CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Hari sial Jesselyn


__ADS_3

Di sisi lain, Ibu Shoto pun menatap Ayah Shoto dengan sinis. Ibu Shoto pun pergi ke kamar tanpa ibu dan suaminya. Nenek Shoto pun menghela nafas dan pergi ke kamarnya. Ayah Shoto pun berinisiatif pergi ke kamarnya. Di kamar, terlihat ibu Shoto yang sedang berbaring. Ayah Shoto pun duduk di samping Ibu Shoto.


"Kamu kenapa jadi sensitif seperti ini?" Tanya Ayah Shoto yang bingung sambil menatap istrinya.


"Tidak apa-apa." Jawab Ibu Shoto yang berusaha untuk tidur.


"Kamu harus menghargai keputusan Shoto loh!" Tegas Ayah Shoto sambil menatap istrinya.


"Apa jangan-jangan kamu hamil lagi? Kamu dulu kalau lagi hamil juga sensitif." Tanya Ayah Shoto yang mencoba memastikan.


"Gak mungkin lah! Udahlah! Aku gak mau debat!." Tegas Ibu Shoto dengan nada lemas dan berusaha untuk tidur.


Ayah Shoto juga memutuskan untuk tidur. Keesokan harinya.


"Hah?!! Udah jam 10?!!" Ucap Jesselyn yang kaget karena baru bangun.


Jesselyn pun langsung bersiap-siap ke restoran. Dia segera memesan ojol. Dia pun sampai ke restoran beberapa menit sebelum shiftnya dimulai.


"Untung gak telat." Ucap Jesselyn yang bersyukur sambil berjalan memasuki restoran.


Jesselyn pun membuka pintu masuk restoran dan langsung disiram dengan es teh manis di wajahnya.


"Sabar, nanti kamu dipecat." Ucap Jesselyn sambil menghela nafasnya untuk membuang emosinya.


"Mampus lu pelakor!" Teriak seorang pelanggan perempuan yang langsung membuang tempat minum ke wajah Jesselyn.


Jesselyn pun membiarkannya dan berjalan ke arah kamar mandi.


"Udah dikasih bukti, gak percaya lagi." Ucap Jesselyn dalam hati karena merasa sangat kesal sambil membersihkan wajahnya.


"Bodoh emang." Ucap Jesselyn yang sedang mengaca.


"Maksud kau bilang pelanggan bodoh apa ya?" Tanya seorang perempuan yang menguping.


"Udah dikasih bukti yang bener, masih dibilang hoax." Jawab Jesselyn yang masih membersihkan wajahnya.


"Ya buktiin dong! Gak ada effort banget sih untuk kebenaran! Dasar pelakor!" Teriak perempuan tersebut yang langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Keknya dia salah satu cewek yang bilang kalau antar jemput itu bukan effort." Ucap Jesselyn yang kesal sambil membersihkan wajahnya.


Setelah selesai membersihkan wajahnya, Jesselyn pun keluar dari kamar mandi dan berjalan ke dapur.


"Makanya, pecat Jesselyn dong!!!!" Teriak perempuan yang tadi menyiram Jesselyn.


"Woooooo!!!!!" Teriak pelanggan yang terpancing saat melihat Jesselyn keluar dari kamar mandi.


Jason pun masuk ke dalam restoran.


"Ada apa ini?" Tanya Jason yang kaget dan melihat sekeliling.


"Ini, ada pelakor di restoran ini. Diusir dong!" Perintah perempuan tersebut sambil menunjuk Jesselyn yang sedang berjalan ke dapur.


"Di sini gak ada pelakor!" Tegas Jason yang berjalan ke ruangannya.

__ADS_1


"Usir atau kami berhenti makan di sini!" Teriak perempuan tersebut sambil melihat Jason.


Jason pun berhenti melangkah dan menghela nafas.


"Jess, ke ruangan aku sekarang!" Perintah Jason yang langsung berjalan ke ruangannya.


Jesselyn pun mengikuti Jason. Mereka pun sampai di ruangan Jason.


"Silahkan duduk!" Ajak Jason yang sudah duduk.


Jesselyn pun duduk.


"Kenapa?" Tanya Jesselyn yang bingung.


"Kamu masih mau kerja di sini?" Tanya Jason sambil menatap Jesselyn.


"Mau." Jawab Jesselyn sambil menatap Jason.


"Baiklah." Ucap Jason yang langsung menghela nafas.


"Untuk kelancaran di restoran ini, aku terpaksa mengeluarkan mu untuk sementara ini." Jelas Jason sambil menatap Jesselyn.


"Baiklah." Jawab Jesselyn sambil menahan tangis.


"Jangan nangis ya." Ucap Jason yang langsung berdiri dan akan memeluk Jesselyn.


"Gak usah sentuh aku!" Tegas Jesselyn yang langsung berjalan untuk meninggalkan ruangan.


"Kenapa?" Tanya Jesselyn yang bingung sambil membalikkan badan.


"Mana nomor rekening mu?" Tanya Jason sambil menatap Jesselyn.


Jesselyn pun langsung mengirim nomor rekeningnya melalui Helloapp.


"Udah." Ucap Jesselyn yang langsung membuka pintu dan pergi.


Jason pun tersenyum.


"Yes!! Aku dapat nomor rekening Jesselyn yang baru, hahahaha." Ucap Jason sambil tertawa bahagia.


"Tapi aku gak bisa sering ketemu Jesselyn ya." Ucap Jason yang langsung sedih.


Jason pun langsung mengirimkan Jesselyn gaji kerjanya. Jesselyn pun keluar dari ruangan Jason dan berjalan menuju pintu keluar.


"Woooo!!!" Teriak perempuan tadi karena merasa sangat puas.


Jesselyn pun memesan ojek dan pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Jesselyn pun menangis. Setelah puas menangis Jesselyn pun langsung mengeluarkan hpnya.


"Mami, aku dipecat sementara." Pesan Jesselyn kepada ibunya.


Jesselyn pun berbaring di kasurnya. Ibu Jesselyn pun langsung menelepon Jesselyn.


"Kok bisa dipecat? Kamu ngapain?" Tanya Ibu Jesselyn yang kaget.

__ADS_1


"Saya difitnah jadi pelakor mi. Trus yang fitnah suruh aku berhenti kerja atau gak akan makan di restoran itu mi." Jawab Jesselyn sambil mengelap air matanya.


"Hadeh, ya udah lah." Ucap Ibu Jesselyn yang pasrah.


"Jangan marah ya mi!" Perintah Jesselyn sambil menahan tangis.


"Iya." Jawab Ibu Jesselyn yang pasrah.


Ibu Jesselyn pun mematikan telepon. Jesselyn pun mengecek tabungannya.


"Loh, ini bukannya gaji kerja 1 bulan full ya?" Tanya Jesselyn sambil menatap jumlah tabungannya.


Jesselyn pun langsung ke Helloapp untuk mengabari Jason.


"Jason, kok kamu kirim gaji satu bulan penuh? Aku kan belum kerja satu bulan penuh." Tanya Jesselyn yang bingung melalui pesan.


"Hehehe, gapapa. Anggap itu bayaran karena kamu sering kasih aku makanan." Balas Jason sambil tersenyum malu.


"Beneran gapapa?" Tanya Jesselyn yang tidak yakin.


"Beneran dong." Jawab Jason sambil tersenyum.


"Pengen ajak sleep call, tapi dia mau gak ya?" Tanya Jason yang bingung.


"Pasti dia gak mau sih." Jawab Jason sambil berpikir.


"Apa gue capernya pake cara dulu aja kali ya?" Tanya Jason sambil menatap layar hpnya.


"Idenya bagus banget sih." Jawab Jason yang masih berusaha berpikir.


"Ya udah, besok gue kirim lagi aja duitnya." Ucap Jason sambil tersenyum.


Di sisi lain, Jesselyn sedang dilanda kebingungan.


"Mau kasih tau Shoto gak ya?" Tanya Jesselyn kepada dirinya sendiri karena sangat bingung.


"Kalau gue kasih tau, nanti dia jadi kepikiran dan merasa bersalah lagi." Ucap Jesselyn yang masih berusaha keras untuk mengambil keputusan.


Jesselyn pun berusaha keras untuk berpikir.


"Bagusan gak kasih tau gak sih?" Tanya Jesselyn kepada dirinya sendiri.


"Gak usah kasih tau deh. Nanti dia kepikiran, gak bisa fokus kerja." Jawab Jesselyn yang langsung merenung.


"Aku bingung, ini adalah awal mula kesialan ku atau hanya ujian dari Tuhan." Ucap Jesselyn yang langsung menghela nafas.


"Semoga saja ini hanya ujian sementara." Ucap Jesselyn dengan penuh harapan.


Jesselyn memutuskan untuk bermeditasi untuk menghilangkan pikiran negatif. Baru beberapa menit bermeditasi, Jesselyn ditelpon oleh seseorang. Jesselyn pun mengambil ponselnya dan melihat siapa yang meneleponnya.


"Loh?" Tanya Jesselyn yang bingung sambil menatap layar hpnya.


Update setiap hari, pukul 20.00 WIB

__ADS_1


__ADS_2