CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
BAB 106


__ADS_3

Setelah keberangkatan Kenzo, Veronika kini benar benar tidak tenang memikirkan suami nya dengan wanita lain, tak masalah jika wanita itu orang lain tapi asal tidak Naila, lantaran Veronika memang tidak suka melihat Naila yang berpakaian terlalu mini padahal karyawan Kenzo lain nya tidak seperti diri nya.


“Awas saja jika wanita itu menggoda suami ku, akan ku mutilasi dan ku jadikan sate!” gumam Veronika seraya memakan cemilan yang ada di dalam toples, selama kehamilan nya semakin besar nafsu makan nya juga bertambah, awal nya ia takut jika akan bertambah gendut namun Kenzo selalu memberinya keyakinan untuk tidak memikirkan berat badan nya.


Tanpa sepengetahuan Kenzo, ia juga meminta Edrik untuk menjadi informan dadakan nya memantau apa saja yang Kenzo lakukan dan apa saja yang Naila lakukan, takut takut saja jika wanita itu berniat menggoda suami tampan nya itu, dan jelas ia tidak akan bisa terima jika hal itu terjadi.


“Kenapa dia belum juga memberi kabar, padahal hari sudah hampir malam.” ucap Veronika menatap jam di layar ponsel nya, hari sudah semakin gelap tapi suami nya tak kunjung memberi kabar pada nya, seperti nya Kenzo sedang istirahat saat ini kemungkinan ia baru saja tiba di kota A.


Tak lama terdengar deringan dari ponsel Veronika membuat wanita itu segera meraih ponsel nya, benar saja tertera nama Kenzo di sana membuat Veronika segera mengangkat telepon nya, ia benar benar rindu mendengar suara suami nya itu padahal belum sehari Kenzo pergi.


“Halo sayang, kau sedang apa?” tanya Kenzo kala Veronika mengangkat telepon nya, sama seperti Veronika ia juga merasakan rindu yang amat pada istri nya itu, entah bagaimana ia akan bisa tidur malam ini tanpa memeluk dan mencium perut Veronika terlebih dahulu lantaran hal itu sudah menjadi kebiasaan bagi pria beristri itu.


Veronika hanya berdehem tanpa mengeluarkan suara nya, meskipun ia sangat merindukan suami nya itu tapi ia juga masih sedikit kesal karena Kenzo yang terlambat menghubungi nya, Veronika mengira jika suami nya itu sudah lama sampai di kota A lantaran mendengar suara Kenzo yang serak khas orang baru bangun tidur.


“Kenapa baru menghubungi ku? Padahal aku sudah lama menunggu.” ketus Veronika tanpa menjawab pertanyaan Kenzo sebelum nya, Kenzo hanya tersenyum mendengar pertanyaan Veronika lantaran merasa jika istri nya itu sangat merindukan nya hingga rela menunggu untuk menghubungi nya.


“Baru saja sampai sayang, aku baru saja masuk di hotel.” ucap Kenzo mengalihkan panggilan suara ke panggilan Video lantaran merasa sangat rindu untuk melihat wajah cantik istri nya itu juga perut buncit istri nya yang mampu menghilangkan semua rasa lelah nya seketika.


Veronika pun mengangkat panggilan video dari Kenzo, dan rasa kesal nya mendadak hilang kala melihat wajah tampan Kenzo yang terlihat sangat kelelahan, ia benar benar merasa kasihan pada suami nya itu dan merasa bersalah lantaran sepanjang hari selalu memikirkan hal yang tidak tidak tentang suami nya itu.


“Kau lelah?” tanya Veronika dan di jawab anggukan kepala oleh Kenzo, Veronika kemudian mengarahkan kamera ponsel ke perut nya lantaran tahu obat lelah Kenzo adalah perut buncit nya, dan benar saja seketika Kenzo tersenyum lebar seraya duduk di atas ranjang hotel.


“Hai sayang, apa kabar, bagaimana harimu hari ini?” ucap Kenzo antusias mengajak bayi dalam kandungan istri nya itu berbicara, ia selalu saja bertingkah seperti anak kecil jika sudah bertemu dengan perut buncit Veronika membuat Veronika terhibur namun terkadang ia merasa geli lantaran Kenzo sering mengganggu nya dengan menjilati perut nya.


“Baik daddy, hari ini kak Gavin mengajak ku bermain menggantikan daddy.” ucap Veronika menirukan suara anak kecil, menjelaskan apa saja yang hari ini ia lakukan, Kenzo pun tersenyum mendengar ucapan Veronika, namun seketika ia mencari keberadaan bayi besar nya yang tidak terlihat di kamera.

__ADS_1


“Dimana Gavin? Kenapa aku tidak melihat nya atau mendengar suara nya?” tanya Kenzo, Veronika kemudian mengatakan jika Gavin di bawa oleh Vania dan Baskara lantaran Justin yang ingin bertemu dengan cucu nya, mendengar itu Kenzo hanya mengangguk tanda mengerti.


Veronika kemudian melirik ke belakang Kenzo, ingin menanyakan keberadaan Naila dengan Kenzo tapi ia takut jika nanti Kenzo merasa risih dengan pertanyaan nya yang selalu mengarah pada Naila, melihat gerak gerik istri nya Kenzo pun merasa bingung dengan tingkah Veronika.


“Kenapa sayang? Apa yang kau cari?” tanya Kenzo membuat Veronika terkejut lantaran gerak gerik nya di ketahui oleh Kenzo, ia pun menggelengkan kepala namun Kenzo tak percaya jika tak ada yang ingin istri nya pastikan, apalagi ia selalu membahas Naila tadi pagi.


“Dimana wanita itu?” tanya Veronika akhir nya, tidak ada guna nya berbohong lantaran Kenzo juga sudah curiga, dan jika tidak bertanya itu akan membuat nya merasa semakin penasaran dengan keberadaan Naila, ia benar benar ingin memastikan jika Naila tidak berada di dekat suami nya.


Kenzo pun berdiri dan menunjukkan seisi kamar hotel nya, iya tau apa yang ada di pikiran istri nya itu dan memaklumi sikap posesif dan curiga Veronika, Veronika hanya tersenyum geli kala melihat Kenzo yang sudah seperti seorang youtubers yang sedang membuat Vlog.


“Sudah, aku percaya.” ucap Veronika, mendengar itu Kenzo pun berhenti dan kembali duduk di ranjang nya, tak masalah jika harus di interogasi oleh istri nya yang penting bagi nya adalah kebahagiaan Veronika karena hal itu akan berpengaruh dengan janin yang ada di dalam kandungan nya.


Mereka pun kembali mengobrol membicarakan apa saja yang akan Kenzo lakukan besok lantaran tak ingin membuat Veronika overthingking jika Kenzo besok terlambat menghubungi nya seperti hari ini, Veronika pun mendengar Kenzo dengan sangat baik lalu tanpa di sadari ia pun terlelap di atas sofa lantaran mengantuk mendengar cerita Kenzo.


Setelah pindah ke ranjang, Veronika langsung tidur tanpa mengucapkan selamat malam atau berpamitan pada Kenzo, Kenzo pun hanya tersenyum lalu memilih untuk ke kamar mandi dan membersihkan diri nya terlebih dahulu lalu ikut menyusul Veronika ke alam mimpi tanpa mematikan panggilan video terlebih dahulu.


.


.


.


Pagi menyapa Veronika terbangun lantaran mendengar suara ketukan pintu yang berasal dari ponsel nya, wanita itu segera melihat ke layar ponsel yang ternyata masih menyala, Veronika mengerutkan kening nya lantaran ternyata Kenzo tidak mematikan panggilan video mereka kemarin malam.


Dengan suara serak Veronika membangun kan Kenzo yang terlihat masih tertidur pulas, lantaran mendengar suara ketukan pintu dari luar, ia baru ingat jika Kenzo pagi ini akan mengunjugi proyek yang akan mereka jalankan dengan perusahaan besar.

__ADS_1


“Sayang, bangun ini sudah pagi, ada yang mengetuk kamar hotel mu.” ucap Veronika yang berulang kali membangun kan Kenzo, tak lama pria itu terbangun namun yang pertama ia lakukan adalah mengucapkan selamat pagi pada istri nya begitu melihat wajah istri nya di layar ponsel.


“Selamat pagi sayang ku, seperti biasa wajah mu selalu cantik meskipun ada bekas ileran yang menempel di bibir mu.” ucap Kenzo terkekeh dengan mata masih setengah terbuka, Veronika yang mendengar itu pun sontak saja mengecek wajah nya dan benar saja memang ada bekas ileran di wajah nya.


Dengan cepat ia mengambil air di gelas yang berada di nakas lalu mencuci wajah nya, meskipun sudah berstatus sebagai suami istri namun Veronika masih saja merasa malu jika menyangkut hal seperti ini, sedangkan Kenzo hanya terkekeh seraya menggelengkan kepala, padahal ini sudah kesekian kali nya ia melihat bekar ileran istri nya namun wanita itu masih saja belum terbiasa.


“Sudah jangan menertawakan ku, sana buka pintu nya.” ucap Veronika demi membuang rasa malu nya pada Kenzo, pria itu menurut lalu segera bangun dan berjalan menuju pintu.


Ceklek!


“Pak, maaf mengganggu tapi saya ingin mengingatkan jika hari ini kita ada..”


“Iya saya ingat, saya akan segera bersiap siap.” timpal Kenzo yang takut jika Veronika mendengar suara Naila, pria itu tak menyangka jika Naila pagi pagi sudah datang ke kamar hotel nya, ia mengira jik mungkin yang datang petugas kebersihan atau mungkin Edrik.


Namun sayang Veronika sudah mendengar suara Naila, dia wanita itu kini tengah berusaha untuk menenangkan hati nya yang sedikit berkecamuk.


“Tenang Veronika, tenang lah.”


.


.


.


Halo guys author back, makin sepi nihh kolom komentar, ayo ramaikan!! jangan lupa dukungan nya buat Author ya terima kasih🥰

__ADS_1


__ADS_2