
Mendengar ucapan Veronika entah mengapa mendadak perasaan nya menjadi tidak enak, mengingat wanita itu sebelum nya tinggal di Inggris, apa mungkin ia berniat untuk kembali ke Inggris? Pikir Kenzo.
“Maksud mu?” tanya Kenzo, meskipun memiliki firasat namun ia tetap menanyakan nya demi memastikan apa yang ia pikirkan.
Veronika menatap lekat Kenzo, apa ia harus mengatakan nya sekarang? Bagaimana jika pria itu akan melakukan berbagai cara agar bisa menghalangi nya pergi?
“Vero jawab aku!” ucap Kenzo kala Veronika yang masih diam menatap nya, ia tak sabar melihat Veronika yang tak juga menjawab pertanyaan nya.
Veronika menarik nafas dalam. “Aku akan kembali ke Inggris kak.”
Kenzo menggeleng kemudian mendekati Veronika, pria itu memegang kedua pundak Veronika dan memeluk nya seraya memohon agar wanita itu tidak kembali ke Inggris.
“Jangan, jangan pergi.” ucap Kenzo seraya mengeluarkan air mata nya, Veronika terkejut dengan apa yang Kenzo lakukan, ia bahkan menangis memohon pada nya.
Kali ini tangisan nya semakin menjadi jadi kala Veronika hendak melepaskan pelukan nya, ia semakin mengeratkan pelukannya lantaran tak ingin wanita itu pergi.
“Maaf kak, itu keputusan ku.” ucap Veronika masih mencoba melepaskan pelukan Kenzo dengan lembut.
Kenzo lagi lagi menggeleng tak terima. “Tidak, tidak boleh, kau masih istri ku Vero, kau tidak bisa pergi tanpa izin dari ku.” ucap Kenzo masih berusaha menahan Veronika.
__ADS_1
Namun apapun yang akan Kenzo katakan tak ada pengaruh bagi Veronika, keputusan nya sudah bulat dan itu tidak akan bisa di rubah oleh siapapun termasuk Kenzo.
“Kau lupa kita akan berpisah?”
Kenzo kini mulai berlutut di hadapan Veronika seraya memeluk pinggang wanita itu, benar benar seperti anak kecil yang tengah merengek pada orang tua nya.
“Aku tidak mau.” ucap nya makin terisak ia bahkan tak merasa malu sedikit pun menangis di hadapan wanita yang bahkan pernah ia benci di hidup nya.
Veronika jelas bingung saat ini, ia tak tahu harus berbuat apa lantaran tak pernah menghadapi hal semacam ini sebelum nya, Dirga tak pernah menangis bahkan merengek seperti yang Kenzo lakukan pada nya saat ini.
Veronika bahkan melirik sekeliling, takut saja jika asisten di rumah itu kembali atau mungkin sedang melewati kamar itu dan jelas hal itu sangat memalukan.
“Kak, apa yang kau lakukan? Jangan seperti anak kecil!” ucap Veronika menepuk nepuk Kenzo agar pria itu segera menghentikan tangis nya namun bukan nya berhenti, tangis pria itu justru semakin keras.
Hingga akhir nya Veronika kembali mencoba menenangkan Kenzo dengan mengatakan ia tidak akan pergi, memang sedikit sulit membuat pria itu percaya namun akhir nya Kenzo pun mengangguk percaya dan menghentikan tangis nya.
Namun ia masih di posisi dimana ia masih berlutut di hadapan Veronika seraya memeluk pinggang wanita itu, Veronika pun mengusap pelan rambut Kenzo agar pria itu semakin tenang.
“Sudah, jangan menangis lagi.” ucap Veronika dan di balas anggukan oleh Kenzo, pria itu kemudian menyeka air mata nya meskipun masih ada isakan tangis.
__ADS_1
Ia kemudian menuntun Veronika untuk duduk di ranjang, Wanita itu menurut saja dari pada pria itu kembali menangis dan merengek seperti anak kecil dan membuat Veronika bingung menghadapi nya.
Tanpa di duga Kenzo justru merebahkan diri nya di pangkuan Veronika, ia juga mengisyaratkan Veronika agar kembali mengusap kepala nya dengan lembut seperti yang Veronika lakukan sebelum nya.
Jangan tanya bagaimana keadaan jantung Veronika, sangat sangat tidak aman untuk kesehatan jantung lantaran Kenzo bukan hanya sekedar merebahkan diri namun juga terlelap di pangkuan Veronika.
Persis sekali seperti anak kecil, sehabis membuang air mata lalu akhir nya terlelap, Veronika hanya mematung di tempat, tak lama ia pun menyandarkan kepalanya di kepala ranjang hingga ia pun ikut terlelap bersama Kenzo.
Namun tak lama Veronika terlelap, Kenzo justru membuka kedua mata nya kala mendengar dengkuran halus yang keluar dari mulut Veronika, pria itu kemudian bangkit lalu menatap Veronika.
Ia membenarkan posisi Veronika dan merebahkan nya di ranjang, sebuah senyuman terbit di bibir Veronika sangat berbeda saat ia menangis sebelum nya, namun tangis nya bukan sandiwara, ia memang benar benar tak ingin jika wanita itu meninggalkan nya.
“Aku tidak akan membiarkan mu pergi kemana pun.” ucap Kenzo mengecup kening Veronika, lalu turun ke pipi dan terkahir di bibir wanita itu, khusus di bibir kecupan nya sedikit berwaktu meskipun hanya menempel kan dan bukan *******.
Kenzo menatap pakaian Veronika yang sudah berada di dalam tas wanita itu, ia kemudian menyembunyikan tas itu di bawah ranjang agar Veronika tidak bisa menemukan nya.
Kenzo kembali ke ranjang tidur lalu menatap wajah Veronika, ia teringat dengan ucapan wanita itu yang mengatakan jika ia juga harus menerima Gavin jika ingin bersama nya.
Tidak bisa di pungkiri jika Kenzo akan merasakan sakit setiap kali melihat wajah bayi itu, ia akan selalu teringat dengan pengkhianatan yang kedua orang tua bayi itu lakukan pada nya.
__ADS_1
Namun rasa cinta nya kepada Veronika juga semakin berkembang, setiap hari rasa cinta nya selalu bertambah pada wanita itu hingga membuat nya kembali berpikir untuk menerima kehadiran bayi itu di kehidupan nya.
“Apa aku harus menerima bayi itu?”