CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
BAB 91


__ADS_3

Mentari pagi kini menyapa, Veronika yang masih amat sangat mengantuk itu pun berusaha untuk tidak terganggu dengan silau nya sinar matahari pagi ini, tubuh nya yang remuk membuat wanita itu tak memiliki niat sedikit pun untuk terbangun dari tidur nya, berharap tak ada gangguan untuk nya pagi ini hingga ia merasakan cukup untuk beristirahat setelah melewati malam yang sangat panjang.


Sedikit aneh kala merasakan kamar nya yang sangat sepi, tak ada suara atau sentuhan Kenzo pagi ini ia pun tak merasakan ada seseorang di samping nya padahal seingat nya Kenzo terlelap tepat di samping nya setelah memberikan kelelahan tiada tara pada Veronika kemarin malam.


Veronika pun membuka kedua mata nya mencari keberadaan Kenzo namun pria itu benar benar tidak ada di ranjang tidur, kemana pria itu sepagi ini? Apa sudah berangkat ke kantor? Tapi kenapa Veronika tak mendengar apapun, suara percikan air di kamar mandi atau apapun itu.


Veronika mencoba untuk duduk seraya memegang selimut untuk menutupi tubuh nya yang masih polos, tak lama terdengar suara pintu di buka, Veronika menoleh mencoba melihat siapa yang datang ke kamar nya pagi pagi begini.


Tak lama terlihat wajah tampan Kenzo dengan sebuah nampan di tangan berisi makanan dan minuman, Kenzo tersenyum kala melihat wajah bantal istri nya yang masih saja terlihat sangat cantik meskipun rambut nya acak acakan.


“Good morning my wife.” ucap Kenzo.


Mendengar itu Veronika hanya bisa mengulum senyum, jujur ia merasa geli mendengar ucapan itu yang keluar dari mulu Kenzo namun ia juga bahagia mendapatkan ucapan selamat pagi dari pria yang ia cintai.


Kenzo mengehentikan langkah nya dengan raut wajah cemberut membuat Veronika merasa bingung, kenapa raut wajah nya berubah secepat itu padahal baru saja ia mengapa Veronika dengan senyuman manis di bibir nya.


“Kenapa?” tanya Veronika heran.


Kenzo tak menjawab, pria itu hanya diam menatap istri nya yang benar benar tidak tahu alasan nya merasa kesal, tentu saja karena Veronika tidak membalas ucapan selamat pagi nya.


“Kenapa tidak membalas ucapan selamat pagi dari ku?” sungut Kenzo membuat Veronika terkekeh, ya tuhan padahal hanya karena ucapan selamat pagi saja sudah membuat suami nya yang tampan ini merasa kesal.


Veronika kemudian melambaikan tangan pada Kenzo


meminta pria itu agar mendekat pada nya, Kenzo pun menurut dan menghampiri istri nya ini yang masih berbalut dengan selimut tebal, Kenzo meletakan nampan berisi makanan itu di atas nakas lalu duduk di hadapan Veronika.


Cup!


Satu kecupan mendarat di bibir Kenzo dan jelas hal itu membuat Kenzo kini mengulum senyum seketika rasa kesal nya menghilang lantaran mendapatkan sebuah kecupan dari sang istri, namun seketika kening nya berkerut membuat Veronika kembali bingung.

__ADS_1


“Kenapa? Apa nafas ku bau?” tanya Veronika menutup mulut nya lantaran malu jika memang benar nafas nya bau dan dengan percaya diri nya ia mengecup bibir Kenzo.


Kenzo menggeleng menatap Veronika seraya tersenyum manis. ”Nafas mu candu, tapi aku menginginkan kecupan lebih lama.” Veronika salah orang, seharus nya ia tidak bertanya lantaran Kenzo saat justru meminta lebih.


Melihat tak ada gerakan dari sang istri, Kenzo pun menarik tengkuk Veronika memiringkan kepala nya mencari posisi nyaman untuk membungkam bibir manis istri nya itu, dan pagi itu di lewati dengan suara decapan dari sepasang suami istri yang baru saja menikmati manis nya kehidupan rumah tangga.


.


.


.


Siang ini Veronika mencoba untuk keluar dari kamar nya lantaran merasa sangat bosan tak ingin memanjakan diri dengan hanya istirahat di kamar meskipun masih merasakan perih di bagian inti tubuh nya namun ia tetap berusaha untuk menjalankan aktivitas seperti biasa.


Tempat pertama yang ia kunjungi adalah kamar Gavin yang berada di sebelah kamar nya dan Kenzo, Veronika memilih untuk masuk dari pintu depan lantaran tak ingin membuat Seila terkejut, ia dan Kenzo sudah memutuskan akan menggunakan pintu utama kamar Gavin jika ingin menemui Gavin, dan pintu penghubung hanya di gunakan untuk keadaan darurat saja.


Lama ia mengetuk pintu kamar Gavin namun tak ada yang membuka nya. “Kemana mereka?” gumam Veronika.


Benar saja sesampainya nya di lantai bawah ia melihat Kenzo bersama Gavin sedang bermain dan di temani oleh Seila yang duduk tak jauh dari mereka, tak hanya Kenzo namun Daniel dan Genta juga berada di sana, bayi 5 bulan itu terlihat sangat senang bermain dengan para pria tampan itu.


“Sayang, kenapa kau keluar dari kamar?” tanya Kenzo kala melihat Veronika yang berjalan menghampiri nya, Kenzo segera bangun dan menghampiri Veronika membantu wanita itu berjalan, meskipun Veronika terlihat biasa saja namun ia tahu jika wanita itu tengah berusah berjalan seperti biasa lantaran keberadaan Daniel dan Genta di sana.


Veronika hanya tersenyum seraya menyambut uluran tangan Kenzo, ia benar benar merasa di perlakukan seperti seorang ratu oleh Kenzo, berbeda sekali saat awal pernikahan mereka, jangan kan seperti ratu Kenzo bahkan tidak memperlakukan nya sebagai seorang perempuan.


“Aku hanya bosan dan juga aku merindukan bayi kecil ku.” ucap Veronika seraya mengusap pipi Gavin yang sudah sangat mengembul itu.


“Bayi kita.” bisik Kenzo membuat Veronika tersenyum, terlihat jika Kenzo benar benar tulus menerima Gavin sebagai putra nya.


Sedangkan Daniel dan Genta hanya saling menatap melihat Kenzo yang begitu mengkhawatirkan Veronika.

__ADS_1


“Memang Veronika kenapa? Apa kau sakit?” tanya Genta pada Kenzo, Kenzo dan Veronika hanya saling menatap namun Daniel yang sudah berpengalaman jelas saja dengan cepat mengerti apa yang terjadi pada kedua pasangan itu.


“Secepat itu kau lupa untuk menunda anak Ken?” tanya Daniel lantaran masih sangat mengingat jelas jika Kenzo mengatakan ingin menunda memiliki anak terlebih dahulu.


Dan jelas saja hal itu membuat Veronika benar benar malu saat ini, Daniel memang minus otak jika sedang berbicara ia tidak merasa malu sedikit pun walaupun hal yang ia bicarakan adalah hal vulgar.


“Kau pikir jika menunda memiliki anak tidak boleh melakukan hal itu? Ah come on, mana mungkin aku bisa menahan nya.”


Plak!


Satu tepukan keras Veronika berikan pada Kenzo lantaran meladeni Daniel yang memang sudah jelas minus akhlak, dan Kenzo justru ikut ikutan menjadi minus akhlak, tidak masalah jika mereka ingin membahas hal itu namun masalah nya kini ada Sheila dan Genta yang mungkin masih polos.


“Sakit sayang.” ucap Kenzo lembut seraya mengusap pelan lengan nya, entah tenaga dari mana Veronika dapatkan hingga bisa membuat lengan Kenzo menjadi panas.


Veronika tak menjawab, wanita itu hanya memberi Kenzo tatapan tajam sebagai jawaban agar tidak lagi berbicara seenak nya tentang aktivitas sensitif itu di hadapan orang lain.


“Tenang saja Veronika kami sudah biasa membahas hal...”


Daniel mendadak diam kala melihat tatapan tajam dari Veronika, wanita lembut itu lagi lagi berubah menjadi hewan buas dan Daniel benar benar tidak berani untuk menatap nya.


Sedangkan Seila hanya diam menatap Veronika yang sangat beruntung memiliki suami yang tampan dan kaya, belum lagi ia di kelilingi oleh teman teman Kenzo yang tak kalah tampan nya.


“Andai aku bisa mengganti posisi nyonya Vero.”


.


.


.

__ADS_1


Bau bau pelakor hadir nihh🤣


jangan lupa dukungan untuk author yaa, ya kalau enggak buat author ya buat VENZO DEH🤣


__ADS_2