CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Kejadian di Villa


__ADS_3

"Adoh, ada bapakku pulak di depan pintu ini." Ucap Jason yang merasa sangat kesal.


Jason pun mencuci wajahnya agar tidak terlihat sedang menangis ataupun galau.


"Ih, lama kali anak ini. Ke kamar mandi bawah aja lah." Ucap paman ke 1 sambil berjalan turun ke lantai bawah.


Jason pun membuka pintu kamar mandi dan tak melihat ada orang.


"Alah, bapakku udah sampe di bawah mending aku lanjut galau lagi." Ucap Jason yang kesal sambil menutup pintu.


Jason pun kembali duduk di kloset.


"Jesselyn, cintaku padamu tidak akan pernah padam sampai kapanpun." Ucap Jason yang kembali menitikkan air mata sambil memukul dinding.


"Tok tok tok"


Pintu kamar mandi pun diketuk lagi.


"Adoh, siapa lagi itu? Bikin orang makin kesel aja." Tanya Jason yang kesal sambil berdiri dan mencuci wajahnya agar tidak ketahuan sedang menangis.


Jason pun membuka pintu kamar mandi.


"Lagi ngapain kau?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran dan marah sambil menatap Jason dengan sinis.


"Gak usah tau!" Tegas Jason sambil menatap Tomioka Shoto lalu menutup pintu kamar mandi.


"Kok kau panggil Jesselyn? Ada masalah apa kau sama dia?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran dan marah sambil menahan pintu kamar mandi.


"CK! Mending kau temani Jesselyn daripada kepo aku ngapain!" Perintah Jason sambil berusaha menutup pintu kamar mandi dengan sekuat tenaga.


"Jesselyn udah siap makan dan sekarang lagi tidur." Jawab Tomioka Shoto yang kembali menahan pintu dengan sekuat tenaga.


Mereka pun adu mekanik dengan saling mendorong pintu kamar mandi.


"Crack!"


Pintu kamar mandi pun pecah dan hancur menjadi beberapa keping. Paman ke 2 yang mendengar sesuatu yang pecah pun datang ke kamar mandi karena merasa kaget.


"Adoh, ngapain kalian sampe pintu kamar mandi pecah gink?" Tanya Paman ke 2 yang kaget sambil melihat serpihan pintu.


"Gak tau, si cowok ga jelas ini! Orang mau kencing ditahan pulak pintu ini. Ya jelaslah aku tutup pintunya, gak mungkin aku kencing pintunya terbuka gini." Jawab Jason yang kesal sambil menatap Tomioka Shoto dengan sinis.

__ADS_1


"Kau kencing kok sampe 30 menit lebih? Itu kencing atau lagi nangis karena galau?" Tanya Tomioka Shoto sambil tersenyum licik dan menatap Jason.


Paman ke 2 pun melihat pertengkaran mereka dengan fokus.


"Kimbek nya kau ini!" Ucap Jason dalam hati karena sangat kesal sambil mengepalkan tangannya.


"Ya sukak ku lah! Lagipula gak ada yang antri. Kalau ada yang antri, beda cerita." Ucap Jason sambil mengerutkan alisnya.


"Tapi kan lama kali, orang gak ada waktu buat ketuk pintu. lama-lama." Ucap Tomioka Shoto yang mencoba membela diri sambil menatap sinis Jason.


Ibu Shoto pun terbangun karena mendengar orang yang sedang bertengkar.


"Kenapa sangat berisik?" Tanya Ibu Shoto yang masih setengah sadar sambil melihat sekeliling.


"Shoto, apa yang mereka bicarakan?" Tanya ibu Shoto dengan suara lemas.


Kerena Shoto tak menjawab, Ibu Shoto pun duduk dan mencoba melihat Shoto. Ibu Shoto yang tak melihat anaknya pun kaget dan segera menggoyangkan pundak suaminya untuk membangunkannya.


"Kenapa?" Tanya Ayah Shoto yang merasa terganggu dan masih setengah sadar.


"Shoto belum ke kamar." Jawab Ibu Shoto yang panik dan khawatir dengan Tomioka Shoto.


"Mungkin dia masih menemani Jesselyn." Ucap Ayah Shoto yang langsung mencoba untuk tidur.


Ayah Shoto pun tak menjawab karena sudah tertidur.


"Aku tidak mungkin membangunkan ibu." Ucap ibunya Shoto sambil melihat Nenek Shoto.


"Lebih baik aku memastikan sendiri." Ucap ibunya Shoto sambil keluar dari kamar dengan pelan dan hati-hati.


Ibunya Shoto pun berjalan dengan pelan ke arah suara orang yang sedang bertengkar.


"Shoto, ada apa? Apakah kamu sedang bertengkar?" Tanya Ibunya Shoto yang kaget melihat anaknya yang seperti sedang bertengkar.


"Ya. Dia menyebut nama Jesselyn dan aku tidak menerimanya." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap ibunya.


"Dia hanya menyebut namanya, itu bukanlah masalah." Ucap Ibunya Shoto yang bingung sambil menatap Tomioka Shoto.


"Dia bilang dia menyukai Jesselyn dan saat aku tanya kenapa? Dia tidak mau jawab." Jelas Tomioka Shoto yang cemburu sambil menatap ibunya.


"Dia hanya bilang dia menyukai Jesselyn, bukan ingin hidup selamanya bersama Jesselyn kan?" Tanya Ibunya Shoto yang mencoba menenangkan Tomioka Shoto.

__ADS_1


"Menurutku mencintai berarti ingin hidup bersama orang tersebut hingga selamanya." Jawab Tomioka Shoto yang cemburu sambil menatap ibunya.


"Lagipula, dia bilang kalau cintanya kepada Jesselyn tidak akan pernah padam sampai kapanpun. Jelas aku harus cemburu kan? Aku kan pacarnya Jesselyn." Jelas Tomioka Shoto yang masih cemburu sambil menatap ibunya.


Tomioka Shoto pun langsung disidang oleh ibunya sendiri.


"Udah lah! Pergi aja aku!" Teriak Jason yang langsung pergi dari tempat tersebut.


Terlihat bahwa paman ke 1 baru kembali dari toilet di bawah.


"Ada apa ini? Kok pintunya bisa pecah?" Tanya Paman ke 1 yang baru kembali dari kamar mandi bawah.


"Mereka berdua berantem." Jawab paman ke 2 sambil menunjuk Jason dan Tomioka Shoto.


"Jason." Ucap Paman ke 1 yang membuat Jason langsung merinding saat mendengarnya.


"Kok bisa?" Tanya paman ke 1 yang sangat penasaran.


"Gak tau." Jawab Jason sambil berjalan pergi meninggalkan ayahnya.


Paman ke 1 pun menghembuskan nafas dengan kasar.


"Kamu jangan main-main sama saya ya!" Bentak Paman ke 1 sambil melihat Jason yang berjalan pergi.


Jason pun ke kamar untuk mengambil uang dan kembali ke kamar mandi.


"Nih uang biaya renovasi dan ini uang buat papa." Ucap Tomioka Shoto sambil memberikan uang kepada paman ke 1 dan ke 2.


Paman ke 1 pun seketika terdiam melihat uang yang diberikan anaknya. Dia pun pergi ke kamarnya untuk tidur.


"Gilak kali, entah bapak macam apa itu. Dikasih uang langsung diam gak nasehatin anaknya." Ucap paman ke 2 yang kaget karena melihat tingkah abangnya.


Tomioka Shoto pun akhirnya selesai disidang.


"Maaf." Ucap Tomioka Shoto sambil membungkukkan badannya dan berjalan ke kamarnya.


Ibunya Shoto pun tersenyum sambil membungkukkan badannya dan pergi ke kamarnya. Paman ke 2 pun membalas dengan tersenyum dan membungkukkan badannya. Paman ke 2 pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk tidur.


"Aneh kali hari ini ah, macam mimpi, abstrak kali, masa gak ada adegan baku hantam nya." Ucap Paman ke 2 yang merasa kecewa sambil berjalan ke kamranya dan menggelengkan kepalanya.


Bersambung..

__ADS_1


Update setiap hari, pukul 20.00


__ADS_2