
Kini Kenzo dan Dirga berada di ruangan dokter di salah satu rumah sakit di kota itu, Veronika langsung di larikan ke rumah sakit lantaran tak juga kunjung sadar dari pingsan nya membuat Kenzo khawatir, sedang kan Dirga juga sama khawatir nya dengan Kenzo.
Meskipun tak lagi bisa memiliki Veronika namun Dirga murni khawatir karena menganggap Veronika teman nya, ia juga sedikit panik lantaran tak biasanya Veronika selemah itu hanya karena mendapat sedikit dorongan dari Kenzo sudah membuat nya pingsan, sempat mengira jika mungkin Veronika hanya berpura pura agar Kenzo tidak memukuli nya lagi namun melihat wanita itu tak juga bangun membuat nya khawatir.
“Ini semua salah mu! Kenapa kau menemui istri ku? Padahal aku sudah tidak ingin memiliki rasa curiga pada mu tapi kenapa kau membuat ku merasakan hal itu kembali?” ucap Kenzo menyalahkan Dirga atas apa yang terjadi pada mereka.
Dirga pun hanya diam mendengarkan omelan Kenzo, jika saja Kenzo tahu alasan nya menemui Veronika demi kebaikan diri nya mungkin reaksi Kenzo tidak akan seperti ini, dan mungkin ia akan berterima kasih pada Dirga atas apa yang Dirga lakukan untuk nya dan juga Veronika.
Tak lama dokter pun keluar dengan sebuah senyuman di bibir nya, ia sedikit bingung lantaran melihat ada dua orang pria, entah yang mana suami pasien nya ini namun yang jelas kedua pria itu sangat tampan, pikir dokter yang sudah berumur itu.
“Yang mana suami atau keluarga dari pasien?” tanya Dokter Dewi pada Kenzo dan Dirga, Kenzo pun langsung maju menghampiri dokter untuk mengatakan jika ialah suami Veronika, lantaran ia mendadak mengingat jika dulu Dirga juga pernah mengaku sebagai suami Veronika saat wanita itu sakit.
“Saya dok, bagaimana keadaan istri saya?” tanya Kenzo pada dokter Dewi, Dokter itu tersenyum pada Kenzo seperti nya pria itu belum mengetahui jika istri nya tengah mengandung bayi mereka saat ini.
“Apa istri anda sering mual mual?” tanya Dokter Dewi, Kenzo pun mengangguk lantaran apa yang dokter itu tanyakan memang benar, sedikit khawatir takut jika ternyata keadaan Veronika sedang tidak baik baik saja kala mendengar pertanyaan dokter Dewi.
“Apa yang terjadi pada istri saya dok? Apa dia sakit?” tanya Kenzo panik, suara nya bahkan bergetar ingin rasa nya ia menangis saat itu juga padahal dokter belum mengatakan apapun tentang keadaan Veronika.
Dokter Dewi kembali tersenyum menatap Kenzo, ia bisa merasakan bagaimana besarnya cinta Kenzo untuk istri nya itu.
“Dia baik baik saja tuan, hanya saja mungkin ia kekurangan tenaga karena sering mual mual tapi hal itu biasa di alami orang yang sedang hamil, dia hanya perlu banyak beristirahat saja untuk saat ini.” jelas dokter.
Kenzo menghela nafas mendengar jika Veronika baik baik saja, ia tak sadar jika dokter baru saja mengatakan Veronika sedang hamil, tak lama mata nya membulat sempurna kala menyadari ucapan Dokter itu.
__ADS_1
“Sebentar, apa dokter bilang hamil? Maksudnya istri saya sedang hamil?” tanya Kenzo untuk memperjelas pendengaran nya, takut saja ia baru saja salah dengar tentang berita kehamilan istri nya itu.
Dokter Dewi mengangguk seraya tersenyum, tak lama ia pun mengucapkan selamat pada Kenzo lantaran akan menjadi seorang ayah untuk bayi yang sedang istri nya kandung, setelah mengatakan hal itu Dokter Dewi berlalu lantaran masih ada pasien yang harus ia temui.
Sedangkan Kenzo saat ini terdiam dengan pikiran nya, ia masih ingat jika belum menginginkan seorang anak tapi saat mendengar Veronika hamil entah mengapa hati nya merasa sangat bahagia, berbeda sekali dengan pendirian nya sebelum ini.
Kenzo pun segera masuk ke ruangan Veronika, terlihat istri nya itu masih terbaring lemah di brankar, ia segera menghampiri Veronika menghujani wajah Veronika dengan kecupan hingga membuat wanita itu tersadar.
“Kak, aku dimana?” tanya Veronika kala sadar jika diri nya berada di tempat asing, Kenzo hanya tersenyum dan kembali mengecup kening Veronika cukup lama, rasa nya tak hal yang lebih membahagiakan lagi dari pada berita ini.
Tak lama Dirga pun masuk setelah memberikan beberapa waktu untuk Kenzo dan Veronika berdua agar Kenzo bisa segera memberitahukan Veronika jika mereka akan menjadi ayah dan ibu, melihat keberadaan Dirga jelas saja Veronika dan Kenzo menatap pria itu.
“Selamat Veronika, semoga kau dan bayi di kandungan mu sehat selalu.” ucap Dirga pada Veronika, ia tak tahu jika Kenzo belum memberitahu Veronika tentang kehamilan nya dan jelas saja hal itu membuat Veronika bingung sedang kan Kenzo kini menatap kesal pada Dirga lantaran memberitahu Veronika sebelum diri nya.
“Jadi kau belum memberitahu Vero? Lalu apa saja yang kau lakukan sejak tadi?”
Kini justru Dirga yang terdengar kesal lantaran selalu di salahkan oleh Kenzo, padahal ia sudah memberi cukup waktu untuk nya memberitahu Veronika tapi entah apa yang ia lakukan sejak tadi hingga belum memberitahu kabar itu pada Veronika.
“Kenapa kau yang marah?”
Veronika memijat pangkal hidung nya, padahal ia baru saja ingin berbahagia dengan ucapan yang Dirga berikan namun hal itu harus tertunda lantaran harus melihat pertengkaran kedua pria itu, ingin rasa nya Veronika menutup mulut kedua pria itu terutama Kenzo yang selalu marah marah.
“Bisa kalian diam? Aku ingin bicara!” sentak Veronika membuat kedua pria itu menoleh lalu terdiam, melihat keadaan sudah mereda Veronika akhir nya tersenyum menatap Kenzo.
__ADS_1
“Jadi aku hamil?” tanya Veronika antusias, melihat perubahan wajah istri nya Kenzo pun tersenyum seraya mengangguk kan kepala.
Veronika pun merentangkan tangan nya ingin memeluk Kenzo namun tak hanya Kenzo Dirga juga bergerak ingin mendekati Veronika dan memeluk nya jika saja Kenzo tidak menghentikan pria itu.
“Kau mau apa? Hanya aku saja yang boleh memeluk nya!” sentak Kenzo yang masih merasa kesal pada Dirga namun pria ju justru menambah rasa kesal nya, Dirga diam saja seraya menahan tawa, Kenzo benar benar posesif sekali.
Kedua pasangan suami istri itu saling berpelukan tak lupa Kenzo juga kembali mengecup wajah Veronika bertubi tubi lantaran merasa sangat bahagia, sedangkan Dirga hanya bisa diam di tempat melihat adegan romantis suami istri itu, seketika ia mengingat Kayla saat ini.
“Terima kasih kak, semua karena bantuan mu.” ucap Veronika pada Dirga membuat Kenzo mengerutkan kening nya heran, mengapa istri nya justru berterima kasih pada pria lain? Padahal diri nya yang menyumbang benih di rahim nya.
“Kenapa? Kenapa berterima kasih pada pria ini?” tanya Kenzo ketus pada Veronika, entah mengapa ia merasa ada hal yang mereka sembunyikan dari Kenzo dan hal itu membuat Kenzo merasa kembali cemburu pada Veronika dan Dirga.
“Karena aku yang membantu Veronika menemukan obat terbaik untuk mu bisa memiliki anak.” ucap Dirga membuat Kenzo semakin tidak mengerti dengan apa yang mereka maksud, obat? obat apa memang nya? kenapa Kenzo tidak tahu?
“Apa maksudmu?”
.
.
.
seperti biasa jangan lupa dukungan nya buat Author ya guys, terima kasih 😍
__ADS_1