CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
BAB 93


__ADS_3

5 hari telah berlalu kehidupan rumah tangga yang Kenzo dan Veronika jalani pun sesuai dengan apa yang mereka impikan, hari ini saat nya Kenzo untuk kembali masuk ke kantor lantaran sudah cukup lama pria itu cuti dari kantor nya, meskipun dia pemilik perusahaan itu namun tetap saja ia memiliki tanggung jawab sebagai seorang pemimpin.


Pagi ini Kenzo tengah bersiap siap dengan setelan ke kantor nya sedang kan Veronika kini menyiapkan sarapan untuk sang suami, Ya mulai sekarang ia yang akan menyiapkan makanan untuk Kenzo setelah Kenzo yang mengatakan lebih menyukai masakan Veronika dari pada asisten di rumah nya itu.


Sedangkan Seila pagi ini mengajak Gavin berjemur di luar mansion seperti yang Veronika perintah kan lantaran Gavin yang memang sudah terbiasa berjemur di pagi hari sejak ia kecil, beberapa hari ini Seila melakukan tugas nya dengan baik, tak ada kesalahan Seila yang Veronika temukan, ia juga sudah melupakan kejadian terakhir kali yang membuat nya sangat marah pada gadis itu.


Tak lama Kenzo turun untuk sarapan sebelum berangkat ke kantor, namun ia tak melihat sang istri di meja makan, pria itu kemudian mencari Veronika ke dapur dan benar saja istri nya itu tengah bergelut dengan peralatan dapur, entah apa yang Veronika masak namun yang jelas Kenzo benar benar tergoda dengan aroma masakan Vero.


“Masak apa sayang.” ucap Kenzo tepat di telinga Veronika seraya mengalungkan tangannya di pinggang istri nya itu membuat Veronika sedikit tersentak lantaran tak menyadari keberadaan Kenzo.


“Ya ampun kak, aku kaget!” sentak Veronika membuat Kenzo terkekeh, entah mengapa ia sangat suka membuat Veronika menjadi kesal, mungkin hobi baru pria itu sekarang membuat istri nya marah marah.


“Maaf sayang, kau terlalu fokus memasak hingga tidak menyadari keberadaan suami mu yang tampan ini.” ucap Kenzo seraya membenamkan wajah nya di tengkuk Veronika, aroma tubuh istri nya itu benar benar membuat nya candu meskipun sudah bercampur dengan keringat.


Tak lama masakan Veronika pun selesai, wanita itu segera menghidangkan nya untuk sang suami tercinta, meskipun Kenzo sudah sering menyicipi dan memuji masakan nya namun Veronika masih saja sering menunggu Kenzo untuk memberi nilai masakan nya.


“Enak?” tanya Veronika menatap Kenzo seraya menunggu jawaban dari pria itu, Kenzo mengangguk seraya mengunyah makanan yang masih sangat panas itu, masakan istri nya memang tidak bisa di ragukan lagi, ada hal yang khas dari masakan istri nya itu.


Melihat reaksi Kenzo tentu membuat Veronika tersenyum bahagia, wanita itu kemudian menunggu suami nya menyelesaikan sarapan nya, tak ada hal lain yang mereka bahas selain ranjang, Veronika benar benar terkejut dengan ***** Kenzo yang terus saja menggebu jika berdekatan dengan diri nya dan selalu berakhir di ranjang.


“Nanti beli baju dinas ya.” ucap Kenzo seraya mengusap mulut nya dengan sapu tangan setelah ia menghabiskan nasi goreng penuh cinta dari istri nya, entah memang benar benar menghargai usaha sang istri atau memang sedang lapar yang jelas makanan nya benar benar tidak bersisa sedikit pun.

__ADS_1


Veronika mengerutkan kening mendengar ucapan Kenzo, baju dinas lagi? Padahal baju dinas yang Kenzo pesan masih bisa di pakai untuk kedua kali nya namun ia justru meminta Veronika untuk membeli nya lagi?


“Tapi baju yang kemarin kemarin kan masih bagus, masih bisa di pakai.”


Bukan pelit hanya saja Veronika tidak ingin membuang buang uang hanya untuk membeli barang yang menurut nya tidak berguna, bagaimana tidak? Bahan nya sangat tipis namun harga nya justru sangat tebal, siapa yang tidak kesal jika harus mengeluarkan banyak uang untuk barang yang bahkan tidak bisa dipakai untuk keluar dari kamar.


“Tapi yang kemarin itu termasuk berbahan tebal sayang, aku tidak suka.”


Tebal kata nya? Bahkan saat Veronika mengenakan nya saja seperti tidak memakai apapun di tubuh nya bagaimana bisa Kenzo mengatakan tebal? Jika yang seperti itu saja di anggap tebal lalu tipis nya bagaimana?


“Sama saja, ujung ujung nya juga di lepas semua.” ketus Veronika menatap Kenzo, untuk apa membeli yang tipis jika ujung ujungnya sama saja, mereka akan tetap polos tanpa sehelai benang pun di tubuh mereka.


Kenzo hanya terkekeh melihat rengutan Veronika, memang ujung ujung nya mereka akan polos tapi setidaknya harus ada pemanasan di awal bukan? Di tambah lekuk tubuh Veronika yang benar benar sempurna untuk seorang wanita membuat Kenzo benar benar ketagihan melihat Veronika mengenakan pakaian dinas malam nya.


Selesai dengan pembahasan random mereka, kini Kenzo akhir nya berangkat ke kantor tentu saja di antar oleh Veronika hingga di depan pintu utama, tak lupa Kenzo meninggalkan beberapa kecupan di wajah Veronika sebagai penyemangat nya pagi ini, dan hal itu tak lepas dari pandangan Seila yang sedang menggendong Gavin.


“Ya ampun beruntung sekali nyonya Vero mendapatkan suami yang romantis seperti tuan Kenzo.” ucap Seila membatin menatap sepasang suami istri yang selalu terlihat romantis itu.


Tak lama Kenzo pun menatap ke arah nya seraya mengayunkan kaki menghampiri Seila membuat gadis itu mendadak gufupt saat ini, cara jalan nya saja sangat tampan bagaimana mungkin ia tidak tertarik pada majikan nya ini?


“Daddy pergi dulu sayang.” ucap Kenzo mengecup pipi gembul Gavin, namun justru Seila yang memejamkan mata, menghayal jika Kenzo sedang berpamitan dengan nya, ia lupa jika ia hanya seorang pengasuh dan bukan istri kedua Kenzo.

__ADS_1


Kenzo sedikit bingung dengan Seila namun pria itu tidak begitu menghiraukan nya, setelah memberi kecupan di pipi Gavin, Kenzo kemudian berjalan memasuki mobil lalu berangkat ke kantor nya, sedangkan Seila kini membuka kedua mata nya menatap sekeliling, tak ada siapapun di sana bahkan mobil Kenzo juga sudah tidak ada.


“Ya tuhan andai aku bisa merasakan bibir tuan Kenzo.” ucap Seila membatin, pikiran nya entah kemana lantaran terus memikirkan majikan nya itu, berdekatan dengan Kenzo membuat jantung nya benar benar seperti sedang berlomba.


“Seila, Gavin nya di bawa masuk saja.” ucap Veronika pada Seila membuyar kan lamunan gadis itu lalu kemudian ia mengangguk dan membawa Gavin masuk ke dalam, namun ia masih saja menatap kepergian Kenzo yang bahkan sudah tidak terlihat sama sekali.


“Tolong nanti siang siapkan Gavin ya, saya ingin membawa nya ke kantor Kenzo nanti.” ucap Veronika seraya duduk di meja makan, ya siang ini ia ingin memberikan kejutan dengan membawakan makan siang untuk suami nya.


Seila mengangguk seraya berpikir apa mungkin ia juga akan ikut? lantaran ia adalah pengasuh Gavin dan mungkin saja ia juga akan di bawa oleh Veronika? dan tentu hal itu akan bisa membuat nya bertemu dengan Kenzo sekaligus melihat bagaimana gedung kantor majikan nya itu.


“Saya ikut nyonya?” tanya Seila memberanikan diri.


Veronika diam seraya menatap Seila lalu kemudian wanita itu menggelengkan kepala membuat Seila sedikit kecewa lantaran harapan nya tidak sesuai.


“Saya masih bisa membawa Gavin sendiri.”


.


.


.

__ADS_1


Dukungan nya buat Author jangan lupa guys, terima kasih😍


__ADS_2