CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Isi video part 2


__ADS_3

"Satpam tolong aku!" Teriak Tomioka Shoto sambil berusaha melawan injakan dari perempuan di depannya.


"Sayang sekali, satpamnya lagi dialihkan perhatiannya oleh temanku yang lain." Ucap Suzuki Shinobu sambil menginjak punggung Tomioka Shoto.


"Hiks hiks hiks." Tangis Tomioka Shoto yang merasa punggungnya sangat perih.


"Ini adalah bayaran karena kau gratis untuk bersekolah di sini." Ucap Suzuki Shinobu sambil memperkuat injakan punggung Tomioka Shoto.


"Tapi ayahmu yang mengizinkanku untuk sekolah gratis di sini." Jelas Tomioka Shoto sambil menangis menahan kesakitan.


"Terserah aku dong." Ucap Suzuki Shinobu yang masih menginjak punggung Tomioka Shoto dengan kuat.


"Kau juga bersekolah gratis di sini. Tapi kenapa kamu malah menindas ku?" Tanya Tomioka Shoto yang mencoba membela diri sambil menangis.


"Aku kan anak dari pemilik sekolah ini, jadi kalian semua termasuk guru itu adalah bawahan ku." Jelas Suzuki Shinobu yang semakin memperkuat injakan nya.


"Tapi kamu.." Ucap Tomioka Shoto yang terpotong.


"Oh iya, panggil aku si nyonya muda Suzuki Shinobu yang paling cantik!" Perintah Suzuki Shinobu sambil menginjak punggung Tomioka Shoto.


"Tidak mau!" Tegas Tomioka Shoto sambil berteriak dan menangis kesakitan.


"Yakin?" Tanya Suzuki Shinobu sambil tersenyum.


Suzuki Shinobu pun memperkuat injakan kakinya ke punggung Tomioka Shoto.


"Akh!!" Teriak Tomioka Shoto yang merasa sangat kesakitan.


"Baiklah, si nyonya muda Suzuki Shinobu yang cantik." Panggil Tomioka Shoto yang sudah pasrah.


"Ulangi! Si nyonya muda Suzuki Shinobu yang paling cantik di dunia!" Perintah Suzuki Shinobu sambil memperkuat injakan punggung Tomioka Shoto.


"Argh!!!" Teriak Tomioka Shoto yang sangat kesakitan.


"Si nyonya muda Suzuki Shinobu yang paling cantik di dunia." Panggil Tomioka Shoto sambil menangis.


"Apa?" Tanya Suzuki Shinobu yang agak meringankan injakan nya.


"Tolong jangan bully saya." Jawab Tomioka Shoto sambil menangis.


"Kau bisa dengan siapa?" Tanya Suzuki Shinobu yang kembali menguatkan injakan kakinya.


Tomioka Shoto pun kembali menangis.


"Si nyonya muda Suzuki Shinobu yang paling cantik, tolong jangan bully saya!" Perintah Tomioka Shoto sambil menangis.


"Gak! Berani banget kamu perintahin aku!" Tegas Suzuki Shinobu yang memperkuat injakan kakinya ke punggung Tomioka Shoto.

__ADS_1


"Argh!!!" Teriak Tomioka Shoto yang sangat kesakitan.


Tomioka Shoto pun semakin menangis dan berteriak kesakitan.


"Sakit?" Tanya Suzuki Shinobu sambil menginjak punggung Tomioka Shoto.


Tomioka Shoto hanya bisa menangis menahan rasa sakit. Tomioka Shoto pun melihat ke arah cctv.


"Ngapain kamu lihat ke arah cctv? Lagi rusak loh, jadi percuma. Berteriak lah sesukamu! Karena tidak ada yang akan tau." Jelas Suzuki Shinobu sambil menginjak punggung Tomioka Shoto.


"Hahaha bodoh sekali kamu." Ucap seorang perempuan yang masih menginjak kepala Tomioka Shoto.


Tiba-tiba, datanglah seseorang yang membuat mereka bertiga kaget.


"Kenapa kalian melakukan hal itu kepada tuan muda? Aku akan melaporkan kalian ke kepala sekolah loh!" Tegas pengasuh sambil berlari menghampiri Tomioka Shoto.


Suzuki Shinobu dan 1 temannya pun pergi dari tempat itu.


"Hei! Jangan lari!" Perintah pengasuh yang berlari sambil melihat Suzuki Shinobu dan temannya yang kabur.


"Jangan dikejar, tolong aku saja!" Perintah Tomioka Shoto sambil berusaha berdiri.


Pengasuh pun langsung membawa Tomioka Shoto ke mobil untuk dibawa ke rumah sakit tersebut. Saat di perjalanan menuju rumah sakit.


"Pak, tolong jangan beritahu orang tuaku tentang hal tadi ya!" Perintah Tomioka Shoto sambil bernafas dengan terengah-engah.


"Tapi mereka hampir membunuh tuan muda loh." Ucap pengasuh yang khawatir sambil mengemudi.


"Baiklah tuan muda." Ucap pengasuh sambil tersenyum dan mengemudi.


Tomioka Shoto yang berada di tengah pun berbaring menghadap kursi agar punggungnya terkena AC mobil.


"Pak, kameranya tahan air panas kan?" Tanya Tomioka Shoto sambil berbaring.


"Iya." Jawab pengasuh yang masih mengemudi.


"Untung saja." Ucap Tomioka Shoto yang merasa lega sambil berbaring.


Tomioka Shoto bernafas dengan terengah-engah.


"Maafkan aku tuan muda, aku telah membuat ekspektasi mu tinggi di masa SMP." Ucap pengasuh dengan nada yang sangat merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, ini bukan salahmu. Aku sendiri yang berekspektasi tinggi mengenai masa ku di SMP." Ucap Tomioka Shoto sambil berbaring.


Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di rumah sakit. Pengasuh segera memarkirkan mobilnya dan kembali menggendong Tomioka Shoto. Tomioka Shoto pun langsung diperiksa dan diobati. Pengasuh pun memindahkan kamera ke bahunya.


"Dokter apakah saya boleh merekam?" Tanya Pengasuh sambil mengeluarkan hpnya dan menatap dokter yang memeriksa Tomioka Shoto.

__ADS_1


"できる。" Translate "Boleh." Jawab Dokter sambil tersenyum dan menatap pengasuh.


Pengasuh pun berpura-pura merekam melalui hpnya.


"Luka bakar ini sangat besar dan kemungkinan besar akan menjadi permanen." Ucap dokter sambil menatap pengasuh dengan tatapan serius.


"Apakah dia harus operasi?" Tanya pengasuh yang khawatir sambil menatap dokter dengan penuh harapan.


"Tidak, tapi aku khawatir dia tidak bisa percaya diri dengan punggungnya yang akan sangat membekas." Jelas dokter sambil menatap pengasuh dengan serius.


"Berapa biaya operasinya?" Tanya pengasuh yang khawatir sambil menatap dokter.


"45.168 yen." Jawab dokter sambil tersenyum paksa dan menatap pengasuh.


Pengasuh pun kaget.


"Aku akan membicarakan hal ini dulu dengan keluarganya." Ucap Pengasuh sambil tersenyum dan menatap dokter.


"Baiklah, tapi saya ingatkan, bekas luka bakar itu tidak membahayakan." Ucap Dokter sambil tersenyum dan menatap Pengasuh.


Pengasuh pun menganggukkan kepalanya dan berdiri. Dokter pun berdiri dan pergi dari ruangan tersebut.


"Pak, bagaimana ini?" Tanya Tomioka Shoto yang khawatir sambil menatap pengasuh.


"Kamu tenang saja, biaya rumah sakitnya tidak terlalu mahal." Jawab pengasuh yang mencoba menenangkan Tomioka Shoto.


"Aku tidak harus dioperasi kan?" Tanya Tomioka Shoto sambil menatap pengasuh.


"Tidak, tapi apakah tuan muda bisa percaya diri dengan punggung anda?" Tanya Pengasuh sambil menatap Tomioka Shoto.


"Bisa dong, kan tidak terlalu terlihat." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum.


Pengasuh pun menghela nafas dan tersenyum.


"Pak, tolong jangan beritahu orang tuaku kalau aku ke rumah sakit ya!" Perintah Tomioka Shoto sambil menatap pengasuh.


"Tapi kita harus bilang pergi kemana?" Tanya pengasuh sambil duduk dan menatap Tomioka Shoto.


"Ke taman dan makan beberapa jajanan di sana." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap pengasuh.


"Omong-omong, biaya rumah sakit ini berapa? Apakah terlalu banyak untuk jajan di sana?" Tanya Tomioka Shoto sambil menatap Pengasuh.


"Tidak, itu pas." Jawab Pengasuh sambil menatap Tomioka Shoto.


"Omong-omong, matikan kameranya!" Perintah Tomioka Shoto yang melihat kamera tersebut.


Pengasuh pun langsung mematikan kameranya.

__ADS_1


Bersambung...


Update setiap hari, pukul 20.00 WIB.


__ADS_2