
Tak terasa dua bulan berlalu kini pernikahan Veronika dan Kenzo sudah memasuki bulan ke 7 dan kehidupan pernikahan mereka benar benar damai saat ini tak ada lagi hal yang menjadi duri dalam rumah tangga mereka, Gavin juga sudah semakin pintar, entah mengapa Veronika merasa jika Gavin sangat pintar dari anak seusia nya.
Ia benar benar sudah mengerti jika Veronika tengah memarahi dan menasehati nya juga mengajari nya sesuatu, ia juga bahkan sudah pintar ingin ikut jika Veronika pergi membuat Veronika benar benar bangga memiliki putra yang sangat pintar.
Namun belakangan ini masalah nya justru ada di Veronika, wanita itu belakangan ini benar benar tidak menyukai Kenzo, ia bahkan sering mengusir suami nya itu jika berada di dalam kamar membuat Kenzo benar benar bingung dengan sikap aneh Veronika.
Bahkan kadang Veronika meminta Kenzo untuk tidur di sofa dan tidak ingin tidur seranjat dengan Kenzo dan bahkan lebih memilih untuk tidur bersama Gavin dari pada suami nya itu membuat Kenzo terkadang merasa iri dengan bayi kecil itu.
Seperti saat ini Kenzo benar benar menginginkan makan siang masakan istri nya namun Veronika benar benar sedang tidak ingin memasak, hari ini ia benar benar ingin duduk diam saja di rumah namun Kenzo justru menangis lantaran menginginkan makanan masakan Veronika.
Veronika mau tak mau menurut dan memasak, hanya masakan sederhana lantaran Kenzo juga tak menuntut makanan yang terpenting masakan itu di masak oleh istri nya dan di antar sendiri oleh Veronika ke kantor nya.
“Aku sudah di depan gedung kantor mu, cepat lah keluar dan ambil makan siang mu, aku benar benar tidak suka mencium aroma parfum karyawan mu yang berbagai jenis itu.” ketus Veronika berbicara di telepon dengan Kenzo.
Awal mya wanita itu sudah masuk ke dalam gedung kantor Kenzo namun saat mencium aroma parfum beberapa karyawan di sana mendadak ia mengurungkan niat nya untuk masuk dan kembali ke dalam mobil, rasa nya benar benar tidak enak dan membuat nya merasa mual.
“Tapi sayang aku masih belum menyelesaikan pekerjaan ku, tidak bisa kah kau yang mengantarnya?” pinta Kenzo lantaran ia memang benar benar sedang bertempur dengan beberapa berkas yang harus ia selesaikan saat ini juga.
Veronika menghela nafas panjang, kasihan juga jika harus membuat Kenzo meninggalkan pekerjaan nya namun rasa mual Veronika benar benar tidak tertahankan jika sudah mencium aroma parfum di sana, Veronika pun mengambil beberapa masker agar tidak bisa mencium aroma parfum tersebut.
Ia pun kembali masuk ke dalam kantor Kenzo dan di sambut oleh pekerja disana lantaran mereka sudah tahu siapa Veronika, jelas saja tak ada lagi yang berani mengatakan hal buruk pada Veronika atau bahkan menatap nya lantaran tak ingin jika mereka kehilangan pekerjaan.
Hingga tak lama akhir nya Veronika sampai di ruangan Kenzo, wanita itu segera masuk lantaran sudah benar benar tak tahan dengan bau parfum di sana, memakai masker ternyata tetap membuat Veronika mencium aroma parfum dan kini perut nya benar benar terasa sedang di aduk aduk.
__ADS_1
Veronika segera berlari menuju kamar mandi di ruangan Kenzo untuk memuntahkan seluruh isi perut nya, melihat sang istri yang berlari menuju kamar mandi jelas saja membuat Kenzo khawatir, ia pun segera menyusul sang istri dan semakin panik kala melihat Veronika muntah.
“Sayang kenapa?” tanya Kenzo panik.
Verinikat tak menjawab, perut nya masih belum merasa lega dna Kenzo pun mencoba untuk memijat tengkuk Veronika agar istri nya itu bisa memuntahkan semua nya, tak lama Veronika akhir nya terdudt lemas setelah merasa lega memuntahkan isi perut nya.
“Sudah enakan?” tanya Kenzo, Veronika mengangguk namun tubuh nya benar benar lemah saat ini, rasanya ingin bangun saja ia benar benar tidak bertenaga.
“Mulai besok jangan izinkan karyawan mu memakai parfum, bau nya sangat menyengat.” ucap Veronika membuat Kenzo menautkan kedua alisnya, aneh saja dengan permintaan Veronika yang meminta agar karyawan tidak menggunakan parfum.
“Tapi sayang, mana mungkin aku...”
“Kalau begitu jangan meminta ku untuk datang ke kantor mu.” ketus Veronika lantaran Kenzo yang tak menuruti kemauan nya, padahal bukan tanpa alasan ia meminta hal itu.
“Ya sudah, maafkan aku sudah membuat mu kesal.” ucap Kenzo memeluk sang istri, dan benar saja seperti dugaan Kenzo, Veronika justru menangis tersedu-sedu di dalam pelukan nya padahal Kenzo hanya meminta maaf dan bukan memarahinya.
Kenzo kemudian menatap bekal yang Veronika bawa, ia segera membuka bekal tersebut lantaran sudah merasa sangat lapar, makan masakan istri dan di temani oleh istri nya makan tentu hal yang sangat membahagiakan.
Namun siapa sangka yang makan bukan Kenzo melainkan Veronika sendiri, saat Kenzo membuka bekal tersebut dan aroma masakan Veronika yang menguar membuat Veronika justru tergoda dengan masakan nya sendiri.
Ia bahkan lebih banyak memakan masakan nya dari pada Kenzo padahal seingat Kenzo, Veronika benar benar tidak memiliki niat saat memasak makanan itu namun lihat lah justru ia yang menghabiskan nya, namun Kenzo tidak berani mengatakan apapun lantaran tak ingin membuat istri nya kembali amrsh dan menangis.
“Sudah kenyang?” tanya Kenzo, Veronika pun mengangguk seraya mengusap perut nya yang benar benar terasa penuh, ia tak pernah makan selahap itu sebelum nya, namun entah mengapa makan di kantor membuat nafsu makan nya justru bertambah.
__ADS_1
“Makan mu banyak sekali sayang?” tanya Kenzo lembut.
Namun Veronika justru menanggapi nya dengan beda, padahal pria itu hanya bertanya lantaran merasa aneh melihat porsi makan istri nya yang sangat berbeda dari sebelumnya.
“Kenapa? Mau bilang aku gendut?” ketus Veronika, padahal baru saja ia merasa senang lantaran merasa kekenyangan namun ia kembali marah marah hanya karena sebuah pertanyaan yang keluar dari mulut Kenzo.
Kenzo menggelengkan kepala, jujur ia tidak bermaksud untuk membahas berat badan lantaran ia juga tahu jika membahas berat badan pada seorang wanita adalah hal yang sensitif namun Veronika justru mengambil jalan pikiran yang berbeda.
“Tidak sayang, aku hanya bertanya.” ucap Kenzo lagi lagi harus menambah batas kesabaran nya pada Veronika, seperti nya hal ini akan ia jadikan kebiasaan setiap hari nya.
“Bohong! terus kenapa nanya porsi makan ku?” ucap Veronika kini mulai meneruskan drama nya, ia kembali menangis di hadapan Kenzo membuat pria itu semakin bingung saat ini, ya Tuhan jika tahu akan menjadi seperti ini maka ia akan lebih memilih untuk menutup mulut nya.
Kenzo menarik tubuh Veronika di dalam pelukan nya, jika sedang menangis biasa nya wanita itu sangat suka di peluk oleh Kenzo dan hal itu adalah cara terampuh untuk meredakan tangisan Veronika.
“Maafkan aku, aku tidak akan menanyakan hal itu lagi.” ucap Kenzo seraya mengecup puncak kepala Veronika, namun tak lama Veronika mengurai pelukan nya dari Kenzo seraya menatap wajah Kenzo dengan tajam.
“Kenapa parfum mu seperti bau parfum perempuan? apa kau baru saja berpelukan dengan perempuan lain?”
.
.
.
__ADS_1
Haloo, Author up lagi karena ngerasa punya hutang cuma up satu hari ini🥺 tapi jangan lupa dukungan buat Author ya guys, terima kasih!🥰