CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Perjalanan ke pantai


__ADS_3

Setelah mencuci, Tante pun mulai mengambil baju ganti untuk ganti baju setelah berenang.


"Shoto, kamu mau berenang?" Tanya ibu Shoto yang penasaran.


"Tidak." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap ibunya.


Ibu Shoto pun menganggukkan kepalanya.


"Ibu mau berenang?" Tanya ibu Shoto yang penasaran sambil menatap ibunya.


"Aku mau berenang." Jawab nenek Shoto sambil berdiri dan berjalan ke kamar.


"Aku saja yang mengambil bajumu ibu." Ucap Ibu Shoto yang langsung berdiri dan berjalan menghampiri nenek Shoto.


"Tidak usah, aku sendiri saja." Ucap nenek Shoto yang langsung masuk kamar dan menyusun bajunya.


"Aku juga akan ikut berenang." Ucap Tomioka Shoto yang langsung berjalan untuk menyusun bajunya.


"Shoto, jangan memaksakan dirimu!" Perintah nenek Shoto sambil merapikan bajunya.


"Vero, kamu ikut berenang?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran.


"Ikut lah, jarang-jarang aku ke pantai. Masa gak berenang." Jawab Vero sambil tersenyum.


"Aku ikut berenang." Ucap Tomioka Shoto yang langsung merapikan bajunya.


Nenek Shoto hanya menggelengkan kepalanya.


"Manda, kamu bawa kucingmu me pantai?" Tanya Jesselyn yang penasaran.


"Enggak." Jawab Manda sambil memainkan oyen.


"Kenapa?" Tanya Jesselyn yang semakin penasaran.


"Takut hilang dari pandanganku." Jawab Manda sambil memainkan oyen.


"Oh." Jawab Jesselyn yang merasa puas.


Jesselyn pun berdiri untuk memberikan kucingnya makan.


"Makan ya abu, supaya ada tenaga pas belajar berenang." Ucap Jesselyn sambil tersenyum mengelus kepala Abu.


Abu pun makan dengan lahap. 1 jam kemudian telah berlalu.


"Pergi ke pantai sekarang yuk!" Ajak Tante yang sudah tidak sabar.


"Apa sampe sana gak siang kali? Ini aja baru jam 11 loh, nanti kita gosong." Tanya Ibu Jesselyn yang merasa aneh.


"Kita kan makan dulu. Pas udah mau sampai pakai sunscreen. Ini ada 6 sunscreen." Jawab Tante sambil menunjukkan 6 sunscreen nya di dalam tas.


"Oh, ya udah." Ucap ibu Jesselyn yang langsung berdiri.


Tante pun langsung pergi ke rumah paman ke 1.


"Assalamu'alaikum. Bang, kita pergi sekarang yuk!" Ajak Tante yang sudah tidak sabar.


"Ok, bentar." Jawab paman ke 1 sambil berdiri ke kamar.

__ADS_1


"Bu, barang udah dibawa?" Tanya paman ke 1 yang penasaran.


"Udah semua. Tinggal berangkat." Jawab ibu Jason yang menunjukkan barang-barang bawaannya.


"Yuk berangkat!" Ajak Paman ke 1 sambil berjalan keluar membawa kunci mobil.


Jason dan ibunya pun langsung pergi keluar. Di sisi lain, orang yang berada di rumah pun keluar dari rumah. Tomioka Shoto yang membawa barang nenek dan dirinya pun memasukkan ya ke bagasi mobil. Setelah itu, Tomioka Shoto menghampiri Jesselyn. Ayah Shoto mengeluarkan mobil dari garasi.


"Jes, kamu ikut mobil pamanmu atau mobil aku?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran.


"Kalau muat di mobil pamanku ya ikut mobil pamanku lah." Jawab Jesselyn sambil tersenyum.


"Barang kamu mau ditaruh di aku bantu ambil?" Tanya Tomioka Shoto yang berusaha membantu.


"Boleh." Jawab Jesselyn sambil memberikan tas berisi hair dryer, sisir, air es, sabun, dan snack kucing.


Tomioka Shoto pun mengambilnya dan menaruh di tengah mobil. Paman ke 1 sudah mengeluarkan mobil dari garasi dan orang pun mulai masuk. Tapi, mobil tersebut ternyata tidak cukup untuk menampung mereka semua.


"Yah, gak muat." Ucap Jesselyn yang merasa sedih sambil memegang Abu.


"Kira-kira temanmu kasih kita tempat di mobilnya gak ya?" Tanya ibu Jesselyn sambil melihat mobil Tomioka Shoto.


"Harusnya boleh sih mi." Ucap Jesselyn yang langsung berjalan ke arah mobil Tomioka Shoto.


Tomioka Shoto yang melihat Jesselyn pun membuka pintu.


"Tomioka, aku, mamaku dan paman ke 2 ku boleh gak numpang di sini?" Tanya Jesselyn yang berdiri di luar mobil.


"Boleh." Jawab Tomioka Shoto yang langsung menidurkan tempat duduknya agar bisa ke belakang.


Jesselyn pun menganggukkan kepalanya sambil melihat ke arah ibunya.


"Iya makasih ya." Ucap ibunya Jesselyn yang langsung pergi ke mobil Tomioka Shoto.


"Kamu mau duduk di tengah atau belakang?" Tanya ibu Jesselyn sambil menatap Jesselyn.


"Tengah mi." Jawab Jesselyn yang langsung mundur agar ibu dan pamannya bisa naik.


Paman ke 2 dan ibu Jesselyn pun duduk di belakang. Mereka pun akhirnya mulai melanjutkan perjalanan ke restoran terlebih dahulu.


"Jes, kalian pacaran udah berapa lama?" Tanya paman ke 2 Jesselyn yang penasaran.


"Enggak pacaran, cuman temen." Jawab Jesselyn sambil tersenyum malu.


"Kapan kau nembak Jesselyn?" Tanya paman ke 2 sambil menepuk ringan pundak Tomioka Shoto.


"Jes, kamu mau gak jadi pacar aku?" Tanya Tomioka Shoto yang wajahnya tampak memerah.


Ibu Jesselyn, Jesselyn, dan pamannya pun kaget. Jesselyn pun melihat ibunya Yang sedang tersenyum menandakan dia boleh berpacaran dengannya.


"Mau." Jawab Jesselyn sambil tersenyum.


"Sekarang panggil aku Shoto ya!" Perintah Tomioka Shoto sambil tersenyum.


"Aku baru tau nama dia Shoto." Ucap Jesselyn dalam hati sambil tersenyum


Jesselyn pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Tomioka Shoto pun sangat senang.

__ADS_1


"Baru beberapa detik pacarannya om." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum.


"Hahaha." Tawa paman ke 2 mendengar jawaban Tomioka Shoto.


"Ada apa?" Tanya nenek Shoto yang penasaran.


"Aku dan Jesselyn sudah berpacaran." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum malu.


Nenek, ayah, dan ibu Shoto pun kaget.


"Akhirnya, kamu memiliki pasangan juga." Ucap nenek Shoto yang sangat bersyukur.


"Selamat Shoto." Ucap Ayah Shoto sambil tersenyum.


Ibu Shoto pun sangat bahagia sampai menitikkan air mata. Tomioka Shoto pun tersenyum lebar. Dan mereka pun sudah hampir sampai di pantai dan segara memakai sunscreen. Sesampainya di pintu masuk, mobil paman ke 1 pun berhenti agar mobil Tomioka Shoto bisa mendahului.


"Halo, kenal saya?" Tanya Paman ke 2 sambil membuka jendela dan menunjukkan wajahnya.


"Temannya Oki ya?" Tanya penjaga pintu masuk sambil mendekati mobil.


"Iya." Jawab Paman ke 2 sambil menganggukkan kepalanya.


"Langsung masuk!" Perintah penjaga pintu masuk sambil menjauhi mobil.


"Itu mobil saudara saya ya." Ucap Paman ke 2 sambil menunjuk mobil paman ke 1.


Penjaga pintu masuk pun menganggukkan kepalanya dan berjalan untuk kembali duduk. Mobil Tomioka Shoto dan paman ke 1 pun masuk ke kawasan pantai. Mereka segera memarkirkan mobilnya. Mereka pun keluar dan mulai berjalan ke restoran di dalam pantai. Mereka pun makan terlebih dahulu sebelum memulai bermain di pantai. Setelah selesai makan,


"Bill lah dek!" Perintah Tante sambil mengeluarkan dompetnya.


"Bentar ya buk." Jawab pelayan tersebut sambil pergi ke kasir dan kembali membawa struk.


"Totalnya 820 ribu rupiah ya buk." Ucap pelayan tersebut sambil memberikan struk.


"Berapa Tante?" Tanya Tomioka Shoto sambil mengeluarkan dompetnya.


"820 ribu." Jawab Tante sambil memberikan uang 820 ribu.


"Makasih ya Bu." Ucap pelayan tersebut yang langsung pergi.


"Ini Tante." Ucap Tomioka Shoto yang memberikan uang 820 ribu kepada Tantenya Jesselyn.


"Gak usah." Ucap Tante sambil memberikan uang Tomioka Shoto kembali.


"Gak papa Tante." Ucap Tomioka Shoto sambil kembali menyodorkan uang 820 ribu.


"Ya udah gini, daripada berdebat. Kamu bayar 300 ribu saja." Ucap Tantenya Jesselyn sambil mengambil uang 300 ribu dan mengembalikan uang 520 ribu.


"Tapi, keluarga saya makan lauknya lumayan banyak loh Tante." Ucap Tomioka Shoto yang kembali menyodorkan 520 ribu.


"Gak papa. Ini memang bagian saya." Jawab Tantenya Jesselyn sambil tersenyum.


"Ya udah, makasih ya Tante." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum dan berjalan kembali kursinya.


"Ya, sama-sama." Ucap Tantenya Jesselyn sambil tersenyum.


Mereka pun langsung berlari untuk mendekati pinggir air laut.

__ADS_1


Bersambung....


Update setiap hari, hanya di Noveltoon, pukul 20.00.


__ADS_2