CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Di pemandian air panas part 2


__ADS_3

Jesselyn pun langsung mengeluarkan kakinya.


"Kenapa?" Tanya Tomioka Shoto yang kaget.


"Airnya pans kali." Jawab Jesselyn yang langsung menggosok kakinya agar tidak panas lagi.


Tomioka Shoto pun membantu Jesselyn dengan meniup kaki Jesselyn agar tidak panas lagi.


"Makasih." Ucap Jesselyn yang kakinya sudah tidak panas lagi.


"Sama-sama." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum.


"Caper banget sih." Ucap Jason yang melihat dari kejauhan.


"Balik yuk!" Ajak Jesselyn sambil memegang Tomioka Shoto.


"Yuk!" Jawab Tomioka Shoto sambil berjalan menjauhi kolam tersebut.


"Eh, tapi boong." Ucap Jesselyn yang langsung menjatuhkan diri sendiri ke kolam lain yang berada di sebelah kolam yang sangat panas.


"Jes!" Teriak Tomioka Shoto yang kaget karena tangannya ditarik.


"Yah, kamu gak ikutan jatuh." Ucap Jesselyn yang menampakkan wajahnya dari dalam kolam.


"Bantu aku naik dong!" Perintah Jesselyn sambil mengulurkan tangannya.


Tomioka Shoto pun menarik tangan Jesselyn.


"Kok dia gak bisa ku tarik sih." Ucap Jesselyn dalam hati yang merasa sangat heran.


Setelah beberapa detik.


"Akan ku kerahkan semua kekuatanku!" Ucap Jesselyn dalam hati dengan penuh semangat.


"Tangan satu lagi dong, mana tau lebih mudah." Ucap Jesselyn sambil mengulurkan tangan satunya lagi.


Tomioka Shoto pun menarik ke dua tangan Jesselyn. Namun malah Jesselyn yang berhasil ditarik oleh Tomioka Shoto.


"Yah, gagal deh kerjain kamu." Ucap Jesselyn yang merasa kecewa.


"Ha? Kamu mau kerjain apa?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung.


Jesselyn pun menyipitkan matanya.


"Ternyata dia belum ngeh." Ucap Jesselyn dalam hati sambil tersenyum licik.


"Mengerikan." Ucap Tomioka Shoto yang takut melihat senyum Jesselyn.


Tomioka Shoto pun tersenyum.


"Ngapain pulak ini anak senyum?" Tanya Jesselyn dalam hati yang merasa bingung.


"Tutup hidung mu!" Perintah Tomioka Shoto sambil tersenyum.


"Kenapa? Kamu mau kentut?" Tanya Jesselyn sambil menutup hidungnya.


"Byurr."


Tomioka Shoto pun menarik tangan Jesselyn dan menjatuhkan dirinya ke dalam kolam. Jesselyn pun ikut terjatuh ke dalam kolam.

__ADS_1


"Hahahahaha. Kamu dari tadi mau jatuhin aku tapi gak bisa kan? Hahahaha." Tanya Tomioka Shoto sambil tertawa.


"Hahahaha, ternyata udah ketahuan." Jawab Jesselyn sambil tertawa.


Mereka pun bermain air sampai ibunya Jesselyn memanggil.


"Jes, mandi yuk!" Ajak ibunya Jesselyn sambil membawa tas yang berisi pakaian mereka.


"Mami mandi dulu loh." Jawab Jesselyn yang masih ingin bermain.


"Mami udah mandi." Jelas ibunya Jesselyn sambil tersenyum.


"Oh, ya udah." Ucap Jesselyn yang langsung keluar dari kolam.


"Bye, bye." Ucap Jesselyn sambil membawa tas dan pergi ke kamar mandi.


"Kamu juga mandi lah!" Perintah ibunya Jesselyn sambil tersenyum.


"Iya Tante." Jawab Tomioka Shoto yang langsung keluar dari kolam.


Tomioka Shoto pun bertemu ibunya yang tengah berjalan ke kolam.


"Ini pakaianmu." Ucap ibunya Shoto sambil memberikan tas berisi pakaian Shoto.


"Baik, terima kasih." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum dan membawa tas yang dipegang ibunya dan segera berlari untuk mandi.


Beberapa menit kemudian, Jesselyn pun selesai mandi dan berjalan ke arah pondok.


"Jesselyn." Sapa Tomioka sambil tersenyum dan berlari kecil ke arah Jesselyn.


"Hai, airnya sangat dingin ya. Aku saja mandi sambil merasa menggigil." Ucap Jesselyn sambil berjalan dan memegang tas yang berisi pakaiannya.


"Ayo berlari, aku sudah hampir pingsan karena lapar!" Ajak Jesselyn yang langsung berlari ke pondok.


Tomioka Shoto pun ikut lari. Jesselyn pun sampai ke pondok dan melihat bahwa Abu, Oyen, paman ke 1, 2, 3, Manda, Vero, Jason, ibunya Jason, dan ayah serta nenek Shoto yang tidur.


"Beh, dingin kali ah." Keluh Jesselyn yang merasa kedinginan sambil memberikan tas berisi pakaiannya.


"Ya, langsung makan lah itu mie instannya!" Perintah ibunya Jesselyn yang mengambil tas dari Jesselyn.


Tomioka Shoto pun baru sampai dan memberikannya kepada ibunya.


"Makanlah!" Perintah ibunya Jesselyn sambil memberikan 2 mie instan cup.


Mami udah makan?" Tanya Jesselyn yang penasaran sambil memegang cup pemberian ibunya.


"Udah." Jawab ibunya Jesselyn sambil tersenyum.


Jesselyn pun langsung menyeduh mie instan cup tersebut.


"Kamu juga makanlah!" Perintah ibunya sambil menunjuk ke arah Jesselyn.


"Yang lain sudah makan?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran.


Ibunya Shoto pun menganggukkan kepalanya. Tomioka Shoto pun berjalan ke arah Jesselyn.


"Nah." Ucap Jesselyn sambil memberikan 1 cup mie instan kepada Tomioka Shoto.


"Terima kasih." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum dan memegang cup mie instan.

__ADS_1


Jesselyn pun berdoa dan diikuti oleh Tomioka Shoto.


"Selamat makan semuanya, Selamat makan (dalam Bahasa Jepang)." Ucap Jesselyn yang langsung mulai makan.


"Iya, makanlah." Ucap Tantenya Jesselyn sambil tersenyum.


Tomioka Shoto pun bingung.


"Udah, langsung makan aja!" Perintah Tantenya Jesselyn sambil tersenyum.


"Selamat makan, selamat makan (dalam Bahasa Jepang)." Ucap Tomioka Shoto yang langsung makan mie instan.


"Iya." Jawab ibunya Jesselyn sambil tersenyum.


Jesselyn pun selesai makan.


"Mau lagi Jes?" Tanya ibunya Jesselyn sambil membuka kardus berisi mie instan cup.


"Mau mi." Jawab Jesselyn sambil membuka tutup termos.


Ibunya Jesselyn pun langsung memberikan cup mie instan.


"Kamu mau lagi?" Tanya ibunya Jesselyn sambil bersiap mengambil cup mie instan lagi.


"Enggak Tante." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Ibunya Jesselyn.


Ibunya Jesselyn pun menutup kardus mie instan. Jesselyn pun kembali makan. Tomioka Shoto pun duduk diam di samping Jesselyn. Beberapa menit kemudian, Jesselyn pun selesai makan.


"Jes, jalan-jalan ke sana yuk!" Ajak Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menunjuk ke depan pondok yang terlihat sangat ramai.


"Nanti ah, capek." Jawab Jesselyn yang langsung menutup matanya.


Jesselyn pun tertidur dan kepalanya berada di pundak Tomioka Shoto.


"Dug, dug, dug"


Suara detak jantung Tomioka Shoto yang berdebar sangat kencang.


"Mama, nanti kalau saudara Jesselyn sudah bangun. Bangunkan aku juga ya!" Perintah Tomioka Shoto sambil menatap ibunya.


"Ok." Jawab ibunya Shoto sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.


Tomioka Shoto pun ikut tidur.


"珍しい光景。" Translate "Pemandangan langka." Ucap ibunya Shoto yang langsung mengeluarkan hpnya untuk mengfoto Tomioka Shoto dan Jesselyn yang sedang tertidur.


"Anakku sebentar lagi akan segera menikah." Ucap ibunya Jesselyn yang merasa terharu.


"Hahahaha." Tawa tantenya Jesselyn mendengar ucapan adiknya.


Abu pun terbangun dan tidur di kaki Jesselyn. Beberapa jam kemudian.


"松濤、起きろ!" Translate "Shoto, bangun!" Perintah ibunya Shoto sambil memegang bahu Tomioka Shoto.


Tomioka Shoto pun terbangun dan akan segera membangunkan Jesselyn. Ternyata, Jesselyn sudah terbangun terlebih dahulu.


Bersambung....


Update setiap hari, pukul 20.00

__ADS_1


__ADS_2