CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Berbicara berdua


__ADS_3

"Apakah aku perlu menyembunyikan hal tersebut dari keluargaku?" Tanya Tomioka Shoto kepada dirinya sendiri dalam hati karena merasa sangat bingung.


"Oi, kok kau diam kali?" Tanya Jesselyn yang bingung sambil melihat Tomioka Shoto.


"Aku belakangan ini capek. Kurang tidur aku." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.


"Gak seru kah liburan ini?" Tanya Jesselyn yang penasaran sambil menatap Tomioka Shoto.


"Seru kok, sangking serunya. Aku sampe gak bisa tidur." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.


"Kamu bohong." Ucap Jesselyn yang tak percaya sambil menatap sinis Tomioka Shoto.


"Beneran kok." Ucap Tomioka Shoto yang bingung sambil menatap Jesselyn.


"Kamu udah tau hal itu kan?" Tanya Jesselyn sambil menatap sinis Tomioka Shoto.


"Tau apa ya?" Tanya Tomioka Shoto yang semakin bingung dan sedikit panik.


"Kamu tau kan? kalau aku ...." Ucap Jesselyn yang sengaja berhenti berbicara.


"Kenapa gak disambung? Aku penasaran banget loh." Tanya Tomioka Shoto yang sangat penasaran.


"Cuman iseng." Jawab Jesselyn sambil berjalan menjauhi Tomioka Shoto.


"Hah?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung sambil melihat Jesselyn.


"Apakah semua wanita di dunia ini seperti itu?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung dan kesal sambil melihat Jesselyn.


"Itu tandanya kamu tidak bisa menciptakan topik pembicaraan yang asik." Jawab Ibunya Shoto yang tiba-tiba muncul di samping Tomioka Shoto.


"Ha? Terus sekarang aku harus apa?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung sambil menatap ibunya.


"Temani Jesselyn." Jawab Nenek Shoto yang tiba-tiba muncul.


"Dimana dia?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung sambil melihat sekeliling.


"Kamu benar-benar tidak memiliki empati ya!" Tegas Nenek Shoto sambil menatap Tomioka Shoto dengan sinis.


Tomioka Shoto pun langsung mencari Jesselyn ke seluruh bagian di Villa. Beberapa menit kemudian, Tomioka Shoto pun berhasil menemukan Jesselyn.


"Jesselyn, mau ku bantu?" Tanya Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.


"Boleh." Jawab Jesselyn sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.


"Kamu tolong buka bumbu mienya ya!" Perintah Jesselyn sambil fokus untuk memasak mie.


"Ok." Jawab Tomioka Shoto yang langsung membuka bumbu.


"Omong-omong, mamamu dimana?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran.

__ADS_1


"Mandi." Jawab Jesselyn yang masih fokus untuk memasak.


"Wow, keren kali mamamu bisa mandi di pegunungan yang sangat dingin seperti ini." Ucap Tomioka Shoto yang kagum sambil menatap Jesselyn.


"Iya, mamaku sangat suka mandi." Jelas Jesselyn sambil menahan tawa.


"Haha." Tawa Tomioka Shoto yang melihat ekspresi Jesselyn.


"Kamu juga mandi lah?" Tanya Tomioka Shoto yang mencoba menebak.


"Enggak lah, hilak. Mana mungkin aku bisa mandi." Jawab Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Hahahaha." Tawa Tomioka Shoto mendengar jawaban Jesselyn.


"Setelah makan, kita langsung pergi ke tempat baru kah?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran sambil menatap Jesselyn


"Sepertinya iya." Jawab Jesselyn yang tak terlalu yakin.


Tomioka pun akhirnya selesai membuka semua bumbu dan Jesselyn juga telah selesai memasak mie.


"Bantu angkat ke meja makanlah!" Perintah Jesselyn sambil memegang beberapa mangkuk mie.


"Ok." Jawab Tomioka Shoto yang ikut mengambil beberapa mangkuk mie.


Mereka pun telah selesai menaruh semua mangkuk mie dan makan bersama. Jesselyn dan Manda ditugaskan untuk mencuci.


"Langsung pergi kah?" Tanya Ibunya Jesselyn yang penasaran.


"Paling setengah jam lagi berangkat." Ucap Paman ke 1 yang masih merokok.


"Ok." Ucap ibunya Jesselyn sambil duduk santai.


Jesselyn dan Manda pun selesai mencuci. Melihat Jesselyn yang sudah selesai mencuci, Tomioka Shoto pun menghampirinya.


"Jes, mari berbicara berdua di kamarku!" Ajak Tomioka Shoto yang langsung naik menuju kamarnya.


"Hah?" Tanya Jesselyn yang bingung sambil berjalan mengikuti Tomioka Shoto.


Mereka pun sampai di kamar. Tomioka Shoto pun menutup pintu dan membuat Jesselyn semakin bingung dan takut.


"Silahkan duduk!" Perintah Tomioka Shoto sambil duduk dan melihat Jesselyn.


Jesselyn pun duduk dengan ragu.


"Jangan takut, aku hanya ingin memastikan sesuatu." Ucap Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


Tomioka Shoto pun menghembuskan nafasnya dengan sangat serius. Hal itu membuat Jesselyn semakin takut.


"Apa yang mau dia bicarakan?" Tanya Jesselyn kepada dirinya dalam hati yang merasa sangat takut.

__ADS_1


"Tolong jawab dengan jujur, aku tidak akan marah! Aku janji." Perintah Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Ya." Jawab Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Aku ingin membawamu ke jenjang yang lebih tinggi." Ucap Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


Jesselyn hanya terdiam.


"Aku sudah tau masa lalu mu. Tapi, tolong ceritakan masa lalu saat kamu bertemu Abu untuk pertama kalinya!" Perintah Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn dengan serius.


"Aku dilecehkan saat naik ojek online. Perut, wajah, dan pinggang ku dipegang oleh supir ojek tersebut. Aku juga sudah berteriak, tapi karena jalannya sepi tidak ada yang menolongku. Namun, sebuah keajaiban terjadi. Seekor kucing putih datang menolongku dengan mencakar wajah pelaku pelecehan sebelum mobil polisi datang. Aku rasa mobil polisi tersebut sedang berpatroli. Itu juga merupakan alasan aku menamai kucing putihku dengan Abu." Jawab Jesselyn dengan santainya sambil menatap Tomioka Shoto.


Tomioka pun menghembuskan nafasnya.


"Jadi itu benar ya?" Tanya Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Ya, kamu mau putus denganku?" Tanya Jesselyn yang sudah pasrah sambil menatap Tomioka Shoto.


"Tidak." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Terima kasih karena telah jujur." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Jesselyn dengan serius.


"Bagaimana kamu bisa sangat percaya diri menjawab hal tersebut tanpa menangis?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran.


"Untuk apa aku menangis? Aku adalah korban, aku gak sudi menangis jika bukan karena kesalahanku sendiri. Lagipula aku juga bukan orang yang berniat untuk jahat sedikit pun." Jawab Jesselyn dengan santainya.


Tomioka Shoto pun tersenyum lebar.


"Kamu benar-benar hebat ya. Aku jadi iri denganmu." Ucap Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Tak perlu iri, kamu hanya perlu percaya diri." Ucap Jesselyn sambil tersenyum menatap Tomioka Shoto.


"Aku mencintai orang yang tepat ya. Aku menerimamu apa adanya, kamu tidak perlu takut kalau aku akan meninggalkanmu karena masa lalu mu ya!" Perintah Tomioka Shoto sambil tersenyum.


Jesselyn pun terdiam.


"Kamu juga punya masa lalu yang buruk kah?" Tanya Jesselyn yang penasaran.


"Ya." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum pahit.


"Kamu mengalami hal apa?" Tanya Jesselyn yang penasaran.


"Aku pernah di-bully oleh perempuan yang nenekmu mau jodohkan kepadaku." Jawab Tomioka Shoto sambil memperlihatkan wajah murung.


"Kasian banget lu." Ucap Jesselyn yang ikut merasa sedih.


"Gak perlu dipikirin, kan kita juga bentar lagi bakal nikah." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum.


"Ha?" Tanya Jesselyn yang bingung.

__ADS_1


Bersambung....


Update setiap hari, pukul 20.00


__ADS_2