CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Sebelum ke pantai


__ADS_3

"Woi, abu! Jangan kau berguling-guling di tanah itu abu! Adoh, pusing lah aku mandiin kau nanti!" Teriak Jesselyn di dunia mimpi dan nyata hingga membuat orang di kamar itu kaget kecuali Nenek Shoto.


"Ngapain kau Jes?" Tanya ibu Jesselyn yang terbangun karena merasa kaget dan terganggu.


"Abu! Balik kau!!" Teriak Jesselyn yang membuat Abu bangun dan berjalan menjauhi Jesselyn.


Jesselyn di dunia mimpi pun pingsan dan di dunia nyata muka Jesselyn didorong eh tangan Ibu Jesselyn yang geram dan seketika membuat Jesselyn kembali tertidur. Begitu juga dengan yang terbangun tadi. Setelah merasa keadaan kembali aman, Abu pun kembali tidur di atas Jesselyn. Beberapa menit kemudian, suara keluarga Tante Jesselyn yang mulai mandi dan masak di jam 4 subuh membuat banyak orang yang tidur menjadi bangun karena sangat berisik. Ibu Jesselyn pun menyadari bahwa Jesselyn sudah bangun dan berbuat usil kepada Jesselyn dengan mencolek bahu Jesselyn. Jesselyn yang berpikir ibunya marah karena dia hampir tidak tidur pun memaksa dirinya untuk menutup mata.


"Woi bangun kau!" Perintah ibu Jesselyn sambil mencolek bahu Jesselyn.


"Ada cerita loh kemarin, hahahaha." Ucap ibu Jesselyn sambil tertawa lepas.


"Kenapa mi? Haha" Tanya Jesselyn yang bingung sambil tertawa.


"Kemaren ada orang yang teriak suruh Abu jangan guling-guling di tanah. Tapi siapa ya, lupa mami." Ucap ibu Jesselyn sambil meledek dan menatap Jesselyn.


Jesselyn yang tidak peka pun bingung.


"Siapa mi?" Tanya Jesselyn dengan polosnya.


"Ya kau lah, siapa lagi! Gak mungkin mami atau orang lain! Haha" Tegas ibu Jesselyn sambil tertawa lepas.


Jesselyn pun tersenyum malu.


"Perasaan aku teriaknya di mimpi deh, kok bisa sampe dunia nyata sih." Ucap Jesselyn yang merasa malu dalam hati sambil menatap ibunya.


Ibu Jesselyn ingin menggaruk kepalanya karena merasa gatal.


"Apa pulak ini?" Tanya Ibu Jesselyn yang baru sadar bahwa dia tidur mengenakan topi ultah.


"Hahahahahahaha." Tawa Jesselyn sampai perutnya sakit.


"Kenapa?" Tanya Tomioka Shoto yang terbangun.


Tante yang penasaran pun ke kamar sementara Jesselyn. Jesselyn pun tertawa sambil menunjuk ibunya yang baru melepaskan topi ultah.


"Hahahahahahaha." Tawa Tomioka Shoto melihat ibu Jesselyn.


"Hahahahha." Tawa Tante Jesselyn.


"Kenapa?" Tanya Ibu Shoto yang bingung.


"Ibu Jesselyn baru sadar bahwa dia tidur menggunakan topi ulang tahun." Jelas Tomioka Shoto sambil menahan tawa.


"Hahahahahaha." Tawa kedua orang tua Shoto.


"Kau bocor kali Jes." Ucap ibu Jesselyn yang merasa malu dan kesal sambil menatap Jesselyn.

__ADS_1


"Ya, sorry mi. Hahaha." Ucap Jesselyn yang masih tertawa sambil menatap ibunya.


"Ngambek lah mami." Ucap ibu Jesselyn yang ingin bermain-main.


"Jangan lah mi." Ucap Jesselyn yang berusaha membujuk sambil memegang bahu ibunya.


"Hehe, nggak lah." Ucap ibu Jesselyn sambil menggelitik Jesselyn.


"Hahaha." Tawa Jesselyn yang merasa geli.


"Mau tidur tapi sangat berisik." Ucap ayah Shoto yang mengantuk.


Ibu Shoto pun pergi untuk ke dapur.


"Kenapa?" Tanya Tante yang bingung.


Ibu Shoto pun menunjukkan hpnya yang sedang membuka google terjemahan.


"Mau aku bantu?" Tanya ibu Shoto yang menunjukkan google terjemahan.


"Enggak usah lah." Ucap Tante sambil tersenyum dan mengisyaratkan tidak.


Ibu Shoto pun mengetik di google terjemahan lagi.


"Apakah aku boleh melihat proses masaknya?" Tanya ibu Shoto yang menunjukkan google terjemahan sambil tersenyum.


Akhirnya, makanan telah siap. Tantenya Jesselyn beserta keluarganya pergi ke mesjid untuk melaksanakan Salat Id. Di saat itu lah ayah Shoto pun tidur. Sedangkan orang yang sudah bangun pun bergiliran untuk mandi. Jesselyn pun tak lupa memberikan Abu makan.


"Jes, kenapa kucingmu bernama abu sedangkan warnanya putih?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran.


"Mobil polisi berwarna abu, dan dia pernah menolongku seperti mobil polisi yang menjadi alat transportasi bagi polisi untuk menolong orang." Jelas Jesselyn sambil mengelus kepala Abu yang sedang makan.


"Oh, omong-omong nanti kamu bawa dia ke pantai kah?" Tanya Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.


"Iya dong. Nanti aku ajarin dia cara berenang." Jawab Jesselyn yang masih mengelus kepala Abu.


"Kamu nanti ikut berenang?" Tanya Tomioka Shoto sambil tersenyum menatap Jesselyn.


"Enggak, aku main air sambil ajarin Abu berenang aja." Jawab Jesselyn sambil tersenyum.


"Oh. Jam berapa berangkat ke pantai?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran.


"Mungkin jam 11." Jawab Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Eh, mamamu pakai baju apa untuk berenang?" Tanya Jesselyn yang mengagetkan Tomioka Shoto.


"Terkejut aku." Ucap Tomioka Shoto sambil memegang dadanya.

__ADS_1


"Hehe, sorry." Ucap Jesselyn yang merasa bersalah.


"Ya, gak papa. Keknya mamaku pakai bikini." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Gak ada baju lain?" Tanya Jesselyn yang khawatir.


"Enggak. Emang kenapa?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung.


"Di sini orang ke pantai gak pakai bikini loh. Pakai baju biasa." Jawab Jesselyn sambil tersenyum paksa.


"Oh, bentar aku bilang dulu ke mama aku." Ucap Tomioka Shoto yang langsung berjalan ke arah ibunya.


"Mama, di sini tidak ada orang yang memakai bikini loh." Ucap Tomioka Shoto yang khawatir sambil menatap ibunya.


"Aku tidak berenang karena aku tidak tidur." Ucap ibu Shoto sambil menahan air matanya.


"Kenapa tidak tidur sekarang?" Tanya nenek Shoto yang baru selesai mandi.


"Aku tidak bisa tidur sekarang karena matahari sangat cerah.


"Mama kemarin bisa tidur?" Tanya Ibu Shoto yang penasaran.


"Untungnya kemarin aku bisa tidur." Jawab Nenek Shoto sambil melihat ke arah ayah Shoto dan menggelengkan kepalanya.


Keluarga Tantenya Jesselyn pun akhirnya pulang.


"Assalamu'alaikum." Ucap keluarga Tantenya Jesselyn secara bersamaan.


Ayah Shoto pun terbangun.


"Mari makan!" Ajak Tante yang langsung menuju dapur dan menyiapkan makanan.


Tantenya Jesselyn pun membawa makanan ke ruang tamu untuk makan bersama. Jesselyn pun membantu membagi makanan. Ibu Shoto yang sudah sangat penasaran pun makan terlebih dahulu.


"Spicy." Ucap ibu Shoto yang langsung meminum air.


"Bisa makan? Kalau enggak makan nasi dan rendang mau?" Tanya Tante Jesselyn sambil menatap ibu Shoto.


"Mama, bisa makan? Mau ganti makanan?" Tanya Tomioka Shoto sambil menatap ibunya.


"Aku bisa makan ini." Jawab ibu Shoto sambil tersenyum walaupun merasa kepedasan.


"Ibu saya bilang dia bisa makan makanan ini." Jawab Tomioka Shoto sambil kembali makan.


Tante pun menganggukkan kepalanya. Mereka pun akhirnya selesai makan. Jesselyn dan Manda pun membantu mengangkat piring ke dapur dan dicuci oleh Tante Jesselyn.


Bersambung....

__ADS_1


Update setiap hari, hanya di Noveltoon, pukul 20.00


__ADS_2