CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
BAB 111


__ADS_3

Empat bulan berlalu kini kehamilan Veronika tinggal menunggu hari persalinan saja, semua orang pun selalu berada di dekat Veronika, takut saja wanita itu tiba tiba mengalami kontraksi, Veronika memilih untuk melahirkan secara Normal saja lantaran takut jika harus operasi, dokter pun mengatakan jika kehamilan Veronika baik baik saja dan bisa melahirkan secara normal.


Pagi ini Veronika sedang berjalan jalan di taman belakang rumah nya, selama hamil ia memang selalu berjalan jalan di taman belakang rumah nya karena memang di anjurkan dokter untuk beraktivitas, tak ada yang aneh hingga tak lama ia merasakan keram di perut nya.


Awal nya ia tak begitu menghiraukan karena memang ia sering sekali merasakan keram lalu kemudian hilang sendiri, namun kali ini berbeda sudah beberapa menit tapi rasa keram nya tak juga hilang dan justru terasa semakin sakit membuat nya seketika menjerit.


Mendengar suara teriakan majikan nya membuat para asisten rumah itu segera menghampiri Veronika takut jika terjadi sesuatu pada majikan mereka, dan benar saja mereka melihat Veronika yang kesakitan seraya memegangi perut membuat Ratmi segera naik ke lantai atas untuk memberitahu kan pada Kenzo tentang kondisi Veronika.


“Tuan, tuan! Nyonya Vero kesakitan.” teriak Ratmi seraya menggedor pintu kamar Kenzo, tak lama Kenzo keluar masih menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya, dengan wajah khawatir ia bertanya pada Ratmi apa yang terjadi hingga Ratmi memanggil nya dengan begitu keras.


Mendengar itu Kenzo sontak saja langsung turun ke bawah melihat kondisi istri nya, saat berada di lantai bawah benar saja Veronika kini sedang di bantu oleh beberapa asisten untuk masuk ke dalam rumah, Veronika kesakitan dan hal itu membuat Kenzo benar benar khawatir.


Belum lagi kebetulan seluruh keluarga nya kini sedang kembali ke rumah masing masing setelah bermalam di rumah nya, mereka juga tidak menyangka jika Veronika akan melahirkan sepagi ini.


“Siapkan mobil cepat!” pekik Kenzo lalu membawa Veronika keluar dari rumah, sudah dapat di pastikan jika istri nya akan segera melahirkan, ia begitu panik bahkan tidak sadar jika ia hanya mengenakan handuk yang menutupi bagian inti tubuh nya.

__ADS_1


Di dalam mobil Veronika mencoba untuk tenang mengingat beberapa hari yang lalu ia melihat video seorang ibu yang tengah melahirkan dengan tenang, Veronika juga ingin mencoba hal yang sama dan hal itu membuat Kenzo merasa bingung padahal sedetik yang lalu istri nya itu mengeluh kesakitan tapi sekarang ia terlihat tenang.


“Kenapa? Apa sakit nya hilang?” tanya Kenzo, mungkin saja itu hanya kram yang Veronika rasakan beberapa hari ini, namun istri nya menggelengkan kepala membuat Kenzo kembali panik, ia pun memerintahkan sang sopir untuk menambah kecepatan mobil agar segera sampai di rumah sakit.


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Kenzo tak henti henti nya menggenggam dan mengusap lembut tangan Veronika sesekali tangan nya juga mengusap perut buncit Veronika seraya meminta pada bayi nya untuk tidak membuat mama nya kesakitan.


Veronika semakin tenang melihat sikap Kenzo yang dengan lembut berbicara pada perut nya namun tidak bisa di pungkiri perut nya semakin sakit saat ini hingga ia kembali meringis, beruntung mobil yang mereka tumpangi kini memasuki rumah sakit dengan cepat Kenzo keluar dari mobil.


Tak lama beberapa perawat datang membawa brankar darurat untuk Veronika, namun semua orang yang berada di rumah sakit itu kini menatap Kenzo dengan aneh bahkan ada yang tertawa, bagaimana tidak? Pria itu datang kerumah sakit hanya mengenakan handuk saja dan jelas saja semua orang menertawakan nya.


“Kenzo, pakaian mu!!” pekik Veronika kala menyadari suami nya kini tidak mengenakan pakaian, jelas ia tidak akan rela jika tubuh kekar suami nya di tatap oleh wanita lain meskipun para wanita itu sudah tua dan memiliki keluarga.


Kenzo menatap tubuh nya lalu ia pun kembali ke dalam mobil nya meminta sang sopir untuk segera membawakan pakaian nya ke rumah sakit, setelah mengatakan itu ia pun kembali ke ruangan dimana Veronika akan segera melahirkan, Veronika yang akan melahirkan tapi Kenzo yang gugup saat ini.


Sesuai permintaan Veronika ia ingin melahirkan di temani sang suami, Kenzo kini berada di ruangan yang sama dengan Veronika hingga tak lama kemudian terdengar suara riuh dari luar ruangan, seperti nya keluarga Veronika dan Kenzo kini sudah tiba di rumah sakit.

__ADS_1


Mereka menunggu di luar lantaran Kenzo sudah menemani Veronika di dalam, seraya menunggu mereka pun berdo'a agar di berikan kelancaran dalam proses melahirkan Veronika, sedangkan di dalam sana kini Veronika tengah melakukan yang dokter instruksi kan pada nya.


Hingga akhir nya terdengar suara tangis bayi yang membuat seluruh keluarga kini menghela nafas lega, sedangkan Kenzo kini menangis melihat kelahiran anak nya yang berjenis kelamin perempuan, Veronika yang merasakan sakit tapi justru Kenzo yang menangis tersedu-sedu dan hal itu membuat seisi ruangan itu menertawakan Kenzo.


“Kenzo jangan menangis kau membuat ku malu.” bisik Veronika seraya menyeka air mata Kenzo namun pria itu justru masih saja tetap menangis tanpa malu, apalagi setelah melihat wajah bayi cantik nya membuat nya menghentikan tangis nya.


“Apa bagian wajah nya tidak ada yang mirip dengan ku?” tanya Kenzo menatap wajah bayi nya, Veronika pun sontak menoleh pada bayi mereka seraya mengerutkan kening, wajah bayi nya tidak terlihat mirip diri nya atau pun Kenzo lalu bagaimana bisa suami nya itu sudah menanyakan bagian nya.


“Bayi baru lahir belum terlihat mirip siapapun kak, kenapa sudah menduga duga?” tanya Veronika sedangkan Kenzo hanya tersenyum seraya menggaruk kepala nya, benar juga apa yang Veronika katakan, dia hanya tidak rela saja jika Putri nya tidak mewarisi ketampanan nya sedikit pun.


Tak lama kemudian semua keluarga Veronika pun masuk setelah dokter keluar dari ruangan itu, semua mata tertuju pada wajah cantik cucu mereka, Gavin juga sudah terlihat ingin segera bermain dengan adik nya itu melihat bagaimana bersemangat nya ia ingin menyentuh adik kecil nya itu.


“Kalian sudah menyiapkan nama?” tanya Baskara pada anak dan menantu nya, kedua pasnagan itu saling menatap seraya tersenyum, tentu saja sudah, meskipun belum mengetahui jenis kelamin bayi mereka sebelum nya tapi mereka sudah menyiapkan nama untuk masing masing jenis kelamin.


“Angelina Queen Leonard.” ucap Kenzo.

__ADS_1


“Artinya?” tanya William iseng iseng saja bertanya sebenarnya.


“Tidak tau, aku hanya asal saja!” ucap Kenzo dengan raut wajah datar, semua orang hanya mengangguk percaya pada ucapan Kenzo, nyata nya ia tak sembarangan memilih nama untuk putri nya itu.


__ADS_2