
Sore kini tiba, hari ini setelah seminggu mengurung diri di rumah akhir nya Veronika memutuskan untuk keluar bersama sang mama dan papa dan Gavin tentu nya, Terlepas dari rahasia yang kedua orang tua nya sembunyikan, ia tak menaruh rasa marah sedikit pun lantaran ia tahu jika yang kedua orang tua nya lakukan itu demi kebaikan nya dan juga Gavin.
Hari ini rencana nya Veronika ingin berkunjung ke rumah orang tua Jasmine, ralat lebih tepatnya rumah papa Jasmine lantaran Rosalina dan Rose sudah di usir dari sana.
Ya besok Veronika akan berangkat ke Inggris bersama Gavin, tentu saja mereka harus berpamitan dengan kakek nya Gavin, meskipun sudah mengizinkan Veronika membawa Gavin namun tetap saja berpamitan itu harus.
Sepanjang perjalanan Gavin selalu saja tertawa riang melihat banyak nya mobil yang melintas, entah apa yang ia pikirkan tentang mobil mobil itu hingga membuat nya tertawa keras.
Veronika kemudian meminta sang papa untuk berhenti di sebuah toko kue yang berada di seberang jalan, ia ingin membelikan sebuah kue untuk sang paman mengingat pria itu menyukai brownis panggang.
Veronika awal nya ingin meninggalkan Gavin di mobil bersama kedua orang tua nya namun bayi itu mendadak menangis, seperti nya ia tak ingin di tinggalkan oleh Veronika meskipun sebentar saja hingga akhir nya ia memutuskan untuk membawa Gavin bersama nya.
Lagi pula toko kue nya tidak jauh, ia hanya perlu sedikit menyebrang untuk sampai di sana, Veronika keluar dari mobil dengan menggendong baby Gavin, namun bukan nya diam Gavin justru menangis dengan sangat kencang membuat Veronika merasa kebingungan.
Ia mencoba menenangkan bayi itu hingga tak lama kemudian Gavin pun diam membuat Veronika merasa lega, ia kemudian melirik ke kiri dan kanan untuk menyeberang, setelah di rasa aman Veronika pun melangkah kan kaki nya menuju toko kue di sana.
Namun hampir saja sampai di toko kue tiba tiba sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi seraya membunyikan klakson mobil berkali kali, Veronika jelas saja terkejut melihat mobil yang sudah mendekat dengan kecepatan penuh.
Ingin menghindar namun seperti nya sudah tidak ada waktu, ia pun menyembunyikan Gavin dalam pelukan nya, pasrah dengan apapun yang akan terjadi namun ia berharap jika Gavin baik baik saja nanti nya.
“Akkhh!!!” pekik Veronika kala merasakan tubuh nya terdorong ke tepi jalan, beruntung saja Gavin tidak terlepas dari pelukan nya.
Brakk!!!
Suara tabrakan begitu keras hingga menggemparkan semua orang, semua orang berteriak kala melihat seseorang yang terlempar menjauh akibat tertabrak mobil sebelum nya.
__ADS_1
Veronika segera membuka kedua mata nya, hal yang pertama ia khawatir kan adalah Gavin lantaran mendengar suara tangis bayi itu yang begitu keras.
Ia bernafas lega kala tak melihat ada yang luka dari bayi itu, tak lama beberapa orang datang menghampiri Veronika termasuk kedua orang tua nya untuk menanyakan keadaan nya.
“Saya tidak apa apaa pak, buk.” ucap Veronika pada orang orang itu, lalu tatapan nya tertuju pada orang orang yang berada di jalanan itu, semua orang berkumpul melihat sesuatu yang Veronika tidak ketahui.
Kening nya berkerut, ia kemudian menanyakan apa yang sedang orang orang itu lihat. “Apa yang mereka lihat?” tanya Veronika.
Salah satu dari orang itu kemudian mengatakan jika mereka tengah membantu membawa orang yang menyelamatkan nyawa nya dari kecelakaan itu, jelas saja Veronika terkejut lantaran ia tak tahu apapun.
Veronika kemudian memberikan Gavin pada sang mama lalu segera menghampiri kerumunan orang orang itu dengan kaki pincang lantaran sempat terkilir saat terjatuh.
Veronika pun menyingkirkan orang orang itu untuk mengambil jalan, benar saja seseorang kini terlungkup di jalanan dengan bersimbah darah, banyak yang berasumsi jika pria itu tidak selamat melihat banyak nya darah yang keluar.
“Mas, mas.” ucap Veronika seraya membalikkan tubuh pria itu, Seketika mata nya membulat kala melihat wajah yang tak asing dari pria itu, ia kemudian mengucek kedua mata nya berkali kali lantaran merasa tak percaya.
“Kak Kenzo?!!!” pekik Veronika.
Ya, pria itu adalah Kenzo, sejak Veronika keluar dari rumah nya, Kenzo sudah mengikuti mobil Veronika dan kedua orang tua nya, hari ini ia bertekad untuk menemui Veronika bagaimana pun cara nya.
Setelah seminggu kedatangan nya selalu di tolak oleh kedua orang tua Veronika, ia pun tak ingin melewatkan kesempatan hari ini mengingat wanita itu akan kembali ke Inggris besok.
Hingga ia melihat mobil yang Veronika tumpangi berhenti, ia masih setia mengikuti nya dan melihat Veronika yang keluar dari mobil dan berjalan menuju seberang jalan.
Kenzo tahu ke mana tujuan Veronika kala melihat sebuah toko kue di seberang, pria itu awal nya ingin menunggu di mobil saja namun mendadak perasaan nya tidak enak dan memutuskan untuk mengikuti nya.
__ADS_1
Benar saja tak jauh ia melihat sebuah mobil yang melaju kencang seraya menyembunyikan klakson berkali kali, seperti nya mobil itu mengalami masalah hingga sang sopir tidak menghentikan mobil itu.
Jelas saja Kenzo semakin panik kala melihat Veronika yang justru membalikkan tubuh nya melindungi Gavin, Ia kemudian segera berlari dan mendorong tubuh Veronika ke tepi jalanan sedangkan diri nya tak sempat menyelamatkan diri hingga kecelakaan tak bisa di hindari.
“Kak, bangun!!” pekik Veronika seraya memangku kepala Kenzo di atas paha nya, wanita itu menangis sejadi jadi nya seraya meminta Kenzo untuk segera bangun.
Ia benar benar tak menyangka jika akan menjadi seperti ini, pikiran nya semakin kalut kala mendengar ucapan orang orang di sana yang mengira jika Kenzo sudah tiada, belum lagi darah yang mengalir tanpa henti.
Hingga tak lama kemudian Ambulance datang setelah salah satu warga di sana menghubungi nya, Kenzo segera di bawa ke dalam Ambulance begitu Veronika yang ikut menemani Kenzo.
Sepanjang perjalanan Veronika tak melepaskan tangan nya dari Kenzo, bahkan kepala Kenzo pun masih berada di atas pangkuan nya, tak lama Kenzo membuka mata nya perlahan, pria itu tersenyum kala melihat wajah cantik Veronika di hadapan nya.
“Vero.” ucap Kenzo seraya menggerakkan tangan nya menyentuh wajah Veronika, Veronika pun tersenyum antusias melihat Kenzo yang sadar.
“Aku mencintai mu.”
Di saat nyawa nya berada di ujung tanduk, ia justru mengungkapkan perasaan nya pada Veronika, Veronika mengangguk tersenyum namun air mata nya juga tetap mengalir.
“Aku juga mencintaimu, jangan tinggalkan aku kak.” ucap Veronika lalu mengecup manis bibir Kenzo sekilas, pria itu tersenyum lalu kembali kehilangan kesadaran dan jelas hal itu membuat Veronika kembali panik.
“Kak Kenzo!!”
.
.
__ADS_1
.
Huaa gimana nihhh?😭 semoga Kenzo baik baik ajaa ya guysss supaya bisa sama sama dengan Veronika😭