
Sesampainya ke villa mereka pun mulai melihat-lihat seisi villa.
"Loh, villa ini kok gak ada tv-nya?" Tanya Jesselyn yang merasa kaget sambil melihat ruang tamu.
"Iya, kata pemiliknya dimaling orang." Jawab paman 2 sambil melihat ruang tamu.
"Om kok tau?" Tanya Jesselyn yang penasaran.
"Saya yang sewa villa ini, gak mungkin aku gak tau." Jawab paman ke 2 sambil berjalan menaiki tangga untuk ke kamar.
"Oh." Ucap Jesselyn yang merasa puas.
Mereka pun menaiki tangga dan mulai mengecek kamar-kamar yang tersedia. Mereka pun mulai menentukan kamar mereka masing-masing dan merapikan baju.
"Aduh, bosen banget. Udah gak ada signal, gak ada tv lagi." Ucap Jesselyn dalam hati yang merasa sedih.
"Untung ada Abu." Ucap Jesselyn dalam hati sambil menatap Abu.
"Oh iya, Abu belum makan malam " Ucap Jesselyn yang baru sadar.
Jesselyn pun segera memberikan Abu makan. Abu pun makan dengan lahap. Beberapa jam kemudian.
"Makan yok! Udah laper kali aku." Ajak Paman 1 sambil berteriak.
"Yok." Ucap ibunya Jesselyn yang keluar kamar bersama Jesselyn.
Tantenya Jesselyn pun keluar bersama keluarganya. Mereka pun turun ke lantai bawah. Mereka pun pergi ke restoran di pinggir jalan untuk makan. Melihat mobil paman ke 1 Jesselyn yang parkir, Tomioka Shoto pun ikut memarkirkan mobilnya. Satu per satu dari mereka pun turun dari mobil.
"Rame banget ya." Ucap Ayah Shoto yang kaget melihat kerumunan orang-orang.
"Iya, sepertinya makanan di sini sangat enak." Ucap Ibu Shoto sambil tersenyum dan melihat restoran tersebut.
"Aku jadi tidak sabar untuk segera makan." Ucap Nenek Shoto yang sudah tidak sabar sambil tersenyum bahagia.
Mereka pun duduk. Pelayan tersebut pun memberikan beberapa menu dan kertas serta pulpen untuk menulis pesanan kemudian pergi untuk melayani orang lain.
"Jes, kamu mau makan dan minum apa?" Tanya Ibunya Jesselyn sambil melihat menu.
"Makan sate Padang lontong 1 dan minum teh manis hangat mi." Jawab Jesselyn yang melihat gerobak penjual sate Padang.
Ibunya Jesselyn pun menulis sate Padang, nasi goreng, dan teh manis hangat 2.
"Kamu mau makan apa?" Tanya Jesselyn yang penasaran sambil menatap Tomioka Shoto.
"Aku makan kek punya mu lah." Jawab Tomioka Shoto yang bingung.
"Kamu bisa makan pedes?" Tanya Jesselyn yang meremehkan.
"Bisa dong." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum.
"Oh, keluarga mu?" Tanya Jesselyn yang penasaran.
"Mama, ayah, nenek mau makan apa?" Tanya Tomioka Shoto sambil menatap keluarganya.
__ADS_1
"Ada rekomendasi?" Tanya Ayah Shoto sambil tersenyum paksa.
"Ada rekomendasi?" Tanya Tomioka Shoto yang mengartikan Kalimat ayahnya.
"Mau yang berkuah atau enggak?" Tanya Jesselyn yang bingung.
"Mau berkuah atau tidak?" Tanya Tomioka Shoto yang mengartikan kalimat Jesselyn.
"Mau." Jawab Ayah Shoto sambil melihat istri dan ibunya yang menganggukkan kepalanya.
"Mau." Ucap Tomioka Shoto yang mengartikan kata ayahnya.
"Soto? Bakso?" Tanya Jesselyn yang mencoba memberikan rekomendasi.
"Mau coba bakso atau soto?" Tanya Tomioka Shoto yang mengartikan kalimat Jesselyn.
"Bakso terdengar enak." Ucap Ayah Shoto sambil membayangkan makanannya.
"Mama mau makan apa?" Tanya ibunya Shoto yang penasaran.
"Aku juga ingin makan bakso." Jawab nenek Shoto sambil tersenyum menatap anaknya.
"Baiklah, aku makan soto saja." Ucap Ibu Shoto sambil tersenyum menatap Tomioka Shoto.
"Minuman?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran.
"Mungkin teh pahit panas." Jawab ibunya Shoto sambil tersenyum.
"Aku juga." Ucap nenek dan ayah Shoto secara bersamaan.
"Baksonya pake bihun, mie atau kwetiaw? Trus sotonya pake nasi atau bihun?
"Mama mau bihun atau nasi? Nenek dan Ayah mau mie, bihun atau kwetiaw?" Tanya Tomioka Shoto yang agak bingung.
"Aku sangat pusing. Terserah saja." Ucap Ayah Shoto yang bingung sambil mengurut kepalanya.
Ibu dan nenek Shoto pun menganggukkan kepala mereka.
"Bisakah kamu merekomendasikan untuk keluargaku?" Tanya Tomioka Shoto yang tertekan sambil menatap Jesselyn.
"Ok." Jawab Jesselyn yang langsung menatap ibunya.
"Mi, bakso 2 bihun, soto 1 bihun, sate Padang 1 lontong juga 1, teh pahit panas 4!" Perintah Jesselyn sambil menatap ibunya.
"Ok, bentar." Ucap ibunya Jesselyn sambil menulis pesanan keluarga Tomioka.
"Tolong tulis pesanan ku lah! Aku pesan mie goreng 2, ifu mie goreng 1, dan nasi goreng satu. Minumannya semua teh manis hangat." Perintah Tantenya Jesselyn sambil melihat adiknya.
"Ok, bentar." Ucap ibunya Jesselyn sambil menulis pesanan kakaknya.
Beberapa menit kemudian.
"Aku makan soto juga lah, minumnya kopi hitam panas." Ucap paman 2 sambil melihat ibunya Jesselyn.
__ADS_1
"Ok, bentar." Ucap ibunya Jesselyn sambil menulis pesanan abangnya.
"Aku pesan ifu mie 2, sate Padang 1, minumnya kopi hitam panas 1 sama 2 teh manis panas." Ucap paman ke 1 sambil menetap ibunya Jesselyn.
"Ok, bentar." Ucap ibunya Jesselyn sambil menulis pesanan.
"Dek!" Teriak ibunya Jesselyn untuk memanggil pelayan di sana.
"Kenapa Bu?" Tanya pelayan yang berjalan ke arah mereka.
"Ini pesanan kita." Jawab ibu ya Jesselyn sambil memberikan kertas yang berisikan pesanan.
"Ok Bu." Ucap pelayan tersebut yang langsung mengambil kertas dan pergi.
"Gerobak apa ini ya." Ucap Jesselyn dalam hati yang bingung melihat gerobak yang terlihat kosong.
"Pak, kerang nya 1 dong!" Perintah seorang pelanggan di meja depan Jesselyn.
"Ok, bentar." Ucap penjual sambil mengambil kerang 1 porsi dan segera memberikannya kepada pelanggan.
"Makasih." Ucap pelanggan tersebut sambil tersenyum.
Penjual tersebut pun pergi untuk melayani pelanggan lainnya.
"Wih, enak kali kerang nya." Ucap pelanggan tersebut yang merasa kagum sambil menatap kerang.
"Shoto, ternyata gerobak ini jual kerang loh. Kata orang di meja depan enak." Ucap Jesselyn sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.
"Wow" Ucap Tomioka Shoto yang ikut senang.
Melihat penjual yang lewat Tomioka Shoto pun memanggilnya.
"Pak, kerang nya 1 porsi dong!" Perintah Tomioka Shoto sambil menatap penjual.
"Mau kerang yang cukup matang atau matang?" Tanya penjual yang bingung.
"Yang cukup matang." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum.
"Ok, bentar." Ucap penjual yang langsung membuat pesanan.
"Kamu pesan apa?" Tanya Nenek Shoto yang penasaran sambil menatap Tomioka Shoto.
"Kerang yang cukup matang." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap neneknya.
"Oh." Ucap nenek Shoto yang merasa puas.
Pesanan kerang Tomioka Shoto pun datang.
"Terima kasih." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum.
"Wow, terlihat enak." Ucap Tomioka Shoto dalam hati yang merasa kagum sambil melihat kerang tersebut.
Tomioka Shoto pun memakan kerang tersebut.
__ADS_1
Bersambung...
Update setiap hari, pukul 20.00.