CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
BAB 77


__ADS_3

Elena dan William memilih pergi setelah Veronika dan kedua orang tua nya pulang membawa Gavin, kini Kenzo sendirian, ia benar benar merasakan bagaimana rasa nya di tinggal oleh orang orang sekitar, rasanya sakit nya melebihi saat Jasmine meninggal kan nya.


Kenzo diam merenung di balkon kamar nya, pria itu belum juga keluar dari kamar nya padahal hari sudah gelap, bahkan beberapa kali asisten rumah nya mengetuk pintu namun Kenzo tak kunjung keluar atau bahkan menjawab panggilan dari mereka.


Hingga akhir nya Ratmi pun memilih untuk menghubungi Veronika lantaran merasa khawatir dengan majikan nya itu, meskipun terjadi pertengkaran namun tak ada yang bisa ia hubungi lagi selain Veronika.


Hingga tak lama kemudian ponsel milik Kenzo berdering dan tertera nama Veronika di sana, pria itu sempat mengabaikan nya namun saat melihat nama wanita itu, ia segera mengangkat telepon nya, berharap Veronika mengubah keputusan nya.


“Halo?” ucap Kenzo setelah ia mengangkat panggilan dari Veronika, ia begitu antusias melihat Veronika yang menghubungi nya, tak ada hal buruk yang ia pikirkan saat ini melainkan harapan.


Veronika tak langsung menjawab, wanita itu menarik nafas pelan, jika di dengar dari suara nya seperti nya pria itu baik baik saja, namun tetap saja perasaan nya tidak tenang lantaran Ratmi mengatakan jika Kenzo belum makan apapun dari pagi.


“Kau baik baik saja?” tanya Veronika pada Kenzo, pria itu mengangguk seraya berdehem, mendengar suara Veronika saja sudah membuat nya merasa sangat baik saat ini.


Veronika diam, tak tahu apa yang harus ia katakan, ia menelpon hanya ingin memastikan jika pria itu baik baik saja namun setelah menghubungi nya entah mengapa ia mendadak bingung.


“Kau belum tidur?” kini Kenzo yang bertanya, merasa jika Veronika diam saja, pria itu berinisiatif untuk memulai pembicaraan lantaran tak ingin jika panggilan mereka berhenti saat itu juga.


Veronika menatap Gavin yang sudah terlelap di ranjang, entah mengapa ia teringat saat mereka menginap di rumah nya dan ia yang tertidur bersama Kenzo di sofa sedangkan Gavin tidur di ranjang sendirian.


Mendadak Veronika terkekeh mengingat hal itu dan jelas saja Kenzo yang mendengar nya merasa bingung lantaran Veronika yang tiba tiba tertawa.


“Kau baik baik saja?” tanya Kenzo sedikit khawatir dengan wanita yang masih berstatus sebagai istri nya itu.


Tersadar jika ia kini terlihat aneh, Veronika pun menghentikan tawa nya, jujur ia malu pada Kenzo saat ini, entah apa yang pria itu pikirkan tentang nya.


“Hm.” ucap Veronika.


Kedua orang itu kini kembali diam, mereka benar benar persis seperti sepasang remaja yang baru mengenal cinta, tidak saling berbicara namun juga tidak memutuskan panggilan nya.


“Vero.” ucap Kenzo dan di jawab deheman oleh wanita itu, irit sekali dia berbicara seakan ingin membalas dendam pada pria itu.

__ADS_1


Kenzo menghela nafas panjang, ia ingin membahas tentang mereka berdua namun entah mengapa itu merasa takut jika Veronika belum ingin membahas tentang hal itu.


“Apa kau tidak bisa memberikan ku kesempatan sekali lagi?” tanya Kenzo pada Veronika, suara nya gemetar entah karena gugup atau sedang lapar, yang jelas Veronika belum bisa menjawab pertanyaan Kenzo saat ini.


“Maaf kak, tapi aku belum bisa menjawab nya.” ucap Veronika membuat Kenzo kembali bersedih, apa pernikahan nya dengan Veronika hanya bertahan untuk waktu sekejap? Apa tidak bisa di perbaiki?


“Baiklah, tapi aku harap kau mau memberikan ku kesempatan.” ucap Kenzo penuh harap, Veronika hanya bisa diam tanpa menjawab, jujur ia ingin mempertahankan nya namun ia juga tidak ingin melanggar janji nya.


Hingga akhir nya Veronika pun memilih mematikan panggilan nya setelah berpamitan dengan Kenzo, ia juga meminta pria itu agar menjaga kesehatan nya dan pola makan nya.


Sedangkan di balik pintu kamar Veronika, Vania dan Baskara kini saling melempar pandang, entah mengapa mereka merasa bersalah dengan apa yang Veronika hadapi saat ini, mereka ingin kebahagiaan untuk Putri mereka namun mereka justru memberikan sakit lain nya untuk Veronika.


“Apa keputusan kita salah dengan memisahkan mereka?” tanya Vania pada Baskara, pria itu tak menjawab ia memilih untuk pergi menuju kamar nya, jujur ia masih tidak rela jika Veronika harus hidup bersama Kenzo.


.


.


.


Sedangkan Veronika memilih untuk fokus pada Gavin, apalagi setelah mendengar kabar jika Justin menceraikan dan mengusir Rosalina dan Rose dari kediaman mereka, tentu Veronika semakin iba pada Gavin yang kini tak memiliki siapapun untuk merawat nya.


Rosalina di usir tanpa membawa sepersen pun harta dari Justin begitu pula dengan Rose, meskipun sempat tidak terima namun mereka tidak bisa berbuat apapun kala Justin mengancam akan menghabisi nyawa mereka.


Meskipun hanya ancaman namun hal itu sukses membuat ibu dan anak itu merasa ketakutan mengingat bagaimana besarnya kekuasaan Justin di negeri ini.


Malam ini Kenzo masih bersama teman teman nya di sebuah club ternama di kota itu, setelah drama pertengkaran mereka akhir nya hubungan para pria itu kembali membaik meskipun harus kehilangan salah satu teman mereka.


Kenzo juga meminta maaf pada Dirga lantaran selalu menyalahkan dan menuduh pria itu padahal ia tidak bersalah dan ia lah korban atas pernikahan nya dan Veronika.


“Jadi siapa gadis waktu itu?” tanya Kenzo pada Dirga, dan sontak saja Daniel dan Genta merasa bingung lantaran tak tahu gadis mana yang Kenzo maksud kan.

__ADS_1


Dirga diam menatap para teman teman nya yang menunggu jawaban keluar dari mulut nya, jujur ia sebenarnya sangat malas untuk membahas keberadaan Kayla lantaran para teman teman nya itu akan mengejek nya nanti.


“Kau ingat saat aku menginginkan seorang wanita untuk melampiaskan emosi ku malam itu?” tanya Dirga pada Daniel, pria itu kemudian tampak berpikir, mengingat malam yang Dirga maksud.


Daniel kemudian mengangguk setelah mengingat malam itu, seketika mata nya membulat kala menyadari jika Dirga masih bersama gadis itu hingga saat ini.


“Jadii..?”


Dirga mengangguk membenarkan hal yang akan Daniel tanya kan pada nya, jelas saja Daniel terkejut lantaran ia tak tahu jika Dirga akam membawa gadis itu bersama nya.


“Bagaimana bisa kau membawa nya bersama mu?” tanya Kenzo kemudian, entah mengapa ia merasa tertarik dengan cerita Dirga.


Dirga kemudian menjelaskan alasan nya membawa Kayla pulang bersama nya, dan ia juga menjelaskan alasan gadis itu menjadi wanita malam dan peristiwa yang menimpa Kayla beberapa Minggu ini.


“Ini sudah lebih dari sebulan, apa dia menunjukkan gejala jika ia sedang mengandung?” tanya Genta, entah mengapa otak nya menjadi encer malam ini.


Dirga menggeleng, sejauh ini ia belum melihat tanda tanda kehamilan pada Kayla.


“Kalau begitu pulangkan saja, kenapa masih menampung nya?” ucap Daniel pada Dirga dan entah mengapa hal itu membuat Dirga merasa tidak suka dengan ucapan Daniel.


“Tidak bisa semudah itu!” ucap Dirga sedikit meninggi dan hal itu membuat ketiga teman nya merasa terkejut dengan respon Dirga yang menurut mereka terlalu berlebihan.


“Kau ini kenapa? Dia hanya memberi saran?”


.


.


.


halo author back malam malam nihh, jangan lupa dukungan buat Author ya guys!!

__ADS_1


__ADS_2