
"Ketua dari komunitas pembela korban bullying telah menyewa pengacara untukmu." Jawab Polisi tersebut sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.
"Oh, syukurlah." Ucap Tomioka Shoto yang merasa lega.
Polisi tersebut pun kembali berjalan dan diikuti oleh Tomioka Shoto. Mereka pun berada di depan sebuah gedung yang sangat besar.
"Kota sudah sampai di pengadilan." Ucap Polisi tersebut sambil berjalan memasuki gedung.
"Sejujurnya aku baru tau kalau di sini ada pengadilan." Ucap Tomioka Shoto dalam hati sambil berjalan dan melihat isi gedung tersebut.
Mereka pun berjalan melewati beberapa ruangan dan akhirnya sampai di tujuan.
"Kita sudah sampai di ruang sidang anda." Ucap Polisi yang langsung berhenti di depan ruang sidang Tomioka Shoto.
"Oh, aku masuk sendiri?" Tanya Tomioka Shoto sambil menatap polisi di depannya.
"Tidak, aku hanya memberitahumu." Jawab Polisi yang langsung berjalan masuk ke dalam ruangan sidang.
"Aneh." Ucap Tomioka Shoto dalam hati sambil berjalan mengikuti polisi di depan.
"Apakah candaan ku aneh? Atau malah sangat bagus hingga Tuan Tomioka terkesan?" Tanya polisi tersebut yang baper dalam hati sambil berjalan.
Mereka pun sampai di depan meja yang ada tulisan korban
"Silahkan duduk!" Perintah polisi tersebut sambil menunjuk sebuah kursi.
"Baik, terima kasih." Jawab Tomioka Shoto yang langsung duduk sambil melihat sekeliling.
"Ternyata ini rasanya duduk di ruangan sidang." Ucap Tomioka Shoto dalam hati sambil melihat sekeliling.
Polisi tersebut pun berdiri di samping Tomioka Shoto.
"Kok polisinya gak duduk?" Tanya Tomioka Shoto dalam hati sambil melihat ke arah polisi.
Polisi tersebut seperti menutupi pandangan Tomioka Shoto. Tomioka Shoto pun terus mengintip karena sangat penasaran dan bingung. Polisi yang kesal karena Tomioka Shoto terus mengintip pun merentangkan tangannya dan mengibaskannya dengan cepat agar Tomioka Shoto tidak bisa mengintip lagi.
"Aku menyerah." Ucap Tomioka Shoto dalam hati sambil mengalihkan perhatiannya.
__ADS_1
Polisi yang lain pun datang dengan berlari ke arah belakang Tomioka Shoto dan mengikuti polisi di sampingnya. Seseorang pun masuk sambil dikawal polisi. Tomioka Shoto yang kembali penasaran pun mencoba mengintip.
"Jangan mengintip!" Perintah polisi di sampingnya sambil mengibaskan tangannya dan menghadap ke depan.
"Baiklah." Jawab Tomioka Shoto yang pasrah sambil memalingkan wajahnya.
"Shoto-kun!!" Panggil Suzuki Shinobu sambil berteriak dan tersenyum serta melihat ke arah Tomioka Shoto.
"Jangan memanggil namanya!" Perintah polisi yang mengawalnya sambil menatap Suzuki Shinobu dan berjalan.
"Jangan ikut campur!" Perintah Suzuki Shinobu sambil menatap polisi di sampingnya dengan tatapan tajam dan berjalan.
"Ini pertama kalinya aku menyesal karena terlalu penasaran. Benar-benar tidak sesuai dengan dugaanku. Aku pikir, yang datang adalah hakim." Ucap Tomioka Shoto yang membiarkan Suzuki Shinobu berteriak sambil memijat keningnya.
"Kenapa Shoto-kun memijat keningnya? Apakah dia sedang sakit?" Tanya Suzuki Shinobu sambil berjalan dan melihat ke arah Tomioka Shoto.
"Jangan melihat dia!" Perintah polisi sambil menatap tajam Suzuki Shinobu.
Suzuki Shinobu hanya diam. Mereka pun sampai di tempat duduk terdakwa. Gerombolan polisi lain pun datang dengan beberapa orang di tengah. Tomioka Shoto pun kembali mencoba untuk mengintip karena penasaran.
"Kalian gak capek?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran sambil melihat ke arah kedua polisi itu secara bergantian.
"Enggak, ini adalah pekerjaan kami." Jawab Polisi sambil mengibaskan tangannya dan melihat ke arah gerombolan polisi yang membawa beberapa orang.
"Kalau takut aku lihat wajah mereka, kenapa gak suruh mereka pake topeng?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung sambil melihat ke arah polisi di sampingnya.
"Kalau mereka tidak bandel, mereka tidak akan melakukan hal buruk kepadamu." Jawab Polisi yang berada di belakang Tomioka Shoto.
"Oh, ternyata kamu telat karena gak bisa maksa mereka pake topeng?" Tanya Tomioka Shoto sambil menahan tawa dan melihat ke arah polisi di belakangnya.
"Ya, itu ada benarnya walaupun hanya setengah." Jawab polisi di belakang Tomioka Shoto sambil mengibaskan tangannya.
"Oh." Ucap Tomioka Shoto yang puas sambil melihat ke arah polisi di belakangnya.
"Hadap ke depan! Hakim akan segera masuk!" Perintah polisi di samping yang langsung menghentikan kibasan tangannya.
Polisi di belakang Tomioka Shoto juga berhenti mengibaskan tangannya. Mereka pun duduk di samping dan belakang Tomioka Shoto. Tomioka Shoto pun menghadap ke depan.
__ADS_1
"Loh, kamu siapa?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung sambil melihat ke sebelah kirinya.
"Saya pengacara anda." Jawab pengacara Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.
"Sejak kapan anda di sini?" Tanya Tomioka Shoto yang masih agak bingung dan kaget sambil menatap pengacaranya.
"Beberapa menit yang lalu." Jawab pengacara sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.
"Oh." Ucap Tomioka Shoto yang merasa aneh sambil tersenyum dan menghadap ke arah kursi hakim.
Hakim pun mulai masuk dan duduk di tempat mereka masing-masing.
"Mari kita mulai sidang hari ini." Ucap Ketua hakim yang langsung mengetuk palu 1 kali.
Pintu ruangan sidang pun ditutup menandakan sidang tersebut merupakan sidang tertutup yang tidak boleh dimasuki oleh siapapun yang tidak bersangkutan. Selama sidang, Tomioka Shoto terus menghindari tatapan Suzuki Shinobu. Akan tetapi, itu tidak mengecilkan niat Suzuki Shinobu untuk melihat wajah Tomioka Shoto. Polisi yang peka terhadap itu pun berusaha menghalangi pandangan Suzuki Shinobu dengan badan mereka. Di sisi lain, pengacara masing-masing terus berdebat untuk membuat orang yang menyewa mereka menang. Hakim pun terus mendengar dari para saksi dan pembelaan dari pengacara masing-masing. Beberapa jam pun telah berlalu.
"Apakah sidangnya masih lama?" Tanya salah satu wartawan yang bosan dan lelah sambil melihat ke arah pintu ruangan sidang.
Pintu sidang pun akhirnya dibuka. Tomioka Shoto terlihat sedang menangis sambil keluar ruangan dan dilindungi oleh gerombolan polisi.
"Kenapa kamu menangis? Apakah kamu kalah?" Tanya salah satu wartawan yang mulai semangat sambil mengarahkan mic nya ke arah Tomioka Shoto.
Tomioka Shoto pun menggelengkan kepalanya sambil gemetaran dan berjalan karena tidak percaya dengan hasil yang ia dapatkan.
"Selamat siang tuan, mana kunci mobil anda?" Tanya seseorang yang memaksa masuk ke kerumunan wartawan.
"Sekretaris ku." Ucap Tomioka Shoto dalam hati sambil mengorek kantung celananya untuk mengambil kunci mobilnya.
Tomioka Shoto pun memberikan kunci mobilnya kepada sekretarisnya. Sekretarisnya segera berlari ke parkiran mobil Tomioka Shoto. Dia pun mengemudikan mobilnya agar Tomioka Shoto bisa lebih cepat masuk ke dalam mobilnya.
"Tuan Tomioka, apakah kamu menang?" Tanya wartawan yang sangat penasaran sambil menyodorkan mic nya.
"Aku menang." Ucap Tomioka Shoto sambil menghapus air matanya dan langsung masuk ke mobilnya.
Bersambung...
Update setiap hari, pukul 20.00 WIB
__ADS_1