Ucap Jesselyn sambil mengambil Abu dari genggaman Tomioka Shoto.
"Ok." Jawab Tomioka Shoto yang langsung menatap Vero.
Vero pun langsung ke pondok untuk mengambil baju ganti begitu juga dengan Tomioka Shoto. Jesselyn pun langsung membawa tas yang berisi perlengkapan kucing ke kamar mandi. Jesselyn pun memandikan kucingnya dengan hati-hati. Jesselyn yang selesai memandikan kucingnya terlebih dahulu pun langsung menggendongnya ke pondok dan memberikan air dan Snack kucing. Abu pun makan dan minum. Tomioka Shoto dan Vero pun selesai mandi dan kembali ke pondok. Mereka pun keluar dari area pondok dan terlihat bahwa ada orang yang menjual bakar-bakaran.
"Mi, wa mau beli itu dulu ya." Ucap Jesselyn sambil menatap ibunya.
"Ok. Cepat ya!" Perintah ibunya sambil berjalan ke mobil.
Tomioka Shoto yang melihatnya pun mengikuti Jesselyn.
"Bu, beli bakso bakarnya 1 tusuk berapa?" Tanya Jesselyn yang penasaran.
"1 tusuk 3 ribu, kalau beli 4 10 ribu." Jawab penjual sambil tersenyum.
"Beli 4 lah Bu!" Perintah Jesselyn sambil melihat ke arah ibunya yang langsung mengambil 4 tusuk bakso.
"Kamu mau beli juga?" Tanya Jesselyn yang bingung.
"Enggak, cuman mau temenin kamu aja." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum.
Jesselyn dan penjual tersebut pun tersenyum malu.
"Anak muda zaman sekarang selalu gampang bikin orang baper." Ucap penjual tersebut dalam hati.
"Ini ya baksonya." Ucap penjual tersebut sambil memberikan bungkusan plastik berisi bakso.
"Makasih." Ucap Jesselyn sambil memberikan uang 10 ribu dan mengambil plastiknya.
"Mau coba?" Tanya Jesselyn yang sedang basa-basi sambil menyodorkan plastik berisi bakso bakarnya.
"Boleh." Jawab Tomioka Shoto yang langsung mengambil satu tusuk dan memakan 1 bakso kemudian menaruhnya kembali ke dalam plastik.
"Enak. Aku mau beli juga." Ucap Tomioka Shoto sambil mengeluarkan dompetnya.
"Bu, mau beli 20 ribu!" Perintah Tomioka Shoto sambil memberikan uang 20 ribu.
"Bentar ya." Ucap penjual tersebut yang langsung mengambil uangnya dan mengambil 10 tusuk bakso.
"Ih.." Ucap Jesselyn yang merasa iri.
"Jes, cepat!" Teriak ibu Jesselyn yang sudah tak sabar.
"Ini sudah, makasih ya." Ucap penjual tersebut sambil memberikan bungkusan plastik.
Tomioka Shoto dan Jesselyn pun berlari kecil ke arah mobil.
"Waduh, banyak kali beli jajannya." Ucap ibunya Jesselyn yang merasa kaget.
"Buat bagi-bagi Tante." Jawab Tomioka Shoto sambil naik mobil dan diikuti oleh Jesselyn.
Tomioka Shoto pun mulai mengoper bakso bakar. Beberapa jam kemudian, mereka pun sampai ke rumah.
Bersambung...
__ADS_1
Update setiap hari, hanya Noveltoon, pukul 20.00.