
“Hm, pria itu memang badjingan.”
“Kak Sagara kau masih di sini?” tanya Veronika kala melihat sosok Sagara yang berada di ambang pintu, tentu ia merasa bingung lantaran seingat nya pria itu sudah pergi setelah mengantar nya pulang.
Baskara dan Vania saling melempar pandang lalu menatap Sagara yang masih berada di ambang pintu, jelas mereka bingung lantaran tak tahu siapa yang baru saja ikut nimbrung di pembicaraan keluarga mereka.
“Ah iya kenalkan dia kak Sagara teman Kak Kenzo, dia yang mengantar Vero pulang.” ucap Veronika memperkenalkan Sagara pada keluarga nya.
Baskara dan Vania mengangguk saja lalu Vania segera mempersilahkan Sagara untuk masuk, sedangkan Baskara hanya diam dan memalingkan wajah nya kala mengetahui jika pria itu adalah teman menantu nya.
“Maaf telah lancang ikut dalam pembicaraan keluarga kalian, tapi saya sebagai seorang pria juga tidak setuju dengan sikap Kenzo yang kasar pada Veronika.” jelas Sagara membuat Baskara dan Vania mengerutkan kening.
Kasar? Maksud nya Kenzo bersikap kasar pada Veronika? Tentu kedua orang tua Veronika terkejut lantaran mereka tak tahu apapun tentang itu, sementara Veronika kini tengah mengigit bibir nya lantaran takut jika kedua orang tua nya tahu bagaimana sikap Kenzo pada nya.
“Maksud mu Kenzo bersikap kasar pada Putri ku?” tanya Baskara pada Sagara, pria itu akhir nya menatap wajah Sagara setelah mendengar penuturan pria itu.
Sagara mengangguk lalu menatap sekilas pada Veronika, apa orang tua Veronika tak mengetahui hal ini? terlihat jelas di wajah Veronika yang menegang saat Sagara tatap.
“Ya tuhan apa aku salah bicara?” ucap Sagara membatin, menatap Baskara yang kini mengepalkan kedua tangan nya, ia benar benar tak terima setelah Putri nya di usir ternyata ia juga mendapatkan sikap kasar dari Kenzo.
“Pria brengsek itu! Akan ku habisi dia malam ini!” ucap Baskara kini bangkit dari duduk nya berjalan menuju pintu keluar rumah nya seperti nya ia akan menghampiri Kenzo malam ini juga jika saja Vania tidak berhasil menghentikan nya.
Ia memang menaruh rasa tak suka pada Kenzo sejak awal namun ia selalu diam lantaran istri nya selalu meminta kesempatan untuk Veronika mengambil hati Kenzo.
“Menghabisi nya hanya akan menambah masalah, kau ingin menghabiskan masa tua mu di penjara?” ucap Vania yang berhasil membuat Baskara mengurungkan niat nya untuk mendatangi Kenzo.
Baskara kemudian kembali duduk seraya menenangkan diri tentu saja di dampingi sang istri, lalu mereka pun meminta penjelasan atas apa yang terjadi sebenarnya hingga akhir nya Veronika pun cerita se detail mungkin pada kedua orang tua nya.
“Kau yakin dengan surat itu?” tanya Vania pada Veronika, bukan tak percaya hanya saja rasa nya tak mungkin jika Jasmin berselingkuh dari Kenzo.
Veronika mengangguk, ia memaklumi jika semua orang tidak percaya dengan apa yang ia katakan lantaran Jasmine memang bukan tipe seperti itu, namun itu hanya di luar tidak di dalam hati nya.
“Apapun alasan nya papa tidak terima jika Kenzo bersikap kasar padamu, papa saja tidak pernah berlaku kasar pada Putri papa sedang kan dia yang baru saja masuk ke dalam kehidupan mu berani berani nya menyakiti mu.” ucap Baskara.
Veronika diam seraya mengangguk, bukan salah papa nya jika ia marah lantaran Veronika selama ini selalu di manja dan bukan di kasari di keluarga nya.
“Papa ingin kalian berpisah.”
Deg!
__ADS_1
Veronika kini membulatkan mata menatap sang papa, ucapan yang Veronika takutkan kini keluar dari mulut sang papa ini lah alasan nya tak ingin menceritakan apapun pada kedua orang tua nya.
“Tapi pa..”
“Tidak ada alasan Vero, keputusan papa sudah bulat, papa tidak bisa terima jika Putri satu satu nya papa tersakiti terus menerus.”
Veronika tak bisa mengatakan apapun saat ini, jika papa nya sudah membuat keputusan maka mau tak mau ia harus menuruti nya namun sebelum itu ia ingin mengungkapkan kebenaran terlebih dahulu sebelum akhir nya ia memutuskan untuk berpisah dengan Kenzo.
“Baik lah tapi setelah Vero mengungkapkan kebenaran tentang Jasmine.” ucap Veronika membuat Baskara kini menatap Putri semata wayang nya itu.
Baskara menggelengkan kepala, tak ada syarat dalam keputusan nya, ia tak peduli jika kebenaran itu terungkap atau tidak yang jelas putri nya harus terbebaskan dari hubungan toxic itu.
“Tidak perlu, biarkan saja dia tahu dengan sendiri nya nanti atau pun tidak.”
Veronika menggeleng, masalah nya kini ia di anggap sebagai pembohong oleh semua orang dan yang lebih parah nya Rosalina juga mengkhianati diri nya dengan berpura pura tidak tahu.
“Tapi Vero tidak mau di salahkan pa, Vero berjanji setelah semua terungkap Vero akan segera kembali ke Inggris dan meninggalkan Kenzo.”
Baskara menatap Putri nya entah mengapa ada rasa tak setuju mendengar keputusan Veronika yang ingin kembali ke Inggris, namun jika di pikir pikir itu juga keputusan yang tepat bagi Veronika.
“Baiklah, papa beri waktu 2 Minggu untuk mu menemukan bukti, dan jika selama 2 Minggu kau tidak berhasil maka kau harus segera berpisah dari Kenzo.” ucap Baskara.
Tak lama terdengar deringan ponsel Sagara yang mengharuskan pria itu mengangkat nya lantaran berasal dari Daniel, pria itu pamit undur diri setelah membuat Veronika harus mengatakan hal yang sebenarnya kepada Baskara dan Vania.
“Apa?” tanya Sagara setelah berada di luar rumah Veronika.
“Ke club sekarang, Kenzo butuh kita.” ucap Daniel yang tak tahu jika Sagara sedikit kesal dengan pria itu.
“Tidak, aku ingin istirahat.” ucap Sagara lalu mematikan panggilan itu dan segera masuk ke mobil nya menuju apartment nya.
Ya mulai malam ini pria itu memutuskan untuk kembali ke apartemen nya lantaran tak ingin kembali membebani teman nya itu, juga ia belum Sudi untuk bertemu Kenzo.
Sedangkan di club' kini Daniel sedikit kesal lantaran Sagara yang tak ingin bergabung dengan mereka dan juga tidak sopan dengan mematikan panggilan padahal ia belum selesai bicara.
“Bagaimana?” tanya Genta pada Daniel dan di balas gelengan kepala oleh pria itu, sedangkan Kenzo hanya berdecih.
Tak lama kemudian Dirga datang menghampiri mereka bertiga, tak masalah Sagara tidak ikut yang penting masih ada Dirga yang melengkapi perkumpulan mereka di sana.
“Kusut banget muka Lo, kurang tidur ya?” ucap Daniel melihat wajah Sagara yang terlihat sangat menyedihkan, pasalnya ada lingkaran hitam di sekitar mata pria itu menandakan ia kekurangan waktu tidur.
__ADS_1
Dirga tak menjawab, pria itu kemudian duduk di samping Genta seraya menyenderkan tubuh nya di kepala sofa, entah apa yang ada di pikiran nya saat ini.
“Kali ini masalah Lo apa Ken?” tanya Dirga tiba tiba pada Kenzo, sejauh yang ia tahu mereka berkumpul karena Kenzo yang menginginkan nya dan jelas karena ada masalah pada pria itu.
“Veronika.” bisik Daniel pada Dirga yang membuat pria itu mengerutkan kening nya seraya menegakkan tubuh nya menatap Kenzo.
“Kenapa? Apa terjadi sesuatu?” tanya Dirga khawatir.
“Santai bro, ingat dia istri orang.” ucap Daniel di sertai tawa membuat Dirga berdecih.
Kenzo kemudian menceritakan hal yang terjadi pada diri nya dan juga Veronika, ia benar benar membutuhkan saran dari teman teman nya saat ini.
“Lalu kau mengusir nya?” tanya Dirga setelah mendengar penjelasan dari Kenzo, pria itu mengangguk lalu kembali meneguk minuman nya.
“Gila Lo Ken? Lo nyakitin dia!” ucap Dirga kini mulai terpancing emosi, niat nya datang ingin menghilangkan rasa lelah nya namun ia justru di buat kesal mendengar pengakuan Kenzo.
“Dia juga nyakitin gue Dir! Wanita ****** itu pantas di usir.”
Bugh!!
“Wanita ****** katamu? Jasmine yang ******!” teriak Dirga pada Kenzo, dan tentu pria itu tak terima dengan apa yang Dirga tuduhkan pada Jasmine.
Hingga terjadi lah pertengkaran antara kedua pria tampan itu, beruntung ada Daniel dan Genta yang melerai kedua nya namun mereka tetap di usir dari tempat itu karena membuat keributan.
“Gue harus temui Sagara!” ucap Dirga memasuki mobil nya dan melajukan nya dengan kecepatan kilat menuju apartemen Sagara.
“Sagara? Kenapa Sagara?”
.
.
.
Author back! dukungan nya author tunggu bestie, vote dan Rate!!
Besok Rabu semogaa hari mu menyenangkan seperti di saat gajian!😂
AUTHOR UDAH UP DARI KEMARIN MALAM, GATAU KENAPA BELUM LULUS RIEVEW 😭
__ADS_1