
“Sagara kau di sini?” tanya Elena melihat salah satu teman dari putra nya yang tiba tiba saja berada di kediaman putra nya itu, di tanya bingung jelas saja wanita itu bingung dengan keberadaan Sagara di sana lantaran ia tak tau apapun.
Sagara mengangguk seraya tersenyum tipis pada kedua orang tua teman nya itu. “Sagara sudah di sini seminggu yang lalu Tante,om.” ucap Sagara membuat Kedua orang tua Kenzo semakin bingung.
Kenapa Sagara tinggal di rumah putra nya, bahkan sudah seminggu? Padahal Sagara juga termasuk orang kaya meskipun ia tak akur dengan keluarga nya namun pria itu bisa membuktikan bahwa ia bisa sukses.
Elena kini menatap menantu nya itu meminta penjelasan tentang apa yang terjadi saat ini, jujur ia merasa sedikit aneh. “Apa yang terjadi sebenarnya?” tanya Elena kini pada Veronika.
“Kak Sagara mengalami kecelakaan seminggu yang lalu ma, lalu kak Kenzo dan teman teman nya memutuskan untuk membawa kak Sagara ke sini untuk di rawat.” jelas Veronika.
Elena tampak berpikir lalu kemudian mengangguk, wanita itu juga sempat mengucapkan ucapan Semoga cepat sembuh pada teman putra nya itu meski sedikit terlambat lantaran pria itu hampir sehat sepenuhnya.
Mereka kemudian kembali mengobrol terutama William dan Sagara yang terlihat tengah asik bermain dengan Gavin, bayi itu seperti nya sangat menyukai laki laki untuk di ajak bermain.
“Bagaimana perkembangan nya?” tanya Elena setengah berbisik pada Veronika lantaran posisi duduk mereka yang tak terlalu jauh dari kedua pria itu.
Veronika menggeleng dengan raut wajah kecewa, ia kecewa lantaran belum bisa melakukan apapun untuk mencari bukti tentang Jasmine dan selingkuhan nya pada Elena.
“Memang apa yang ingin kau cari?” tanya Elena kemudian, yang berniat ingin membantu menantu nya itu dalam mengungkapkan rahasia Jasmine.
Veronika kemudian mendekati telinga mertua nya itu membisikkan sesuatu yang memang sudah lama ingin ia temukan. “Ponsel jasmine.” bisik Veronika.
Ya memang ponsel Jasmine lah yang bisa mereka selidiki untuk mencari bukti, namun Veronika belum sempat untuk mencari benda pipih milik Jasmine itu.
Elena terlihat diam dan berpikir, Ya memang seperti nya Ponsel Jasmine berguna, wanita itu pun berdiri dan berjalan menuju kamar Kenzo tentu untuk mencari keberadaan benda itu.
“Mau kemana ma?” tanya William melihat istri nya yang berjalan memasuki lift, Elena berbalik menatap suami lalu memberi isyarat jika ia ingin ke toilet.
William yang tak menaruh rasa curiga sedikit pun pada istri nya memilih untuk kembali bermain dengan Gavin dan Sagara tentu nya, sedangkan Veronika memantau dari sofa.
Hingga sampai lah Elena di kamar putra nya, wanita yang tak lagi muda itu segera mendekati lemari yang berisi pakaian Jasmine, tidak banyak hanya pakaian rumahan Jasmine saja lantaran semua pakaian berharga jasmani berada di walk in closet.
Semua laci dan pakaian Jasmine sudah Elena bongkar namun ia tak menemukan benda yang ia cari hingga tatapan nya tertuju pada lemari pakaian Kenzo yang berada tepat di samping lemari pakaian Jasmine.
Sama seperti lemari Jasmine, Lemari Kenzo juga hanya berisi pakaian tidur saja hingga memudahkan Elena untuk mencari Ponsel Jasmine, tak butuh waktu lama untuk nya menemukan ponsel Jasmine yang terletak di laci lemari Kenzo.
__ADS_1
“Ketemu.” ucap Elena memegang ponsel Jasmine, tentu ia tahu bagaimana bentuk ponsel Jasmine lantaran dulu menantu nya itu selalu mengajak nya berpose dengan ponsel itu.
Elena segera menekan tombol on ponsel itu dan menyala kan nya namun sial nya ponsel Jasmine memiliki password yang mengharuskan Elena untuk kembali memutar otak nya.
“Tanggal pernikahan?” gumam Elena lalu segera mengetik tanggal pernikahan Jasmine dan juga Kenzo namun ia tak juga berhasil, jika tanggal pernikahan bukan lalu apa password nya? Pikir Elena.
Wanita itu kemudian memilih untuk membawa ponsel Jasmine keluar dari sana dan menemui Veronika, berharap menantu nya itu bisa menebak password ponsel Jasmine, namun ia tak sadar jika kamar Kenzo juga terdapat CCTV yang baru saja ia pasang tepat di hari saat ia memasang CCTV di kamar Veronika.
.
.
.
Sesampai nya di bawah Elena segera mengajak Veronika untuk ikut bersama nya di halaman belakang, wanita itu kemudian menyerahkan ponsel itu pada Veronika.
“Mama menemukan nya?” tanya Veronika kala melihat ponsel Jasmine yang berada di tangan Elena, Elena kemudian mengangguk menanggapi ucapan Veronika.
“Tapi masalah nya ponsel Jasmine tidak bisa di buka karena ada password nya dan mama tidak tahu password ponsel ini.” jelas Elena seraya menyerahkan ponsel Jasmine pada Veronika.
“Tetap tidak berhasil.”
Veronika diam seraya memikirkan, angka berapa yang biasa nya di jadikan password oleh seseorang yang sudah menikah selain tanggal pernikahan? Veronika kemudian mencoba memasukkan tanggal lahir Jasmine namun juga tak berhasil.
“Tanggal lahir kak Kenzo.” gumam Veronika, lalu menekan angka tanggal lahir Kenzo, ini usaha terakhir mereka dan tentu mereka berharap jika itu berhasil.
“Berhasil!” seru Veronika kala ponsel Jasmine yang terbuka, kedua wanita itu jelas bahagia bahkan mereka saling berpelukan bak sedang memenangkan sebuah hadiah.
Namun baru saja akan mengecek isi ponsel Jasmine mendadak gerakan tangan mereka terhenti kala sebuah tangan kekar yang mencengkram tangan Veronika dengan keras.
“Lancang!” Ucap Kenzo kini berada di hadapan Veronika dan mama nya.
Pria itu kini menatap wanita yang berstatus sebagai istri nya itu dengan sangat tajam lantaran merasa jika Veronika kini sangat lancang membuka ponsel Jasmine yang bahkan ia sendiri tak pernah berniat untuk membuka nya lagi lantaran tak ingin kembali sedih mengingat Jasmine.
Veronika dan Elena jelas terkejut saat ini melihat keberadaan Kenzo di sana, belum sore tapi pria itu sudah kembali dari kantor dan itu benar benar hal yang tak terduga.
__ADS_1
“Kenzo, kau sudah pulang, kenapa...”
Ucapan Elena terhenti kala telapak tangan sang putra yang sudah berada tepat di hadapan wajah nya, tampak nya pria itu benar benar marah pada kedua wanita itu.
“Apa yang kalian akan lakukan pada ponsel istri ku?!” Sentak Kenzo membuat kedua wanita itu tersentak kaget dengan suara lantang Kenzo.
Veronika dan Elena hanya diam tanpa berniat untuk menjawab, memang apa yang harus mereka katakan sebagai alasan? rasanya keadaan seperti ini tak ada jalan keluar nya lagi selain jujur pada Kenzo.
“Kenapa diam? aku sedang bertanya!” Lagi Kenzo berucap dan hal itu bahkan membuat Sagara dan William datang menghampiri mereka.
Pertanyaan terkahir Kenzo yang tertuju pada Veronika jelas membuat wanita itu semakin terpojokkan, ingin jujur tapi ia belum memiliki bukti tentang pria itu dan status Gavin yang sebenarnya.
“A-aku... aku hanya...”
Brak!!!
Kenzo yang tersulut emosi kini membanting kursi yang terbuat dari kayu rotan yang ada di sana, jika ia masih sama seperti dulu maka mungkin tangan nya sudah mendarat di tubuh Veronika saat ini.
“Kenzo!” sentak Elena yang tak terima dengan sikap Kenzo yang menurut nya kasar meskipun tidak mengenai tubuh nya atau Veronika.
“Katakan pada ku apa yang kalian lakukan pada ponsel Jasmine atau tidak aku akan...”
“Jasmine mu berselingkuh Kenzo!!!”
Deg!
.
.
.
Halow penasaran yah? sabar yah besok author up lagiiii, jangan lupa dukungan nya guys, Vote paling di tunggu sama author!!
Besok Sabtu dan semoga hari mu menyenangkan seperti hari libur!!😂
__ADS_1