
Mereka pun mandi secara bergantian. Setelah mandi, mereka pun segara makan malam. Setelah, makan malam.
"Jes, jam 7 tidur ya!" Perintah ibunya Jesselyn sambil berdiri di depan kamar dan menatap Jesselyn.
"Loh, cepat kali mi? Ini baru jam 6.30." Tanya Jesselyn yang merasa heran sambil menatap ibunya.
"Iya, nanti jam 12 malam kita udah berangkat ke Berastagi." Jawab Ibunya Jesselyn sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.
"Kok cepat kali mi?." Tanya Jesselyn yang penasaran dan bingung sambil menatap ibunya.
"Iya, besok kata paman pertama mau berendam di air panas." Jawab Ibunya Jesselyn sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.
"Oh, ok mi." Ucap Jesselyn yang langsung berjalan ke arah Shoto.
Ibu Jesselyn pun pergi ke kamar untuk tidur.
"Shoto, nanti jam 12 malam kita udah berangkat ke Berastagi loh." Ucap Jesselyn yang sangat bahagia sambil menatap Tomioka Shoto.
"Wow, larut banget ya." Ucap Tomioka Shoto yang kaget sambil menatap Jesselyn.
"Iya, keknya besok aku, ibuku dan pamanku bakal numpang di mobilmu lagi. Bisa gak?" Tanya Jesselyn sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto dengan penuh harapan.
"Bisa dong." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.
"Nanti yang jadi supir siapa?" Tanya Jesselyn yang penasaran sambil menatap Tomioka.
"Sepertinya ayahku." Jawab Tomioka Shoto yang langsung menguap dan matanya sudah tidak bisa terbuka lagi.
"Oh, ya udah. Kamu tidur aja ya!" Perintah Jesselyn sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.
"Hmm." Ucap Tomioka Shoto yang langsung membaringkan tubuhnya dan tidur.
"Oh iya, keluarga Shoto udah tau belum ya?" Tanya Jesselyn kepada dirinya sendiri.
Jesselyn pun berdiri dan segera memberitahu Ibu Shoto menggunakan google terjemahan.
"Permisi, apakah tante tau bahwa kita akan berangkat pukul 24.00?" Tanya Jesselyn melalui teks google terjemahan.
"I already knew, but thanks for worrying about us." Jawab ibu Shoto sambil tersenyum.
"Ok." Ucap Jesselyn yang langsung berjalan ke kamarnya.
"Dia orang yang sangat peduli ya." Ucap Ibu Shoto sambil tersenyum.
"Itu benar, ternyata Shoto becus juga mencari pasangan." Puji nNenek Shoto sambil tersenyum.
__ADS_1
"Mama? Sebaiknya mama tidur! Kita berangkat pukul 24.00 loh. Tegas ibu Shoto yang kaget sambil tersenyum dan memegang pundak ibunya.
"Baiklah " Ucap nenek Shoto sambil ke kamar untuk tidur.
"Ada baiknya aku tidur juga." Ucap ibu Shoto dalam hati sambil berjalan.
Ibu Shoto pun mulai berbaring diikuti suaminya. Beberapa menit kemudian.
"Vero, Manda! Cepat tidur!" Perintah Ibu Manda yang sedang berjalan ke arah ruang tamu.
"Iya mi." Jawab Manda yang langsung ke kamarnya untuk tidur.
"Mi, aku nanti tidur di mobil aja lah mi." Ucap Vero yang sedang bernegosiasi.
"Gak bisa. Di mobil goyang-goyang, trus kemungkinan kita sampai ke pemandian air panas itu jam 3 atau 4 pagi!" Tegas Ayah Vero sambil mengerutkan alisnya.
"Ya udah lah." Ucap Vero yang malas berdebat.
Vero pun langsung pergi ke kamar untuk tidur. Ibu Vero pun mengunci pintu dan pergi tidur juga. Ayah Vero juga ikut tidur. Saat jam 11.30. Ibu Shoto terbangun karena alarm yang dia buat.
"Alarm mu mengagetkanku." Ucap Ayah Shoto yang terbangun sambil tersenyum.
"Hahaha." Tawa ibu Shoto sambil memeluk suaminya.
"Hahaha, sudah waktunya menyusun baju?" Tanya Ayah Shoto memeluk istrinya.
Ayah Shoto pun melepas pelukan dan membantu ibu Shoto membereskan baju-baju yang diperlukan.
"Udah bangun orang ini." Ucap Tantenya Jesselyn yang kaget.
Ayah dan ibu Shoto pun kaget. Ibu Jesselyn yang baru menyusun baju juga keluar dari kamar pun ikut kaget melihat wajah kakaknya yang sedang kaget. Jesselyn pun mengintip dari kamar.
"Bisa keluar kamar bareng kita ya, haha." Ucap Tantenya Jesselyn sambil tertawa.
"Hahahahaha." Tawa ibunya Jesselyn yang mendengar candaan kakaknya.
Ayah dan ibu Shoto pun ikut tertawa padahal tidak tau artinya. Tertawaan itu membuat Tomioka Shoto bangun.
"Ada apa ini?" Tanya Tomioka Shoto yang masih setengah sadar.
"Kami hanya ikut tertawa." Jawab ibu Shoto sambil menahan ketawa.
Mendengar itu, Tomioka Shoto pun kembali tidur.
"Mau ngapain kau kak?" Tanya ibunya Jesselyn yang penasaran.
__ADS_1
"Mau masak air panas. Supaya di pemandian bisa makan mie instan cup." Jawab Tantenya Jesselyn sambil berjalan ke arah kamar mandi.
Tantenya Jesselyn pun mencuci muka, mengganti baju, dan segera memasak air. Ibunya Jesselyn pun segera mencuci muka, mengganti baju, dan diikuti oleh Ibu dan ayah Shoto yang sudah selesai menyusun baju. Jesselyn pun ikut mencuci muka dan mengganti baju setelah ibu Shoto. 10 menit sebelum jam 24.00.
"Shoto! Sudah waktunya bangun!" Perintah ibu Shoto sambil menggoyangkan bahu Shoto dengan kuat.
Tomioka Shoto pun terbangun dan segera meregangkan otot-otot tubuhnya.
"Shoto! Makan permen vitamin C ini!" Perintah ibu Shoto sambil menyobek bungkusnya dan menyodorkannya me mulut Shoto.
Shoto pun membuka mulutnya. Shoto pun duduk dengan mata yang masih ngantuk.
"Kamu tidur di mobil aja ya nanti!" Perintah Ayah Shoto sambil tersenyum.
"Hmm." Jawab Shoto yang masih mencoba membuka matanya.
Tomioka Shoto pun berjalan dengan terpincang-pincang ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.
"Hahahahaha." Tawa Jesselyn yang melihat komuk Shoto yang sangat lucu.
"Masuk lah sana!" Perintah Jesselyn sambil berjalan keluar dari kamar mandi.
Tomioka Shoto pun masuk dan mencuci mukanya serta mengganti baju.
"Memalukan sekali, aku benar-benar merasa sangat malu." Ucap Tomioka Shoto dalam hati yang sangat malu.
Tomioka Shoto pun keluar dari kamar mandi. Paman ke 2 pun terbangun karena keadaan agak berisik. Dia pun segera mencuci muka dan mengganti baju diikuti oleh paman ke 3, Manda dan Vero.
"Devi bangun!" Perintah ibunya Jesselyn sambil menggoyangkan pundak Devi.
Ibunya Jesselyn pun menggoyangkan pundak nenek Shoto. Nenek Shoto pun terbangun.
"Thank you." Ucap Nenek Shoto sambil tersenyum dan mulai berdiri.
Nenek Shoto pun ke kamar mandi untuk mencuci muka dan diakhiri oleh Devi.
"Assalamu'alaikum. Yuk mulai berangkat!" Ajak Paman ke 1 yang mengetuk pintu rumah.
"Iya, bentar." Jawab Tantenya Jesselyn yang membukakan pintu.
"Beh, itu termosnya diangkat ya!" Perintah Tantenya Jesselyn sambil tersenyum dan melihat ke arah suaminya.
"Ok." Ucap Paman ke 3 yang langsung mengangkat termos dan memindahkannya ke mobil paman ke 1.
Keluarga Tomioka pun segera keluar untuk menaruh barang-barang diikuti keluarga Jesselyn dan Paman ke 2. Setelah semua orang menaruh barang-barangnya. Setelah memastikan rumahnya aman, mereka pun berangkat.
__ADS_1
Bersambung....
Update setiap hari, hanya di Noveltoon, pukul 20.00.