
Semua orang itu jelas menatap ke lantai atas dimana Kenzo dan Veronika berada, Melihat itu Kenzo pun segera turun menghampiri teman teman nya, bukan nya marah teman nya datang, hanya saja bukan hanya Daniel dan Genta melainkan Sagara juga di bawa padahal kondisi pria itu belum pulih.
Belum lagi tenaga medis juga ada di sana sedang mendengarkan instruksi dari Daniel, jelas saja Kenzo bingung saat ini lantaran ia tak tahu apapun tentang hal ini.
“Kalian tidak waras? Bagaimana bisa kalian bawa Sagara keluar dari rumah sakit?” ucap Kenzo pada Daniel dan Genta, mata nya membulat bahkan hampir keluar lantaran merasa geram dengan kedua teman nya.
“Ah tepat sekali Ken, Sagara tinggal di rumah mu ya, sampai dia pulih?” ucap Daniel dengan santai pada Kenzo yang kini melongo mendengar penuturan nya.
Tinggal bersama nya? Dia pikir rumah nya ini tempat penampungan? Dia pikir Kenzo sendiri di rumah ini? Bagaimana mungkin Kenzo akan membiarkan hal itu terjadi, bukan nya pelit hanya saja ia memikirkan Veronika yang bisa saja merasa tak nyaman.
“What? Apa kewarasan kalian sedang libur sekarang?” ucap Kenzo.
Jelas saja pria itu tak terima lantaran teman teman nya tak meminta izin pada nya terlebih dahulu, memang mereka berteman namun Kenzo memiliki privasi nya.
“Ya ampun Ken, Sagara tidak ingin tinggal di rumah sakit sendirian, sedangkan kami harus bekerja dan tidak bisa menjaga nya setiap saat, dan hanya kau yang bisa.”
Ucap Daniel dan jelas saja Kenzo saat ini bingung dengan ucapan Daniel, kenapa hanya ia yang bisa? Bukan kah ia juga bekerja?
“Kenapa aku? Apa kalian pikir aku ini pengangguran?” cebik Kenzo.
Daniel tak menjawab, pria itu justru melirik Veronika sekilas seolah olah sedang memberi isyarat pada Kenzo, pria itu pun ikut melirik pada Veronika namun tak mengerti dengan maksud Daniel.
“Begini, kau kan sudah menikah, nah Veronika bisa saja kan menjaga Sagara, Ayolah Ken, ini tidak akan lama.”
What the ****? Jadi maksudnya Veronika yang akan menjaga dan merawat Sagara? Big no!! Tentu Kenzo tidak akan mengizinkan nya karena tentu ia tidak akan bisa tenang meninggalkan mereka.
“Jangan bercanda Dan! Kau pikir istri ku perawat ha?!”
__ADS_1
Veronika sedikit tersentak mendengar sentakan Kenzo, jujur ia merasa tak masalah jika harus merawat Sagara lantaran ia juga merasa kasihan pada pria itu, namun seperti nya Kenzo tak mempercayai nya.
“Ayolah Ken, tidak masalah jika bukan Veronika yang merawat Sagara, tapi setidak nya pria malang ini tidak akan sendirian.” ucap Daniel masih berusaha membujuk Kenzo.
Sial sekali Sagara harus terlihat sangat menyedihkan di depan orang orang karena mulut Daniel yang membuat nya seolah olah menjadi manusia yang tidak bisa melakukan apapun saat ini.
Kenzo terlihat diam seraya memijat pangkal hidung nya, jelas ia bingung saat ini di satu sisi ia juga tak tega sebenarnya melihat kondisi Sagara namun di sisi lain ia juga tak mungkin membiarkan Veronika berdua di rumah dengan Sagara.
Meskipun masih ada asisten di rumah namun tidak mungkin Veronika tidak akan melihat kondisi Sagara sekali pun dan hal itu yang kini Kenzo khawatir kan mengingat Sagara yang menanyakan keberadaan Veronika tadi pagi.
“Kak, tidak apa jika kak Sagara di rawat di sini, aku akan...”
“Jangan coba coba merawat nya Veronika!” timpal Kenzo kala mendengar kebaikan yang akan Veronika lakukan pada Sagara.
Jujur kali ini Kenzo tidak hanya memikirkan Sagara melainkan teman teman nya yang lain, lantaran jika Sagara di rawat di rumah nya maka teman teman nya bisa saja mencari alasan untuk bertemu dengan Veronika.
Ya, iya masih belum mempercayai teman teman nya meskipun teman teman nya sudah tahu tentang status Veronika sesungguhnya, terutama Dirga, Kenzo benar benar belum mempercayai Dirga saat ini.
“Kenapa tidak bawa ke keluarga nya saja?”
Sudah Daniel duga jika Kenzo akan menanyakan hal ini, heran juga lantaran Kenzo bersikap seolah olah baru mengenal Sagara, padahal mereka tahu jika Sagara tidak pernah akur dengan keluarga nya itu.
“Kau lupa jika dia tidak akur dengan keluarga nya?”
Kenzo menarik rambut nya kasar, benar juga pria itu tak akur dengan keluarga nya, ia bahkan tak pernah meminta uang sepersen pun dengan keluarga nya dan perusahaan nya sekarang hasil dari jerih payahnya dan tentu bantuan dari mereka terutama Kenzo.
Teman teman nya itu memang memiliki masalah keluarga tersendiri, Kenzo termasuk yang beruntung lantaran ia masih akur dengan kedua orang tua nya, sedangkan para teman teman nya berbeda.
__ADS_1
“Tapi aku tidak mungkin membiarkan Veronika yang merawat nya, karena dia harus merawat Gavin.” ucap Kenzo terlihat serius, sedangkan Daniel kini mengulum senyum menatap Kenzo.
“Merawat Gavin atau merawat mu?”
Plak!
Satu pukulan mendarat di mulut pria itu, padahal Daniel mengetahui fakta jika Veronika adalah istri nya baru kemarin namun ia berbicara seolah-olah tau tentang rumah tangga Kenzo.
“Jangan sok tau, nikah aja belum!” ucap Kenzo terdengar menyindir namun yang di sindir justru lebih pro dari diri nya.
“Kau lupa aku seorang Cassanova? Aku lebih dulu merasakan nikmat dunia dari pada kau.” bisik Daniel pada telinga Kenzo dan tentu hal itu membuat pria itu segera menjauh lantaran merasa merinding.
“Maksiat Mulu! Nikah beneran biar gak bikin dosa!” ucap Kenzo lalu segera berlalu meninggalkan Daniel yang kini memasang raut wajah kesal, ingin marah namun apa yang Kenzo ucapkan tidak ada yang salah.
“Aku tidak percaya pada wanita mana pun Ken, jika mama ku saja bisa berselingkuh dan meninggalkan aku dan juga diriku yang masih kecil, lalu perempuan mana yang harus ku percaya?” ucap Daniel membatin.
Ya sakit hati terdalam nya di sebabkan oleh wanita yang mengandung dan melahirkan nya, entah apa yang kurang dari papa nya hingga sang mama memilih untuk lari bersama selingkuhan nya yang ternyata sahabat papa nya sendiri.
Daniel bahkan masih berumur 3 tahun saat itu dan mama nya tak memikirkan bagaimana perasaan Daniel kecil itu, bagaimana ia akan tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu.
Bahkan papa nya juga tak mempercayai wanita manapun dan memilih untuk tetap sendiri hingga saat ini dan hanya fokus pada pekerjaan nya saja, Daniel yang tak mendapatkan kasih sayang seorang ibu juga tak mendapat kan kasih sayang seorang ayah.
Hal itu lah yang menyebabkan nya ingin mempermainkan wanita tanpa mau menaruh perasaan pada wanita yang selalu menemani malam malam panas nya.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa untuk dukung Author terus yah🥰