CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Awal mula jatuhnya Suzuki Shinobu part 2


__ADS_3

"Semua yang gue katakan itu bener!" Tegas Suzuki Shinobu yang mencoba membela diri sambil menatap tajam polisi di depannya.


Polisi di depannya hanya mengenal nafas dengan kasar.


"Kamu akan ditahan dulu di sini sampai besok pagi." Ucap polisi sambil merapikan berkas-berkas bukti.


"Bawa dia ke ruang tahanan sementara!" Perintah polisi sambil merapikan berkas-berkas bukti.


Bawahan polisi itu pun membawa Suzuki Shinobu secara paksa ke ruang tahanan sementara. Ibu Shinobu dan sekretarisnya pun sampai di kantor polisi. Ibu Shinobu langsung keluar dari mobil dan menghampiri polisi yang ada di depan kantor polisi.


"Mana anak saya?" Tanya Ibu Shinobu sambil menangis dan menatap polisi di depannya.


"Di dalam, sedang diwawancara." Jawab polisi di depannya sambil menatap Ibu Shinobu.


"Makasih." Ucap Ibu Shinobu yang langsung berlari masuk.


Sekretaris yang baru selesai memarkirkan mobil pun ikut berlari mengikuti Ibu Shinobu.


"Mana anak saya?" Tanya Ibu Shinobu sambil menangis dan melihat setiap sudut ruangan di kantor polisi.


"Udah dimasukin ke ruangan tahanan sementara." Jawab polisi tadi yang baru keluar dari kamar mandi.


"Keluarkan anak saya!" Perintah Ibu Shinobu sambil menangis dan menatap polisi tersebut dengan tajam.


"Tidak bisa, itu sudah sesuai dengan prosedur kami!" Jawab polisi itu dengan tegas dan menatap Ibu Shinobu.


"Apa yang harus ku lakukan untuk membebaskan anakku?" Tanya Ibu Shinobu sambil menangis dan menatap polisi tersebut.


"Tidak ada hal yang bisa dilakukan. Semua bukti yang telah diberikan oleh korban sudah jelas dan tidak ada yang dilebih-lebihkan." Jawab polisi tersebut sambil menatap Ibu Shinobu.


"Kamu butuh berapa banyak uang untuk membebaskan putriku?" Tanya Ibu Shinobu sambil tersenyum dan menatap polisi tersebut.


"Aku tidak perlu uang darimu." Jawab polisi sambil menatap Ibu Shinobu.


"Kau butuh apa untuk bisa membebaskan putriku?" Tanya Ibu Shinobu yang mulai putus asa sambil menatap polisi di depannya.


"Tidak ada." Jawab polisi sambil tersenyum dan menatap Ibu Shinobu.


Ibu Shinobu pun menghela nafas karena sangat lelah.


"Suamiku sedang pergi ke luar negeri semoga kamu cepat pulang dan membantu Shinobu keluar dari masalah ini." Ucap Ibu Shinobu dalam hati dengan penuh harapan.


"Bolehkah aku bermalam di sini dan tidur bersama putriku?" Tanya Ibu Shinobu sambil menatap polisi dengan penuh harapan.


"Tidak boleh, anda tidak boleh menginap di sini kecuali anda adalah korban." Jawab polisi sambil menatap Ibu Shinobu dengan serius.

__ADS_1


Ibu Shinobu pun menghela nafas dengan penuh kekecewaan.


"Bolehkah aku bertemu dengan anakku?" Tanya Ibu Shinobu dengan wajah memelas.


"Tidak boleh, semua tidak boleh kecuali anda pulang ke rumah anda." Jawab polisi dengan tegas sambil menatap Ibu Shinobu.


Ibu Shinobu pun menghela nafas keputusasaan dan pulang ke rumah keluarga Suzuki bersama sekretarisnya Shinobu. Di sisi lain, Tomioka Shoto mendapat telepon dari pihak kepolisian sebelum Suzuki Shinobu ditahan oleh polisi.


"Halo?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung dan agak gugup.


"Halo, apakah benar ini Tomioka Shoto?" Tanya seorang polisi dari telepon.


"Benar." Jawab Tomioka Shoto yang agak gugup.


"Kami mendapat laporan dari kasus yang kau alami yaitu pembullyan. Kami ingin menawarkan jasa untuk menjaga and selama 24 jam dari pelaku. Apakah anda mau?" Tanya polisi tersebut sambil tersenyum.


"Kalau aku mau, kemungkinan besar aku gak bakal bisa selesaikan pekerjaanku." Pikir Tomioka Shoto yang mencoba mempertimbangkan hal tersebut.


"Terima kasih telah menawarkan, tapi aku rasa tidak perlu." Jawab Tomioka Shoto yang agak gugup sambil memegang alat buatannya yang masih belum siap.


"Oh, baiklah. Jangan ragu untuk melapor kepada kami jika mendapat ancaman ya!" Perintah polisi tersebut dengan tegas.


"Baiklah." Jawab Tomioka Shoto sambil memegang alatnya.


"Oh iya, besok jam 10.00 anda harus datang ke Kantor Polisi Tokyo Wangan ya!" Perintah polisi tersebut dengan tegas.


"Kamu mau dijemput atau pergi sendiri?" Tanya polisi tersebut.


"Aku pergi sendiri saja." Jawab Tomioka Shoto yang agak gugup.


"Baiklah." Ucap polisi tersebut yang langsung memutuskan sambungan telepon.


Tomioka Shoto pun segera memberikan pesan ke keluarganya.


"Ibu, ayah, dan nenek. Besok, aku akan ke kantor polisi karena ada yang melapor tentang kasus yang ku alami." Pesan suara Tomioka Shoto kepada seluruh keluarganya.


"Ayang, aku besok bakal ke kantor polisi loh. Ada yang lapor ke kantor polisi soal kasus ku." Pesan suara Tomioka Shoto sambil tersenyum malu kepada Jesselyn.


"What?!!!" Balas Jesselyn yang agak kaget.


"Kenapa, yang?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung dengan reaksi Jesselyn.


"Gak ada artikel yang bilang kalau cewek itu ditangkap, yang." Jawab Jesselyn yang masih agak kaget.


"Oh, mungkin karena dia orang kaya jadi agak ditutup dulu kasusnya. Kalau beneran salah, baru di-update." Ucap Tomioka Shoto yang tidak terlalu kaget.

__ADS_1


"Oh, gitu." Ucap Jesselyn yang baru tau.


"Btw, kamu kok gak kerja?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung.


"Mati, lupa gue." Ucap Jesselyn dalam hati karena merasa sangat panik.


"Aku dipecat sementara, yang. Tapi, gapapa kok. Cewek itu kan udah ditangkap, jadi bentar lagi aku udah bisa kerja." Jawab Jesselyn melalui pesan dan menjelaskannya dengan hati-hati.


"Jadi gara-gara kasus aku." Ucap Tomioka Shoto dalam hati yang merasa sangat bersalah.


"Jangan stress ya, boss aku kirimin gaji full satu bulan." Pesan Jesselyn yang khawatir.


"Syukurlah." Ucap Tomioka Shoto dalam hati karena merasa sangat bersyukur.


"Oh.." Balas Tomioka Shoto yang tenang.


"Tapi kan boss nya itu rival aku sendiri." Ucap Tomioka Shoto dalam hati yang baru teringat.


"Tapi dia sudah move on gak sih?" Tanya Tomioka Shoto kepada dirinya sendiri karena merasa sangat bingung.


"Ayang kerja dulu aja." Pesan Jesselyn yang mencoba menyakinkan Tomioka Shoto.


"Ok, yang." Balas Tomioka Shoto yang langsung memperbaiki alatnya.


Di sisi lain...


"Sekertaris, tolong pergi ke rumah Tomioka Shoto sekarang!" Perintah Ibu Shinobu sambil melihat ke luar jendela.


"Baik nyonya." Jawab sekretaris yang langsung membelokkan mobilnya.


Mereka pun sampai ke rumah Tomioka Shoto. Ibu Shinobu pun turun dan memencet bell rumah Tomioka Shoto.


"Bell?" Tanya Tomioka Shoto yang ingin memastikan.


Tomioka Shoto pun langsung mengecek melalui cctv rumahnya.


"Ibunya, sepertinya dia ingin negosiasi. Tapi, aku tidak akan menjawabnya." Ucap Tomioka Shoto yang langsung lanjut memperbaiki alatnya.


Ibu Shinobu yang menunggu tapi tidak ada jawaban pun langsung menelepon orang tua Shoto tapi tetap tidak ada yang menjawab.


"Kenapa mereka semua tidak mau menjawab panggilanku?" Tanya Ibu Shinobu yang kesal.


Ibu Shinobu yang kesal pun memutuskan pulang ke rumahnya.


Bersambung..

__ADS_1


Update setiap hari, pukul 20.00 WIB


__ADS_2